Pelantikan Kepala Sekolah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam Tahun 2023
Oleh: Guru Ataya
Berikut nama-nama kepala sekolah dan pengawas yang di beri amanah untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas tersebut:
Pelantikan Kepala Sekolah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam Tahun 2023
Oleh: Guru Ataya
Berikut nama-nama kepala sekolah dan pengawas yang di beri amanah untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas tersebut:
Ada Yang Berbeda di Lokakarya 5 PPGP Angkatan 6 Kabupaten Sukabumi
Oleh:
Guru Ataya (PP_117_Iwan Sumantri)
Program
PGP diselenggarakan dalam rangka memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran
dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakan komunitas belajar, baik di
dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin Pendidikan yang
dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di
lingkungan sekolahnya masing-masing.
Rancang
bangun program PGP mengguanakan pendekatan androgogi dan blended learning
selama enam bulan. Program tersebut didesain untuk mendukung hasil belajar yang
implementatif berbasis lapangan. Untuk itu maka 70% kegiatan dilakukan dalam
bentuk on-the-job training di mana guru sebagai peserta PGP tetap
bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah. Sementara 20% kegiatan
dirancang dalam bentuk kegiatan bersama rekan sejawat dan 10% lainnya dilakukan
dalam bentuk pembelajaran bersama naras umber/intrruktur, fasilitator, dan
pengajar praktik.
Pembelajaran
bersama pengajar praktik (PP) dilakukan secara individu di satuan Pendidikan masing-masing
dan secara berkelompok dalam bentuk lokakarya. Pendampingan pada lokakarya
bertujuan untuk meningkatkan keterampilan CGP untuk menjalankan perannya,menjejaringkan
CGP di tingkat kota, menjadi ruang diskusi dan pemecahan masalah yang dihadapi
oleh CGP, serta meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan di tingkat
sekolah dan kota.
Kurang
dari satu bulan dari kegiatan lokakarya 4 sebelumnya, Program Pedidikan Guru
Penggerak (PGP) menggelar kembali salah satu agenda kegiatannya yaitu lokakarya.
Untuk program Pendidikan guru penggerak Angkatan 6 lokarkarya yang
diselengarakan adalah Lokakarya 5. Lokakarya 5
Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) angkatan 6 dilaksanakan secara serentak
pada tanggal 18 Maret 2023 di Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat (Kab.Cianjur,
Kab.karawang, Kab.Majalengka, Kab.Pangandaran, Kab.Subang, Kab.Sukabumi,
Kab.Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Depok, Kota Sukabumi dan Kota
Tasikmalaya).
Sabtu, 18 Maret 2023 sama seperti Lokakarya 4
yang lalu, bertempat di SMP Negeri 1 Sukaraja, dilaksanakan Lokakarya 5. Hadir
pada kegiatan tersebut yakni Tim BBGP Jawa Barat,perwakilan Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah V Jawa Barat
(Jabar), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
Sukabumi Bapak Muhammad Solihin,S.Pd,.M.M.Pd, Kasi PPTK Ibu Dr.Endah Hasanah, S.Pd,M.Pd, Kasi
TK PAUD Ibu Elis Sajaah, M.Pd, Panitia dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Sukabumi, 41 Pengajar Praktik (PP), dan 186 CGP yang masing-masing
belajar dalam 14 kelas/ruang kelas.
RTL Pendampingan Individu 5 “Rancangan Program yang Berpihak pada Murid” Ala Guru Ataya
Oleh: Guru Ataya (PP_117_Iwan
Sumantri)
Pelaksanaan
Pendampingan Individu Ke-5 yang dijadwal oleh BBGP Provinsi Jawa Barat dari 8 s.d.
17 Maret 2023,telah dilaksanakan oleh PP-117_Iwan Sumantri (Guru Ataya) sesuai
kesepakatan bersama dengan para Calon Guru Penggerak yaitu dimulai dari tanggal
13 sd 16 Maret 2023. 4 (empat) hari
sudah saya selaku PP melaksanakan pendampingan di empat sekolah dengan suasana
dan karakteristik yang berbeda. Seperti halnya pendampingan individu Ke-4, kegiatan
pendampingan Ke-5 mengusung tema”Rancangan Program yang Berpihak pada
Murid”.
Fokus pendampingan di PI 5 ini adalah 1) Refleksi
penerapan aksinyata modul 3.1; 2) Rancangan program yang berdampak pada murid;
3) Perkembangan komunitas praktisi yang dijalankan di sekolah serta implementasi
dari rencana di lokakarya 3 untuk berbagi keteman sejawat; 4) dan Penilaian
keterampilan coaching untuk supervisi akademik.
Pendampingan dilakukan secara konsisten setiap bulan selama CGP
mengikuti PGP dengan tema pendampingan yang berbeda-beda. Kunjungan ini
dilakukan sebagai bentuk pemantauan terhadap perubahan yang dilakukan CGP dan
rencana apalagi yang akan dilakukan CGP untuk menciptakan sekolah yang berpihak
pada siswa.
Saya mulai melaksanakan kegiatan pendampingan secara individu kepada CGP dari tanggal 13 Maret 2023 dengan
CGP Ruslan di SDN Cigintung Gegerbitung, tanggal 14 Maret
2023 dengan CGP Samsudin di SDN Sempurcagak Gegerbitung, tanggal 15 Maret 2023
dengan CGP Anita di SLB PGRI Gegerbitung dan terkahir tanggal 16 Maret 2023 dengan
CGP Heri Ashari di SMPN 1 Gunung guruh. Selain menjadi salah satu tugas dari pengajar praktik,dengan melakukan kunjungan ke tempat CGP bertugas merupakan pengalaman yang
sangat berharga dan menjadi pembelajaran tersendiri bagi seorang
guru.
Seperti
halnya pada pendampingan sebelumnya, pada pelaksanaan pendampingan individu ke 5 ini, pengajar praktik meyiapkan bahan yang dibutuhkan sesuai dengan tema Rancangan Program yang Berpihak pada Murid, yakni
buku pegangan pendampingan individu, Modul 2.3: Coaching
untuk supervisi akademik, Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP,
Jurnal Pendampingan,daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya, RPP CGP
yang digunakan dalam pembelajaran, Hasil catatan percakapan Pra Observasi
kelas, Hasil observasi pembelajaran, Rubrik Penilaian Sesi Aksi Nyata Coaching
(lampiran 8).
Hal-hal yang dibahas/dibicarakan selama proses pendampingan individu Ke-5 berlangsung adalah :
RTL PI 4 : Evaluasi dan Pengembangan Proses Pembelajaran
Oleh: Guru Ataya (PP_117_Iwan Sumantri)
Pelaksanaan
pendampingan Individu ke-4 yang dijadwal oleh BBGP Provinsi Jawa Barat dari 16 s.d.
24 Februari 2023,telah dilaksanakan sesuai kesepakatan bersama denganpara Calon
Guru Penggerak yaitu dimulai dari tanggal 20 sd 23 Februari 2023. Empat hari
sudah saya selaku PP melaksanakan pendampingan di empat sekolah dengan suasana
dan karakteristik yang berbeda. Seperti halnya pendampingan individu ke-4 pada dua bulan yang lalu, kegiatan pendampingan
ke-4 mengusung tema “ Evaluasi dan Pengembangan Proses Pembelajaran”.
Fokus
pendampingan di PI 4 adalah obeservasi kelas CGP untuk melihat penerapan dari
modul budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran
sosial-emosional serta penilaian observasi praktik pembelajaran yang berpusat
pada siswa.
Pendampingan dilakukan secara konsisten setiap bulan selama CGP
mengikuti PGP dengan tema pendampingan yang berbeda-beda. Kunjungan ini
dilakukan sebagai bentuk pemantauan terhadap perubahan yang dilakukan CGP dan
rencana apalagi yang akan dilakukan CGP untuk menciptakan sekolah yang berpihak
pada siswa.
Saya mulai melaksanakan kegiatan pendampingan secara individu kepada CGP dari tanggal 20 Februari 2023 dengan CGP Ruslan di SDN Cigintung Gegerbitung, tanggal 21
Februari 2023 dengan CGP Samsudin di SDN Sempurcagak Gegerbitung, tanggal 22
Februari 2023 dengan CGP Anita di SLB PGRI Gegerbitung dan terkahir tanggal 23
Februari 2023 dengan CGP Heri Ashari di SMPN 1 Gunung guruh. Selain menjadi salah
satu tugas dari pengajar praktik,dengan melakukan
kunjungan ke tempat CGP bertugas merupakan pengalaman yang sangat berharga dan menjadi pembelajaran tersendiri bagi seorang
guru.
![]() |
| Percakapan Awal di PI 4 Bersama Pak Ruslan SDN Cigintung |
![]() |
| Observasi Kelas di Kelas Pak Samsudin SDN Sempurcagak |
Seperti halnya pada pendampingan sebelumnya, pada pelaksanaan pendampingan individu ke 4 ini, pengajar
praktik meyiapkan bahan yang dibutuhkan sesuai dengan tema Evaluasi dan pengembangan
proses pembelajarann yakni buku pegangan pendampingan individu,
jurnal hasil pemantauan, daftar hadir dan rencana pendampingan, RPP yang akan
digunakan dalam pembelajaran, modul 2.3 tentang coaching, lembar catatan percakapan pra
observasi (lampiran 4), instrumen observasi praktik mengajar (lampiran 5), lembar catatan percakpaan pasca obsevasi (lampiran 6) dan lembar rencana pengembangan diri (lampiran 7).
![]() |
| Obeservasi Kelas di Kelasnya Bu Anita SLB PGRI Gegerbitung |
![]() |
| Observasi Kelas di Kelasnya Pak Heri Ashari SMPN 1 Gunungguruh |
Hal-hal yang dibahas/dibicarakan selama proses pendampingan individu ke-4 berlangsung:
Bagian
Awal Pendampingan (20’)
Ada
Keseruan di Lokakarya 4 PPGP Angkatan 6
Oleh:
Guru Ataya (PP_117_Iwan Sumantri)
Sabtu, 25 Februari 2023 bertempat di SMP
Negeri 1 Sukaraja, dilaksanakan Lokakarya 4. Hadir pada kegiatan tersebut yakni
Tim BBGP Jawa Barat, Panitia dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi,
41 Pengajar Praktik (PP), dan 185 CGP yang masing-masing belajar dalam 14 kelas/ruang
kelas.
Kegiatan Lokakarya 4 diawali dengan acara pembukaan, menyanyikan
lagu Indonesia Raya, Mars Sukabumi dan sambutan dari BBGP Bapak Dr.Achyar, M.Pd,serta
penutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Pepen Ruspendi M.Pd
(Wakasek Kurikulum SMPN 1 Sukaraja). Lokakarya 4 dikabupaten Sukabumi dibuka secara
resmi oleh Ibu Elis Sajaah, M.Pd, selaku Kasi TK PAUD mewakili Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten Sukabumi tepat pukul 08.00.
![]() |
| Para PP Angkatan 6 Kabupaten Sukabumi |
Seperti hal Lokakarya sebelumnya, kegiatan Lokakarya 4 selain dihadiri oleh tim dari BBGP Provinsi Jawa Barat beserta satkernya, juga dihadiri oleh para Calon Guru Penggerak (CGP) Program Guru Penggerak Angkatan 6 Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 185 guru-guru hebat yang didampingi oleh para Pengajar Praktik (PP) sebanyak 41 orang. Kegiatan pembukaan lokakarya 4 berlangsung kurang lebih 45 menit, tepat pukul 09.00 para CGP dan PP masuk dalam kelas-kelas sesuai dengan pembagian kelas, setiap kelas di pandu oleh 3 orang PP didampingi para CGPnya. Saya_PP_117 Iwan Sumantri dengan para CGP 1) Ruslan SDN 1 Cigintung;2) Samsudin SDN Sempurcagak; 3) Anita SLB PGRI Gegerbitung; Heri Ashari SMPN 1 Gunungguruh, bersama PP_ 122_Eni Suryanita dengan para CGP 1) Heti Yuliati SDN Cihaur;2) Iis Napisah SDN 1 Lembursawah; 3) Evi Iskandar SMPN 4 Cibadak; 4) Muhamad Adul Rohman SMAS Pesantren Unggul Albayan; 5) Muchamad Ruslan Munandar SMAN 1 Nagrak, dan PP_139_ Anne Listiyani dengan para CGP 1) Yani Hamidah TKS IT Bani Saleh; 2) Nandang Setiawan SDN WR Supratman; 3) Halimatussadiah SMPN 1 Palabuhanratu; 4) Elsa Mardiana SMAN Jampangtengah; Elis Rohmiati SMAN Palabuhanratu, yang tergabung di kelas K.
OSIS adalah singkatan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah. OSIS adalah sebuah organisasi yang dibentuk dilingkungan sekolah untuk mewakili suara siswa dan mengkoordinasikan kegiatan dan program yang melibatkan siswa di dalam sekolah. OSIS biasa dipimpin oleh seorang ketua dan beberapa pengurus yang terpilih dari siswa-siswa di sekolah. Tugas OSIS antaralain mengadakan kegiatan-kegiatan sosial, olahraga, seni, dan budaya di sekolah, mengadakan event-event besar seperti pesta prom dan reuni, serta memperjuangkan hak-hak siswa disekolah.
Nah, sebelum ke pemilihan dan penentuan hak suara kita, yuk kita kenali dan simak dulu profil dan visi-misi para pasangan calon ketua OSIS kita !
Supervisi Akademik dengan Strategi “PELEC”
Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)
Pada
kegiatan tersebut, beliau memulai pembinaannya dengan melakukan supervisi akademik
terhadap dua guru yang mengajar saat itu dengan didampingi dua guru senior
sebagai observer. Pada pelaksanaan supervisi akademik tersebut Guru Ataya
berkesempatan menjadi observer untuk mendampingi pengawas pembina di ruang
kelas.
Supervisi
akademik adalah proses evaluasi dan pengembangan bagi kegiatan pembelajaran dan
pengajaran dalam satuan Pendidikan atau sekolah. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa serta membantu
guru untuk mencapai tujuannya dalam pengajaran. Supervisi akademik melibatkan
suatu sistem monitoring dan evalausi bagi kegiatan pembelajaran dan pengajaran
yang dilakukan oleh supervisor atau pengawas sekolah. Proses ini biasanya
terdiri dari beberapa tahap seperri observasi kelas, analisis data, dan
konsultasi dengan guru untuk menentukan arahan perbaikan dan tindak lanjut.
Supervisi
akademik sangat penting bagi perkembangan sekolah dan guru, karena membnatu
untk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan proses pembelajaran dan pengajaran,
serta membreikan dukungan dan arahan untuk perbaikan. Dalam hal ini, supervisor
memaiankan peran penting dalam membantu guru untuk mencapai tujuannya dalam
pengajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa.
Observasi
akademik dalam supervisi akademik adalah proses mengawasi dan mengevaluasi
kegiatan pengajaran seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada
siswa. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengajaran yang dilakukan sesuai
dengan standar kualitas dan bermanfaat bagi pembelajaran siswa.
Observasi
akademik dalam supervisi akademik meliputi beberapa tahapan seperti:
1) Persiapan:
Penyusunan rencana observasi, pemilihan sesi pengajaran yan akan diamati, dan
komunikasi dengan guru yang akan diawasi
2) Observasi:
Proses pengamatan secara langsung atau rekaman sesi pengajaran yang akan
diamati.
3) Analisis
Penilaian terhadap kegiatan pengajaran, menentukan apa yang dilakukan dengan
baik dan apa yang perlu ditingkatkan.
4) Feedback:
Memberikan umpan balik kepada guru mengenai hasil observasi dan rekomendasi
untuk perbaikan.
5) Tindak
lanjut: Guru mempertimbangkan rekomendasi yang diberikan dan melakukan Tindakan
untuk meningkatkan kulaitas pengajaran.
Observasi
akademik dalam supervisi akademik merupakan bagian penting dari proses pengembangan
profesionalisme guru dan dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran
siswa.
Dalam kegiatan supervisi akademik waktu itu instrument observasi PBM menggunakan STRATEGI “PELEC” (PEndampingan LEsson Study and Colaboration), sehingga pada saat kegiatan observasi KBM dikelas didamping oleh dua observer yang bertugas untuk membantu melakukan pengamatan secara langsung dan evaluasi terhadap kegiatan pengajaran seorang guru untuk memastikan bahwa pengajaran tersebut sesuai dengan standar kualitas dan bermanfaat bagi pembelajaran siswa.
“Bel Me Log PlatRG” Ala Guru Ataya Untuk Cerdaskan Anak Bangsa
Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)
![]() |
| Menyambut Siswa Sebelum Belajar |
Dimasa transisi perubahan kurikulum dari K13 ke Kurikulum
Merdeka kiranya kita harus mensikapinya dengan bijak. Standar Kurikulum lulusan
telah mendeskripsikan kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap,pengetahuan dan keterampilan. Bagaimana seluruh kriteria ini
dapat di capai oleh semua siswa kita adalah soal bagaimana kita sebagai guru
dapat menyediakan pengalaman belajar yang memastikan bahwa semua siswa kita,
dengan segala keragamannya dapat kita penuhi kebutuhan belajarnya, sehingga
mereka dapat menunjukkan kompetensi pengetahuan,sikap, dan keterampilan yang
diharapkan setelah lulus atau menyelesaikan setiap jenjang pendidikannya.
Apapun kurikulumnya pembelajaran
harusnya berpihak pada murid. Berpihak pada murid itu: 1) Pembelajaran yang
berpusat pada murid; 2) Pembelajaran sesuai kebutuhan murid; 3) Pembelajaran
sesuai level murid atau TaRL (Teach at the Right Level); 4) Pembelajaran
berdiferensiasi.
Pembelajaran berdiferensiasi yang
berfokus pada kebutuhan siswa, sangat sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut.
Dengan memperhatikan konten,proses, produk, guru dapat menyesuaikan
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran agar kesemua tahapan
proses tersebut dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa-siswa kita dan membantu
kesuksesan pembelajaran mereka.
Nah, untuk itulah Guru Ataya menghadirkan Ruangguru di proses belajar mengajarnya dengan memanfaatkan salah satu produk Ruangguru yaitu Ruangbelajar.