Tuesday, August 16, 2022

Pengabdian dan Perjuangan Itu Akan Segera di Mulai

Pengabdian dan Perjuangan Itu Akan Segera di Mulai

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 16 Agustus 2022. Setelah pembekalan dan melewati serta menunggu cukup lama dari Calon Pengajar Praktik (CPP) menjadi Pengajar Praktik (PP) Angkatan 6, akhirnya Jumat,12 Agustus 2022, guru Ataya menerima rekapan para PP Angkatan 6 dengan para CGP yang akan didampingya. Ada 41 PP Angkatan 6 dari Kabupaten Sukabumi yang tergabung ( 17 PP Angkatan 3 dan 24 PP Angkatan 6), sedangkan para CGP Angkatan 6 kurang lebih ada 186 guru hebat yang tersebar dari Utara dan selatan Kabupaten Sukabumi.

Seperti kita ketahui, Pendidikan Guru Penggerak adalah program Pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelaihan daring,lokakarya,konfrensi, dan pemdampingan selama 6 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program guru tetap menjlanakan tugas mengajarnya sebagai guru.

Sementara untuk Pengajar Praktik mendampingi peserta menjalankan perannya sebagai calon guru penggerak, khususnya pada pasca pelatihan selama 6 bulan. Pengajar Praktik diundang sebagai instruktur tamu pada proses Pendampingan

Pengajar Praktik akan bertugas selama 6 bulan

Peran PP

  • Memfasilitasi lokakarya pada setiap bulan
  • Berbagi praktik baik dengan calon guru penggerak
  • Mengevaluasi dan memberi umpan balik calon guru penggerak
  • Memfasilitasi proses refleksi dan rencana tindak lanjut untuk peserta saat masa daring
  • Membuat laporan capaian perkembangan calon guru penggerak

Kompetensi PP Yang di Harapkan

  • Menguasai teknik dan keterampilan mentoring dan coaching
  • Menyusun rencana Pendampingan
  • membuat kesepakatan dengan calon guru penggerak
  • Membuat jadwal Pendampingan
  • Memiliki komitmen untuk memenuhi tenggat waktu
  • Mengevaluasi dan memberi umpan balik calon guru penggerak
  • Berkomunikasi dengan efektif
  • Memiliki kemampuan andragogi

Thursday, August 11, 2022

Info Penting Sekitar Asesmen Nasional Buat Kepala Sekolah dan Guru

Info Penting Sekitar Asesmen Nasional Buat Kepala Sekolah dan Guru

Cibadak, 11 Agustus 2022, Tahun 2022 memasuki tahun kedua pelaksanaan Asesmen Nasional.

Apa itu Asesmen Nasional Berbasis Komputer (AN)?

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk memotret mutu pembelajaran di sekolah. Salah satu instrumen yang digunakan di ANBK adalah Survei Lingkungan Belajar. ANBK memiliki tiga instrumen, yakni Asesmen Kompetensi Minimum yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi, Survei Karakter, dan terakhir Survei Lingkungan Belajar.

Apa itu Survey Lingkungan Belajar (Sulingjar)?

Dikutip dari laman Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Survei Lingkungan Belajar adalah alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan

Survei Lingkungan Belajar bertujuan memotret berbagai aspek yang terkait dengan lingkungan belajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan, sehingga hasil asesmen nasional secara komprehensif memberikan profil satuan pendidikan dari input-proses-output. Setiap respon yang bapak/ibu berikan diharapkan dapat mencerminkan kondisi satuan pendidikan sesungguhnya dan menjadi informasi reflektif. Oleh karena itu; kejujuran, keaktifan, serta kelengkapan dalam pengisian survei lingkungan belajar; menjadi kunci kualitas informasi yang akan diterima oleh satuan pendidikan.

Berikut prosedur pengisian Survey Lingkungan Belajar

  • Survei Lingkungan Belajar wajib diisi oleh seluruh Kepala Satuan Pendidikan dan Guru yang terdaftar pada sistem pendataan Dapodik dan Emis
  • Kepala Satuan Pendidikan dan Guru dapat login menggunakan data yang tercetak pada kartu Login Sulingjar
  • Kartu login didapatkan dari proktor/operator pada satuan pendidikan masing-masing yang ditunjuk untuk mengakses dan mencetak kartu login pada halaman dashboard Sulingjar.
  • Halaman dashboard Sulingjar dapat diakses proktor/operator satuan pendidikan di https://dashboardslb.kemdikbud.go.id/
  • Waktu pengisian akan aktif sesuai jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional di setiap jenjang pendidikan.
  • Jika Anda bertugas di lebih dari satu satuan pendidikan, pastikan Anda mengisi survei lingkungan belajar untuk setiap tempat penugasan
  • Kendala selama proses pengisian dapat disampaikan ke tim helpdesk Asesmen Nasional melalui proktor/operator satuan Pendidikan.

Monday, July 4, 2022

Praktik Prinsip Pendidikan Yang Memerdekakan

 Praktik Prinsip Pendidikan Yang Memerdekakan

Oleh: Iwan Sumantri (Calon CPP angkatan 6)

Cibadak, 13 Juni 2022. Pembekalan Hari ke-7 untuk peserta Calon Pengajar Praktik Angkatan 6 gelombang 1 membahas materi yang ada di Modul 1 : Pendidikan Yang Memerdekakan.

Ceritakan hal hal yang sudah selaras dengan praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan?
Hal-hal yang tidak selaras terkait praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan yang dirasa perlu diubah atau dikembangkan bahkan dihilangkan?

Konsep pendidikan yang memerdekakan Ki Hadjar Dewantara yang bermakna bahwa pendidikan seharusnya mengantar anak didik menjadi manusia merdeka, namun tidak mengganggu kemerdekaan orang lain. Inilah yang oleh Ki Hadjar disebut sebagai manusia merdeka yang cakap mengatur hidupnya secara tertib. Ki Hadjar mengenalkan konsep pendidikan yang memerdekakan ini sejak 1920-an dan dipraktikkan melalui lembaga pendidikan bernama Taman Siswa.

Maka tak berlebihan bila konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menekankan pentingnya kemerdekaan ini perlu menjadi inspirasi bagi semua sekolah dalam mengurusi pendidikan saat ini.  Kebijakan-kebijakan pendidikan seperti penentuan kurikulum, akses pendidikan, pendistribusian guru, penentuan anggaran pendidikan, pelibatan masyarakat dalam pengembangan pendidikan dan sebagainya, sudah sepatutnya berlandaskan pada visi pendidikan yang memerdekakan, bukan yang memenjarakan siswa maupun gurunya.

Prinsip yang tidak relevan saat ini adalah bahwa guru adalah satu-satunya penyampai informasi, menganggap semua siswa adalah sama menjadi tidak pas ketika memiliki pandangan demikian.

Setelah belajar mengenai pendidikan yang memerdekakan tentu ada pergeseran paradigma bahwa lembaga pendidikan harus memiliki orientasi pelayanan terhadap siswa dan guru harus menghamba pada siswa dalam hal pengajaran sehingga tercipta pendidikan yang memanusiakan manusia dan terwujudnya merdeka belajar.

Hal apa yang dapat saya kembangkan untuk bisa menumbuhkan pendidikan yang memerdekakan di kelas 1) Mengenal perserta didik dengan cara merancang dan melakukan asessmen diagnostik awal untuk mengetahui profil siswa;.2) Merancang pembelajaran sesuai dengan hasil asessmen diagnostik awal yang telah dilakukan.

Sunday, July 3, 2022

Sekilas Tentang Ki Hajar Dewantara Dimata Seorang CPP

Sekilas Tentang Ki Hajar Dewantara Dimata Seorang CPP

Oleh: Iwan Sumantri (SMPN 3 Cibadak)

Cibadak, 3 Juli 2022. Selaku alumni yang pernah mengeyam Pendidikan di Perguruan Tamansiswa (Taman Muda (SD) tahun 1976-1981), Taman Dewasa (SMP 1981-1984); Mengajar di Perguruan Tamansiswa ( 1987-2005), guru Ataya (Iwan Sumantri) mencoba berbagi bagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara (Filosofi KHD) mulai di gali dan di terapkan di Kurikulum Merdeka nanti. Disamping itu hasil dari Pembekalan Para CPP (Calon Pengajar Praktik) Program Guru Penggerak Angkatan 6 gelombang 1 yang lalu mencoba berbagi tentang ajaran Ki Hajar Dewantara yang TAK Usang dan masih relepan dengan dunia Pendidikan di Indonesia.

Peringatan 100 tahun Tamansiswa merupakan momentum membangkitkan kesadaran masyarakat untuk selalu meningkatkan daya saing dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  bagi kemandirian dan kemajuan bangsa dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, makmur dan Madani

Jumat, 10 Juni 2022. Hasil dari belajar mandiri dihari kelima dengan materi Pendikan yang memerdekakan dengan menyaksikan tayangan video dan artikel tulisan, saya mencoba merangkumnya berikut ini.

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional. Dalam sejarah pergerekan Indonesia, kita mengenal istilah Tiga Serangkai; E.F.E Douwes Dekker, Tjipto Mangunkoesoemo, dan Ki Hajar Dewantara. Mereka mendirikan partai yang dikenal dengan sebutan Indische Partij pada 25 Desember 1912.

Perjalanan politik dan pendidikan Ki Hajar Dewantara mempertemukannya dengan gagasan pendidikan Friedrich Wilhelm August (1782-1852) tentang permainan sebagai media pembelajaran dan gagasan Maria Montessori (1870-1952) yaitu memberi kemerdekaan kepada anaka-anak.

Kedua gagasan ini menjadi dasar berpikir serta pondasi untuk pengembangan Perguruan Taman Siswa yang didirikan Ki Hajar Dewantara setelah pulang dari Belanda pada tahun 1922. Terbatasnya akses pendidikan bagi bangsa Indonesia pada masa kolonialisme Belanda menjadi salah satu alasan Ki Hajar mendirikan perguruan Taman Siswa.

Sekolah-sekolah yang ada yang didirikan oleh pemerintah penjajah pun kurang menguntungkan bagi bangsa ini. Sekolah-sekolah seperti HIS dan MULO dibuat demi kepentingan Belanda sendiri, yaitu untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja siap pakai.

Saturday, July 2, 2022

Ada Sesuatu dihari Kelima Kelas C Pembekalan Calon Pengajar Praktik Angkatan 6

Ada Sesuatu dihari Kelima Kelas C Pembekalan Calon Pengajar Praktik Angkatan 6

Oleh: Iwan Sumantri (SMPN 3 Cibadak)

Jumat, 10 Juni 2022, pembekalan Calon Pengajar Praktik (CPP) gelombang 1 tahun 2022 memasuki hari kelima dengan aktivitas sinkronus dan asinkronus melalui Gmet dan LMS yang dipandu intruktur Ibu Anita Taurisia Putri dari kota Makasar. Kegiatan dimulai pada pukul 06.30 sd 07.30 dengan belajar mandiri melalui LMS yang disediakan untuk masing-masing peserta.

Tepat pukul 07.30, kami masuk kelas kecil melalui Gmeet dengan materi Penetapan Tujuan, Refleksi dan Umpan Balik Pembelajaran. Pada kegiatan ini kami dirahkan untuk membuat lingkaran emas pribadi (Golden Circle). Pada awalnya saya bingung bagaimana memulainya untuk membuat lingkaran emas pribadi tersebut. Dengan penjelasan dan pemaparan sang instruktur (ibu Anita) akhirnya saya bisa membuat lingkaran emas pribadi tersebut dengan bantuan kata WHY (tujuan: alasan, keyakinan, motivasi), HOW (strategi dan kebutuhan), WHAT (langkah-langkah konkrit dan waktu yang dibutuhkan).

Hasilnya inilah golden Circle Iwan Sumantri:



Saya mengikuti program pembekalan CPP Guru Penggerak sebagai Pengajar Praktik memiliki tujuan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, karena kedepannya ada transformasi pendidikan yang perlu kita ikuti dan kita harus berperan didalamnya.

Melalui pemanfaatan kemampuan yang saya miliki berdasarkan profesi saya sebagai pendidik (wakasek kurikulum) dengan mempelajari modul-modul yang disediakan dalam kegiatan pembekalan sebagi acuan dan referensi untuk perbaikan pendidikan kedepannya. Dengan pengaturan waktu dan memenejnya saya yakin bisa mengikutinya, selain itu juga saya yakin akan bisa melaksanakan tugas ini dengan amanah dan penuh tanggungjawab karena ada rekan guru lainnya yang hebat yang punya semangat untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan upaya kerjasama dan saling membantu.

Hari Ke-4 : Konsep Paket Modul 2 dan 3

Hari Ke-4 : Konsep Paket Modul 2 dan 3

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 9 Juni 2022 Hari Ke-4 : Penyelarasan Konsep Paket Modul 2 dan 3, serta Buku Pegangan Pendampingan Individu dan Lokakarya

Pada kegiatan ini, peserta CPP Angkatan 6 gelombang 1 mengikuti kegiatan penjelasan mengenai poin-poin berikut bersama fasilitator:

  1. Paket Modul 2. Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada murid 
  2. Paket Modul 3. Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah
  3. Bedah Buku Pegangan Pendampingan Individu Calon Guru Penggerak
  4. Bedah Buku Pegangan Lokakarya Calon Guru Penggerak

Berikut hasil yang saya dapatkan pada kegiatan di hari ke 4:

Pembelajaran pada hakikatnya memberikan layanan optimal kepada peserta didik dengan memperhatikan perbedaan & karakteristik individu masing-masing peserta didik. Guru harus mengupayakan pelayanan yang berbeda untuk setiap peserta didik, bukan sebaliknya peserta didik yang mengikuti gaya mengajar guru.


Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:

  1. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga murid-muridnya.
  2. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana guru akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.