Sunday, September 4, 2022

Catatan PP di Lokakarya Orientasi PPGP Angkatan 6 Kabupaten Sukabumi

Catatan PP  di Lokakarya Orientasi PPGP Angkatan 6 Kabupaten Sukabumi

Oleh: Guru Ataya (PP_116_Iwan Sumantri)

Sukabumi, 3 September 2022. Sesuai dengan agenda Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 dikeluarkan oleh BBGP Provinsi Jawa Barat melalui Surat Undangan Nomor: 1650/B7.2/GT.02.00/2022 tertanggal 31 Agustus 2022 perihal Lokakarya Orientasi PPGP Angkatan 6.

Dalam rangka sosialisai dan koordinasi penyelenggaraan PGP di setiap Kab/Kota sasaran dengan melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem sekolah,maka BBGP Provinsi Jawa Barat akan melaksanakan Lokakarya Orientasi secara Daring. Melalui surat undangan tersebut, BBGP Provinsi Jawa Barat mengharapakan pada Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk mengizinkan dan menugasi nama-nama CGP dan PP sesuai lampiran untuk mengikuti kegiatan tersebut yang pelaksanaanya di hari Sabtu, 3 September 2022 mulai pukul 07.45 s.d. 16.15 WIB.

Ada 10 Kabupaten dan 2 Kota yang terdaftar di Program Guru Penggerak Angkatan 6, salah satunya adalah Kabupaten Sukabumi dan PP didalamnya adalah Iwan Sumantri.

Berbeda dengan agenda lokakarya Orientasi PGP Angkatan sebelumnya, di Angkatan 6 ini lokakarya orientasi dilaksanakan secara daring dengan jadwal Lokakarya Orientasi sebagai berikut:

No

Waktu (WIB)

Kegiatan/Materi

Petugas

Peserta

 

1.

 

07.45 – 08.30

Pembukaan Lokakarya

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi

 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi

 

Dinas, KS, PS dan CGP

 

2.

 

08.30 - 09.15

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota

Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota

 

Dinas, KS, PS dan CGP

3.

09.15 - 10.00

Pembukaan pembelajaran di kelas

Pengajar Praktik

Dinas, KS, PS dan CGP

 

4.

 

10.00 – 10.45

Perkenalan Diri dan Kesepakatan Kelas

 

Pengajar Praktik

 

Dinas, KS, PS dan CGP

 

5.

 

10.45 – 11.30

Harapan dan Kekhawatiran Perjalanan Calon Guru Penggerak

 

Pengajar Praktik

 

Dinas, KS, PS dan CGP

6.

11.30 – 12.15

Perjalanan Calon Guru Penggerak

Pengajar Praktik

Dinas, KS, PS dan CGP

7.

12.15 – 13.15

                                                     istirahat

8.

13.15 – 14.00

Posisi Diri

Pengajar Praktik

Dinas, KS, PS dan CGP

9.

14.00 – 14.45

 

Rencana Pengembangan Diri Pengenalan Portofolio Digital Refleksi dan Penutup

 

 

Pengajar Praktik

 

 

CGP

10.

14.45 – 15.30

11.

15.30 – 16.15

Wednesday, August 31, 2022

Ada Sesuatu di Ruang Diskusi Virtual Fasil Rahmatilah Syam

 Ada Sesuatu di Ruang Diskusi Virtual Fasil Rahmatilah Syam

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri PP_117 Ang.6)

Cibadak, 31 Agustus 2022. Hari kedua kegiatan Calon Guru Penggerak (CGP ) Angkatan 6 di Modul – 06 – 46 – Jabar – Rahmatilah-Syam adalah membahas Paket Modul 1 Paradigma dan Visi Guru Penggerak dengan Sub Modul 1.1. Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional – Ki Hajar Dewantara (KHD) diisi dengan 1.1.a.4.1. Forum Diskusi Modul 1.1 di Ruang Diskusi Virtual.

Guru Ataya diagenda ini masuk dalam kelompok B Bersama PP 118 Bu Nina Nuramelia dengan jumlah CGP 4 guru hebat dengan PP 117 dan 5 Guru Hebat Bersama PP 118.

Ruang diskusi Virtual Bersama Fasil Pak Rahmtilah Syam di mulai pukul 19.15. Alhamdulilah kami dikelompok B berjumlah 11 orang bisa hadir dan bertatap maya di runag Gmeet yang disediakan. Agenda Diskusi Virtual diawali dengan pembukan dan doa Bersama yang dipimpin oleh fasilitator kelompok kami.

Agenda di diawali dengan berpantun dan pembuatan kesepakatan kelas di ruang Diskusi. Dengan media Jambord fasilitaor menayangkan kesepakatan kelas. Semua peserta mengisinya dengan antuisias, walau diantara mereka baru mengenal media tersebut, tetapi dengan semangat dan keinginan untuk mengisi terasa familiar media tersebut. Kesepakatan kelas telah terbentuk salah satunya adalah kehadiran harus tepat waktu, saat ada yang berbicara, semua microfon di offkan. Jika mau bertanya harus resend dulu (angkat tangan). Semua peserta mengisi jambord dengan antusias…..ada ilmu baru..ada sesuatu yang baru disini bagi para CGP yang baru mengenalnya.


Sebelum ke materi pokok, Fasilitator membuat Es Breaking Ala Fasilitator Rahmatilah Syam, sehingga suasana yang awalnya tegang, mulai mencair, ada senyum dan tawa di para CGP kelompok B. Es Breaking Menyusun Kata…. RANGKASULA…..menjadi……SUKALARANG….KOLOCIS…. menjadi CISOLOK…..HANTURAPELABU….menjadi PELABUHANRATU……dan seterusnya….benar-benar menantang, sesuatu banget.

Memasuki materi diskusi, fasilitator memberikan pertanyaan pemantik, yang harus didiskusikan semua peserta virtual termasuk guru ataya untuk memberikan pendapatnya.

Tujuan Pembelajaran KhususPeserta mampu memberikan perspektif reflektif kritis tentang pemikiran (filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara dalam forum diskusi.

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak (CGP)

Tuesday, August 23, 2022

Yuk Kita Latihan Soal AKM 2022

Yuk Kita Latihan Soal AKM 2022

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 23 Agustus 2022. Sejak 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN). Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2022 akan dimulai pada September sampai dengan Nopember 2022.

Apa yang dimaksud dengan asesmen nasional?

Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen, yaitu:
Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.

Jadi Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yakni: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Survei Karakter. Survei Lingkungan Belajar.

Jadwal Asesmen Nasional jenjang SMK/MAK/MA/SMA

Untuk jenjang SMK, MAK, MA, SMA, SMALB, ANBK 2022 akan digelar 29 Agustus-1 September 2022. Sementara untuk Paket C, dijadwalkan pada pada 29 Agustus-4 September 2022. Adapun ANBK 2022 untuk jenjang SMP sederajat, yang akan dilaksanakan pada tanggal 19-22 September 2022.

Jadwal Asesmen Nasional jenjang SMP sederajat 2022

  • Sinkronisasi simulasi AN gelombang 1: 29:31 Juli 2022
  • Simulasi AN gelombang 1: 1-4 Agustus 2022
  • Sinkronisasi AN gelombang 2: 57 Agustus 2022
  • Simulasi AN gelombang 2: 8-11 Agustus 2022
  • Sinkronisasi gladi bersih AN jenjang SMP/MTs/SMPLB/Paket B: 9-11 September 2022
  • Gladi bersih AN jenjang SMP/MTs/SMPLB/Paket B: 12-15 September 2022
  • Sinkronisasi AN jenjang SMP/MTs/SMPLB/Paket B: 16-18 September 2022 
  • Pelaksanaan AN jenjang SMP/MTs/SMPLB/Paket B: 19-22 September 2022 
  • Pelaksanaan AN jenjang Paket B: 24-25 September 2022

 

Tuesday, August 16, 2022

Pengabdian dan Perjuangan Itu Akan Segera di Mulai

Pengabdian dan Perjuangan Itu Akan Segera di Mulai

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 16 Agustus 2022. Setelah pembekalan dan melewati serta menunggu cukup lama dari Calon Pengajar Praktik (CPP) menjadi Pengajar Praktik (PP) Angkatan 6, akhirnya Jumat,12 Agustus 2022, guru Ataya menerima rekapan para PP Angkatan 6 dengan para CGP yang akan didampingya. Ada 41 PP Angkatan 6 dari Kabupaten Sukabumi yang tergabung ( 17 PP Angkatan 3 dan 24 PP Angkatan 6), sedangkan para CGP Angkatan 6 kurang lebih ada 186 guru hebat yang tersebar dari Utara dan selatan Kabupaten Sukabumi.

Seperti kita ketahui, Pendidikan Guru Penggerak adalah program Pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelaihan daring,lokakarya,konfrensi, dan pemdampingan selama 6 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program guru tetap menjlanakan tugas mengajarnya sebagai guru.

Sementara untuk Pengajar Praktik mendampingi peserta menjalankan perannya sebagai calon guru penggerak, khususnya pada pasca pelatihan selama 6 bulan. Pengajar Praktik diundang sebagai instruktur tamu pada proses Pendampingan

Pengajar Praktik akan bertugas selama 6 bulan

Peran PP

  • Memfasilitasi lokakarya pada setiap bulan
  • Berbagi praktik baik dengan calon guru penggerak
  • Mengevaluasi dan memberi umpan balik calon guru penggerak
  • Memfasilitasi proses refleksi dan rencana tindak lanjut untuk peserta saat masa daring
  • Membuat laporan capaian perkembangan calon guru penggerak

Kompetensi PP Yang di Harapkan

  • Menguasai teknik dan keterampilan mentoring dan coaching
  • Menyusun rencana Pendampingan
  • membuat kesepakatan dengan calon guru penggerak
  • Membuat jadwal Pendampingan
  • Memiliki komitmen untuk memenuhi tenggat waktu
  • Mengevaluasi dan memberi umpan balik calon guru penggerak
  • Berkomunikasi dengan efektif
  • Memiliki kemampuan andragogi

Thursday, August 11, 2022

Info Penting Sekitar Asesmen Nasional Buat Kepala Sekolah dan Guru

Info Penting Sekitar Asesmen Nasional Buat Kepala Sekolah dan Guru

Cibadak, 11 Agustus 2022, Tahun 2022 memasuki tahun kedua pelaksanaan Asesmen Nasional.

Apa itu Asesmen Nasional Berbasis Komputer (AN)?

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk memotret mutu pembelajaran di sekolah. Salah satu instrumen yang digunakan di ANBK adalah Survei Lingkungan Belajar. ANBK memiliki tiga instrumen, yakni Asesmen Kompetensi Minimum yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi, Survei Karakter, dan terakhir Survei Lingkungan Belajar.

Apa itu Survey Lingkungan Belajar (Sulingjar)?

Dikutip dari laman Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Survei Lingkungan Belajar adalah alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan

Survei Lingkungan Belajar bertujuan memotret berbagai aspek yang terkait dengan lingkungan belajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan, sehingga hasil asesmen nasional secara komprehensif memberikan profil satuan pendidikan dari input-proses-output. Setiap respon yang bapak/ibu berikan diharapkan dapat mencerminkan kondisi satuan pendidikan sesungguhnya dan menjadi informasi reflektif. Oleh karena itu; kejujuran, keaktifan, serta kelengkapan dalam pengisian survei lingkungan belajar; menjadi kunci kualitas informasi yang akan diterima oleh satuan pendidikan.

Berikut prosedur pengisian Survey Lingkungan Belajar

  • Survei Lingkungan Belajar wajib diisi oleh seluruh Kepala Satuan Pendidikan dan Guru yang terdaftar pada sistem pendataan Dapodik dan Emis
  • Kepala Satuan Pendidikan dan Guru dapat login menggunakan data yang tercetak pada kartu Login Sulingjar
  • Kartu login didapatkan dari proktor/operator pada satuan pendidikan masing-masing yang ditunjuk untuk mengakses dan mencetak kartu login pada halaman dashboard Sulingjar.
  • Halaman dashboard Sulingjar dapat diakses proktor/operator satuan pendidikan di https://dashboardslb.kemdikbud.go.id/
  • Waktu pengisian akan aktif sesuai jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional di setiap jenjang pendidikan.
  • Jika Anda bertugas di lebih dari satu satuan pendidikan, pastikan Anda mengisi survei lingkungan belajar untuk setiap tempat penugasan
  • Kendala selama proses pengisian dapat disampaikan ke tim helpdesk Asesmen Nasional melalui proktor/operator satuan Pendidikan.

Monday, July 4, 2022

Praktik Prinsip Pendidikan Yang Memerdekakan

 Praktik Prinsip Pendidikan Yang Memerdekakan

Oleh: Iwan Sumantri (Calon CPP angkatan 6)

Cibadak, 13 Juni 2022. Pembekalan Hari ke-7 untuk peserta Calon Pengajar Praktik Angkatan 6 gelombang 1 membahas materi yang ada di Modul 1 : Pendidikan Yang Memerdekakan.

Ceritakan hal hal yang sudah selaras dengan praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan?
Hal-hal yang tidak selaras terkait praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan yang dirasa perlu diubah atau dikembangkan bahkan dihilangkan?

Konsep pendidikan yang memerdekakan Ki Hadjar Dewantara yang bermakna bahwa pendidikan seharusnya mengantar anak didik menjadi manusia merdeka, namun tidak mengganggu kemerdekaan orang lain. Inilah yang oleh Ki Hadjar disebut sebagai manusia merdeka yang cakap mengatur hidupnya secara tertib. Ki Hadjar mengenalkan konsep pendidikan yang memerdekakan ini sejak 1920-an dan dipraktikkan melalui lembaga pendidikan bernama Taman Siswa.

Maka tak berlebihan bila konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menekankan pentingnya kemerdekaan ini perlu menjadi inspirasi bagi semua sekolah dalam mengurusi pendidikan saat ini.  Kebijakan-kebijakan pendidikan seperti penentuan kurikulum, akses pendidikan, pendistribusian guru, penentuan anggaran pendidikan, pelibatan masyarakat dalam pengembangan pendidikan dan sebagainya, sudah sepatutnya berlandaskan pada visi pendidikan yang memerdekakan, bukan yang memenjarakan siswa maupun gurunya.

Prinsip yang tidak relevan saat ini adalah bahwa guru adalah satu-satunya penyampai informasi, menganggap semua siswa adalah sama menjadi tidak pas ketika memiliki pandangan demikian.

Setelah belajar mengenai pendidikan yang memerdekakan tentu ada pergeseran paradigma bahwa lembaga pendidikan harus memiliki orientasi pelayanan terhadap siswa dan guru harus menghamba pada siswa dalam hal pengajaran sehingga tercipta pendidikan yang memanusiakan manusia dan terwujudnya merdeka belajar.

Hal apa yang dapat saya kembangkan untuk bisa menumbuhkan pendidikan yang memerdekakan di kelas 1) Mengenal perserta didik dengan cara merancang dan melakukan asessmen diagnostik awal untuk mengetahui profil siswa;.2) Merancang pembelajaran sesuai dengan hasil asessmen diagnostik awal yang telah dilakukan.

Sunday, July 3, 2022

Sekilas Tentang Ki Hajar Dewantara Dimata Seorang CPP

Sekilas Tentang Ki Hajar Dewantara Dimata Seorang CPP

Oleh: Iwan Sumantri (SMPN 3 Cibadak)

Cibadak, 3 Juli 2022. Selaku alumni yang pernah mengeyam Pendidikan di Perguruan Tamansiswa (Taman Muda (SD) tahun 1976-1981), Taman Dewasa (SMP 1981-1984); Mengajar di Perguruan Tamansiswa ( 1987-2005), guru Ataya (Iwan Sumantri) mencoba berbagi bagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara (Filosofi KHD) mulai di gali dan di terapkan di Kurikulum Merdeka nanti. Disamping itu hasil dari Pembekalan Para CPP (Calon Pengajar Praktik) Program Guru Penggerak Angkatan 6 gelombang 1 yang lalu mencoba berbagi tentang ajaran Ki Hajar Dewantara yang TAK Usang dan masih relepan dengan dunia Pendidikan di Indonesia.

Peringatan 100 tahun Tamansiswa merupakan momentum membangkitkan kesadaran masyarakat untuk selalu meningkatkan daya saing dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  bagi kemandirian dan kemajuan bangsa dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, makmur dan Madani

Jumat, 10 Juni 2022. Hasil dari belajar mandiri dihari kelima dengan materi Pendikan yang memerdekakan dengan menyaksikan tayangan video dan artikel tulisan, saya mencoba merangkumnya berikut ini.

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional. Dalam sejarah pergerekan Indonesia, kita mengenal istilah Tiga Serangkai; E.F.E Douwes Dekker, Tjipto Mangunkoesoemo, dan Ki Hajar Dewantara. Mereka mendirikan partai yang dikenal dengan sebutan Indische Partij pada 25 Desember 1912.

Perjalanan politik dan pendidikan Ki Hajar Dewantara mempertemukannya dengan gagasan pendidikan Friedrich Wilhelm August (1782-1852) tentang permainan sebagai media pembelajaran dan gagasan Maria Montessori (1870-1952) yaitu memberi kemerdekaan kepada anaka-anak.

Kedua gagasan ini menjadi dasar berpikir serta pondasi untuk pengembangan Perguruan Taman Siswa yang didirikan Ki Hajar Dewantara setelah pulang dari Belanda pada tahun 1922. Terbatasnya akses pendidikan bagi bangsa Indonesia pada masa kolonialisme Belanda menjadi salah satu alasan Ki Hajar mendirikan perguruan Taman Siswa.

Sekolah-sekolah yang ada yang didirikan oleh pemerintah penjajah pun kurang menguntungkan bagi bangsa ini. Sekolah-sekolah seperti HIS dan MULO dibuat demi kepentingan Belanda sendiri, yaitu untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja siap pakai.

Saturday, July 2, 2022

Ada Sesuatu dihari Kelima Kelas C Pembekalan Calon Pengajar Praktik Angkatan 6

Ada Sesuatu dihari Kelima Kelas C Pembekalan Calon Pengajar Praktik Angkatan 6

Oleh: Iwan Sumantri (SMPN 3 Cibadak)

Jumat, 10 Juni 2022, pembekalan Calon Pengajar Praktik (CPP) gelombang 1 tahun 2022 memasuki hari kelima dengan aktivitas sinkronus dan asinkronus melalui Gmet dan LMS yang dipandu intruktur Ibu Anita Taurisia Putri dari kota Makasar. Kegiatan dimulai pada pukul 06.30 sd 07.30 dengan belajar mandiri melalui LMS yang disediakan untuk masing-masing peserta.

Tepat pukul 07.30, kami masuk kelas kecil melalui Gmeet dengan materi Penetapan Tujuan, Refleksi dan Umpan Balik Pembelajaran. Pada kegiatan ini kami dirahkan untuk membuat lingkaran emas pribadi (Golden Circle). Pada awalnya saya bingung bagaimana memulainya untuk membuat lingkaran emas pribadi tersebut. Dengan penjelasan dan pemaparan sang instruktur (ibu Anita) akhirnya saya bisa membuat lingkaran emas pribadi tersebut dengan bantuan kata WHY (tujuan: alasan, keyakinan, motivasi), HOW (strategi dan kebutuhan), WHAT (langkah-langkah konkrit dan waktu yang dibutuhkan).

Hasilnya inilah golden Circle Iwan Sumantri:



Saya mengikuti program pembekalan CPP Guru Penggerak sebagai Pengajar Praktik memiliki tujuan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, karena kedepannya ada transformasi pendidikan yang perlu kita ikuti dan kita harus berperan didalamnya.

Melalui pemanfaatan kemampuan yang saya miliki berdasarkan profesi saya sebagai pendidik (wakasek kurikulum) dengan mempelajari modul-modul yang disediakan dalam kegiatan pembekalan sebagi acuan dan referensi untuk perbaikan pendidikan kedepannya. Dengan pengaturan waktu dan memenejnya saya yakin bisa mengikutinya, selain itu juga saya yakin akan bisa melaksanakan tugas ini dengan amanah dan penuh tanggungjawab karena ada rekan guru lainnya yang hebat yang punya semangat untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan upaya kerjasama dan saling membantu.

Hari Ke-4 : Konsep Paket Modul 2 dan 3

Hari Ke-4 : Konsep Paket Modul 2 dan 3

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 9 Juni 2022 Hari Ke-4 : Penyelarasan Konsep Paket Modul 2 dan 3, serta Buku Pegangan Pendampingan Individu dan Lokakarya

Pada kegiatan ini, peserta CPP Angkatan 6 gelombang 1 mengikuti kegiatan penjelasan mengenai poin-poin berikut bersama fasilitator:

  1. Paket Modul 2. Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada murid 
  2. Paket Modul 3. Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah
  3. Bedah Buku Pegangan Pendampingan Individu Calon Guru Penggerak
  4. Bedah Buku Pegangan Lokakarya Calon Guru Penggerak

Berikut hasil yang saya dapatkan pada kegiatan di hari ke 4:

Pembelajaran pada hakikatnya memberikan layanan optimal kepada peserta didik dengan memperhatikan perbedaan & karakteristik individu masing-masing peserta didik. Guru harus mengupayakan pelayanan yang berbeda untuk setiap peserta didik, bukan sebaliknya peserta didik yang mengikuti gaya mengajar guru.


Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:

  1. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga murid-muridnya.
  2. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana guru akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.

Friday, July 1, 2022

Kepala Sekolah Segera Mengisi Refleksi Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka

Kepala Sekolah Segera Mengisi Refleksi Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka

Oleh: Guru Ataya


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan Kemendikburistek terkait kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Merujuk pada kondisi dimana pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyaknya kendala dalam proses pembelajaran di satuan Pendidikan yang memberikan dampak yang cukup signifikan. Kurikulum 2013 yang digunakan pada masa sebelum pandemi menjadi satu satuanya kurikulum yang digunakan satuan pendidikan dalam pembelajaran. Masa pandemi 2020 s.d. 2021 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat (Kur-2013 yang disederhanakan) menjadi rujukan kurikulum bagi satuan pendidikan. Masa pandemi 2021 s.d. 2022 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak (SP) dan SMK Pusat Keunggulan (PK).

Pada masa sebelum dan pandemi, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 kemudian Kurikulum 2013 disederhanakan menjadi kurikulum darurat yang memberikan kemudahan bagi satuan pendidikan dalam mengelola pembelajaran jadi lebih mudah dengan substansi materi yang esensial. Kurikulum Merdeka di SP/SMK-PK menjadi angin segar dalam upaya perbaikan dan pemulihan pembelajaran yang diluncurkan pertama kali tahun 2021.

Pemulihan pembelajaran tahun 2022 s.d. 2024, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah yang belum siap untuk menggunakan Kurikulum Merdeka masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran, begitu juga Kurikulum Darurat yang merupakan modifikasi dari Kurikulum 2013 masih dapat digunakan oleh satuan pendidikan tersebut. Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang di dalam proses pendataan merupakan satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Perjalanan 15 Hari Seorang CPP di Dunia Maya yang "Mengasyikan"

Perjalanan 15 Hari Seorang CPP di Dunia Maya yang "Mengasyikan"
Oleh: Iwan Sumantri (CPP Angkatan 6 Kabupaten Sukabumi)

Cibadak, Sabtu, 4 Juni 2022 diisela-sela istirahat rutinitas kegiatan seorang guru ada kabar dari sim PKB yang berisi : " ....untuk segera mengupload surat tugas dari kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan Pembekalan Calon Pengajar Praktik Guru Penggerak Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 Gelombang 1 yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 s.d. 22 Juni 2022 dengan metode daring sebagaimana tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbudristek Nomor 1367/B3/GT.03.152022 tertanggal 3 Juni 2022..." sontak saja guru Ataya kaget bercampur deg-degan dengan informasi tersebut, sedang santai menikmati libur dari segala aktifitas rutinitas seorang guru pada umumnya, bagaimana mensikapinya? dengan teliti dan sikap yang tenang, akhirnya perintah tersebut bisa dikerjakan tepat di hari Senin, 6 Juni 2022, karena administrasi seoerti itu tidak bisa dibuat secara asal-asalan, tanda tangan kepala sekolah harus benar ditandatangani kepala sekolah dan stempel basa. Satu kegiatan sudah bisa diatasi.

Setelah mempelajari jadwal dan aktifitas yang diberikan serta info dari WA grup yang dimulai Senin, 6 Juni 2022 dengan aktifitas pertama Zoom Meeting untuk pembekalan para CPP semua angkatan 6 gelombang 1.

Semua aktifitas para peserta dalam pembekalan ini dilaksanakan secara daring sinkron dan asinkron melalui SIM PKB dan LMS masing-masing.

Hari Ke-1
Aktivitas dimulai dengan pembukaan dan penjelasan secara umum program pembekalan CPP angkatan 6 gelombang 1 dan sesi terakhir tes awal melalui LMS peserta masing-masing.

Hari Ke-2 
Belajar tentang Alur Belajar Merdeka

Dimulai dari pemahaman diri tentang pemikiran filosofi pendidikan dari KHD, menyimak video tentang pendidikan di Indonesia dari mulai jaman kolonial, kemudian menghubungkannya dengan pendidikan Indonesia saat ini dan pendidikan pada konteks lokal sosial budaya di daerah dimana kita tinggal. Dari pembelajaran ini kita bisa mengambil suatu pemikiran bahwa ternyata nilai-nilai luhur pemikiran-pemikiran luhur yang sudah diwariskan oleh para pejuang kita dahulu semestinya tidak terkikis oleh nilai-nilai yang tidak berpijak pada budaya kita sehingga akan lebih menguatkan dan menebalkan konteks diri murid sebagai manusia dan anggota masyarakat yang bermartabat. Di sini kita ditekankan bahwa pendidikan harus berpihak pada murid, sehingga anak dapat bergerak, berfikir dengan kemampuan sendiri tidak bergantung pada orang lain, akhirnya menjadi manusia seutuhnya yang bermartabat, berbudi pekerti luhur, mandiri, berguna bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungannya. 

Guru Penggerak itu menjalankan filosofi among Ki Hadjar Dewantara: Ing Ngarso Sung Tulada (menjadi teladan, memimpin, contoh kebajikan, patut ditiru atau baik untuk dicontoh oleh orang lain perbuatan-kelakuansifat dan lain-lainnya), Ing Madya Mangun Karsa (memberdayakan, menyemangati, membuat orang lain memiliki kekuatan, kemampuan, tenaga, akal, cara, dan sebagainya demi memperbaiki kualitas diri mereka), serta Tut Wuri Handayani (mempengaruhi, memelihara, dan memprovokasi kebajikan serta kualitas positif lain agar orang lain
bertumbuh dan maju).