Dari Toga Krani ke Toga Hammam: Jejak Perjuangan dan Air Mata Bahagia Keluarga Ataya
Oleh:
Guru Ataya (Iwan Sumantri)
Cibadak
– 14 Oktober 2026. Ada perjuangan yang tidak selalu terlihat, ada doa yang
tidak pernah berhenti dipanjatkan, dan ada kebahagiaan yang tak mampu diukur
hanya dengan selembar ijazah.
Selasa,
13 Oktober 2026, menjadi salah satu hari istimewa dalam perjalanan hidup
keluarga Ataya. Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, kami sekeluarga
bersama rombongan keluarga besar Citos hadir secara langsung di Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung untuk menyaksikan prosesi Wisuda Angkatan
IV.
Hari
itu bukan sekadar menghadiri sebuah seremoni akademik. Bagi keluarga kami,
wisuda tersebut adalah perayaan atas perjuangan panjang, pengorbanan,
kesabaran, dan doa yang akhirnya bermuara pada sebuah kebanggaan.
Hari
itu, putra kedua kami, Hammam Pratama Putra, S.Or., resmi diwisuda dari UPI
Bandung.
Senyum
bahagia, rasa haru, dan ucapan syukur bercampur menjadi satu. Kehadiran
keluarga besar Citos menambah hangat suasana. Dukungan dan doa yang diberikan
secara langsung menjadi pengingat bahwa keberhasilan seseorang tidak pernah
benar-benar berdiri sendiri. Ada keluarga yang membersamai, menguatkan, dan
ikut berbahagia ketika sebuah cita-cita berhasil diraih.
Dua Anak, Dua Wisuda, Satu Kebahagiaan








