Saturday, November 28, 2020

Ini Bukuku: Mendengar Suara Hati

 Ini Bukuku: Mendengar Suara Hati

Oleh: Iwan Sumantri


Cibadak- 28 November 2020. Masih disuasana hari guru nasional (HGN) 2020, tak salah rasanya guru ataya mencoba berbagi tentang sesuatu yaitu, guru biasa memberitahu, guru yang baik menjelaskan, guru yang hebat menginspirasi dan guru mulia karena karyanya.

Ada buku yang guru ataya tulis yaitu Mendengar Suara Hati, rasanya pas nih di suasana hari guru nasional, suara hati seorang guru matematika perlu di dengar. Mendengarkan suara hati lebih dari suara-suara lain, yang sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang diri kita.

Deskripsi Mendengar Suara Hati

Sinopsis:
Menjadi pendidik adalah pilihan mulia,
karena bisa menebarkan ilmu pegetahuan sekaligus memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita.

Buku ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang guru Matematika yang selalu berusaha mengevaluasi dirinya agar bisa menjadi guru yang hebat, menjadi panutan, teladan dan menginspirasi banyak orang. Ia selalu berusaha mendengarkan suara hati lebih dari suara-suara lain yang sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Ia yakin suara hati adalah yang paling tahu dan mengerti tentang dirinya. Ia juga selalu berusaha mendengarkan suara hati orang-orang terdekatnya karena ia menyadari bahwa dirinya bukanlah orang sempurna dan masih membutuhkan nasihat, kritik dan masukan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Buku ini wajib dibaca oleh para guru, karena bisa menjadi bahan inpirasi bagaimana seorang guru bisa mendengarkan dan menerima kumpulan suara hati dari orang-orang terdekat, terutama dari keluarga, sahabat dan para siswa. Ya, ternyata mendengarkan suara hati orang lain itu perlu, terutama dari mereka yang selama ini selalu mendukung dan menyayangi kita. Dari mereka kita bisa tahu dimana letak kesalahan kita, karena sesungguhnya orang yang sempurna akalnya adalah yang selalu memperbaiki dirinya.

 


Oh...ya buku ini juga sudah banyak yang membaca dan meriviewnya, ini salah satunya:

AIH

JUDUL               :  MENDENGAR SUARA HATI

Pengarang         : Iwan Sumantri,S.Pd.

Penerbit             : CV Pena Indis

Tahun Terbit     : 2017

Tempat              : Makasar

Jml halaman     : 185 halaman

 

 

     ALASAN

Buku ini bisa dikatakan unik. Mengapa? Karena ditulis oleh seorang guru yang mau terbuka dinilai keprofesionalannya oleh orang lain serta dipublikasikannya sendiri menjadi sebuah buku. Cita-citanya menjadi guru dan penulis kini terwujud.Memang tidak pernah usaha menghianati hasil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ISI BUKU YANG MENARIK

Buku ini lebih cenderung ke dimensi biografi seorang penulis. Penulis mengemasnya secara runtut dalam beberapa segmen. Segmen tersebut dimulai dari sosok penulis di mata keluarga, istri dan putra putrinya, dilanjutkan dengan pandangan kerabat sejawat terhadap dirinya, profesionalismenya sebagai guru inovatif, serta sosok beliau di mata para peserta didiknya.

Guru sebagai individu tak lepas dari segala kekurangan. Guru juga manusia. Ada dua hal yang layak kita simak dari buku ini. Pertama, kegigihan dalam meraih asa dan cita. Seorang Iwan Sumantri yang terlahir dari keluarga biasa, sejak kecil ingin menjadi guru hebat dan menginspirasi orang lain, terkabulkan. Sejak SD-SMP mengenyam pendidikan di sekolah swasta. Bahkan beliau masuk STM , walaupun cita-cita kecilnya ingin menjadi guru. Dengan tekad, kegigihaan, dan kemauan keras, kini tercapai menjadi seorang guru matematika yang gemar menulis bahkan berprestasi.

Kedua, keterbukaan menjadi profesi guru. Dalamnya laut bisa kita selami, dalamnya hati siapa yang tahu, mungkin itu yang  menjadi motivasi blak-blakan seorang Iwan Sumantri dalam mengekplor profesionalisasi dirinya di mata orang lain. Bukan hanya sanjungan dari keluarga, kerabat sejawat, peserta didiknya, melainkan cibiran, cemoohan, ekspresi ketidaksukaan. Hal ini pandangan sebagian peserta didiknya. Ada yang mengatakan guru batirang (baik tapi garang), guru galak, pemarah, guru killer-lah,guru KEPO, dan banyak lagi sebutan lainnya. Jadi, rupanya beliau ingin menguji profesionalismenya sebagai guru yang dicita-citakan sejak kecil dari sudut  suara hati orang lain.         

 

HIKMAH/PESAN MORAL

Tak ada usaha yang sia-sia dalam membaca buku.Di balik rangkaian kata, kalimat, dan paragraf ada nilai terimplisit  yang bisa kita ambil hikmahnya. Hikmah yang bisa kita ambil dari isi buku ini antara lain kegigihan, kemauan keras, dan usaha maksimal dalam meraih   cita-cita. Kelebihan dan kekurangan diri bukan atas suara hati kita, melainkan atas  suara hati mereka.


Wednesday, November 25, 2020

Bangga dan Bahagianya Jadi Seorang Guru

Bangga dan Bahagianya Jadi Seorang Guru

Oleh: Iwan Sumantri

Cibadak - 25 November 2020. Kita semua sudah mengenal siapa itu guru. Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.

Guru (bahasa Sansekerta yang berarti guru, tetapi arti secara harfiah adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi muridnya.

Kita sebagai para guru juga sudah mengetahui setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Tanggal 25 November tidak akan lepas dari sosok guru, karena  Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya. Tahun ini merupakan peringatan Hari Guru Nasional yang ke-27 dan HUT PGRI yang ke-75. Peringatan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan dan dedikasi kepada guru-guru Indonesia. Mereka lebih dikenal sebagai para pahlawan tanpa tanda jasa.

Untuk tahun ini, Tema Hari Guru Nasional Tahun 2020, yakni Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar. Peringatan ini sekaligus bersamaan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke-75.

Untuk memperingati ini, logo Hari Guru Nasional tahun 2020 pun berubah dan menggambarkan semangat belajar yang tetap menyala di tengah kondisi yang tidak pasti saat ini.

Elemen-elemen desain yang terdiri dari figur pak guru, ibu guru, serta siswa dan siswi yang digambarkan sedang memakai masker, tampak dinamis dan ceria dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pemanfaatan teknologi digambarkan dengan simbol-simbol WiFi, laptop, telepon selular, serta aplikasi telekonferensi, yang memiliki relevansi kuat dengan kondisi aktual saat ini sebagai alat penunjang kegiatan belajar mengajar.

Kemudian untuk bentuk hati, hal itu menggambarkan seluruh komponen pendidikan mulai dari guru, murid, hingga orang tua. Di mana mereka bersinergi menciptakan semangat belajar yang merdeka dan penuh cinta.


Kita para guru seharusnya bangga dan bahagia karena hari ini adalah hari kita yang diperingati secara Nasional. Berikut guru ataya akan berbagi bagaimana bangga dan bahagianya menjadi guru.


Deskripsi Diri Masa Lalu

Saya, Iwan Sumantri seorang guru matematika di SMP Negeri 3 Cibadak Kabupaten Sukabumi. Masuk SD pada tahun 1976 . SD yang saya masuki adalah SD swasta yang ada disekitar Cibadak yang sering di sebut Taman Muda yang dikelola oleh Yayasan Perguruan Tamansiswa. Dari SD tersebut saya melanjutkan ke tingkat SMP nya yaitu Taman Dewasa. Selama 9 tahun sosok Iwan Sumantri belajar di Tamansiswaan Sejak duduk dari SD itulah mulai tumbuh keinginan dan cita-cita untuk menjadi guru. Setelah lulus dari SMP, keinginan saya adalah bisa masuk di SMA. Orang tua angkatku tak mengijinkan untuk sekolah di SMA, terlalu banyak mengeluarkan biaya dan tak bisa langsung kerja, itulah alasannya.

Tak menyurutkan semangat saya untuk bisa sekolah, saya masuk Sekolah Teknik di kota Sukabumi. Salah satu sekolah teknik negeri yang favorit sampai sekarang. saya masuk jurusan listrik. Alhamdulilah selama 3 tahun berturut-turut saya mendapatkan beasiswa Supersemar, lumayan bisa membantu orang tua angkat untuk membiayai sekolah sehari-hari.

Tahun 1987 sosok saya lulus dari STM Negeri Kota Sukabumi jurusan listrik. Cita-cita jadi guru semakin menggebu ketika itu, saya tak bisa melanjutkan kuliah karena keadaan ekonomi orang tua angkat. Tapi, Allah SWT memberi jalan ketika itu. Sekolah tempatnya dulu waktu SD menawarkan untuk menjadi pembina pramuka. Singkat cerita dari situlah awal saya menjadi guru. Akhirnya dari hasil menjadi pembina pramuka itulah saya bisa melanjutkan belajar di PGSMTP.  Dengan kemurahan ibu ketua yayasan, mengeluarkan  SK mengajar, resmilah sosok  Iwan Sumantri menjadi sosok guru muda yang masih perlu belajar untuk menjadi sosok guru yang unggul.  Dari PGSMTP saya melajutkan lagi ke D-2 UT sampai bisa kuliah di perguruan tinggi dan mendapatkan gelar kependidikan S.Pd.  Belum banyak prestasi yang bisa saya torehkan waktu itu, selain jadi guru kelas, PKS Kesiswan, PKS Kurikulum dan Ketua Bidang Pendidikan di Yayasan Perguruan Tamansiswa Cabang Cibadak.

Hari demi hari kehidupan mengalir seperti air, tepat hari Sabtu, tanggal 14 Agustus 1994 tepat di hari ulang tahun gerakan pramuka, saya menikah dengan sosok perempuan yang sampai dengan sekarang setia mendampinginya. Dari sosok perempuan inilah saya mengenal wanita. Tiga orang anak sudah menghiasi kehidupan keluarga saya  bersama sang isteri. Satu  perempuan dan dua lagi anak laki-laki. Dari hidup dan keseharian inilah saya bisa belajar memaknai sosok seorang perempuan. Yah…dua sosok perempuan yang berharga dalam kehidupan saya, yaitu Yani Sumanti sang isteri, yang telah setia dan mengabdi selama 25 tahun dan putrinya Krani Pratiwi yang sudah lulus belajar di UPI jurusan psikologi sekarang bertugas di SMA Unggul Albayan Putri Kota Sukabumi, putra keduanya HammamPratama Putra yang sekarang masuk menjadi mahasiswa KFO UPI  dan yang bungsu masih berusia 3 tahun 1 bulan di beri nama Ataya Rachman Pradana Putra (dijadikan Nama Blog ini)

 

Keluarga Guru Ataya
    

Kurang lebih 17 tahun saya mengabdi menjadi guru Yayasan di Tamansiswa Cabang Cibadak, banyak hal yang saya dapatkan dari Tamansiswa, mulai dari mengenal sosok Suwardi Suryaningrat yang lebih terkenal dengan Ki Hajar Dewantara dengan ajaran sistem Amongnya yang menjadi semboyan dunia pendidikan kita yaitu Tut Wuri Handayani. Membaca biografi dan sepak terjang Ki Hajar Dewantara, saya semakin termotivasi untuk menjadi guru unggul dengan membaca dan belajar dari guru-guru senior yang ada di Tamansiswa.

Tahun 2004, saya mencoba keberuntungan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Alhamdulilah pada saat pengumuman nama saya muncul. Tapi nasib menentukan lain waktu itu, di agenda setelah wawancara saya “digugurkan” dari CPNS karena alasan saya mengajar di sekolah swasta. Saya merasa sakit dan sempat depresi waktu itu, bisa dibayangkan bagaimana suasana, kondisi dan perasaan yang saya alami ketika itu. Tapi dengan kesabaran dan menerima dengan ikhlas saya jalani keputusan itu. Satu tahun saya berintropeksi diri, belum waktunya mungkin untuk menjadi PNS.

Tahun 2005, tahun yang bersejarah buat saya, karena di tahun itulah mencoba dan berupaya kembali mengikuti seleksi CPNS. Akhirnya dengan ridho Allah SWT, saya menjadi CPNS dengan tugas pertama kali di SMP Negeri 2 Simpenan kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi.

Dua tahun saya mengabdi dan bertugas di SMP Negeri 2 Simpenan yang berjarak 65 km dari rumah tinggalnya. Di SMP Negeri 2 Simpenen, saya belum bisa menjadi guru yang berprestasi dan membanggakan buat diri pribadi maupun keluarga.

1 Juli 2007, Iwan Sumantri mutasi ke SMP Negeri 3 Cibadak. Sebuah sekolah yang letaknya dekat dengan rumah tinggal, kurang lebih 2 km dari rumah. SMP Negeri 3 Cibadak adalah sekolah yang cukup besar, nyaman, dan megah. Di SMP Negeri 3 inilah saya mulai  “berprestasi” yang bisa menginpiratif guru-guru lainnya.

Tahun 2008 menjadi salah satu guru yang mendapatkan sertifikasi melalui jalur pendidikan dengan belajar selama 1 tahun di Universitas Negeri Yogyakarta. Tahun 2014 menjadi guru berprestasi peringkat I tingkat Kabupaten Sukabumi. Prestasi yang cukup membanggakan buat saya, karena tidak semua guru di Indonesia bisa mendapatkannya. Belajar selama 1 tahun di Universitas Negeri Yogyakarta telah merubah pola berpikir saya selaku guru, dari berpikir instan menjadi berpikir kritis dan kreatif. Semakin banyak ilmu yang saya dapatkan di UNY ketika itu. Mulai dari bagaimana proses pembelajaran dengan meggunakan metode, model,media dan cara mengajar yang inovatif.  Dari UNY inilah saya mengenal dunia maya melalui internet, salah satunya adalah bagaimana pembelajaran melalui blog.

Beberapa hasil karya tulis dan penghargaan yang saya dapatkan berharap bisa menginpirasi guru-guru lain di sekolah, organisasi PGRI atau komunitas guru lainnya. Berikut sebagian hasil seperti :1) Pembelajaran Melek Media /Televisi, (artikel) di muat di Buletin Forum Atraktif MGMP Bermutu Kabupaten Sukabumi 2010; 2) Guru Belajar Internet Untuk Mencerdaskan Anak Bangsa,Kenapa Tidak? (30 Gagasan Inspiratif Untuk Gerakan Internet Cerdas Indonesia), artikel yang dibukukan tahun 2012; 3) Ada Pendidikan Nilai Karakter di Timnas U-19 Saat Mengalahkan Korea Selatan, artikel di web Unair DSI Unair Surabaya (guru-indonesia.net) tahun 2013; 4) Serena Biskuit Untuk Alat Peraga Pembelajaran,Kenapa Tidak? Artikel di Serena ME & My Family Jakarta, tahun 2013; 5) Guru terancam Gagap Teknologi. Artikel Pendidikan di muat di Koran Pikiran Rakyat, terbit Jumat, 25 April 2014; 6) Pelangi Dalam Hidupku, buku kisah nyata penerbit Pena Indis, tahun 2014; 7) Bukan Mimpi Guru Jadi Blogger, buku motivasi penerbit Pena Indis tahun 2015; 8) Saya Guru Matematika Bisa Menulis, buku pribadi penerbit Pena Indis tahun 2016; 10) Mendengar Suara Hati,buku Motivasi penerbit Pena Indis tahun 2017


 Deskripsi Diri Saat Ini

Menjadi guru inspiratif adalah dambaan setiap insan didunia pendidikan. menjadi guru inspiratif pasti harus sudah bersertifikasi guru dan juga mengeyam banyak pelatihan guru, baik secara luring maupun daring. Guru inspiratif adalah guru yang konsisten melakukan pengembangan diri dalam melaksanakan tugas profesinya,memberdayakan warga sekolah dan lingkungan sekitar, serta senantiasa berbagi praktik baik. Guru inspiratif selalu menggeluti berbagai kegiatan atau bidang tertentu sehingga menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal serupa dalam berbagai bidang salah satunya di organisasi atau komunitas.

Pandemi Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memberikan banyak pelajaran berharga dalam setiap sendi kehidupan. Sebagian besar pegawai atau karyawan melaksanakan work from home (WFH) dan juga berdampak pada guru seperti saya serta para siswa juga “memindahkan” kegiatan belajar dari  rumah, secara online. Ini semua sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak penyebaran virus corona. Pembelajaran dari rumah sepertinya tidak bisa digantikan dengan teknologi begitu saja, tetap peran guru masih diperlukan, sehingga teknologi informasi ditengah pandemi diperlukan oleh seorang guru untuk merubah secara teknis cara penyampaian materi dari luring menjadi daring atau kombinasi luring dan daring sehingga pada akhirnya para pendidik ini berinovasi menyampaikan materi ke para siswa  dengan memanfaatkan teknologi informasi yang mereka kuasai.

Proses Pembelajaran Guru Belajar dari Rumah

Saya selaku wakasek kurikulum tentunya berkewajiban untuk menyusun dan membuat program PBM agar selama Pandemi Covid-19 kegiatan belajar mengajar di SMPN 3 Cibadak berjalan dengan baik dengan segala keterbatasan sarana prasarana dan media yang dimiliki sekolah. Akhirnya saya mengajak para guru untuk memaksimalkan teknologi komunikasi via internet dengan sama-sama memanfaatkan fasilitas teknologi untuk pembelajaran seperti pemanfaatan WA, quizzis.com, zoom, cisco webex, youtube, google drive yang di dalamnya ada google classroom, google form, dan fasilitas penyedia e-learning seperti yang bertebaran sekarang ini di dunia maya salah satunya adalah portal rumah belajar.

Memanfaatkan Media Blog Guru Ataya

Selaku guru matematika saya tentunya harus bisa memanfaatkan secara maksimal teknologi informasi yang ada dan tersedia sekarang ini di tambah dengan jabatan selaku wakasek kurikulum dituntut untuk berinonasi dalam pemanfaatan teknologi di bidang ICT. Saya mengajak rekan guru yang ada di SMP Negeri 3 Cibadak untuk belajar dan memiliki blog pribadi, bagaimana memanfaatkan blog, membuat soal online di google form, membuat kuis di plafrom yang diketahui, bagaimana memanfaatkan tempat belajar guru yang menyediakan berbagai macam paket modul video yang membahas tentang Teaching Mastery Framework dan yang lainnya sebagai media e-learning bagai peserta didik, mengajak guru-guru untuk ikut dalam diklat online dengan materi sekitar ICT, seperti pelatihan-pelatihan buat guru, membuat bahan ajar berbasis TIK dan hal-hal lain yang bernuansa online dan berteknologi kekinian

Pelatihan guru juga saya gagas di MGMP ditingkat gugus dan kabupaten Sukabumi dan sekolah-sekolah yang biasa mengajak untuk IHT bersama dalam membuat media pembelajaran atau hal lainnya yang berhubungan dengan ICT.

Memanfaatkan Web Sekolah SMPN 3 Cibadak

Seperti yang sudah disampaikan di atas, selaku wakasek kurikulum tentunya dituntut untuk melek akan teknologi terutama dalam pemanfaatan media teknologi untuk proses pembelajaran. Nah, secara kebetulan saya selaku admin dari web sekolah, memanfaatkan web tersebut untuk memaksimalkannya dalam teknologi informasi, sebagai media pembelajaran, sebagai penyampai informasi dan media komunikasi antar siswa,orang tua, guru dan pihak lain yang peduli dengan dunia pendidikan.

Dimasa pandemi corona (Covid-19) ini, web sekolah bisa jadi alternatif sebagai media pembelajaran yang penting untuk pelaksanaan belajar dari rumah. Oleh sebab itu segala sesuatu yang berhubungan dengan sekolah saya sampaikan melalui web sekolah ini.

Dalam memaksimalkan teknologi informasi ditengah Pandemi saya menggagas lomba menulis artikel di web SMP Negeri 3 Cibadak dengan tema “Suka duka proses pembelajaran dari rumah selama pandemi covid-19”,  yang di khususkan untuk ibu bapak guru yang mengajar di SMP Negeri 3 Cibadak. Alhamdulilah terkumpul 22 artikel yang diterima redaksi dan dan alhamdulilah didapatkan pemenangnya di umumkan pemenangnya pada tanggal 4 Juni 2020 untuk 3 orang pemenang dan sudah mendapatkan reward dari sekolah.

Dari lomba menulis artikel itu, saya gagas untuk dibuatkan buku antologi yang saya berinama PELANGI (PELAjaran Berharga jangan sampai terulanNGI) Ceria Berbudi Di Masa Covid-19. 



Merancang 250 Video Pembelajaran Ala Guru S3 Ceria Berbudi

Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, pendidikan jarak jauh di mana peserta didik terpisah dari guru dan pembelajarannya mengharuskan guru dan peserta didik menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain.  Situasi Pandemi Covid-19 dengan pembelajaran dari rumah (BDR) daring mau tidak mau para guru bisa meningkatkan kompetensinya terutama di bidang ICT/TIK. Salah satu aktivitas guru yang sekarang sedang digandrungi selain webinar tiap hari yang selalu ada adalah membuat video sebagai media pembelajaran.

Berbekal ikut diklat baik yang luring maupun daring, saya mengajak rekan dan sahabat guru khususnya di SMP Negeri 3 Cibadak (S3 Ceria Berbudi) untuk membuat video-video pembelajaran sekitar materi mata pelajaran yang diampunya. Alhamdulilah sambil berjalan sudah terkumpul 171 video pembelajaran yang dibuat oleh guru-guru SMP Negeri 3 Cibadak di masa pandemi covid-19.

Keluraga Besar Guru-guru S3 Ceria Berbudi


Terpilih Jadi Peserta WIT 2020

Program Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2020  adalah program kolaborasi salah satu platform sekolah.mu  dengan Wardah Inspiring Teacher untuk mendukung guru-guru Indonesia melakukan inovasi dalam pembelajaran dan menjadi Guru Merdeka Belajar.  Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi guru-guru di seluruh daerah Indonesia yang telah lolos seleksi dan terpilih mengikuti program WIT 2020.


Tujuan program ini adalah untuk membangun citra positif guru, melakukan pengembangan kompetensi dan karier guru, menyebarkan kisah guru yang menginspirasi guru penggerak perubahan.  Diantara ribuan guru yang ikut WIT 2020, alhamdulilah salah satunya saya yang terpilih, dan hasilnya saya bagikan melalui blog guru ataya.

Penggerak GLN Gareulis Jabar Kabupaten Sukabumi

Gerakan Literasi Nasional (GLN) Gareulis Jabar adalah sebuah Program Gerakan Literasi Nasional yang mengkolaborasikan implementasi Gerakan literasi di sekolah (GLS), masyarakat (GLM), dan keluarga (GLK).. Alhamdulilah saya termasuk dalam kepengurusan Penggerak GLN Gareulis Jabar ditingkat kabupaten Sukabumi di bidang ICT.

Dari kegiatan atau karya yang telah saya lakukan bukan berarti tanpa kendala. Unsur SARA ( dalam Bahasa Sunda sasarangeuk=malas) selalu hinggap hampir disetiap guru dan mindset zona aman guru selalu ada dalam diri guru-guru senior. Solusinya, ingat pepatah berbuat baik selalu banyak musuh, berbuat tak baik bayak teman, maka berkerja terus untuk tetap menginspirasi orang, komunitas atau organisasi yang ada di dunia pendidikan (guru).

 

Penggerak GLN Gareulis Bersama Pak Kadis 

Deskripsi Diri Masa Depan

Guru merupakan seseorang yang memiliki peranan terpenting didalam dunia pendidikan, yang memiliki tugas dan peran yang sangat mulia.Selain sebagai pengajar, guru juga bertugas sebagai pendidik bagi para siswa-siswanya disekolah. Sebagai seorang pengajar sekaligus pendidik, guru harus memiliki kompetensi sebagai guru yang profesional.Kompetensi tersebut antara lain kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut wajib dimiliki dan dipenuhi oleh seorang guru karena hal tersebut dapat mempengaruhi sukses tidaknya ia dalam mengajar.  Saya, Iwan Sumantri bercita-cita seperti itu di masa depan, untuk menjadi guru yang memiliki empat kompetensi tersebut diatas secara optimal.

Dalam rangka pencapaian visi sekolah yaitu “ Terwujudnya Insan Cerdas, Edukatif, Religius,Integritas,Akuntabel dan Berbudaya Lingkungan” dan salah satu misi sekolah yaitu“ Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan berbasis IT; Meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam IPTEK serta kearifan budaya local; Mengembangkan potensi peserta didik yang kreatif, inovatif, berkualitas, dan berakhlak mulia’, saya akan mencoba mengajak guru-guru SMP Negeri 3 Cibadak, guru yang ada di organisasi PGRI ditingkat Kabupaten Sukabumi untuk menjadi Guru Era Baru yang Inspiratif (GURARU IN). Guru Era Baru yang inspiratif adalah guru yang memiliki kinerja dan kompetensi pedagogik,kepribadian, social, dan professional yang melampaui standar nasional.

  • Kompetensi pedagogik tercermin dari tingkat pemahaman terhadap peserta didik,perancangan dan pelaksanaan pembelajaran,evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktulisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
  • Kompetensi kepribadian tercermin dari kemampuan personal, berupa kepribadian yang mantap,stabil,dewasa,arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, dan berakhlak mulia.
  • Kompetensi sosial tercermin dari kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik,tenaga kependidikan,orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
  • Kompetensi profesional tercermin dari penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran disekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.

Karya/Prestasi dan Portofolio yang dimiliki guru harus melampaui dari standar. Ini semuanya diperlukan untuk menjadi seorang guru era baru yang inspiratif.

Bahagianya Ketika Mendapatkan Penghrgaan


Berdasarkan pengalaman yang saya rasakan untuk menjadi Guraru In ternyata tidak cukup hal diatas yang diperlukan. Yang paling pokok adalah Bergerak lebih cepat menyambut tantangan. Ya,inilah yang terpenting.

Dari keempat kompetensi yang harus dimiliki oleh Guraru In yang melampaui standar nasional akan sia-sia saja jika tidak memiliki keaktipan dan kecepatan dalam bergerak menghadapi tantangan. Karya/Prestasi yang dimiliki oleh Guraru In harus aktual, inovatif, inspiratif dan mengikuti perkembangan jaman/teknologi.

Guraru IN = Gerak Lebih Cepat dalam kompetensi pedagogik

Bergerak lebih cepat dari guru lain dalam pemahaman terhadap peserta didik,perancangan dan pelaksanaan pembelajaran,evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktulisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

- Bergerak lebih cepat dalam menguasai karaktersitik peserta didik

- Bergerak lebih cepat dalam menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik

- Bergerak lebih cepat dalam mengikuti perkembangan kurikulum

- Bergerak lebih cepat dalam kegiatan pembelajaran yang mendidik

- Bergerak lebih cepat dalam berkomunikasi dengan peserta didik

- Bergerak lebih cepat dalam pengembangan potensi peserta didik

- Bergerak lebih cepat dalam penilaian dan evaluasi peserta didik

Guraru In = Gerak Lebih Cepat dalam kompetensi kepribadian

Bergerak lebih cepat dari guru lain dalam kemampuan personal, berupa kepribadian yang mantap,stabil,dewasa,arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, dan berakhlak mulia.

- Bergerak lebih cepat dalam bertindak sesuai dengan norma agama,hokum,social dan   kebudayaan nasional      Indonesia

- Bergerak lebih cepat dalam menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan

- Bergerak lebih cepat dalam melaksanakan etos kerja,tanggungjawab yang tinggi dan   memiliki rasa bangga        menjadi guru

Guraru In = Gerak Lebih Cepat dalam kompetensi sosial

Bergerak lebih cepat dari guru lain dalam kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik,tenaga kependidikan,orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

- Bergerak lebih cepat dalam bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak dikriminatif

- Bergerak lebih cepat dalam berkomunikasi dengan sesame guru, tenaga kependidikan,   orang tua peserta          didik dan masyarakat

Guraru In = Gerak Lebih Cepat dalam kompetensi profesional

Bergerak lebih cepat dari guru lain dalam hal penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran disekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.

Bahagianya Bersama Guru Nasional di LKG 2015

-  Bergerak lebih cepat dalam pengausaan materi , struktur, konsep dan pola piker keilmuan yang mendukung    mata pelajaran yang di ampunya

-  Bergerak lebih cepat dalam mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan reflektif

Jika semua hal tersebut diatas dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tentunya dengan gerak lebih cepat menyambut tantangan, saya berkeyakinan pasti Menjadi Guru Era Baru yang Inspiratif  Yang Profesional akan  menghampiri kita dan akan kita sandang sebagai Guru Profesional dan Guru Bertanda Jasa.

Di Tahun inilah,  di masa pandemi covid-19, tepat rasanya untuk menetapkan cita dan asa bagi diri sendiri. Dengan penuh kesadaran dan keseriusan,  saya awali dengan perenungan yang mendalam dan doa yang khusyuk. Saya memohon perkenan Allah Swt agar saya diberi-Nya kemauan keras dan ketegaran iman untuk mengatasi kelemahan saya di tahun sebelumnya, agar  tak tergelincir oleh godaan untuk menyimpang dari kewajiban dan tugas dari seorang guru yaitu Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut wuri Handayani, untuk selalu mengajar, mendidik dan melatih para siswa guna mencerdaskan anak bangsa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yaitu dengan internet.

Bahagianya dapat ucapan Selamat dari Pak Bupati

Inilah usaha dan  impian seorang guru Matematika untuk mencerdaskan anak bangsa dengan internet cerdasnya

1).    Mengajak Keluarga untuk bisa internetan Cerdas

2).    Membuat Media pembelajaran di kelas secara On line lewat Internet Cerdas

3).   Mengajak Rekan Guru dan Siswa “Go Blog” dan Mengenal Dunia Maya Lewat Internet Cerdas

4).   Guru Se-Kabupaten Sukabumi akan saya ajak untuk“Go Blog”dan Keliling Dunia Maya denga Internet Cerdas. SAGUCI SABLOG (Satu Guru Cibadak Satu Blog); SAGUSI SABLOG (Satu Guru Sukabumi Satu Blog); SOSIS SABLOG ( Satu Orang Siswa Satu Blog) yang sedang dan akan terus saya laksanakan, sosialisasi dan mengajak untuk menerapkan strategi BEL ME LOG TWEET (Belajar Melalui Blog dan Twitter) yang sudah,sedang dan terus saya lakukan untuk proses pembelajaran berbasis ICT/TIK. Semua aktifitas diatas terekam di Blog PBM Matematika Iwan Sumantri (http://pbmiwansumantri.com) dan Blog Guru Ataya (http://guruataya.com). 

Bahagianya Jadi Guru dapat sesuatu

Nah itulah bangga dan bahagianya sosok guru Ataya. 

"BANGKITKAN SEMANGAT, WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR"

Ingat ! Orang Hebat bisa melahirkan karya bermutu, Tapi Guru yang bermutu bisa melahirkan ribuan orang-orang hebat !



Saturday, November 21, 2020

Isteriku Perawat Istimewaku

 Isteriku Perawat Istimewaku

Oleh: Guru Ataya


Cibadak- 21 November 2020. Tepat di hari ulang tahun yang ke-50 buat isteriku tercinta tulisan ini. Met milad, barakallahu fii umrik. Semoga cita–citanya tercapai, senantiasa ada di dalam rahmat Allah SWT.

Tiga minggu sudah aku mengalamai sakit yang cukup parah, tak bisa jalan, kaki bengkak dan sakit untuk dijalankan, katanya sih ini terkena asam urat yang memang sebelumnya sudah menghinggapiku. Aku adalah tipe orang jarang ke dokter ketika sakit. Berobat di rumah saja. Obat yang digunakan adalah obat yang ada dan segala ramuan yang di  beritahu oleh orang lain atau sesekali serching di google. Itulah kelemahanku, baru ketika badan merasa sakit benar dan parah, ada kesadaran untuk mau ke dokter.

Selama sakit dengan kaki bengkak dengan badan demam serta segala macam yang terasa dibadan, selalu setia yang merawatku dengan hati, dia selalu sabar, penuh kasih dan dibayar oleh ku sekali-sekali dengan kata-kata marah yang tak sadar dikeluarkan dari mulutku. Dia dibayar paling mahal 3M.....makasih...makasih....makasih. Ini tentunya hanya bisa dilakukan oleh orang yang punya hati, punya kasih sayang, punya rasa cinta, dan segenap perasaan yang untuk berbuat sesuatu membantu orang lain dengan ikhlas.

Jangan terlepas sampai ajal memisahkan kita

Dia adalah isteriku tercinta, Yani Sumanti yang 3 tahun lebih muda dari usiaku. Sudah 26 tahun kami hidup bersama dalam satu ikatan keluarga yang sampai dengan sekarang sudah dikarunia 3 orang anak.

Berbicara perempuan, pasti banyak hal yang bisa kita uraikan dari berbagai sisi, seperti yang di uraikan oleh para pakar dan blogger, mengulas dunia perempuan memang tak pernah membosankan. Sejak isu kesetaraan mulai diperjuangkan, kehidupan perempuan telah  mengalami berbagai kemajuan. Sekarang, perempuan bisa bekerja di berbagai ruang kehidupan. Buah karya perempuan telah ramai mengisi keseharian kita. Perempuan adalah mahluk yang tak dapat didefinisikan secara konkrit, banyak hal dan penilaian tentang perempuan tergantung dari sisi mana kita mendefinisikannya.

Berikut saya akan mengulas tentang sosok perempuan  dari keseharian hidup yang saya jalani sekarang ini. Saya terlahir dari keluarga  yang kurang harmonis, 53 tahun yang lalu. Kedua orang tuaku sudah bercerai sejak saya usia 2 tahun. Sejak usia itulah saya di rawat dan menjalani hidup dengan kakek dan uwa perempuan sampai  dengan sekarang. Di Usia 17 tahunlah saya baru mengetahui dengan dekat sosok seorang ibu kandung. Banyak hal yang bisa saya dapatkan dari perjalanan hidup tanpa orang tua kandung. Pelajaran yang berharga dalam hidup tanpa sosok seorang perempuan yang telah melahirkan kita.Ya…seorang ibu yang kasih sayangnya setulus hati, tanpa mngenal lelah, dan selalu mendekap kita di kala kita haus dan lapar. Itu semuanya tak dapat saya rakasan. Yang ada hanyalah kasih sayang orang tua angkat yang secara kemanusian rasa kasih sayangnya berbeda dengan orang tua kandung sendiri.


Krani Pratiwi,S.Psi, Ataya Rachman Pradana Putra dan Hammam Pratama Putra

Hari demi hari kehidupan mengalir seperti air, tepat hari Sabtu, tanggal 14 Agustus 1994 saya menikah dengan sosok perempuan yang sampai dengan sekarang setia mendampingi ku. Dari sosok perempuan inilah saya mengenal wanita. Tiga anak sudah saya  di karunia bersamanya. Satu  perempuan dan dua lagi anak laki-laki. Dari hidup dan keseharian inilah saya bisa belajar memaknai sosok seorang perempuan. Yah…dua sosok perempuan yang berharga dalam kehidupanku, yaitu Yani Sumanti sang isteriku, yang telah setia dan mengabdi selama 26 tahun dan putriku Krani Pratiwi yang sudah  memasuki usia 25 tahun pada tanggal 3 Juni 2020, sekarang sedang belajar menjadi guru di salah satu SMA Unggul di kota Sukabumi dengan jabatan menjadi guru BP/BK.

Pelajaran hidup apa yang saya dapatkan dari mereka (dua bidadariku) :

1. Dari Sang Isteri:

  • Rasa sedih dan marah kepada orangtuaku yang sudah melahirkan karena tidak merawatku bisa luluh dan hilang , sejak isteriku melahirkan dan saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Bagimana perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya. Benar-benar perjuangan dan usaha dalam mempertaruhkan nyawanya. Tak ada perjuangan yang bisa mengalahkan usaha dan upaya sang ibu melahirkan anaknya. Disinilah tumbuh dan menyadarkan saya untuk berbakti kepada kedua orang tua kandungku. Tak akan ada saya, jika ibuku tak melahirkanku.
  • Hati seorang perempuan penuh dengan kasih sayang yang tulus. Hanya keadaan dan lingkungan serta keterpaksaan yang bisa merubahnya.
  • Kecantikan Perempuan tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kemuliaan akhlak dan perilakunya.
  • Jangan menyalahkan perasaan istri Anda karena perasaannya yang terbaik ialah ketika ia menerima anda sebagai suaminya.
  • Perempuan adalah bintang dan pelita bagi lelaki. Tanpa pelita, lelaki akan bermalam dalam kegelapan
  • Pudarlah kebahagiaan seorang Perempuan jika ia tidak mampu menjadikan suaminya teman yang termulia
  • Tidak mungkin seorang lelaki hidup bahagia tanpa didampingi oleh istri yang mulia.
  • Perempuan hidup untuk berbahagia dengan cinta, sementara lelaki mencintai untuk hidup berbahagia.
  • Kebijaksanaan Perempuan terletak di dalam hatinya.
  • Perempuan tidak diciptakan untuk dikagumi semua lelaki tetapi sebagai sumber kebahagiaan seorang suami.
  • Dan Perempuan adalah salah satu ciptaan mahluk Tuhan yang agung karena perempuan melahirkan sebuah sebutan panggilan “Ibu”

2. Dari Sang Putriku

  • Bagaimana rasanya jadi orang tua dari seorang anak perempuan. Ibarat kita memiliki dan memegang telur yang kuningnya. Perempuan adalah mutiara yang terindah yang dimiliki orang tua
  • Kasih sayang seorang anak perempuan terhadap orang tuanya penuh dengan rasa ke- ibuan
  • Rasa sayang pada ibu kandung tumbuh dengan sendirinya, manakala kita melihat dan merasakan sendiri bagaimana perjuangan melahirkan putriku oleh sang isteri. Benar-benar pembelajaran hidup berharga yang di rasakan dari sosok anak perempuan dalam keseharian hidup.

Demikian secuil cerita dan pandangan serta pelajaran hidup  yang saya dapatkan dari perempuan (dua bidadari) yang ada dalam keseharian yang  telah menghiasi kehidupan keluargaku. Apapun yang tersampaikan yang pasti menurut saya, Perempuan ada untuk melengkapi yang tak ada pada lelaki mulai dari perasaan, emosional, lemah-lembut, pengertian, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan dan semua hal-hal yang kadang dianggap sepele oleh kaum lelaki.

Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk lelaki, karena perempuan adalah bagian dari lelaki, apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidup lelaki. karena engkau dan dia adalah satu, dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.

Terimakasih buat Ibu, Isteriku, Putriku serta keluargaku semuanya!

"Barakallah fii umrik untuk wanita tersayangku, semoga apa pun yang Mbu harapkan akan segera terwujud."


#miladmbukutercinta