Monday, September 28, 2020

Ayo Ikut Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19

Ayo Ikut Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19

Oleh: Guru Ataya


Cibadak- Masa Pandemi Covid -19 telah memasuki bulan ke 7 sejak Maret yang lalu Pandemi Covid-19 hadir ditengah-tengah kita

Pandemi yang telah menyita banyak ruang dan waktu serta pemikiran, menjadikan kemdikbud semakin terus melakukan terobosan terbaru. Program guru belajar seri pandemi covid-19 adalah program yang senantiasa berpihak pada pendidikan, guru, siswa, orang tua dan semua lapisan masyarakat Indonesia yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. 

Di tengah pandemi ini, banyak sekali persoalan yang dihadapi guru. Persoalan yang dihadapi guru dalam melakukan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi covid-19, menjadi sebuah kebutuhan yang perlu disikapi oleh kita semua.

Apa itu program Guru Belajar seri Masa Pandemi Covid-19?

Program yang digulirkan oleh kemendikbud adalah program pemeblajaran yang dirancang untuk membantu sebanyak mungkin guru dan tenaga kependidikan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sesuai dengan kondisi khusus, seperti masa pendemi Covid-19, dengan tetap memberikan pembekalan dasar yang bermakna bagi siswa untuk melakukan merdeka belajar.


Apa Tujuan Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid -19?

  • Meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran jarak jauh berbasis beban kurikulum yang disederhanakan
  • Mengembangkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran jarak jauh yang melibatkan siswa
  • Menegmbangkan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh secara efektif
  • Meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan asesmen pembelajaran jarak jauh yang berdampak pada kualitas pembelajaran
Program istimewa ini dapat diikuti guru yang telah mempunyai akun SIMPKB


Setiap guru, dapat mendaftar gratis kegiatan Bimtek dan Diklat dari akun SIM.PKB nya masing-masing. Pada pelaksanaannya, tahapan kegiatan tersebut meliputi:

Tahap 0: Orientasi Program

Orientasi Program yang membekali peserta mengenai latar belakang, tujuan umum, penjelasan umum dan struktur Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi COVID-19. Dengan demikian, peserta bisa memahami pentingnya program ini untuk membantu peserta menjalankan praktik pembelajaran jarak jauh yang berdampak pada kualitas pembelajaran siswa.

Tahap 1: Bimtek

Bimtek yang membekali peserta untuk memahami konsep yang terkait dengan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi COVID-19 merujuk pada sejumlah peraturan dan panduan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta praktik baik yang telah dilakukan oleh sejumlah guru. Tahap 1 berisi Pembelajaran Mandiri yang dapat diatur secara luwes sesuai kesibukan masing-masing peserta. Peserta yang menyelesaikan Tahap 1 akan mendapatkan Sertifikat Bimtek dengan nilai 32 jam.

Tahap 2: Diklat

Diklat yang memberi kesempatan peserta mempelajari, merancang, menerapkan dan merefleksikan praktik Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi COVID-19. Tahap 2 terdiri dari 2 aktivitas belajar yaitu mempelajari video webinar untuk mendapatkan inspirasi dan Pembelajaran Mandiri untuk merancang, menerapkan dan merefleksikan Pembelajaran Jarak Jauh. Peserta yang menyelesaikan Tahap 2 akan mendapatkan Sertifikat Diklat dengan nilai 32 jam.

Tahap 3: Pengimbasan

Pengimbasan yang mengundang peserta untuk menjadi bagian perubahan pendidikan dengan cara mengajak dan mendampingi guru lain untuk mengikuti Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi COVID-19 hingga tuntas Tahap 1. Peserta yang menyelesaikan Tahap 3 akan mendapatkan Piagam Penghargaan dari Direktorat Jenderal GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta berkesempatan diundang mengikuti Wisuda Daring Lulusan Program Guru Belajar Seri Masa Pandemi COVID-19.

Apa yang didapatkan peserta program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19?

  • Pengalaman belajar yang seru.

  • Pengalaman belajar bersama sesama guru.
  • Peningkatan kemampuan mengembangkan pembelajaran jarak jauh.
  • Sertifikat bimtek 32 JP, sertifikat diklat 32 JP dan piagam penghargaan.
Berikut Adalah Jadwal Pelaksanaan Program Berdasarkan Tahapannya



Ayo tinggal pilih waktunya sesuai jadwal yang diinginkan ! Jangan tidak daftar ini kesempatan emas bapak/ibu guru untuk meningkatkan kompetensi bersama kemdikbud dan guru-guru di seluruh negeri .



Sumber :

Saturday, September 26, 2020

Ada Sesuatu Di Webinar "MEME PA MEBEL"

 Ada Sesuatu Di Webinar "MEME PA MEBEL" 

Oleh; Iwan Sumantri

Sukabumi- Di era Pandemi Covid-19 mendengar kata WEBINAR tentunya sudah tak asing lagi buat kita terutama yang berkecimpung di dunia pendidikan seperti hal nya saya Guru Ataya (Iwan Sumantri). Webinar sekarang seperti jamur dimusim hujan, tumbuh dan menyebar di mana-mana.

Menurut beberapa sumber yang saya dapatkan Webinar (akronim dari web seminar) adalah istilah umum dalam dunia kajian yang merujuk kepada kegiatan seminar yang dilakukan secara online/daring, menggunakan situs web atau aplikasi tertentu berbasis internet. Cara ini memungkinkan pembicara atau pengisi materi membagikan informasi mereka jarak jauh, lewat internet maupun media elektronik lainnya. 

Webinar kali ini yang saya ikuti adalah Webinar yang diselenggarakan oleh Wardah Inspiring Teacher 2020 Tahap 2 bekerjasama dengan platform Sekolah.mu. Program Pelatihan Wardah Inspiring Teacher (WIT)  2020 tahap 2 ini merupakan lanjutan tahap 1. Di WIT 2020 Tahap 2 ini programnya meliputi 1) Pelatihan Merancang Media Pembelajaran Merdeka Belajar; 2) Pelatihan Membuat Media Pembelajaran Merdeka Belajar; 3) Pelatihan Penulisan Praktik Baik Pembelajaran Merdeka Belajar (jika lolos tahap 2).

Seperti halnya WIT 2020 tahap 1, di tahap 2 ini para peserta diarahkan untuk bergabung dikelas daring otomatisasi sesuai dengan topik program di platform sekolah.mu yaitu Merancang Media Membelajaran Merdeka Belajar yang saya akronimkan dengan "MEME PA MEBEL". 

Di "MEME PA MEBEL" inilah kami para peserta harus mengikuti kelas daring secara berkelompok. Ada 6 kelompok di WIT 2020 tahap 2 ini, saya masuk di kelompok 6.

Nah, disinilah ada sesuatu yang secara kebetulan ada seorang bapak (saya) bergabung dalam satu kelompok dengan putrinya (@Krani Pratiwi), ini sesuatu sekali tentunya buat Guru Ataya bisa belajar, diskusi dan rembuk ide bersama sang puteri tersayang. 

Keseruan kami anak dan putrinya tak akan kami bahas disini, tapi saya akan mencoba merefleksi Webinar "ME ME PA MEBEL" nya. Setelah menyelesaikan program Merancang Media Pembelajaran Merdeka Belajar dan menyelesaikan merefleksi kelompok kami diminta untuk mengikuiti Webinar perkelompok. Di kelompok 6 kami didampingi oleh Pelatih Pendamping yang amazing Ibu Rani Indriani Kusumah.

Guru Ataya bersama Sang Motivator ( Foto Hasil Webinar)


Webinar "MEME PA MEBEL" sesuatu banget bagi saya, selain baru mengikuti webinar melalui google meeting yang sebelum-sebelumnya saya selalu mengikuti webinar biasa dengan Zoom Meeting atau Webex Cisco, materi yang di sampaikan oleh sang nara sumber menarik dan sesuatu banget buat saya.

Saya pernah menciptakan sebuah media ajar dengan susah payah dan berjam-jam bahkan sampai satu berhari-hari untuk siswa-siswa yang saya ajar, tapi ketika media itu digunakan siswa tak bisa membantu siswa dalam memahami materi, yang saya bayangkan siswa akan senang dan mengerti, ternyata siswa meresponnya terbalik. Media yang saya buat ternyata tidak berdampak pada siswa. 

Kenapa yah?


Nah, di Webinar "MEME PA MEBEL" inilah saya menemukan jawabannya.

Supaya media belajar yang kita buat benar-benar berdampak terhadap proses belajar siswa, kita perlu merancang media ajar menggunakan siklus berpikir desain (design thinking)

Design thinking atau berpikir desain adalah sebuah metode atau cara berpikir menyelesaikan permasalahan yang berorientasi pada manusia, kolaboratif, bersifat optimistik dan eksperimental

Ada 5 (lima) tahapan yang perlu dilakukan pada saat mengimplementasikan design thinking dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif.


Setiap proses menciptakan media ajar media inovatif dapat diawali dengan cara berempati terhadap siswa (kita coba pahami siswa serta apa yang perlu atau ingin didapatkan siswa)


Kita perlu mendefinisikan sebenarnya apa yang jadi permasalahan utama yang dihadapi siswa saat belajar (misal siswa kesulitan memahami bilangan berpangkat dan bentuk akar)

Cara memunculkan ide :

Dengan menambhakan kata " Bagaimana jika" sebelum kalimat ide (Bagaimana caranya membuat siswa memahami bilangan berpangkat? Bagaimana jika ada sebuah video yang membantu memahami konsep bilangan beroangkat dan bentuk akar pada saat siswa belajar)

Membuat bentuk paling sederhana dari gagasan tersebut (Tahapan ini yang perlu kita lakukan setelah menentukan ide). Misalnya membuat video yang berisi tahapan tentang materi bilangan berpangkat dan bentuk akar. Purwarupa ini tidak selalu bagus, yang palin penting purwarupa ini bisa mewakili.

Tahapan Terakhir adalah Melakukan Uji Coba dan Testing


Terhadap siapa? Kepada orang yang memberikan masukan berarti untuk perkembangan media ajar yang kita buat. Misalnya bisa ke sesama guru/orang tua. Tapi yang paling penting adalah uji coba pada siswa yang akan menggunakan media ajar yang kita buat.

Nah, dengan menggunakan pendekatan design thinking, proses pembuatan media ajar inovatif akan menjadi mudah. Prosesnya juga membutuhkan waktu relatif singkat untuk hasil yang lebih berdampak pada siswa.

Jika di buatkan infografis, maka tahapan berpikir desain sebagai berikut : 



Mengapa tahapan EMPATI itu penting?

Kita sering mendengar kata Empati. Sebenarnya apa sih empati itu?



Peta EMPATI



Nah sesuatu yang lain di webinar ini adalah peserta di ajak praktik langsung membuat Peta Empati. Dalam kesempatan tersebut Guru Ataya sharing tentang Peta Empati yang telah di buat sesuai dengan pemahaman yang Guru Ataya dapatkan.



Sesuatu yang lain dari Webinar "MEME PA MEBEL" para peserta diharuskan merefleksi hasil dari Webinar tersebut dengan menjawab 3 pertanyan :

1) Apakah pada tahap empati saya telah memahami kebutuhan belajar murid?
2) Apakah pada tahap identifikasi masalah, saya merumuskan masalah secara tepat?
3) Apakah pada ide saya telah memilih ide yang realistis saya lakukan dan bisa menjawab permasalahan dan kebutuhan murid saya?
 Jawaban :
Guru Ataya .....Ya.....terlampir seperti Kerja Madiri Tahap 1 Empati yang saya buat.

Nah...dari hasil Webinar MEME PA MEBEL tersebut guru Ataya akan membuat media pembelajaran Inovatif  MPI OMAT (Media Pembelajaran Interaktif Online Matematika) sesuai dengan kemampuan dan ide yang telah dirancang hasil dari Webinar Pendampingan MEME PA MEBEL tersebut.




Demikian refleksi hasil Webinar tersebut, benar-benar sesuatu banget "MEME PA MEBEL". Terimakasih buat Bu Rani Indriani Kusumah sang Motivator kami. Buat bapak ibu dikelompok 6 yang selalu kompak dan saling berbagi dan membantu, Rela Berbagi dan Ikhlas dalam memberi. Kampus Guru Cikal dan Tim WIT 2020 yang sudah membekali kami para guru yang haus akan ilmu inovatif serta semua pihak yang telah membantu suksesnya webinar hari ini, semoga kita semua bisa lanjut di membuat media ajar yang inovatif merdeka belajar dan tahap praktik baik pada tahap berikutnya.
Aamiin YRA.