Friday, March 29, 2024

Ada Yang Beda di Pendampingan Individu 6 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi

Ada Yang Beda di Pendampingan Individu 6 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi

Oleh: Guru Ataya (PP_430_Iwan Sumantri)

Sukabumi, 28 Maret 2024. Kurang lebih dua minggu dari kegiatan pendampingan individu 5, Para Pengajar Praktik (PP) melaksanakan kembali pendampingan individu ke-6.

Pelaksanaan Pendampingan Individu Ke-6 yang dijadwal oleh BBGP Provinsi Jawa Barat dilaksanakan dalam rentang waktu  19 s.d. 29  Maret 2024,telah dilaksanakan oleh PP-430_Iwan Sumantri (Guru Ataya) sesuai kesepakatan bersama dengan para Calon Guru Penggerak yaitu dimulai dari tanggal 19 sd 29 Maret 2024. Seperti biasa 4 (empat) hari sudah saya selaku PP melaksanakan pendampingan di empat sekolah dengan suasana dan karakteristik yang berbeda dari 5 (lima) pendampangan sebelumnya. Pendampingan Individu 6 ini dilaksanakan disuasana umat Islam melaksanakan ibadah puasa di bulan Suci Ramadan 1445H. Seperti halnya pendampingan-pendampingan individu sebelumnya, kegiatan pendampingan ke-6 mengusung tema Refleksi Perubahan Diri dan Dampak Pendidikan”.

Fokus pendampingan di PI 6 ini adalah 1) Persiapan panen hasil belajar; 2) Pengumpulan survei umpan balik dan refleksi hasil survei tentang kompetensi guru penggerak (feedback 360); 3) Refleksi perubahan dalam pembelajaran yang sudah diterapkan selama 6 bulan, diskusikan dampak pada diri guru dan murid yang terjadi;4) Penilaian pemetaan aset; diskusi apakah tujuan program sudah dikomunikasikan ke warga sekolah.

Pendampingan Individu dilakukan secara konsisten setiap bulan selama CGP mengikuti PGP dengan tema pendampingan yang berbeda-beda. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pemantauan terhadap perubahan yang dilakukan CGP dan rencana apalagi yang akan dilakukan CGP untuk menciptakan sekolah yang berpihak pada siswa.

Saya mulai melaksanakan kegiatan  pendampingan secara individu kepada CGP mulai hari Sabtu, 23 Maret 2024 dengan CGP Uwes Kusaeri  di SDN 2 Cidadap Cidahu; Senin, 25 Maret 2024 dengan CGP Evi Ratnasari di SDN Kaladi Kabandungan; Selasa, 26 Maret 2024 dengan CGP Asep Samsudin di SDN 2 Pangkalan Parungkuda dan terakhir Rabu,27 Maret 2024 dengan CGP Citaningrum di SMPN 2 Cidahu. Selain menjadi salah satu tugas dari pengajar praktik,dengan melakukan kunjungan ke tempat CGP bertugas merupakan pengalaman yang sangat berharga dan menjadi pembelajaran tersendiri bagi seorang guru apalagi disuasana Ramadan seperti pendampingan individu ke-6 ini.

Seperti halnya pada pendampingan sebelumnya, pada pelaksanaan pendampingan individu ke 6 ini,    pengajar praktik meyiapkan bahan yang dibutuhkan sesuai dengan tema Reflkesi Perubaha Diri dan dampak Pendidikan, yakni 1) buku pegangan pendampingan individu; 2) Jurnal Hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP; 3) Jurnal pendampingan, daftar hadir dan rencana pendampingan selanjutnya; 4) Rubrik Dokumentasi Pemetaan Aset (Lampiran 9); 5) Hasil analisis survei umpan balik 3600; 6) Dokumentasi proses pemetaan asset yang meliputi: a) Notulen (mencakup siapa yang berbicara dan ide yang disampaikan,kesimpulan pertemuan;b) Foto proses pertemuan; c) Hasil pemetaan.

Sunday, March 17, 2024

“Kolaborasi dalam Pengelolaan Program Yang Berpihak Pada Murid” Lokakarya 5 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi

Kolaborasi dalam Pengelolaan Program Yang Berpihak Pada Murid”  Lokakarya 5 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi

Oleh: Guru Ataya (PP_430_Iwan Sumantri)

Sukabumi, Sabtu, 16 Maret 2024. Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan suatu Langkah stategis dari pemerintah Republik Indonesia dengan mewujudkan guru yang berdaya dan memberdayakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik. Dalam pelaksanaannya program PGP adalah program pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar guru adapat menggerakkan komunitas belajar disekitarnya yang dapat mewujudkan merdeka belajar peserta didik.

Program PGP diselenggarakan dalam rangka memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin Pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Rancang bangun program PGP mengguanakan pendekatan androgogi dan blended learning selama enam bulan. Program tersebut didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan. Untuk itu maka 70% kegiatan dilakukan dalam bentuk on-the-job training di mana guru sebagai peserta PGP tetap bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah. Sementara 20% kegiatan dirancang dalam bentuk kegiatan bersama rekan sejawat dan 10% lainnya dilakukan dalam bentuk pembelajaran bersama naras umber/intrruktur, fasilitator, dan pengajar praktik.

Pembelajaran bersama pengajar praktik (PP) dilakukan secara individu di satuan Pendidikan masing-masing dan secara berkelompok dalam bentuk lokakarya. Pendampingan pada lokakarya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan CGP untuk menjalankan perannya,menjejaringkan CGP di tingkat kota, menjadi ruang diskusi dan pemecahan masalah yang dihadapi oleh CGP, serta meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan di tingkat sekolah dan kota.

Pendampingan melalui lokakarya bertujuan untuk: a) meningkatkan keterampilan CGP untuk menjalankan perannya; b) menjejaringkan CGP di tingkat kabupaten/kota; c) menjadi ruang diskusi dan pemecahan masalah yang dihadapi oleh CGP; d) dan meningkatkan keterlibatan         pemangku kepentingan        di          tingkat        sekolah dan kabupaten/kota.

Kurang dari satu bulan dari kegiatan lokakarya 4 sebelumnya, Program Pedidikan Guru Penggerak (PGP) menggelar kembali salah satu agenda kegiatannya yaitu lokakarya. Untuk program Pendidikan guru penggerak Angkatan 9 lokarkarya yang diselengarakan adalah Lokakarya 5. Lokakarya 5 Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) Angkatan 9 dilaksanakan secara serentak pada tanggal 16 Maret 2024 di 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat.

Sabtu, 16 Maret 2024 berbeda dengan Lokakarya 4 yang lalu, lokakarya 5 dilaksanakan di waktu bulan suci Ramadhan yang bertempat di SMPN 1 Sukaraja. Hadir pada kegiatan tersebut yakni Tim BBGP Jawa Barat yang di wakili oleh Bapak Nanang Nasirudin, S.Pd., M.Pd.perwakilan Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah V Jawa Barat (Jabar) Bapak Iwan Setiawan, MA.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang di wakili oleh Bapak Hamdani, S.Pd., MSi selaku Kabid Kelembagaan Pengembangan Muatan Lokal, Bapak Ateng Trisnandi Kasi Kurikulum SMP, Panitia dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi, 39 Pengajar Praktik (PP), dan 191 CGP yang masing-masing belajar dalam 13 kelas/ruang kelas.

Seperti hal nya pada lokakarya sebelumnya, kegiatan Lokakarya 5 diawali dengan acara pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sukabumi, Mars Guru Penggerak dan sambutan dari perwakilan BBGP dan perwakilan Kadisdik wilayah 5. Lokakarya 5 dikabupaten Sukabumi dibuka secara resmi langsung oleh Bapak Hamdani,S.Pd.,M.Si. yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi tepat pukul 08.30. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa ada 4 (empat) konsep guru yang harus menjadi perhatian guru yaitu 4-UL . 1) Jebul – guru datang tepat waktu kesekolah; 2) Degul- kerja yang benar dikelas; 3) Jentul – guru melakukan evaluasi awal,evaluasi tengah dan evaluasi akhir serta memonitoring; 4) Guruhul – ada hasil yang baik. Program Pendidikan Guru Penggerak di kabupaten Sukabumi, beliau juga berharap para guru penggerak banyak berkontribusi dan menjadi agen perubahan di dunia Pendidikan khususnya di kabupaten Sukabumi.

Friday, March 8, 2024

Catatan Ala Guru Ataya di PI 5 “Rancangan Program yang Berpihak pada Murid “

 Catatan Ala Guru Ataya di PI 5 “Rancangan Program yang Berpihak pada Murid

Oleh: Guru Ataya (PP_430_Iwan Sumantri)

Sukabumi, 08 Maret 2024. Guru Penggerak merupakan program pendidikan dari pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru, selain itu hadirnya guru penggerak diharapkan mampu menggerakkan komunitas belajar. Prinsip program adalah mendorong upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah maupun diluar sekolah menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning. Dengan menggunakan dua metode yang tadi dijelaskan, nantinya guru yang terdaftar di dalam program ini mereka juga harus mengikuti proses pembelajaran.

Model pembelajaran yang tertuang adalah menggunakan metode pelatihan dalam jaringan atau belajar daring, lokakarya, dan pendampingan individu.

Terdiri dari 70% pengajar bekerja di sekolah, 20% bersama sesama pengajar, dan 10% bersama narasumber, fasilitator, dan pengajar praktik. Pendampingan dilakukan secara individu di sekolah CGP dan pendampingan kelompok melalui kegiatan lokakarya.

Pendampingan individu bertujuan untuk membantu CGP menerapkan hasil pembelajaran daring sehingga CGP mampu:

a.    mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi;

b.    memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik; dan

c.    merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua.

 

Kurang dari satu bulan dari kegiatan pendampingan individu-4, Pengajar Praktik (PP) melaksanakan kembali pendampinagan individu ke-5.

Pelaksanaan Pendampingan Individu Ke-5 yang dijadwal oleh BBGP Provinsi Jawa Barat dalam rentang waktu dari 4 s.d. 16 Maret 2024,telah dilaksanakan oleh PP-430_Iwan Sumantri (Guru Ataya) sesuai kesepakatan bersama dengan para Calon Guru Penggerak yaitu dimulai dari tanggal 04 sd 07  Maret 2024. 4 (empat) hari sudah saya selaku PP melaksanakan pendampingan di empat sekolah dengan suasana dan karakteristik yang berbeda. Seperti halnya pendampingan individu sebelumnya, kegiatan pendampingan Ke-5 mengusung tema”Rancangan Program yang Berpihak pada Murid”.

Fokus pendampingan di PI 5 ini adalah 1) Refleksi penerapan aksinyata modul 3.1; 2) Rancangan program yang berdampak pada murid; 3) Perkembangan komunitas praktisi yang dijalankan di sekolah serta implementasi dari rencana di lokakarya 3 untuk berbagi keteman sejawat; 4) dan Penilaian keterampilan coaching untuk supervisi akademik.

Pendampingan dilakukan secara konsisten setiap bulan selama CGP mengikuti PGP dengan tema pendampingan yang berbeda-beda. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pemantauan terhadap perubahan yang dilakukan CGP dan rencana apalagi yang akan dilakukan CGP untuk menciptakan sekolah yang berpihak pada siswa.

Saya mulai melaksanakan kegiatan  pendampingan secara individu kepada CGP dari hari Senin,04 Maret 2024 dengan CGP Ibu Evi Ratnasari,S.Pd SDN 1 Kaladi Kabandungan, Selasa, 05 Maret 2024 dengan CGP Asep Samsudin,S.Pd. SDN Pangkalan Parungkuda, Rabu,06 Maret 2024 dengan CGP Ibu Citaningrum SMPN 2 Cidahu, dan terakhir Kamis,07 Maret 2024 dengan CGP Pak Uwes Kusaeri,M.Pd. SDN 2 Cidadap Cidahu. Selain menjadi salah satu tugas dari pengajar praktik,dengan melakukan kunjungan ke tempat CGP bertugas merupakan pengalaman yang sangat berharga dan menjadi pembelajaran tersendiri bagi seorang Pengajar Praktik.

Seperti halnya pada pendampingan sebelumnya, pada pelaksanaan pendampingan individu ke 5 ini,    pengajar praktik meyiapkan bahan yang dibutuhkan sesuai dengan tema Rancangan Program yang Berpihak pada Murid, yakni buku pegangan pendampingan individu, Modul 2.3: Coaching untuk supervisi akademik, Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP, Jurnal Pendampingan,daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya, RPP CGP yang digunakan dalam pembelajaran, Hasil catatan percakapan Pra Observasi kelas, Hasil observasi pembelajaran, Rubrik Penilaian Sesi Aksi Nyata Coaching (lampiran 8).

Hal-hal yang dibahas/dibicarakan selama proses pendampingan individu Ke-5 berlangsung adalah :

Tuesday, March 5, 2024

Pengumuman Peserta Lulus Bimtek Penelaah Aksi Nyata di PMM 2024

Pengumuman Peserta Lulus Bimtek Penelaah Aksi Nyata di PMM 2024

Oleh: Guru Ataya

Sukabumi, 5 Maret 2024. Aksi Nyata adalah tugas projek yang bertujuan mengimplementasikan apa yang telah dipelajari dalam topik Pelatihan Mandiri. Saat ini jumlah Aksi Nyata yang perlu ditelaah semakin banyak seiring dengan antusiasme pendidik dalam mengerjakan dan menyelesaikan topik pada Pelatihan Mandiri. Oleh karena itu, Kemendikbudristek membuka kesempatan bagi para pendidik untuk menjadi Penelaah Aksi Nyata sejawat yang akan melakukan penelaahan berdasarkan panduan yang telah disediakan.

Didapat dari pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id, yang bisa menjadi penelaah aksi nyata di PMM  adalah guru,kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Berikut nama-nama guru,kepala sekolah dan pengawas sekolah yang telah Lulus Bimtek Penelaah Aksi Nyata di PMM 2024. Yuk simak dan cari nama kita, rekan atau sahabat kita yang telah Lulus :


Sumber: 
https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/id/articles/28789560436505-Tentang-Penealaah-Aksi-Nyata-Sejawat