Wednesday, July 1, 2020

Refleksi Setelah Mempelajari Modul Media Pembelajaran Berteknologi Digital

 Refleksi Setelah Mempelajari Modul Media Pembelajaran Berteknologi Digital
Oleh: Iwan Sumantri (Peserta Pembatik Level 3)

Ada Sesuatu Di Media Pembelajaran Berteknologi Digital
Hampir lebih dari tiga bulan kita bisa merasakan dampak dari covid-19. Di suasana yang masih berlakunya perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah kami dan berakhirnya  belajar dari Rumah (BdR) serta menjelang Pemberlakuannya New Normal saya mengikuti diklat Pembatik level 3, dan salah satu modul yang harus dipelajari adalah Media pembelajaran Berteknologi.
Pandemi Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memberikan banyak pelajaran berharga dalam setiap sendi kehidupan. Sebagian besar pegawai atau karyawan melaksanakan work from home (WFH) dan juga berdampak pada guru seperti saya serta para siswa juga “memindahkan” kegiatan belajar dari  rumah, secara online. Ini semua sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi dampak penyebaran virus corona. Dan seperti yang telah ditetapkan, kegiatan belajar dari rumah ini pun masih akan berlangsung hingga waktu yang belum pasti.
Pembelajaran dari rumah sepertinya tidak bisa digantikan dengan teknologi begitu saja, tetap peran guru masih diperlukan, sehingga teknologi digital ditengah pandemi diperlukan oleh seorang guru untuk merubah secara teknis cara penyampaian materi dari luring menjadi daring atau kombinasi luring dan daring sehingga pada akhirnya para pendidik ini berinovasi menyampaikan materi ke murid-murid dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui media pembelajaran berteknologi digital yang mereka kuasai.

Friday, June 26, 2020

Ternyata Matematika Itu Rumit Tapi Ajaib


TERNYATA MATEMATIKA ITU RUMIT TAPI AJAIB
Oleh: Iwan Sumantri

Cibadak, 26 Juni 2020. Blog guru ataya kali ini jalan-jalan di dunia maya, dan singgah di salah satu WA yang memposting hal di bawah ini. Karena hal tersebut perlu dan sangat sesuai dengan latar belakang guru ataya, maka di postinglah hal tersebut di blog ini.

Penyebutan : Angka 1 sampai 9 dgn huruf bahasa Indonesia (satu s/d sembilan) mengandung decak kagum.

Jika kita menjumlahkan dua angka yg huruf awalnya sama, maka hasilnya selalu  10.

Angka Berawalan S —►
Satu + Sembilan = 10
Angka yg hurufnya Berawalan D —►
Dua + Delapan = 10
Berawalan T —►
Tiga + Tujuh = 10
Berawalan E —►
Empat + Enam = 10
Bahkan —► Lima + Lima = 10
Kok bisa begitu ya....
πŸ˜ŽπŸ˜œπŸΌπŸΌπŸ˜…πŸ˜ͺ.
 Hari ini adalah Hari Matematika Nasional

Lihatlah yang menakjubkan dalam Matematika berikut ini !

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111

Tuesday, June 16, 2020

Makna Rumus Matematika dalam Kehidupan

Makna Rumus Matematika dalam Kehidupan
Oleh: Iwan Sumantri


Cibadak, 16 Juni 2020. Blog guru ataya berikut akan mencoba memaknai rumus matematika yang sudah kita kenal dan menjadi konsumsi kita dalam pembelajaran matematika yaitu tentang Perkalian Bilangan dan Pembagian. Tapi kita kadang kurang dalam aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. 

Nah, mari kita simak pembelajaran hidup dengan menggunakan rumus matematika tersebut :

1) Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS ?

2) Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya, PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS ?

3) Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS ?

Pengertian filosofinya luar biasa, yakni:

(+) PLUS  = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR

Rumusnya,
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH

Rumusnya,
+ x – = -
– x + = -

3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR

Rumusnya :
– x – = +

Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti / exact, yang bisa kita ambil sebagai "Pelajaran Hidup"

Untuk matematika pembagian, rumusnya sebagai berikut :

1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
Sedangkan,
1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga)

Maknanya adalah,

Ketika kita melakukan perbuatan baik, seperti bersedekah misalnya, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, maka semakin kita banyak berharap, hasilnya akan semakin kecil
(1/100 dan seterusnya)

Tetapi, ketika kita melakukannya dengan ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apa pun atau 1 ÷ 0, maka hasilnya akan "Tak Terhingga" yang artinya Tuhan akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan yang tak terhingga (Penuh Berkah dari Tuhan)

✔ Tatkala kita memperbaiki niat kita, saat itulah Tuhan memperbaiki keadaan kita

✔ Ketika kita menginginkan kebaikan untuk orang lain, maka kebaikan itu datang kepada kita dari arah yang tidak kita duga

✔ Di saat kita hidup untuk membuat orang lain bahagia, Tuhan menjadikan orang lain membahagiakan kita

✔ Maka carilah selalu celah untuk "memberi", bukan "mengambil"

_✔ Setiap kali kita memberi, maka di saat itulah kita diberi (oleh Tuhan) tanpa kita meminta nya.


Monday, June 15, 2020

Pernyataan Pak Menteri Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran dan Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19

Pernyataan Pak Menteri Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran  Tahun  Ajaran dan Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19
Oleh : Iwan Sumantri

Cibadak, 15 Juni 2020. Blog Guru Ataya mencoba berbagi hasil resume dari  Keterangan Pers: PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN TAHUN AJARAN & AKADEMIK BARU DI MASA PANDEMI COVID-19 yang Guru Ataya ikuti di chanel youtube KEMENDIKBUD RI  lebih kurang  90 menit.

Berikut Resume pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penyelenggaraan Pembelajaran selama pandemi covid-19

Prinsip utama: Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat menjadi prioritas utama.
Tahun ajaran baru tetap dimulai Juli 2020
94% peserta didik, pendidik tendik di daerah zona kuning, merah, oranye, tidak diperkenankan belajar tatap muka (sekitar 483 kab/kota)

6% dari daerah zona hijau, boleh membuka pembelajaran tatap muka hanya dengan protokol kesehatan sangat ketat dengan ketentuan:

Semuanya berdasarkan pertimbangan gugus tugas dengan persetujuan pemda dan persetujuan orang tua agar anaknya diperkenankan pergi ke sekolah.
Sekolah tidak bisa memaksa jika orangtuanya tidak memperkenankan

Untuk yang zone hijau, yang diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka hanya di level SMA/SMK/MA/SMP itupun setelah semua ketentuan di atas dipenuhi
Barulah 2 bulan setelahnya SD/MI boleh dibuka.

Dua bulan setelah tahap SD/MI dibuka, PAUD formal (TK/RA/TKLB) barulah boleh dibuka.
Begitu ada penambahan level risiko naik, maka satuan pendidikan wajib ditutup kembali.

Untuk sekolah berasrama, pada zona hijau masih dilarang melalukan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (selama dua bulan)
Daftar periksa kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan
Toilet bersih, sarana cuci tangan, disinfektan, hand sanitizer
Memakai masker
Thermogun
Guru dan orang tua yang memiliki kormobid tidak diperkenankan masuk
Siswa jika sakit atau keluarganya yang sakit juga dilarang masuk
Harus ada persetujuan dari komunitas/komite sekolah jika ingin membuka sekolah tatap muka (membuat kesepakatan bersama tetap perlu menerapkan protokol kesehatan)
Masa transisi

Di bulan Juli di sekolah zona hijau semua ceklis terpenuhi, namun tidak bisa normal selama dua bulan pertama. Terpenting adalah jumlah kelas. Maksimal 50% dari kapasitas normal siswa di kelas. Harus ada shifting, pembagian jumlah siswa per kelas. Untuk jenjang pendidikan dasar jarak 1,5 meter. 
PAUD maksimal 5 bulan lagi baru dibuka dengan jarak 3 meter per siswa. Maksimal jumlah siswa 5 orang perkelas

Perilaku wajib selama masa transisi (dua bulan pertama), wajib memakai masker, cuci tangan memakai sabun
Kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan olahraga tidak diperkenankan
Kantin tidak boleh dibuka selama masa transisi
Aktivitas siswa yang menimbulkan kerumunan

BOS di masa kedaruratan Covid-19 dapat digunakan untuk kesiapan satuan pendidikan, termasuk untuk membeli paket data siswa dan guru.
Penggunaan Honor juga ada relaksasi (tidak perlu guru ber-NUPTK).
Ketentuan pembayaran honor yang semula 50% menjadi tanpa batas.
BOP PAUD juga dapat dipergunakan untuk pembelian paket data, sarana protokol kesehatan, dan kelonggaran penggunaan dana untuk honor tanpa batas.
Masing-masing kepsek dapat menggunakan diskresinya

Untuk pendidikan tinggi, Tahun akademik tetap dimulai Agustus 2020, Pendidikan tinggi keagamaan dimulai September 2020, namun pembelajaran tetap menggunakan pembelajaran daring.
Untuk kegiatan praktikum, bengkel, penelitian, sifatnya small group dan individual project, kalau aktivitas prioritas untuk kelulusan mahasiswa, maka pemimpin kampus dapat mengizinkan mahasiswa datang ke kampus.

Lengkapnya bisa di saksikan di Video Dibawah ini :


Untuk Hardcopy dalam Bentuk Pdf bisa di baca di bawah ini :