Catatan Haru dari Pisah Sambut Kepala SMPN 3 Cibadak
Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)
Suasana penuh haru, hangat, dan kekeluargaan terasa di SMP Negeri 3 Cibadak pada Selasa, 22 September 2026. Sekolah menggelar acara Pisah Sambut Kepala Sekolah, dari Bapak H. Samirin, S.Pd., M.Pd. kepada Kepala Sekolah definitif yang baru, Bapak Subhan Taofik, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar SMPN 3 Cibadak. Bukan hanya sebuah acara seremonial pergantian kepala sekolah, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenang perjalanan, mengucapkan terima kasih, mempererat silaturahmi, serta menyambut masa depan dengan semangat baru.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Pengawas Pembina, Ketua MKKS SMP Kabupaten Sukabumi, tamu undangan dari SMPN 2 Cisaat, para guru dan tenaga kependidikan SMPN 3 Cibadak, serta siswa-siswi SMPN 3 Cibadak.
Dari
Doa hingga Ayat Suci Al-Qur'an
Acara
diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak
Anan Daros, S.Pd.
Nuansa
religius semakin terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur'an dibacakan oleh Salman
Ketas, siswa kelas 8B, dengan Faiza Zahira H., kelas 8B, sebagai saritilawah.
Lantunan ayat suci tersebut seakan menjadi pengingat bahwa setiap pergantian dalam kehidupan adalah bagian dari perjalanan yang harus disyukuri dan dijalani dengan penuh keikhlasan.
H.
Samirin: Sebuah Perjalanan yang Akan Selalu Dikenang
Tibalah
pada salah satu momen yang paling ditunggu sekaligus mengharukan, yaitu sambutan
dan kata-kata dari Kepala Sekolah lama, Bapak H. Samirin, S.Pd., M.Pd.
Selama
menjalankan amanah sebagai pimpinan SMPN 3 Cibadak, banyak cerita, pengalaman,
kebersamaan, dan dinamika yang telah dilalui bersama.
Hari
itu, kata-kata yang disampaikan bukan sekadar sambutan. Ada pesan, kesan, rasa
terima kasih, dan kenangan yang terangkai menjadi satu.
Sebab
dalam sebuah perjalanan kepemimpinan, yang paling lama tinggal bukanlah
jabatan, melainkan jejak kebaikan yang pernah ditanamkan.
Perpisahan dengan seorang pemimpin bukan berarti berakhirnya hubungan. Bisa jadi, ia hanyalah perpindahan tempat untuk melanjutkan pengabdian dengan cara dan ruang yang berbeda.



.jpeg)









