Saturday, July 10, 2021

Refleksi Guru Belajar di Bimtek Seri Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022

Ada Sesuatu di Bimtek Guru Belajar Seri Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Setelah mengikuti Bimtek Guru Belajar Seri Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022 (angkatan 1) banyak hal yang saya dapatkan. Guru Belajar Seri Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022 terdiri dari 2 tahap, yaitu: Bimtek dan Pengimbasan. Pada tahap bimtek , saya selaku peserta mendapatkan pemahaman terkait konsep, kerangka dasar, penerapan praktik, dan penjaminan mutu pembelajaran di Tahun Ajaran 2021/2022. Program ini bertujuan untuk menjawab berbagai persoalan guru, diantaranya: 

1.  Membantu guru dan kepala satuan pendidikan dalam mendapatkan pemahaman yang utuh terhadap Panduan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Tahun Ajaran 2021/2022

2.  Membantu guru memahami pengelolaan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 di tahun ajaran 2021-2022. 

3.     Membantu guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran beserta jadwal belajar pada tahun ajaran 2021-2022.

Dari Bimtek tahap 1 tersebut tentunya saya selaku guru harus mengaktualisasikan dan mempraktikkannya apa yang sudah saya dapatkan dari Bimtek tersebut.

Pembelajaran di Tahun Ajaran Baru 2021/2022, kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang ditetapkan pada 30 Maret 2021, terdapat 3 poin penting yang perlu dipertimbangkan dalam Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, yaitu;

1. Kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan merupakan prioritas utama.

2. Satuan pendidikan telah melakukan vaksinasi.

3. Penerapan protokol kesehatan yang ketat di satuan pendidikan



Hasil Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 diharapkan mampu memberikan manfaat terutama bagi peserta didik. Melalui berbagai protokol kesehatan yang diterapkan, serta perubahan-perubahan praktik pembelajaran peserta didik dapat merasakan manfaat berikut ini:

1.  Mendapatkan hak pendidikan

2. Memperoleh layanan pembelajaran yang berkualitas yang mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada masa pandemi COVID-19

3. Bersama warga satuan pendidikan yang lain, peserta didik mendapatkan akses kepada dukungan psikososial pada masa pandemi COVID-19 melalui keberadaan satuan pendidikan.

4. Memiliki lingkungan belajar yang memprioritaskan kesehatan dan keselamatan melalui protokol kesehatan.

Ukuran keberhasilan pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022 dibagi menjadi 2 kriteria, yaitu :

1) Ukuran keberhasilan bagi satuan pendidikan, meliputi: tingkat kepatuhan protokol kesehatan, tingkat efektivitas pengelolaan pembelajaran, tingkat pelibatan guru, tingkat pelibatan orang tua.

2) Ukuran keberhasilan guru, meliputi: tingkat kepatuhan protokol kesehatan, tingkat pelibatan orang tua, Ttngkat pelibatan peserta didik.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB)  4 Menteri itu juga ada 9 ketentuan pokok Pembelajaran yang harus kita ketahui pada Masa Pandemi COVID-19, yaitu:

1) Penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 dilakukan dengan:

a. pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan; dan/atau

b. pembelajaran jarak jauh

 

2) Dalam hal pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan telah divaksinasi COVID-19 secara lengkap, maka pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya mewajibkan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi di wilayahnya menyediakan pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh.

 

3)  Orang tua/wali peserta didik dapat memilih pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh bagi anaknya.

4)  Penyediaan layanan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam poin nomor 2 di atas dilaksanakan paling lambat tahun ajaran dan tahun akademik 2021/2022.

5) Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam poin nomor 1.

6)  Dalam hal berdasarkan hasil pengawasan di atas ditemukan kasus terkonfirmasi COVID-19 di satuan pendidikan, maka Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, dan kepala satuan pendidikan, wajib melakukan penanganan kasus yang diperlukan dan dapat memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan.

7)  Dalam hal satuan pendidikan belum dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada poin nomor dua di atas, maka penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan mengacu pada SKB yang diterbitkan pada tanggal 30 Maret 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

8)  Dalam hal terdapat kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran COVID-19 pada suatu wilayah tertentu, maka pembelajaran tatap muka terbatas dapat diberhentikan sementara sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan dalam kebijakan dimaksud.

9)  Ketentuan mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tercantum dalam Lampiran SKB tersebut.


Baca Juga : Idul Fitri 1442H Ala Guru Ataya


Setelah mendapatkan Bimtek Belajar dan Berbagi seri Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022 untuk Guru, saya sadari bahwa perlu ada perubahan dalam kegiatan pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini yang dirancang untuk menjawab tantangan dan kompleksitas yang dihadapi siswa, guru serta satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah. Yang paling penting adalah siswa bisa memperoleh pembelajaran sesuai kebutuhan mereka.

Pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19, harus mengacu pada kebutuhan peserta didik, protokol kesehatan, kurikulum kondisi khusus, prinsip pembelajaran, dan sikap adaptif. Sebagai guru, saya harus lebih memaksimalkan apa yang harus dilaksanakan, mulai dari pelaksanaan asesmen diagnosis, orientasi belajar dan psikososial, asesmen formatif, refleksi, dan asesmen sumatif.



Pembelajaran di tahun ajaran 2021/2022 diharapkan dapat menjadi upaya untuk memperbaiki kesempatan belajar siswa yang menurun atau hilang akibat perubahan praktik pembelajaran selama Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) di masa pandemi dan mampu memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik, dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan yang merupakan prioritas utama pembelajaran di masa pandemi COVID-19.

Segera gabung di Guru Berbagi dan Belajar Kemdikbud.go.id dan buka SIM PKB nya!

#MerdekaBelajar

#PTA2122

Friday, May 14, 2021

Idul Fitri 1442 H Ala Guru Ataya

Idul Fitri 1442 H Ala Guru Ataya

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, Guru Ataya.com. Untuk yang kedua kalinya guru ataya melaksanakan sholat ied di masa pandemi covid-19. Banyak hal yang berbeda di perayaan Idul Fitri 1442 H dibanding dengan idul fitri tahun sebelumnya. Tahun ini special sekali keluarga kami merayakannya.

Momen indah dan bahagia disela-sela larangan mudik oleh pemerintah, kami kemas perayaan idul fitri dengan rundown acara idul fitri keluarga besar bapak Maman Surachman seperti dibawah ini:



Layaknya acara seperti kenegaraan membuat kami semua terbius dalam suasana suka cita yang mendalam disela-sela keprihatinan saudara-saudara kami di Palestina.


Momen tersebut semuanya terekam dalam lensa keluarga kami:







Saturday, May 1, 2021

Hardiknas 2021 : " Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar"

Hardiknas 2021 : " Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar"

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, Guruataya.com. Setiap tanggal 2 Mei, tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Kita sebagai guru tentunya sudah hapal benar akan sejarah singkat hari pendidikan nasional kenapa diambil tanggal 2 Mei tiap tahunnya. Tanggal 2 Mei diambil dan ditetapkan sebagai hari Pendidikan nasional tak lepas dari sosok tokoh pendidikan nasional yaitu Kihajar Dewantara, yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889.

Sedikit bercerita tentang sosok Kihajar Dewantara didapat Guru Ataya ketika pernah menjadi siswa Perguruan Tamansiswa Cibadak yang pernah mengeyam pendidikan di di Taman Muda (SD) dan Taman Dewasa (SMP). Ki Hajar Dewantara adalah  Sosok tokoh asal Yogyakarta ini meninggalkan begitu banyak warisan bagi dunia pendidikan nasional. Salah satu yang terkenal adalah semboyannya yang berbunyi: "Ing Ngarsa Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tutwuri Handayani", yang artinya "Di depan (guru) harus memberi contoh yang baik, di tengah-tengah (muridnya) harus menciptakan ide dan prakarsa, di belakang harus bisa memberi dorongan dan arahan). 


Semboyan tersebut hingga saat ini masih digunakan dalam sistem pendidikan di Tanah Air, misalnya "Tut Wuri Handayani" yang dituliskan di dalam logo Kemendikbud. Tidak hanya semboyan, Ki Hajar Dewantara di sepanjang hidupnya juga telah memperjuangkan hak belajar kaum Pribumi di masa penjajahan Belanda dengan mendirikan lembaga Taman Siswa di Yogyakarta. Di sana, masyarakat yang semula kesulitan mengakses pendidikan kini bisa sama-sama merasakan luasnya samudera ilmu sebagaimana didapatkan oleh kelompok bangsawan. Dengan begitu, bangku pendidikan yang semula tidak mungkin terjangkau oleh kalangan Pribumi mulai bisa dinikmati.

Baca Juga : Menjadikan Handphone-Mu Kelasku                                 


Tahun 2021 tema Hardiknas adalah "Serentak Bergerak,Wujudku Merdeka Belajar" 

Seperti kita ketahui, "Merdeka Belajar" sekarang ini sedang booming dan merupakan kebijakan pendidikan yang diangkat oleh Mas Menteri Nadiem Makarim sejak ditunjuk menjadi Mendikbud yang sekarang berubah menjadi Mendikbud-Dikti.

Di dalam konsep itu, terdapat 4 program yakni: 
1) Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai uji kompetensi siswa yang bisa dilakukan dengan cara ujian tertulis maupun penilaian lain yang lebih komprehensif; 
2) Penghapusan Ujian Nasional (UN) di tahun 2021 dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimun dan Survei Karakter; 
3) Menyederhanakan atau memangkas sejumlah komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
4) Peraturan PPDB Zonasi digunakan dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.

Banyak hal yang sudah diberikan oleh Bapak Pendidikan kita pada guru di negeri ini untuk jadi tauladan, salah satunya adalah kebiasaan beliau untuk menulis.

Berikut salah satu aktualisasi dari ajaran Ki Hajar Dewantara dalam menulis yang Guru Ataya praktikan dalam menjalani sebagai guru sekarang ini :




Untuk meramaikan dan memeriahkan Hardiknas tahun 2021 di Medsos Silahkan gunakan tribbon Hardiknas dibawah ini :
Twibbon Hardiknas :

1. https://twb.nz/beritawarganethardiknas4

2.  https://twb.nz/beritawarganethardiknas5

3.  https://twb.nz/beritawarganethardiknas3

4.  https://twb.nz/beritawarganethardiknas2

5.  https://twb.nz/beritawarganethardiknas1


Saturday, April 17, 2021

Upaya Menjadikan Handphone-MU Kelasku

Upaya Menjadikan Handphone-MU Kelasku

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Tahun 2020 sampai sekarang tahun 2021 menghadirkan tantangan besar dalam dunia pendidikan karena diterapkannya model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR). Untuk melakukan PJJ ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebagai guru, saya harus memikirkan bagaimana membuat murid mampu belajar di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.

Guru dan siswa seolah “dipaksa” untuk melaksanakan model PJJ atau BDR. Model ini terasa seperti mahluk aneh yang tiba-tiba muncul dan memaksa guru dan siswa serta orang tua untuk melaksanakan dengan berbagai problematikanya.

Berikut saya mencoba berbagai tentang bagaimana model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) yang telah, sedang dan terus dilakukan hingga saat ini dengan media digital Handphone yang sudah menjadi barang wajib dimiliki oleh setiap insan di negeri ini.

Materi pembelajaran daring hari ini selesai saya kerjakan. Tinggal kirimkan melalui grup WhatsApp Ke Kelas Matematika. Materi dalam bentuk video dan gambar serta kuis menggunakan Google Classroom dan Google Form sudah saya buat. Saya berharap dengan variasi video, gambar dan kuis anak-anak akan makin antusias. Akan sangat menyenangkan jika materi belajar yang saya buat bisa memancing anak untuk melakukan diskusi bersama.

Mengingat hal tersebut saya harus berpikir kembali bagaimana mengubah pola pembelajaran agar bisa diterima oleh semua murid. Materi yang saya buat menggunakan video yang saya posting di blog pribadi Guru Ataya, gambar, maupun kuis dengan memanfaatkan webtool penyedia kuis seperti Quizizz  maupun kuis yang saya buat sendiri ternyata tidak selalu berhasil dan tidak bisa saya gunakan setiap saat. Akhirnya saya mulai membuat variasi dari berbagai webtool dan juga sumber materi dari berbagai cara agar murid tidak jenuh.

Baca Juga : Info Pelatihan Buat Guru                                        

Kegiatan pembelajaran setiap hari sesuai jadwal BDR (Rabu untuk kelas 9 dan Kamis untuk kelas 8) segera saya kirimkan ke grup WhatsApp, menunggu anak-anak membalas pesan saya untuk berdiskusi. Tapi ternyata hanya ada  balasan, ”Ya Pak guru,” kemudian sepi. Goodle Classroom yang didalamnya berisi materi,tugas,kuis dan yang lainnya yang saya buat hanya mendapatkan sedikit respon. Iseng saya mengecek status WhatsApp anak-anak, penasaran apa saja aktivitas mereka.

Bergaul dengan mereka membuat saya semakin paham, anak zaman now memang berbeda, selalu aktif di medsos, tapi sepi ketika kelas online.

Di sela-sela rapat pertemuan orang tua saya mencoba bertanya dan berdiskusi dengan beberapa orang tua siswa tentang bagaimana mereka belajar PJJ nya. Saya mulai stalking (mengintip) status WhatsApp mereka, dan seperti dugaan saya,sebagian besar postingan mereka rata-rata game. Terutama murid laki-laki. Dari situ saya mulai berpikir bahwa murid mungkin akan lebih senang jika belajar seasyik ketika mereka bermain game.

Hampir 1 tahun lebih berlakunya pembelajaran dari rumah, guru, murid dan orang tua bisa merasakannya bagaimana pembelajaran yang tak normal dirasakan. Pandemi Covid-19 merupakan keadaan darurat yang berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan kita termasuk di dunia pendidikan. Kondisi pembelajaran seperti dipaksa untuk melakukan perubahan. Berbagai aktivitas yang biasanya bisa dilakukan sebelum pandemi Covid-19 tidak bisa lagi dilakukan demi mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19.

Kita seolah-olah akrab dengan pembelajaran online sekarang ini, padahal ini barang baru bagi sebagian besar guru-guru di negeri ini. Tapi apapun yang kita rasakan semuanya kita jalani sekemampuan dan sebisa kita untuk melaksanakan proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 sekarang ini.

Saya berharap pembelajaran jarak jauh yang saya lakukan, sama seperti halnya pembelajaran ketika tatap muka. Ada senda gurau, tawa mereka, banyak yang bertanya dan hal-hal lainnya yang nyata dan konkrit terlihat. Sasaran pembelajaran adalah mereka para muridku yang belajar bersamaku di mata pelajaran matematika. Tapi apa yang terjadi? PJJ ternyata berdampak pada keresahan orang tua dan murid-muridku, mereka resah dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan PJJ mulai dari dawai atau HP yang harus responsif dengan media PJJ yang disampaikan oleh guru, selain itu kuota dan sinyal tentunya jadi sesuatu yang harus diperhatikan juga. Saya selaku guru berharap dan memiliki tujuan apa yang saya berikan dalam PJJ bisa di transfer dan bermakna buat murid-muridku.

Baca Juga : Pengimbasan Guru Belajar Seri AKM Ala Guru Ataya

Setelah berjalan 4 bulan sejak dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021 dan PJJ daring dilakukan, banyak hal dan kendala yang dirasakan dan didapat. Murid ingin belajar matematika secara tatap muka seperti biasa sebelum adanya Pandemi covid-19. Mereka merasa jenuh dan bosan dengan pembelajaran matematika online yang hanya fokus dengan tugas-tugas. Keinginan yang kuat ingin sekali belajar dengan tatap muka. Mareka melihat dan merasakan langsung kondisi suasana belajar selama dirumah yang sesekali di dampingi orang tua, jauh berbeda dengan suasana belajar dikelas. Belajar seolah-olah semaunya. Guru tak melihat dan tak memperhatikannya. Gaduhnya suasana kelas dengan teriakan-teriakan teman ketika guru tidak ada tak terdengar lagi. Ekspresi dengan suara lantang manakala bebas belajar tak terdengar lagi. Ekspresi teman yang meminta jawaban atau bertanya tak terdengar lagi.

Mereka selalu berdiskusi tentang keinginan belajar dengan tatap muka segera terlaksana, mereka rindu dengan teman-teman serta guru-gurunya. Berkeluh kesah di Grup WA atau japri masing-masing melalui WA nya. Khawatir tidak mendapatkan nilai yang optimal.Tak Fokus dan tak biasa belajar dirumah hanya membaca atau mengamati video pembelajaran atau bertanya melalui WA tak ada respon. Belajar ingin seperti tatap muka di kelas, mereka berharap sekali Pandemi Covid-19 segera hilang dan lenyap dari muka bumi. Ini hal yang wajar. Tapi selaku guru ini sebuah tantangan di suasana PJJ, saya harus mensikapinya dengan bijak dan mencari solusi. Saya harus beraksi demi mereka untuk nyaman dan tetap semangat belajar matematika.

Ketika kondisi darurat, saya tidak bisa melakukan proses pembelajaran dengan cara semaunya saya, saya harus melihat kondisi,keadaan para murid dan orang tua dalam setiap proses PJJ yang saya lakukan dan juga harus melakukan kesepakatan dalam PJJ tersebut. Pembelajaran harus berkelanjutan. Tugas yang dikumpulkan murid harus sesuai dengan minat dan kesukaan murid. Saya harus memberikan umpan balik kepada murid dan orang tua tentang PBM yang dilakukan sehingga ada tantangan untuk PBM selanjutnya. Waktu pengumpulan tugas harus fleksibel sesuai dengan kesepakatan di awal PBM. Saya harus memanfaatkan sumber daya yang ada.

Ketika kondisi darurat cara-cara yang bisa dilakukan murid dalam mengikuti proses pembelajaran fleksibel sesuai dengan kemampuan, media dan kondisi murid. Tugas bisa dikerjakan sesuai dengan minat dan kemampuan serta kebisaan murid itu sendiri dengan waktu yang telah disepakati. Tugas bisa melalui berbagai sumber yang ada disekitar lingkungan murid.

Ketika murid Ingin memahami materi-materi Matematika dalam pembelajaran online seperti memahaminya ketika belajar tatap muka, sayangnya penjelasan materi-materi yang disampaikan dalam PJJ Daring Guru Matematika ( Saya) Monoton, kurang variatif, susah dipahami dan dipejari oleh para murid dengan Media Pembelajaran Interaktif Online Mata Pelajaran Matematika (MPI OMAT) dan TV-Sekolah-Guru Ataya, maka dengan Media Pembelajaran Interaktif Online Mata Pelajaran Matematika (MPI OMAT) dan TV-Sekolag Guru Ataya murid bisa lebih memahami materi-materi Matematika dengan lebih mudah dan menarik sehingga murid mau belajar seperti belajar saat tatap muka di kelas.

Saya berikan MPI OMAT melalui link http://bit.ly/MPI_OMAT_GURUATAYA2020 dan https://sites.google.com/view/tv-sekolah-guruataya/beranda , materi Persamaan Kuadrat (PERSAKU) mereka belajar melalui MPI OMAT tersebut. Memulai dengan menuliskan nama, asal sekolah. Setelah itu mereka dirahkan ke Menu Pembelajaran yang bisa dipilih, ada Materi yang bisa mereka pilih sesuai dengan materi yang diinginkan. Kemudian ada materi Tutorial yang berisi video pembelajaran materi Persaku (Persamaan dan Fungsi Kuadrat) dimana dalam video ini mereka bisa melihat, mendengar,mengamati sosok guru matematikanya yang hadir seperti halnya mereka belajar tatap muka. Mereka juga bisa mendengar penjelasan guru matematika tentang materi yang sedang diajarkan. Kemudian ada menu Latihan dan Bank soal yang berguna untuk menguji atau mengevaluasi sejauh mana meraka berhasil dalam belajarnya, serta menambah kekayaan akan pemahamanan materi melelaui bank soal yang dirahkan ke blog guru ataya.



Murid meresponya dengan antusias dan semangat, karena ada hal baru dan berbeda dengan pembelajaran sebelumnya, yang monoton dengan hanya mengerjakan tugas atau menonton video pembelajaran. Tapi dengan MPI OMAT dan TV-Sekolah Guru Ataya ada variasi dan pilihan mereka untuk belajar, merdeka belajar mereka rasakan benar.

Saya coba hadirkan HP para siswa menjadi kelasku dalam PJJ atau BDR sekarang ini.


Ada hal menarik dan unik dari petikan ungkapan hati dan pengalaman murid selama belajar PJJ dengan MPI OMAT dan TV Sekolah Guru Ataya‘Sebaik-baiknya belajar online akan lebih baik belajar face to face’, ini menggambarkan bahwa suasana belajar di kelas memiliki banyak hal yang tidak ada pada proses belajar online. Interaksi sosial dengan sesama murid, kolaborasi langsung saat di kelas dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dan tatap muka langsung saat belajar dengan guru-guru, menjadi beberapa hal yang sangat dirindukan murid selama belajar dari rumah.Inilah tantangan saya kedepannya ketika PJJ tetap berlangsung terus. Usaha dan kreatifitas guru menjadi hal yang harus jadi perhatian untuk saya, di suasana apapun kita selaku guru harus bisa memecahkan maslah dan persoalan demi murid kita.

Baca Juga : Tantangan Guru Abad 21                                       


Setelah saya mengadakan survey dan observasi salah satunya melalui zoom meting serta komunkiasi dengan WA grup KB Matematika, umumnya mereka menyatakan senang dan merespon dengan baik MPI OMAT dan TV Sekolah tersebut. Ini tentunya menambah motivasi dan inspirasi saya untuk selalu berinovasi dan mengembangkan proses pembelajaran melalu HP ini kedepannya yang lebih variatif dan bisa merangsang lebih kuat lagi agar murid mau dan memuaskan akan kebutuhannya dalam belajarnya.

 

Monday, April 12, 2021

Marhaban Yaa Ramadhan

 Marhaban Yaa Ramadhan


لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْــــــــــــــمِ  اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Marhaban yaa Ramadhan. 

Tak terasa bulan keberkahan dan bulan penuh rahmat bahkan maghfirah akan segera datang menjumpai kita, di mana bulan Suci Ramadhan berjuta-juta nikmat Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berikan bagi hamba-Nya yang melakukan puasa. Semoga Ramadhan nanti kita bisa melaksanakan ibadah-ibadah dengan sebaik-baiknya 

“Ya Allah antarkanlah kami pada bulan suci Ramadhan  dan antarkanlah Ramadhan kepada kami , dan terimalah amal-amal kami di bulan Ramadhan."

Yaa Allah kuatkan tubuh kami untuk menjalankan ibadah shaum dan ibadah-ibadah lainnya, sehatkan juga lahir bathin kami agar mampu menahan nafsu amarah, dengki dan nafsu-nafsu lainnya.

Sucikan dan luruskan niat kami, teguhkan iman kami, berikan kami hati yang khusyuk dalam beribadah untuk meraih ridhoMu. Aamiin Yaa Robb


Baca Juga : TV-Sekolah-Guru Ataya                                                             


Semoga kita diberi kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah shaum dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan nanti.

Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin

Selamat menjalankan Ibadah Shaum Ramadhan 1442H, Mohon maaf lahir dan bathin.

Wassalam.

Guru Ataya (Iwan Sumantri) dan keluarga

Baca Juga : Info Pelatihan Buat Guru


Thursday, February 25, 2021

Ada Pengembangan Karir Protean Guru

Ada Pengembangan Karir Protean Guru

Oleh: Iwan Sumantri

Cibadak, 25 Pebruari 2020. Seperti biasanya, minimal seminggu sekali KGB Sukabumi melalui kegiatan rutinnya TPD (Temu Pendidik Daerah) menyediakan dan menggelar bincang-bincang para guru yang tergabung dalam KGBN Sukabumi melalui google meetnya

Dalam TPD 48 nya mengupas tentang pengembangan karir protean guru dengan nara sumber yang piawai dan menggarirahkan para peserta dengan paparannya yang menarik dan memantik para pesertanya yaitu mba Rofiqoh Nur Istighfar (Guru Opi) dari kampus guru cikal . Dipandu host berpengalaman yang tak kalah piawainya dalam memainkan kata  mba Deva Ridiana (KGB Sukabumi) serta moderator mba nopiyani yang lincah dan energik sehingga suasna menjadi hidup dengan diskusi dan tanya jawab.

Menjadi guru adalah pilihan mulia. Namun, jika bisa mengembangkan diri dalam hal karir, maka jawabannya tentu saja bisa. Karir guru tidak hanya sebatas kepala sekolah dan pengawas saja. 

Guru adalah insan dinamis yang mampu mengembangkan karir dalam berbagai bidang ilmu. Apalagi menghadapi era digital dan pandemi saat ini. Apa itu karir protean guru? Kira-kira apa saja karir yang memungkinkan guru melakukan upgrade di masa sekarang? 

Hal tersebut diatas di kupas tuntas oleh sang nara sumber mba Rofiqoh Nur Istighfar.


Baca JugaInfo Pelatihan Buat Guru                                   


Hasil dari temu pendidik 48 tersebut, guru ataya mencatat hasil sebagai berikut :

Jika anda seorang guru yang mempunyai minat menulis, menguasai dalam conten creator, ingin jadi pelatih handal, fotografer, blogger, komikus dan profesi lain atau bapak ibu guru belum menemukan bakat dan minat tapi ingin mempunya karir protean sesuai minat, asal anda anggota KGB (Komunitas Guru Belajar) di daerah masing-masing, maka kesempatan itu ada di depoan mata, maka ayo bergabung di pengembangan karir guru. Free bimbingan dan pengarahan dan dapatkan benefit atau jenjang karis secara profesional

Saatnya untuk memulai dan  menggapai asa tersebut. Daftarkan segera sebelum tangal 28 Februari 2021. 

Isi link berikut : http://bit.ly/DaftarGuruBerkarier

Catatan Untuk daerah Sukabumi:

Informasi lebih lanjut

Silahkan hubungi : 

@EdieGunaone (ketua KGB Sukabumi) 

Noviyani : 085603760379 (ketua karir KGB Sukabumi)


#kgbsukabumi

#tpd48

#kampusgurucikal

#komunitasgurubelajar

Wednesday, February 17, 2021

Poe Basa Indung Internasional 2021

Poe Basa Indung Internasional 2021

Ku : Iwan Sumantri

Sukabumi- 17 Pebruari 2021. Dina raraga ngareuah-reuah sareng ngiringan kerangka Poe Bahasa Indung Internasional 2021, blog Guru Ataya nyobian ngabagi / nyebarkeun uleman ti Kepala Dinas pendidikan kabupaten Sukabumi ka sadayana kepala sakola / guru sakola di kantor pendidikan kabupatén Sukabumi:



Assalamu'alaikum wr. wb.!

Sampurasun!

Kahatur Bapa/Ibu Kepala Sekolah, Bapa/Ibu Guru.

Hatur uninga réhna sim kuring kenging serat ti Lembaga Basa & Sastra Sunda (LBSS) anu eusina uar pangajak kanggo ngareuah-reuah Poé Basa Indung Internasional dina ping 21 Fébruari 2021.

Uar pangajak dina éta serat téh kalintang saéna sareng peryogi ku urang diéstokeun tur dilarapkeun di lingkungan pendidikan. Utamina mah urang kedah ngiring némbongkeun tarékah enggoning ngamumulé sareng ngahirup-huripkeun basa Sunda minangka basa indung urang.

Ku hal éta, pamugi Bapa/Ibu tiasa aub kana rupaning kagiatan kanggo ngareuah-reuah poé basa Indung luyu sareng anu disarankeun ku LBSS. Èta kagiatan tèh ngawengku

1. Ngadamel mèmè nu link na sapertos ieu di handap

https://www.twibbonize.com/ngajembarkeunbasasunda

Èta mèmè tèh salajengna kedah diposting dijantenkeun foto profil, DP dina mèdia sosial (FB, WA, IG, BIP, Telegram, jstè.)

2. Ngintunkeun pamilon guru kana lomba ngadamel vidèo pembelajaran basa Sunda nu dilaksanakeun ku MGMP Basa Sunda.

(Juknis nyusul).

3. Ngintunkeun pamilon siswa kana lomba maca warta basa Sunda winangun vidèo nu dilaksanakeun ku MGMP Basa basa Sunda.

(Juknis nyusul).

Kana perhatosan Bapa miwah Ibu sim kuring ngahaturkeun réwu nuhun.

URANG BIASAKEUN NYARITA KU BASA SUNDA

LEUNGIT BASANA, ILANG BANGSANA

BASANA NANJUNG, BANGSANA LINUHUNG

SUNDA APANJANG APUNJUNG

Mohammad Solihin, M.M.Pd.

(Kadisdik Kabupatèn Sukabumi)

Wednesday, February 10, 2021

Modul PJJ Pada Masa Pandemi Covid-19 Untuk SMP

 Modul PJJ Pada Masa Pandemi Covid-19 Untuk SMP

Oleh: Iwan Sumantri


Sukabumi-10 Pebruari 2021. Blog guru ataya berikut ini akan membantu bapak ibu guru dalam proses pembelajaran jarak jauh yang sedang kita lalukann. Salah satu media yang diperlukan untuk melakukan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa Pandemi Covid-19 adalah Modul Untuk Pembelajaran PJJ.

Melalui Portal Direktorat Sekolah Menengah Pertama meluncurkan  Modul PJJ yang dapat di download oleh semua guru di negeri ini. Modul PJJ ini membantu para guru dalam upaya Belajar Dari Rumah (BDR) sekarang ini sebagai bahan atau solusi yang dapat dilakukan dalam proses belajar mengajar jarak jauh. Para guru bisa mendownloadnya sesuai dengan kebutuhan dan keperluan.

Berikut Link untuk mengunjungi laman tersebut, silahkan di download dan dimiliki modul semua mata pelajaran untuk jenjang SMP.



Modul Untuk Jenjang SD Bisa dikunjungi Disini
Modul Untuk Jenjang SMA bisa dikunjungi Disini

Sumber:

Saturday, February 6, 2021

Pengimbasan Program Guru Belajar Seri AKM Ala Guru Ataya

Pengimbasan Program Guru Belajar Seri AKM Ala Guru Ataya 

Oleh: Iwan Sumantri (Guru Matematika SMPN 3 Cibadak)


Sukabumi- 6 Pebruari 2021. Guru Ataya berikut ini akan berbagi tentang kegiatan Pengimbasan yang dilakukan oleh Guru Ataya setelah mengikuti Bimtek Seri AKM di portalnya gurubelajar.kemdikbud.go.id.

Program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) mengundang Guru dan Tenaga Kependidikan untuk bersama dan bergotong royong melakukan pengimbasan program. Apa yang bisa dilakkukan guru? Guru Ataya mencoba mengajak, memdampingi dan membantu rekan guru yang lain dalam mengikuti dan menyelesaikan program Guru Belajar Seri AKM di SMP Negeri 3 Cibadak..go.id seri Asesmen Kompetensi Minimum.

Program Guru Belajar adalah salah satu cara untuk mengaktualisasikan berbagai kompetensi yang dimiliki, mengevaluasi diri serta mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. Pembelajaran pada Program Guru Belajar merupakan upaya mendorong perbaikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Program Guru Belajar yang dapat diikuti, yaitu Seri Pandemi Covid-19, Seri Pendidikan Keterampilan Hidup (PKH), dan Program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Peserta program ini diharapkan dapat menjadi bagian perubahan pendidikan dengan cara memperkenalkan, mengajak dan mendampingi guru lain di satuan pendidikan peserta atau diluar satuan pendidikan jika memungkinkan untuk mengikuti program Guru Belajar seri AKM.

Berikut Video yang bisa Guru Ataya Bagikan dan share untuk rekan guru yang ada di negeri ini:

@guruberbagi @gurupenggerak @kemdikbud.go.id @m-edukasi.kemdikbud.go.id @nisn.data.kemdikbud.go.id @perpustakaan.kemdikbud.go.id @radioedukasi.kemdikbud.go.id @suaraedukasi.kemdikbud.go.id @belajar.kemdikbud.go.id @tve.kemdikbud.go.id @bse.kemdikbud.go.id @un.kemdikbud.go.id @kosakata.kemdikbud.go.id @biroumum.kemdikbud.go.id @forumarkeologi.kemdikbud.go.id @lppks.kemdikbud.go.id @anggunpaud.kemdikbud.go.id @gtk.kemdikbud.go.id @dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id
#programgurubelajar #upaya #mendorong #perbaikan #meningkatkan #mutupembelajaran #mutu #seripandemicovid19 #seripendidikanketerampilanhidup #pkh #pandemicovid19 #pendidikan #keterampilan #hidup #seriasesmenkompetensiminimum #perubahanpendidikan #perubahan #pendidikan #memperkenalkan #mengajak #mendampingi #guru #satuanpendidikan #peserta #kreatif #inovatif #profesional #kompeten #guruhebat #gurucerdas #guruindonesia #merdekabelajar #asesmennasional #an #un #siswa #murid #pesertadidik #sma #ma #smk #smp #mts #sd #mi #tk #paud #sisdiknas #kurikulum #daring #pjj #bdr #online #youtuber #netizen #like #comment #subscribe #share #mgmp #kkg