Sunday, September 26, 2021

Merdeka Belajar secara Daring Ala Guru Ataya

Merdeka Belajar secara Daring Ala Guru Ataya

Oleh: Iwan Sumantri (Guru Ataya)

Siswa Menggunakan MPI OMAT (Foto Dok Pribadi)

Hampir 34 tahun menjadi guru sejak tahun 1987 baru kali ini mendapatkan konsep apa itu merdeka belajar. Selama ini apa yang dijalankan dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar masih jauh dari konsep merdeka belajar, tapi dengan adanya Covid-19, merdeka belajar itu bisa diterapkan. Melalui lomba blog bertajuk ”Merdeka Belajar dan Berkarya” yang diadakan oleh Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung, saya berupaya dan berbagi rekam jejak selama proses pembelajaran tersebut secara daring.

Apa itu Merdeka Belajar?

Merdeka Belajar adalah belajar yang diatur sendiri oleh pelajar. Pelajar yang menentukan tujuan, cara dan penilaian belajarnya. Dari sudut pandang pengajar, merdeka belajar berarti belajar yang melibatkan murid dalam penentuan tujuan, memberi pilihan cara, dan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar

Belajar bukan untuk ujian, tapi untuk mencapai tujuan belajar yang bermakna Belajar bukan dikendalikan pengajar, tapi disepakati bersama antara pengajar dan pelajar Belajar bukan dengan cara yang seragam, tapi ada diferensiasi cara belajar. Belajar bukan hanya menghafal rumus, tapi menalar dan menyelesaikan persoalan Belajar bukan untuk dinilai pengajar, tapi dinilai bersama untuk membangun kesadaran Belajar bukan dinilai oleh besarnya angka, tapi oleh karya yang bermakna

Merdeka belajar di mulai dari tahap perkembangan sekolah, satuan pendidikan harus menerapkan sekolah yang merdeka belajar, sekolah yang merdeka berkolaborasi dan sekolah yang merdeka berkarya

Untuk menjadi guru yang merdeka belajar, setidaknya guru harus memiliki 4 kunci pengembangan guru . Pencapain cita-cita dan asa oleh dirinya sendiri dengan mendapat dukungan dari pemangku kepentingan lain dalam ekosistem pendidikan, hanya akan tercapai apabila guru memiliki empat kunci yang merupakan cita-cita semua guru yaitu 1) kemerdekaan; 2) Kompetensi; 3) Kolaborasi; 4) Karier 

Ketika seorang guru merdeka belajar, maka guru akan mandiri mengembangkan komptensinya sesuai dengan kebutuhannya, aktif berkolaborasi dan mampu mengembagkan karier sesuai dengan potensi aspirasi, sehingga guru tersebut akan menjadi guru masa depan, yang bisa mennyiapkan anak-anak didiknya menjadi generasi emas di masa yang akan datang.

Jadilah guru masa depan yang bisa berkontribusi untuk negeri ini dengan memahami dan memaknai Guru Merdeka Belajar dengan banyak menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif.

Pandemi Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memberikan banyak pelajaran berharga dalam setiap sendi kehidupan. Sebagian besar pegawai atau karyawan melaksanakan work from home (WFH) dan juga berdampak pada guru seperti saya serta para siswa juga “memindahkan” kegiatan belajar dari  rumah, secara online. Ini semua sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak penyebaran virus corona. Dan seperti yang telah ditetapkan, kegiatan belajar dari rumah ini pun masih akan berlangsung hingga waktu yang belum pasti

Pembelajaran dari rumah sepertinya tidak bisa digantikan dengan teknologi begitu saja, tetap peran guru masih diperlukan, sehingga teknologi informasi ditengah pandemi diperlukan oleh seorang guru untuk merubah secara teknis cara penyampaian materi dari luring menjadi daring atau kombinasi luring dan daring sehingga pada akhirnya para pendidik ini berinovasi menyampaikan materi ke siswa-siswa memanfaatkan teknologi informasi yang mereka kuasai.

Apakah kita para guru sudah melaksanakan pengembangan kompetensi dan kualitas diri? Bagaimana kita para guru melakukannya?

Salah satu alternatif dalam pengembangan komptensi dan kualitas diri adalah mencoba membuat bahan belajar yang menarik. Membuat bahan belajar yang yang menarik tetapi memiliki materi yang benar adalah sebuah tantangan buat para guru sekarang ini.

Kita pernah menciptakan sebuah media ajar untuk siswa-siswa kita, tetapi ketika media itu digunakan siswa tidak membantu siswa dalam belajar. Kita sudah membayangkan siswa akan senang dan mengerti  dengan pesan yang kita sampaikan, tetapi ternyata siswa merespon sebaliknya. Apa yang salah? Siswanya, media ajarnya atau cara pengajaran kita selaku guru menggunakan bahan ajar tersebut?

Boleh jadi kita selaku guru dalam menciptakan media ajar itu yang perlu diperbaiki. Supaya media pembelajaran yang kita buat benar-benar berdampak terhadap proses belajar siswa, kita rasanya perlu merancang media ajar menggunakan siklus berpikir desain (desain thinking)

Design thinking atau berpikir desain adalah sebuah metode atau cara berpikir menyelesaikan permasalahan yang berorientasi pada manusia, kolaboratif, bersifat optimistik dan eksperimental

Ada 5 (lima) tahapan yang perlu dilakukan pada saat mengimplementasikan design thinking dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif.

Tahapan 1:

> Setiap proses menciptakan media ajar media inovatif dapat diawali dengan cara berempati terhadap siswa (kita coba pahami siswa serta apa yang perlu atau ingin didapatkan siswa) <

Tahapan 2:

>> Kita perlu mendefinisikan sebenarnya apa yang jadi permasalahan utama yang dihadapi siswa saat belajar (misal siswa kesulitan memahami persamaan kuadrat) <<

Tahapan 3:

Cara Memunculkan Ide :

>>> Dengan menambahkan kata " Bagaimana jika" sebelum kalimat ide (Bagaimana caranya membuat siswa memahami bilangan berpangkat? Bagaimana jika ada sebuah video yang membantu memahami persamaan kuadrat pada saat siswa belajar) <<<

Tahapan 4: 

>>>> Membuat bentuk paling sederhana dari gagasan tersebut (Tahapan ini yang perlu kita lakukan setelah menentukan ide). Misalnya membuat video yang berisi tahapan tentang materi persamaan kuadrat. Purwarupa ini tidak selalu bagus, yang palin penting purwarupa ini bisa mewakili <<<<

Tahapan 5 :

>>>>> Tahapan terakhir adalah Uji Coba dan testing

>>>>> Terhadap siapa? Kepada orang yang memberikan masukan berarti untuk perkembangan media ajar yang kita buat. Misalnya bisa ke sesama guru/orang tua. Tapi yang paling penting adalah uji coba pada siswa yang akan menggunakan media ajar yang kita buat <<

Nah, dengan menggunakan pendekatan design thinking, proses pembuatan media ajar inovatif akan menjadi mudah. Prosesnya juga membutuhkan waktu relatif singkat untuk hasil yang lebih berdampak pada siswa.

Jika dibuatkan infografis, maka tahapan berpikir desain sebagai berikut : 

Merancang Media Pembelajaran Merdeka Belajar

Siklus Merancang Media Pembelajaran 

Dari hal tersebut diatas akhirnya saya membuat Media Pembelajaran Interaktif Online Mata Pelajaran Matematika (MPI OMAT)

Saat ini banyak authoring tools yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bahan belajar. Mulai dari authoring tools yang berbayar maupun yang gratisan. Articulate Storyline, Lectora, dan Exe Learning merupakan contoh authoring tools yang dapat digunakan.

MPI OMAT dengan Articulate Storyline 3 inilah yang saya pilih sesuai dengan kompetensi yang saya miliki setelah mengikuti Diklat Pembatik Level 3 Rumah Belajar. Dipilih Articulate Storyline 3 karena memiliki kemudahan dalam penggunaanya dan output yang dihasilkannya dapat dipublish dalam format berbagai format termasuk HTML5.

MPI OMAT AWAL

MPI OMAT HASIL REVISI 

Bagaimana alur berpikir sehingga MPI OMAT ini tercipta dengan berpikir desain thinking, bisa dilihat di infografis berikut:

Alur Berpikir MPI OMAT Bisa Terwujud

Pengintregasian TIK ke dalam proses pembelajaran diperlukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Pembekalan guru akan literasi TIK akan meningkatkan efektifitas, efesiensi dan kemenarikan proses pembelajaran. Oleh karena itu kita sebagai guru dituntut untuk memiliki kompetensi keahlian yang cukup untuk memanfaatkan teknologi yang ada, sehingga lebih optimal dalam penyampaian materi pelajaran disekolah.

Saat ini masih banyak guru yang belum memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam pembelajaran. Minimnya kegiatan peningkatan kualitas dan kompetensi guru untuk memanfaatkan TIK dalam pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhinya. Jadilah guru kreatif dan penggerak yang bisa memanfaatkan TIK dalam membuat pembelajaran daring dan luring yang lebih menyenangkan.

Ketika Siswa Menggunakan MPI OMAT (Foto Dok.Pribadi)

Dalam tulisan ini saya mengajak kita selaku guru dalam membuat media pembelajaran jangan terjangkit virus impurna, ingin serba sempurna.

Bagaimana cara mengatasinya? Ada tiga obat ampuh untuk mengatasinya; 1) fokus pada yang penting; 2) buat tiruan; 3) yang penting jadi.

Ingat sebuah karya yang besar selalu dimulai dari hal yang sederhana. Mulai saja dulu, kesempurnaan akan mengikuti.

Aktifitas Belajar dari Rumah (BDR) dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di lakukan dengam daring. Dengan segala keterbatasan dan pemahaman yang dimiliki saya selaku guru mata pelajaran PJJ daring saya lakukan dengan persiapan awal membuat grup kelas pada setiap kelas yang saya ajar di WhatsAp. Membuat grup kelas di Google Classroom dan membagikan kode kelas dengan bantuan wali kelas untuk disampaikan ke para siswa.

Dengan penuh keyakinan dalam penerapan merdeka belajar yang selalu menghiraukan dan berkoordinasi serta komunikasi dengan orang tua siswa untuk kesiapan PJJ daring saya laksanakan dengan segala keterbukaan selaku guru untuk membelajarkan siswanya secara daring.

Dengan  segala keyakinan PJJ Daring akan berjalan dengan baik dan berhasil. Dengan berpikir konsep PJJ Merdeka Belajar sudah diterapkan dengan benar dan sesuai.

Setelah saya mendapatkan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Merdeka Belajar sejak tanggal 1 Agustus 2020 melalui WIT (Wardah Inspiring Teacher) 2020 yang lalu apa yang saya lakukan selama ini sudah mencerminkan PJJ Merdeka Belajar dengan 5M.

Apa itu 5M?

Ketika kondisi darurat, saya tidak bisa melakukan proses pembelajaran dengan cara semaunya saya, saya harus melihat kondisi,keadaan para siswa dan orang tua dalam setiap proses PJJ yang saya lakukan dan juga harus melakukan kesepakatan dalam PJJ daring tersebut. Pembelajaran harus berkelanjutan. Tugas yang dikumpulkan siswa harus sesuai dengan minat dan kesukaan siswa. Saya harus memberikan umpan balik kepada siswa dan orang tua tentang PBM yang dilakukan sehingga ada tantangan untuk PBM selanjutnya. Waktu pengumpulan tugas harus fleksibel sesuai dengan kesepakatan di awal PBM. Saya harus memanfaatkan sumber daya yang ada

Ketika kondisi darurat cara-cara yang bisa dilakukan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran fleksibel sesuai dengan kemampuan, media dan kondisi siswa. Tugas bisa dikerjakan sesuai dengan minat dan kemampuan serta kebisaan siswa itu sendiri dengan waktu yang telah disepakati. Tugas bisa melalui berbagai sumber yang ada disekitar lingkungan siswa

Poin strategi pembelajaran 5M yang jadi lebih penting dilakukan ditengan kondisi darurat adalah : 1) Memanusiakan Hubungan; 2) Memahami konsep (menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di beragam konteks); 3) Membangun Keberlanjutan; 4) Memilih Tantangan; 5) Memberdayakan Konteks.

5M ini semuanya penting dan perlu dioptimalkan dalam strategi Pembelajaran Jarak jauh Merdeka belajar di masa pandemi covid-19 sekarang ini.

Itulah Merdeka Belajar Secara Daring yang saya lakukan.


Referensi:

>> Hasil Diklat Online WIT 2020 (https://www.sekolah.mu/)

#LombaBlogUnpar 

#BlogUnparBelajarDaring

Friday, September 3, 2021

Guru Ataya di Kegiatan PTM Terbatas dan Gebyar Vaksinasi

Guru Ataya di Kegiatan PTM Terbatas dan Gebyar Vaksinasi

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, 3 September 2021. Kegiatan sehari-hari Guru Ataya seperti umumnya seorang guru matematika lainnya, melaksanakan PJJ/BDR, PTM terbatas dan agenda rutinitas lainnya. Disela-sela tugas tersebut guru ataya mengisi aktifitas yang menjadi kebiasaan yaitu mengisi web SMPN 3 Cibadak dengan konten, berita dan informasi sekitar kegiatan sekolah. Selain itu juga mengisi dan berbagi sesuatu di blog pribadi guru ataya.

Berikut guru ataya akan berbagi aktifitas sebulan kebelakang yang bisa di lakukan oleh guru ataya selain mengajar,mendidik,melatih, mengevaluasi dan memberi nilai peserta didik, yaitu liputan tentang PTM terbatas, kegiatan Vaksinasi (Gebyar Vaksinasi S3 Cerdik Berbudi) yang di liput oleh media digital Tatar Sukabumi dalam bentuk video dan foto-foto kegiatan.



Baca Juga : Dengan MPI OMAT Pembelajaran Semakin Menyenangkan



Wednesday, September 1, 2021

Gebyar Vaksinasi di S3 Cerdik Berbudi

Gebyar Vaksinasi di S3 Cerdik Berbudi

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, 1 September 2021. Dalam rangka mensukseskan Gebyar Vaksinasi Sukabumi Bebas Covid-19, SMP Negeri 3 Cibadak yang merupakan bagian dari satuan pendidikan tingkat SMP, akan menggelar Vaksinasi secara massal khusus dilingkungan SMPN 3 Cibadak. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk yang kedua kalinya, setelah pelaksanaan vaksinasi pertama bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Cibadak.

Pada pelaksanaan Gebyar Vaksinasi kedua ini, SMP Negeri 3 Cibadak bekerjasama dengan para Nakes UPTD Puskesmas Cibadak.

Untuk pelaksanaan Vaksinasi yang akan kami laksanakan pada hari Kamis, 02 September 2021, ada beberapa tahapan yang harus di ikuti bagi peserta Vaksinasi. 

Berikut tahapan-tahapan yang harus di lalui peserta vaksin (siswa) yang disampaikan oleh pihak Nakes Puskesmas Cibadak:

1.Pendaftararan

Peserta mengisi form. kendali dengan membawa Foto Copy  Kartu Keluarga (KK) (jangan lupa isi No.NIK peserta dan No.Hp yg bisa di sms secara jelas)

2.Skrining/Pemeriksaan 

Peserta diperiksa oleh tim dokter terlebih dahulu apakah bisa tidaknya di Vaksinasi dan menandatangani surat persetujuan di Vaksinasi

3.Pemberian Vaksinasi

Apabila peserta lolos pemeriksaan oleh tim dokter baru pelaksanaan Vaksinasi bisa diberikan 

4.Observasi

Peserta yang sudah di Vaksinasi di observasi dahulu minimal 15 s/d 30 menit

5.Pcare

Data peserta yang telah selesai pelaksanaan Vaksinasi di Pcare untk mendapatkan bukti sudah selesai Vaksinasi dosis ke 1 dan tanggal Vaksinasi untuk  dosis ke-2

Untuk peserta yang sudah di Vaksinasi apabila ada kemerahan dan pegal di area penyuntikan cukup kompres air hangat dengan memakai kapas bersih dan jangan lupa asupan makan minum yg cukup

Baca Juga : Tantangan Guru Abad 21

Informasi yang kami berikan ini harap di share oleh bapak/ibu agar orgtua dan peserta tau bahwa proses Vaksinasi ini ada beberapa tahapan yang mesti dilalui dan tidak perlu takut.

Salam Sehat dari kami para Nakes untk semuanya, semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kelancaran serta jangan lupa "Tetap Lakukan Prokes"

Demikian, semoga kegiatan Gebyar Vaksinasi Di S3 Cerdik Berbudi (SMPN 3 Cibadak) berjalan dengan lancar,sukses dan tetap terjaga Protoko Kesehatannya.

Bagi yang mau selvi di medsos dengan Tribbonize yang sudah guru ataya siapkan, tinggal di klik, dan pasang foto yang sesuai ketika sudah divaksin.


KLIK DISINI UNTUK TRIBBONIZE NYA


Tuesday, August 24, 2021

Yuk Simak Pengumuman Hasil Lomba HUT RI Ke-76 di S3 CERDIK BERBUDI

 Yuk Simak Pengumuman Hasil Lomba HUT RI Ke-76 di S3 CERDIK BERBUDI

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)


Cibadak, 24 Agustus 2021. Kali ini Guru Ataya akan memberikan informasi tentang hasil Lomba di sekolah S3 Cerdik Berbudi SMPN 3 Cibadak. Ada 3 kegiatan Lomba yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar nasional SMPN 3 Cibadak, yaitu : 1) Lomba Baca Puisi; 2) Lomba Merias Wajah dan 3) Lomba Menyanyikan Lagu Nasional.

Lomba tersebut diperuntukkan untuk para siswa SMP Negeri 3 Cibadak yang berjumlah 760 siswa yang terdiri dari siswa Kelas 7 (256 siswa), kelas 8 (252 siswa) dan kelas 9 (252 siswa) . Kegiatan Lomba dilaksanakan sejak tanggal 11 s.d 18 Agustus 2021.

Yuk Simak Hasil Perlombaan di Video berikut ini :


Baca Juga : Yuk Ikutan Pelatihan Belajar Dari Mana Saja Google Workspace for Education (GWE)

Selamat untuk peserta yang berhasil menjadi juara, semoga kegiatan tersebut bisa memotivasi para siswea untuk tetap semangat berkreasi, semangat belajar dan semangat untuk sehat.

Sunday, August 22, 2021

Yuk Ikutan Pelatihan Belajar Dari Mana Saja Google Workspace for Education (GWE)

Yuk Ikutan Pelatihan Belajar Dari Mana Saja Google Workspace for Education (GWE)

Oleh: Iwan Sumantri (Trainer)

Dalam rangka mewujudkan guru dan pemimpin sekolah yang mampu memimpin perubahan pembelajaran di era digital dilaksanakan pelatihan literasi digital, yaitu Google Master Trainer. Salah satu bagian dari rangkaian pelatihan Google Master Trainer yang merupakan kegiatan  kerjasama Kemdikbud dengan Google Workspace for Education adalah melakukan pengimbasan oleh setiap peserta kepada guru-guru lainnya. Pengimbasan pelatihan Google Workspace for Education diberikan kepada guru-guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah yang telah ditentukan atau direkomendasikan sesuai kebutuhan.

Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bentuk optimalisasi penggunaan akun pembelajaran  yang sudah didistribusikan Kementerian Pendidikan kepada peserta didik, guru dan tenaga kependidikan. Akun pembelajaran ini merupakan akun resmi dari Kemdikbud dengan domain belajar.id, untuk memudahkan pelaksanaan manajemen pembelajaran daring dari sekolah-sekolah pada semua jenjang pendidikan.

Akun Pembelajaran (belajar.id) merupakan akun Google Workspace for Education yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan akun pribadi yang biasa kita gunakan. Akun ini merupakan akun berbayar, dan kalau sekolah ingin mendapatkan layanan minimal harus memiliki website dengan domain sch.id.

Akun ini juga akan dijadikan sebagai jalur resmi komunikasi Kemdikbud dengan Peserta Didik, Guru dan Tenaga Kependidikan, serta  dapat digunakan juga untuk login kedalam beberapa portal layanan pendidikan dari Kemdikbud, seperti Rumah Belajar dan portal-portal lainnya.

Tujuan Pelatihan Belajar dari mana saja dengan Google Workspace for Education:

  • Memperkenalkan akun pembelajaran (belajar.id) beserta fitur-fitrunya kepada para pendidik.
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pendidik mengenai pemanfaatan Google Workspace for Education dalam pembelajaran.

Persyaratan:

  • Pelatihan Terbuka dan GRATIS untuk Pengawas/Kepala Sekolah/Guru/Operator/Tenaga Kependidikan Jenjang TK/SD/SMP/SMA/SMK.
  • Di utamakan Memiliki akun belajar.id (Pastikan akun belajar.id sudah dimiliki)
  • Belum pernah mengikuti pelatihan GMT (Google Master Trainer)
  • Mengisi Form Pendaftaran Disini atau KLIK Link ini : https://bit.ly/formdaftarGWE21



Waktu Pendaftaran :
Minggu s.d. Jumat, 22 s.d. 27 Agustus 2021
Jumlah Peserta Maksimal 100 orang

Jika sudah mendaftar silahkan gabung di grup WA untuk mendapatkan informasi dan kelengkapan lain yang harus disiapkan (Materi, Jadwal Kegiatan, Kelas di GC dan lainnya)


#IndonesiaBelajar

#gmtl12021

Saturday, August 14, 2021

Ada Try Out dan Webinar Buat Anak SMP

 Ada Try Out dan Webinar Buat Anak SMP

Oleh: Iwan Sumantri (Guru Ataya)

Cibadak, 14 Agustus 2021 bertepatan dengan HUT Pramuka yang ke-60, Guru Ataya kali ini ingin berbagi sesuatu yang menarik bagi siswa/i kelas 7,8,9 SMP yang mau meningkatkan prestasi dan semangat belajar, Ikuti beberapa agenda kegiatan berikut:

1. Ikuti Try out online gratis di Ganesha Operation (GO) Kreasi 

2. Webinar Strategi menjadi siswa berprestasi via zoom atau live YouTube

Silahkan Daftar Tryout dan webinar melalui link 

http://ganeshaoperation.com/webinarSMP/

Kegiatan ini diikuti bisa diikuti semua siswa kelas 7,8,9 SMP. Setelah mendapatkan NIS atau Nomor Peserta, Silahkan download aplikasi GO Kreasi di playstore atau appstore, kemudian registrasi/ daftar GO kreasi sebagai siswa dengan menggunakan NO HP atau NIS balasan  yang di berikan pada saat mengisi link pendaftaran.

Mengapa Kamu Harus Mengikuti Tryout dan Webinar Ganesha Operation?

Di Ganesha Operation, kamu akan belajar banyak hal yang tentunya bisa membantu kamu untuk sukses dan bisa meraih impianmu. Webinar ini tidak hanya bagi siswa sekolah saja tetapi untuk orang tua juga, jadi tunggu apalagi?

Catat Waktunya:

1. Ikuti Try out online gratis di GO Kreasi tanggal 18- 19 Agustus 2021

2. Ikuti Webinar Strategi menjadi siswa berprestasi via zoom atau live YouTube

    Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Agustus 2021

    Waktu: 11.00 - 12.30 Wib

    Pembicara : Dr. Ir. Bob Foster, M.M 

    (Direktur Utama Ganesha Opeartion)


Baca Juga : Yuk Isi Form Admin Belajar.id


#Tryout & webinar SMP

#Menjadi siswa berprestasi

Tuesday, August 10, 2021

Yuk Isi Form Admin Belajar.id

Yuk Isi Form Admin Belajar.id

Oleh: Iwan Sumantri (Guru Ataya)

Bapak/ibu Kepala Sekolah/Operator sekolah/TU sebagai admin akun belajar.id penting dan perlu memahami ini. @belajar.id merupakan nama domain yang dipilih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas dasar kemudahan diingat oleh pengguna Akun Pembelajaran serta kesesuaian dengan esensi dari pendidikan itu sendiri.

Selain terdapat beberapa kendala, akun belajar.id juga masih banyak manfaatnya, diantaranya: Memudahkan kolaborasi antara Kepala Sekolah/admin, guru dan peserta didik. Memberi kemudahan kepada pembelajar/ guru untuk memakai aplikasi-aplikasi yang ada di google bila telah mengaktifkan dan menggunakan akun @belajar.id

Siapa saja yang mendapatkan akun pembelajaran?
Hasil gambar
SIAPA SAJA YANG MENDAPATKAN AKUN PEMBELAJARAN ?
  • Peserta didik: • Siswa Kelas 5 dan kelas 6 untuk jenjang SD dan Program Paket A. • Siswa kelas 7 sampai dengan kelas 9 untuk jenjang SMP dan Program Paket B. ...
  • Guru pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  • Tenaga kependidikan yaitu Kepala Sekolah dan operator.







Form Admin Belajar.id ini ditujukan untuk menguji kompetensi admin sekolah (kepala sekolah/operator) dalam memahami cara mengaktifkan akun belajar.id sesuai panduan di link berikut : https://bit.ly/aktifkanakunbelajar

Baca Juga : Yuk Aktifkan Akun Pembelajaran di Kabupaten/Kota Kita Hingga 100%

Bapak/ibu Kepala Sekolah/Operator sekolah/TU sebagai admin akun belajar.id dimohon bantuannya mengisi form dibawah ini untuk pendataan aktivasi akun belajar.id di sekolah bapak/ibu

https://bit.ly/adminbelajarid

untuk pertanyaan Email belajar.id Trainer/Pelatih yang mendistribusikan form ini silakan bapak/ibu isi dengan email: iwansumantri32@guru.smp.belajar.id


Terima kasih atas kerjasama nya

#akunbelajar #GMTbatch5

Thursday, August 5, 2021

Yuk Aktifkan Akun Pembelajaran di Kabupaten/Kota Kita Hingga 100%

Yuk Aktifkan Akun Pembelajaran di Kabupaten/Kota Kita Hingga 100%

Oleh: Iwan Sumantri (Guru Ataya)


Tahun ajaran baru sudah dimulai. Sudahkah anda mempersiapkan strategi pembelajaran atau memliki kendala sebagai berikut:

1. Media Penyimpanan terbatas secara cloud?
2. Keterbatasan akses ke Layanan Pembelajaran berbasis Elektronik?

Kini ada SOLUSI nya:
Aktifkan akun belajar.id sekarang juga.

Manfaat akun pembelajaran belajar.id :
1. Surat Elektronik.
2. penyimpanan dan pembagian dokumen secara elektronik.
3. pengelolaan administrasi pembelajaran secara elektronik.
4. penjadwalan proses pembelajaran secara elektronik.
5. pelaksanaan proses pembelajaran secara daring.

Siapa saja yang dapat mengaktifkan akun pembelajaran belajar.id ?
1. Peserta Didik
2. Pendidik
3. Tenaga Kependidikan (Kepela Sekolah, operator sekolah)

Tahapan mengaktifkan akun pembelajaran belajar.id
1. Dapatkan akun(user id & Password) dari operator sekolah.
2. Buka laman mail.google.com dan masukan nama akun (user id & password)
3. Menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan akun pembelajaran.
4. Mengganti akses masuk (password) akun pembelajaran



Selamat akun pembelajaran belajar.id bapak ibu sudah aktif.
Mari Serentak Bergerak mewujudkan Merdeka Belajar dengan mengaktifkan akun pembelajaran belajar.id.

Info lebih lengkap kunjungi laman: https://belajar.id&quot;

Mari bapak/ibu guru segera aktifkan akun belajar.id nya dan juga punya siswa anda. Untuk panduan cara aktivasi bisa dilihat di link http://bit.ly/aktifkanakunbelajar dan untuk lebih paham tentang akun belajar.id dapat dilihat pada link http://www.belajar.id sedangkan untuk melihat berapa banyak di kota anda yang sudah aktivasi dapat dilihat pada link http://bit.ly/kabupatenbelajarid

Surat Edaran Kemdikbud Untuk Aktivasi Akun Pembelajaran Bapak/Ibu Guru


Saturday, July 10, 2021

Refleksi Guru Belajar di Bimtek Seri Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022

Ada Sesuatu di Bimtek Guru Belajar Seri Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Setelah mengikuti Bimtek Guru Belajar Seri Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022 (angkatan 1) banyak hal yang saya dapatkan. Guru Belajar Seri Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022 terdiri dari 2 tahap, yaitu: Bimtek dan Pengimbasan. Pada tahap bimtek , saya selaku peserta mendapatkan pemahaman terkait konsep, kerangka dasar, penerapan praktik, dan penjaminan mutu pembelajaran di Tahun Ajaran 2021/2022. Program ini bertujuan untuk menjawab berbagai persoalan guru, diantaranya: 

1.  Membantu guru dan kepala satuan pendidikan dalam mendapatkan pemahaman yang utuh terhadap Panduan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Tahun Ajaran 2021/2022

2.  Membantu guru memahami pengelolaan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 di tahun ajaran 2021-2022. 

3.     Membantu guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran beserta jadwal belajar pada tahun ajaran 2021-2022.

Dari Bimtek tahap 1 tersebut tentunya saya selaku guru harus mengaktualisasikan dan mempraktikkannya apa yang sudah saya dapatkan dari Bimtek tersebut.

Pembelajaran di Tahun Ajaran Baru 2021/2022, kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang ditetapkan pada 30 Maret 2021, terdapat 3 poin penting yang perlu dipertimbangkan dalam Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, yaitu;

1. Kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan merupakan prioritas utama.

2. Satuan pendidikan telah melakukan vaksinasi.

3. Penerapan protokol kesehatan yang ketat di satuan pendidikan



Hasil Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 diharapkan mampu memberikan manfaat terutama bagi peserta didik. Melalui berbagai protokol kesehatan yang diterapkan, serta perubahan-perubahan praktik pembelajaran peserta didik dapat merasakan manfaat berikut ini:

1.  Mendapatkan hak pendidikan

2. Memperoleh layanan pembelajaran yang berkualitas yang mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada masa pandemi COVID-19

3. Bersama warga satuan pendidikan yang lain, peserta didik mendapatkan akses kepada dukungan psikososial pada masa pandemi COVID-19 melalui keberadaan satuan pendidikan.

4. Memiliki lingkungan belajar yang memprioritaskan kesehatan dan keselamatan melalui protokol kesehatan.

Ukuran keberhasilan pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022 dibagi menjadi 2 kriteria, yaitu :

1) Ukuran keberhasilan bagi satuan pendidikan, meliputi: tingkat kepatuhan protokol kesehatan, tingkat efektivitas pengelolaan pembelajaran, tingkat pelibatan guru, tingkat pelibatan orang tua.

2) Ukuran keberhasilan guru, meliputi: tingkat kepatuhan protokol kesehatan, tingkat pelibatan orang tua, Ttngkat pelibatan peserta didik.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB)  4 Menteri itu juga ada 9 ketentuan pokok Pembelajaran yang harus kita ketahui pada Masa Pandemi COVID-19, yaitu:

1) Penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 dilakukan dengan:

a. pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan; dan/atau

b. pembelajaran jarak jauh

 

2) Dalam hal pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan telah divaksinasi COVID-19 secara lengkap, maka pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya mewajibkan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi di wilayahnya menyediakan pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh.

 

3)  Orang tua/wali peserta didik dapat memilih pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh bagi anaknya.

4)  Penyediaan layanan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam poin nomor 2 di atas dilaksanakan paling lambat tahun ajaran dan tahun akademik 2021/2022.

5) Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam poin nomor 1.

6)  Dalam hal berdasarkan hasil pengawasan di atas ditemukan kasus terkonfirmasi COVID-19 di satuan pendidikan, maka Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, dan kepala satuan pendidikan, wajib melakukan penanganan kasus yang diperlukan dan dapat memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan.

7)  Dalam hal satuan pendidikan belum dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada poin nomor dua di atas, maka penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan mengacu pada SKB yang diterbitkan pada tanggal 30 Maret 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

8)  Dalam hal terdapat kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran COVID-19 pada suatu wilayah tertentu, maka pembelajaran tatap muka terbatas dapat diberhentikan sementara sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan dalam kebijakan dimaksud.

9)  Ketentuan mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tercantum dalam Lampiran SKB tersebut.


Baca Juga : Idul Fitri 1442H Ala Guru Ataya


Setelah mendapatkan Bimtek Belajar dan Berbagi seri Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022 untuk Guru, saya sadari bahwa perlu ada perubahan dalam kegiatan pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini yang dirancang untuk menjawab tantangan dan kompleksitas yang dihadapi siswa, guru serta satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah. Yang paling penting adalah siswa bisa memperoleh pembelajaran sesuai kebutuhan mereka.

Pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19, harus mengacu pada kebutuhan peserta didik, protokol kesehatan, kurikulum kondisi khusus, prinsip pembelajaran, dan sikap adaptif. Sebagai guru, saya harus lebih memaksimalkan apa yang harus dilaksanakan, mulai dari pelaksanaan asesmen diagnosis, orientasi belajar dan psikososial, asesmen formatif, refleksi, dan asesmen sumatif.



Pembelajaran di tahun ajaran 2021/2022 diharapkan dapat menjadi upaya untuk memperbaiki kesempatan belajar siswa yang menurun atau hilang akibat perubahan praktik pembelajaran selama Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) di masa pandemi dan mampu memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik, dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan yang merupakan prioritas utama pembelajaran di masa pandemi COVID-19.

Segera gabung di Guru Berbagi dan Belajar Kemdikbud.go.id dan buka SIM PKB nya!

#MerdekaBelajar

#PTA2122