Saturday, May 25, 2024

Pengumuman Kelulusan Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9

Pengumuman Kelulusan Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 

Oleh: Guru Ataya (PP_430_Iwan Sumantri)

Sukabumi, 25 Mei 2024. Berikut ini Guru Ataya akan berbagi tentang isi surat  Nomor : 2687/B7.2/GT.02.00/2024 tertanggal 24 Mei 2024, Perihal : Undangan Penutupan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 yang dinantikan dengan rasa deg-degan dan penuh harap. Semoga informasi ini bermanfaat buat para Calaon Guru Penggerak yang tergabung di angkatan 9. Catat dan simak serta ikuti pengumumannya.

Dengan hormat, Kami sampaikan sehubungan dengan berakhirnya Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9, Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Barat akan melaksanakan Penutupan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9, kami mohon Bapak/Ibu mengizinkan dan menugaskan nama-nama terlampir dalam tautan untuk mengikuti kegiatan dimaksud secara virtual (video conference) yang akan dilaksanakan pada:

Hari, tanggal : Selasa, 28 Mei 2024 pukul : 10.30 WIB s.d. selesai

media : Aplikasi Zoom dan/atau Kanal Youtube

tautan : https://bit.ly/Penutupan-PGP-A9-BBGPJabar

ID Rapat : 913 8607 3227 Kode Sandi : 268830

Youtube live streaming: https://bit.ly/Youtube-Penutupan-A9-BBGPJabar

Lampiran daftar nama Fasilitator, Pengajar Praktik dan Calon Guru Penggerak dapat diunduh pada tautan : https://bit.ly/AktorPGPA9_BBGPJabar

Tuesday, May 21, 2024

Ataya di Pendamping Garuda Tahun 2024

Ataya di Pendamping Garuda Tahun 2024

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, 21 Mei 2024. Berbeda dengan postingan/tulisan sebelum-sebelumnya, kali ini Guru Ataya akan berbagai tentang si Bocil Ataya Rachman Pradana Putra yang berusia 6 tahun 7 bulan yang ikutan di pendaftaran Pendamping Garuda. Kegiatan ini diselenggarakan oleh akun resmi IG @timnas.indonesia. Kegiatan pencarian Pendamping Garuda berhubungan dengan babak kulaifikasi Piala Dunia 2026. Saat ini Timnas Indonesia senir sedang berjuang di grup F untuk bisa lolos di babak dua kualifikasi Piala Dunia, Dimana tersisa dua pertandingan lagi yang akan di lakoni oleh timnas garuda, yaitu penentuan untuk lanjut ke fase berikutnya babak ketiga. Dua pertandingan itu akan di jalanai oleh timnas di GBK pada tanggal 6 Juni 2024 Vs Timnas Iraq dan tanggal 11 Juni 2024 Vs Timnas Philipina.

Di dua pertandingan tersebut, panitia sedang merekrut anak-anak usia 5 sd 12 Tahun untuk menjadi pendamping garuda. Nah salah satu pesertanya adalah si Bocil Ataya Rachman Pradana Putra yang mencoba daftar dan mengadu Nasib dan keberuntungan di kegiatan tersebut. Berbekal Usia yang sesuai dan hobi serta prestasi yang pernah di raih, si Bocil Ataya ikut dan berharap dipilh jadi Pendampng Garuda 2024.

Tuesday, May 7, 2024

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 2 Calon Guru Penggerak Reguler Angkatan 11

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 2 Calon Guru Penggerak Reguler Angkatan 11

Oleh : Guru Ataya (Mantan PP angkatan 6 dan 9)

Sukabumi, 7 Mei 2024. Hasil dari jalan-jalan guru Ataya ke https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/ di dapat informasi Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 2 Calan Guru Penggerak Reguler Angkatan 11. Guru Ataya mencoba berbagi bagi para guru di negeri ini yang sudah mendaftar dan lolos seleksi.

Berikut kutipan isi dari Informasi Pengumuman hasil seleksi CGP tersebut :

Menindaklanjuti surat kami nomor: 2890/B3/GT.03.00/2023, tanggal: 3 Oktober 2023, hal: Rekrutmen Calon Guru Penggerak Reguler Angkatan 11, dan nomor: 3802/B3/GT.03.00/2023, tanggal: 26 Desember 2023, hal: Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1 Calon Guru Penggerak Angkatan 11, dengan hormat kami sampaikan bahwa tim seleksi Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah melakukan proses Seleksi Tahap 2 Calon Guru Penggerak (CGP) Reguler Angkatan 11.

Wednesday, May 1, 2024

Catatan Lokakarya 7 “ Panen Hasil Belajar” Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi

Catatan Lokakarya 7 “ Panen Hasil Belajar” Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi

Oleh: Guru Ataya (PP_430_Iwan Sumantri)

Sukabumi, 28 April 2024. Guru merupakan garda terdepan Pendidikan oleh sebab itu Kemendikbudristek mencanangkan Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) untuk membentuk seorang tenaga pendidik menjadi pemimpin pembelajaran Abad 21. Seorang Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh siswa secara holistic, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Untuk menjadi seorang Guru Penggerak seorang guru harus lulus seleksi dan mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Program Guru Penggerak adalah program Pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring,lokakarya,konferensi, dan pendampingan selama 6 bulan bagi calon guru penggerak.

Pemimpin sekolah, dalam berbagai literatur, disebut berperan besar dalam menentukan keberhasilan sekolah karena ia mempunyai tanggungjawab dalam mensinergikan berbagai elemen di dalamnya. Seorang pemimpin sekolah yang berkualitas akan mampu memberdayakan seluruh sumber daya di ekosistem sekolahnya hingga dapat bersatu padu menumbuhkan siswa-siswa yang berkembang secara utuh, baik dalam rasa, karsa, dan ciptanya. Tak dipungkuri, pemimpin sekolah merupakan salah satu aktor kunci dalam terwujudnya Profil Pelajar Pancasila (PPP).

Untuk dapat menjalankan peran-peran tersebut, seorang pemimpin sekolah perlu mendapatkan Pendidikan yang berkualitas sebelum ia menjabat. Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP), sebagai bagian dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar episode kelima.didesain untuk mempersiapkan guru-guru terbaik di negeri ini untuk menjadi pemimpin sekolah yang berfokus pada pembelajaran. Melalui berbagai aktivitas dalam pembelajaran PPGP, kandidat kepala sekolah masa depan diharapkan memiliki harapan besar agar lulusan PPGP dapat mewujudkan standar nasional Pendidikan untuk menjamin mutu Pendidikan diseluruh negeri in, di mana keberpihakan pada siswa menjadi orientasi utamanya.

Untuk pemenuhan kandidat kepala sekolah yang lebih optimal menuntut penyesuaian pada desain pembelajaran PPGP. Karena itu, terhitung dari Angkatan kelima durasi program diefisienkan dari Sembilan bulan menjadi enam bulan. Selain itu, PPGP juga menerapkan diferensiasi proses untuk peserta di daerah yang memiliki akses terbatas, baik dari segi tranfortasi maupun telekomunikasi. Namun terlepas dari moda penyampaian yang beragam, para Calon Guru Penggerak (CGP) di seluruh Ondonesia sama-sama mempelajari materi-materi bekal kepemimpinan dengan system on-the-job learning dimana selama belajar, guru tetap menjalankan perannya di sekolah sekaligus menerapkan pengetahuan yang didapat dari ruang pelatihan ke dalam pembelajaran di kelas. Pendekatan pembelajaran juga tetap menggunakan siklus inkuiri yang sarat dengan refleksi dan praktik langsung, baik bersama sesam CP maupun rekan sejawat di sekolah. Pendampingan dilapangan juga tetap menjadi kunci dari keberhasilan implementasi konsep di kelas atau sekolah CGP.

Thursday, April 4, 2024

Yuk Kita Mengenal Lebih dekat KPPD Kabupaten Sukabumi

Yuk Kita Mengenal Lebih dekat KPPD Kabupaten Sukabumi

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi, 4 April 2024. Komunitas penggerak pendidikan daerah adalah kelompok masyarakat yang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tertentu. Komunitas semacam ini biasanya terdiri dari berbagai elemen masyarakat, seperti guru, orangtua, siswa, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat. Tujuan utama mereka adalah untuk memperbaiki sistem pendidikan di wilayah mereka, meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan relevansi pendidikan bagi semua warga.

Berikut beberapa hal yang
biasanya dilakukan oleh komunitas penggerak pendidikan daerah:

Pemberdayaan Guru: Memberikan pelatihan, sumber daya, dan dukungan kepada guru agar mereka dapat meningkatkan keterampilan mengajar dan memperbaiki kurikulum sesuai kebutuhan lokal.

Menggalang Dukungan Masyarakat: Melibatkan orangtua, tokoh masyarakat, dan sektor swasta untuk mendukung inisiatif pendidikan, baik dalam bentuk sumbangan finansial, pengadaan sarana prasarana, maupun penyediaan mentor bagi siswa.

Pengembangan Program Pendidikan Inovatif: Merancang program pendidikan yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan daerah, termasuk pelatihan keterampilan untuk dunia kerja, pembelajaran berbasis proyek, atau pendekatan pembelajaran aktif lainnya.

Advokasi dan Pengawasan: Melakukan advokasi kepada pemerintah setempat untuk meningkatkan investasi dalam pendidikan dan memastikan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu, mereka juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program pendidikan di wilayah mereka.

Pendekatan Kolaboratif: Bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi non-profit untuk menciptakan sinergi dalam upaya meningkatkan pendidikan di daerah tersebut.

Mengatasi Tantangan Lokal: Mengidentifikasi dan mengatasi tantangan khusus yang dihadapi dalam pendidikan di wilayah mereka, seperti akses terhadap pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, penggunaan teknologi di daerah pedesaan, atau masalah kualitas guru.

Membangun Jaringan: Berpartisipasi dalam jaringan atau asosiasi yang lebih luas untuk bertukar pengalaman, mendapatkan sumber daya tambahan, dan memperluas dampak dari upaya mereka.

Pengembangan Kapasitas: Melakukan pelatihan dan pembinaan untuk anggota komunitas agar mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam memperbaiki pendidikan di daerah mereka.

Komunitas penggerak pendidikan daerah dapat menjadi kekuatan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan lokal, karena mereka meiliki pemahaman yang leibh baik tentang tantangan, karena mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dan peluang yang ada diwilayah mereka, serta memiliki keterlibatan langsung dari berbagai pihak dalam masyarakat.

Komunitas Penggerak Pendidikan Daerah merupakan strategi percepatan transformasi ekosistem pendidikan daerah untuk peningkatan layanan pendidikan yang kualitas dan merata.

BBGP Jabar menciptakan terobosan kolaboratif dengan membentuk KPPD Jabar untuk memajukan pendidikan di wilayah tersebut. Dalam penguatan pengurus KPPD di Hotel Harris, Cibinong, Direktur Jenderal Kemdikbudristek, Prof. Nunuk Suryani, memberikan apresiasi dan menekankan pentingnya kolaborasi.

Monday, April 1, 2024

Lokakarya 6 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi “Keberlanjutan Pengembangan Diri dan Sekolah”

Lokakarya 6 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi “Keberlanjutan Pengembangan Diri dan Sekolah”

Oleh: Guru Ataya (PP_430_Iwan Sumantri) 

Sukabumi, 30 Maret 2024. Keberlanjutan pengembangan diri dan sekolah sangat penting untuk memastikan bahwa siswa dan pendidik terus berkembang dan mengikuti perkembangan zaman. Ada beberapa Langkah yang dapat diambil untuk memastikan keberlanjutan tersebut, diantaranya : 1) Menerapkan kurikulum yang relevan dan terus di perbaharui: Sekolah harus memastikan bahwa kurikulum satuan Pendidikan selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Kurikulum harus terus diperbaharui untuk memastikan siswa mendapatkan pendidikan yang terbaik dan dapat mengikuti perkembangan zaman; 2) Mengadakan pelatihan dan workshop untuk pendidik. Sekolah dapat mengadakan pelatihan dan workshop untuk membantu para pendidik terus berkembang dalam bidang mereka. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan siswa pengalaman belajar yang lebih baik.

Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan suatu langkah stategis dari pemerintah Republik Indonesia dengan mewujudkan guru yang berdaya dan memberdayakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik. Dalam pelaksanaannya program PGP adalah program pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar guru adapat menggerakkan komunitas belajar disekitarnya yang dapat mewujudkan merdeka belajar peserta didik.

Program PGP diselenggarakan dalam rangka memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin Pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Friday, March 29, 2024

Ada Yang Beda di Pendampingan Individu 6 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi

Ada Yang Beda di Pendampingan Individu 6 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi

Oleh: Guru Ataya (PP_430_Iwan Sumantri)

Sukabumi, 28 Maret 2024. Kurang lebih dua minggu dari kegiatan pendampingan individu 5, Para Pengajar Praktik (PP) melaksanakan kembali pendampingan individu ke-6.

Pelaksanaan Pendampingan Individu Ke-6 yang dijadwal oleh BBGP Provinsi Jawa Barat dilaksanakan dalam rentang waktu  19 s.d. 29  Maret 2024,telah dilaksanakan oleh PP-430_Iwan Sumantri (Guru Ataya) sesuai kesepakatan bersama dengan para Calon Guru Penggerak yaitu dimulai dari tanggal 19 sd 29 Maret 2024. Seperti biasa 4 (empat) hari sudah saya selaku PP melaksanakan pendampingan di empat sekolah dengan suasana dan karakteristik yang berbeda dari 5 (lima) pendampangan sebelumnya. Pendampingan Individu 6 ini dilaksanakan disuasana umat Islam melaksanakan ibadah puasa di bulan Suci Ramadan 1445H. Seperti halnya pendampingan-pendampingan individu sebelumnya, kegiatan pendampingan ke-6 mengusung tema Refleksi Perubahan Diri dan Dampak Pendidikan”.

Fokus pendampingan di PI 6 ini adalah 1) Persiapan panen hasil belajar; 2) Pengumpulan survei umpan balik dan refleksi hasil survei tentang kompetensi guru penggerak (feedback 360); 3) Refleksi perubahan dalam pembelajaran yang sudah diterapkan selama 6 bulan, diskusikan dampak pada diri guru dan murid yang terjadi;4) Penilaian pemetaan aset; diskusi apakah tujuan program sudah dikomunikasikan ke warga sekolah.

Pendampingan Individu dilakukan secara konsisten setiap bulan selama CGP mengikuti PGP dengan tema pendampingan yang berbeda-beda. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pemantauan terhadap perubahan yang dilakukan CGP dan rencana apalagi yang akan dilakukan CGP untuk menciptakan sekolah yang berpihak pada siswa.

Saya mulai melaksanakan kegiatan  pendampingan secara individu kepada CGP mulai hari Sabtu, 23 Maret 2024 dengan CGP Uwes Kusaeri  di SDN 2 Cidadap Cidahu; Senin, 25 Maret 2024 dengan CGP Evi Ratnasari di SDN Kaladi Kabandungan; Selasa, 26 Maret 2024 dengan CGP Asep Samsudin di SDN 2 Pangkalan Parungkuda dan terakhir Rabu,27 Maret 2024 dengan CGP Citaningrum di SMPN 2 Cidahu. Selain menjadi salah satu tugas dari pengajar praktik,dengan melakukan kunjungan ke tempat CGP bertugas merupakan pengalaman yang sangat berharga dan menjadi pembelajaran tersendiri bagi seorang guru apalagi disuasana Ramadan seperti pendampingan individu ke-6 ini.

Seperti halnya pada pendampingan sebelumnya, pada pelaksanaan pendampingan individu ke 6 ini,    pengajar praktik meyiapkan bahan yang dibutuhkan sesuai dengan tema Reflkesi Perubaha Diri dan dampak Pendidikan, yakni 1) buku pegangan pendampingan individu; 2) Jurnal Hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP; 3) Jurnal pendampingan, daftar hadir dan rencana pendampingan selanjutnya; 4) Rubrik Dokumentasi Pemetaan Aset (Lampiran 9); 5) Hasil analisis survei umpan balik 3600; 6) Dokumentasi proses pemetaan asset yang meliputi: a) Notulen (mencakup siapa yang berbicara dan ide yang disampaikan,kesimpulan pertemuan;b) Foto proses pertemuan; c) Hasil pemetaan.

Sunday, March 17, 2024

“Kolaborasi dalam Pengelolaan Program Yang Berpihak Pada Murid” Lokakarya 5 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi

Kolaborasi dalam Pengelolaan Program Yang Berpihak Pada Murid”  Lokakarya 5 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi

Oleh: Guru Ataya (PP_430_Iwan Sumantri)

Sukabumi, Sabtu, 16 Maret 2024. Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan suatu Langkah stategis dari pemerintah Republik Indonesia dengan mewujudkan guru yang berdaya dan memberdayakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik. Dalam pelaksanaannya program PGP adalah program pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar guru adapat menggerakkan komunitas belajar disekitarnya yang dapat mewujudkan merdeka belajar peserta didik.

Program PGP diselenggarakan dalam rangka memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin Pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Rancang bangun program PGP mengguanakan pendekatan androgogi dan blended learning selama enam bulan. Program tersebut didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan. Untuk itu maka 70% kegiatan dilakukan dalam bentuk on-the-job training di mana guru sebagai peserta PGP tetap bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah. Sementara 20% kegiatan dirancang dalam bentuk kegiatan bersama rekan sejawat dan 10% lainnya dilakukan dalam bentuk pembelajaran bersama naras umber/intrruktur, fasilitator, dan pengajar praktik.

Pembelajaran bersama pengajar praktik (PP) dilakukan secara individu di satuan Pendidikan masing-masing dan secara berkelompok dalam bentuk lokakarya. Pendampingan pada lokakarya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan CGP untuk menjalankan perannya,menjejaringkan CGP di tingkat kota, menjadi ruang diskusi dan pemecahan masalah yang dihadapi oleh CGP, serta meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan di tingkat sekolah dan kota.

Pendampingan melalui lokakarya bertujuan untuk: a) meningkatkan keterampilan CGP untuk menjalankan perannya; b) menjejaringkan CGP di tingkat kabupaten/kota; c) menjadi ruang diskusi dan pemecahan masalah yang dihadapi oleh CGP; d) dan meningkatkan keterlibatan         pemangku kepentingan        di          tingkat        sekolah dan kabupaten/kota.

Kurang dari satu bulan dari kegiatan lokakarya 4 sebelumnya, Program Pedidikan Guru Penggerak (PGP) menggelar kembali salah satu agenda kegiatannya yaitu lokakarya. Untuk program Pendidikan guru penggerak Angkatan 9 lokarkarya yang diselengarakan adalah Lokakarya 5. Lokakarya 5 Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) Angkatan 9 dilaksanakan secara serentak pada tanggal 16 Maret 2024 di 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat.

Sabtu, 16 Maret 2024 berbeda dengan Lokakarya 4 yang lalu, lokakarya 5 dilaksanakan di waktu bulan suci Ramadhan yang bertempat di SMPN 1 Sukaraja. Hadir pada kegiatan tersebut yakni Tim BBGP Jawa Barat yang di wakili oleh Bapak Nanang Nasirudin, S.Pd., M.Pd.perwakilan Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah V Jawa Barat (Jabar) Bapak Iwan Setiawan, MA.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang di wakili oleh Bapak Hamdani, S.Pd., MSi selaku Kabid Kelembagaan Pengembangan Muatan Lokal, Bapak Ateng Trisnandi Kasi Kurikulum SMP, Panitia dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi, 39 Pengajar Praktik (PP), dan 191 CGP yang masing-masing belajar dalam 13 kelas/ruang kelas.

Seperti hal nya pada lokakarya sebelumnya, kegiatan Lokakarya 5 diawali dengan acara pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sukabumi, Mars Guru Penggerak dan sambutan dari perwakilan BBGP dan perwakilan Kadisdik wilayah 5. Lokakarya 5 dikabupaten Sukabumi dibuka secara resmi langsung oleh Bapak Hamdani,S.Pd.,M.Si. yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi tepat pukul 08.30. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa ada 4 (empat) konsep guru yang harus menjadi perhatian guru yaitu 4-UL . 1) Jebul – guru datang tepat waktu kesekolah; 2) Degul- kerja yang benar dikelas; 3) Jentul – guru melakukan evaluasi awal,evaluasi tengah dan evaluasi akhir serta memonitoring; 4) Guruhul – ada hasil yang baik. Program Pendidikan Guru Penggerak di kabupaten Sukabumi, beliau juga berharap para guru penggerak banyak berkontribusi dan menjadi agen perubahan di dunia Pendidikan khususnya di kabupaten Sukabumi.

Friday, March 8, 2024

Catatan Ala Guru Ataya di PI 5 “Rancangan Program yang Berpihak pada Murid “

 Catatan Ala Guru Ataya di PI 5 “Rancangan Program yang Berpihak pada Murid

Oleh: Guru Ataya (PP_430_Iwan Sumantri)

Sukabumi, 08 Maret 2024. Guru Penggerak merupakan program pendidikan dari pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru, selain itu hadirnya guru penggerak diharapkan mampu menggerakkan komunitas belajar. Prinsip program adalah mendorong upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah maupun diluar sekolah menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning. Dengan menggunakan dua metode yang tadi dijelaskan, nantinya guru yang terdaftar di dalam program ini mereka juga harus mengikuti proses pembelajaran.

Model pembelajaran yang tertuang adalah menggunakan metode pelatihan dalam jaringan atau belajar daring, lokakarya, dan pendampingan individu.

Terdiri dari 70% pengajar bekerja di sekolah, 20% bersama sesama pengajar, dan 10% bersama narasumber, fasilitator, dan pengajar praktik. Pendampingan dilakukan secara individu di sekolah CGP dan pendampingan kelompok melalui kegiatan lokakarya.

Pendampingan individu bertujuan untuk membantu CGP menerapkan hasil pembelajaran daring sehingga CGP mampu:

a.    mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi;

b.    memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik; dan

c.    merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua.

 

Kurang dari satu bulan dari kegiatan pendampingan individu-4, Pengajar Praktik (PP) melaksanakan kembali pendampinagan individu ke-5.

Pelaksanaan Pendampingan Individu Ke-5 yang dijadwal oleh BBGP Provinsi Jawa Barat dalam rentang waktu dari 4 s.d. 16 Maret 2024,telah dilaksanakan oleh PP-430_Iwan Sumantri (Guru Ataya) sesuai kesepakatan bersama dengan para Calon Guru Penggerak yaitu dimulai dari tanggal 04 sd 07  Maret 2024. 4 (empat) hari sudah saya selaku PP melaksanakan pendampingan di empat sekolah dengan suasana dan karakteristik yang berbeda. Seperti halnya pendampingan individu sebelumnya, kegiatan pendampingan Ke-5 mengusung tema”Rancangan Program yang Berpihak pada Murid”.

Fokus pendampingan di PI 5 ini adalah 1) Refleksi penerapan aksinyata modul 3.1; 2) Rancangan program yang berdampak pada murid; 3) Perkembangan komunitas praktisi yang dijalankan di sekolah serta implementasi dari rencana di lokakarya 3 untuk berbagi keteman sejawat; 4) dan Penilaian keterampilan coaching untuk supervisi akademik.

Pendampingan dilakukan secara konsisten setiap bulan selama CGP mengikuti PGP dengan tema pendampingan yang berbeda-beda. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pemantauan terhadap perubahan yang dilakukan CGP dan rencana apalagi yang akan dilakukan CGP untuk menciptakan sekolah yang berpihak pada siswa.

Saya mulai melaksanakan kegiatan  pendampingan secara individu kepada CGP dari hari Senin,04 Maret 2024 dengan CGP Ibu Evi Ratnasari,S.Pd SDN 1 Kaladi Kabandungan, Selasa, 05 Maret 2024 dengan CGP Asep Samsudin,S.Pd. SDN Pangkalan Parungkuda, Rabu,06 Maret 2024 dengan CGP Ibu Citaningrum SMPN 2 Cidahu, dan terakhir Kamis,07 Maret 2024 dengan CGP Pak Uwes Kusaeri,M.Pd. SDN 2 Cidadap Cidahu. Selain menjadi salah satu tugas dari pengajar praktik,dengan melakukan kunjungan ke tempat CGP bertugas merupakan pengalaman yang sangat berharga dan menjadi pembelajaran tersendiri bagi seorang Pengajar Praktik.

Seperti halnya pada pendampingan sebelumnya, pada pelaksanaan pendampingan individu ke 5 ini,    pengajar praktik meyiapkan bahan yang dibutuhkan sesuai dengan tema Rancangan Program yang Berpihak pada Murid, yakni buku pegangan pendampingan individu, Modul 2.3: Coaching untuk supervisi akademik, Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP, Jurnal Pendampingan,daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya, RPP CGP yang digunakan dalam pembelajaran, Hasil catatan percakapan Pra Observasi kelas, Hasil observasi pembelajaran, Rubrik Penilaian Sesi Aksi Nyata Coaching (lampiran 8).

Hal-hal yang dibahas/dibicarakan selama proses pendampingan individu Ke-5 berlangsung adalah :