Sunday, May 24, 2020

Ada Sesuatu di Idul Fitri 1441 H

Ada Sesuatu Di Idul Fitri 1441 H
Oleh : Iwan Sumantri


Cibadak, 24 Mei 2020. Guru ataya kali ini akan mencoba mencatat sesuatu yang berbeda di Idul Fitri 1441 H ini, Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lebaran tahun ini terpaksa di gelar dan dilaksanakan serba terbatas di tengah meruaknya pandemi corona yang kita kenal dengan Covid-19


Dengan segala keterbatasan, aturan dan suasana yang kurang membahagiakan semua umat Islam, tetapi tradisi untuk perayaan Idul Fitri untuk saling bertukar ucapan dan doa di Hari raya Idul Fitri masih bisa dilakukan yang menjadi pertanda berakhirnya bulan Ramadhan yang penuh berkah,rahmat dan ampunan serta sebagai kemenangan umat Islam dalam menahan hawa nafsu selama berpuasa

Dengan segala aturan protokol Covid-19, guru ataya bersama keluarga tetap melaksanakan shalat Ied berjamaah di Mesjid Jamie Nurrusalam yang pada tahun-tahun sebelumnya kami melaksanakan shalat Ied di lapang SMU Albayan, tapi tahun ini ada sesuatu yang berbeda. Ini sejarah dan pembelajaran hidup bagi keluarga kami.

Berikut Cerita Shalat Ied dan pelaksanaan kegiatan lebaran keluarga Guru Ataya dalam bentuk galery yang bisa kami bagikan. Inilah perayaan Idul Fitri di suasana Covid-19.


Persiapan dan Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H


Keluarga Guru Ataya di Idul Fitri 1441 H


Isi Khutbah Shalat Idul Fitri 1441 H di Mesjid Jamie Nurrusalam 
Kamp.Cikiwul Tonggoh RW 01
Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak Kab. Sukabumi



Thursday, May 21, 2020

Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah

Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah
Oleh : Iwan Sumantri


Cibadak, 21 Mei 2020. Guru Ataya. Sudah memasuki Bulan Kedua kita para guru merasakan suasana dan dampak dari Covid-19 dalam PBM di sekolah, selain itu juga kita rasakan aktifitas dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Dampak dari PSBB sendiri bagi dunia Pendidikan adalah aktivitas pembelajaran wajib dilakukan dengan daring atau online. Semua tenaga pendidik dan peserta didik saling melakukan aktivitas pembelajaran di rumah, karena ditakutkan akan cepat menyebar virus ini apabila kita melakukan kegiatan Bersama dengan puluhan bahkan ratusan siswa. Para siswa di Indonesia menjalani sistem belajar di rumah sejak 19 Maret 2020. Kebijakan ini ditetapkan pemerintah sebagai langkah mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Secara tidak langsung guru dituntut untuk memberikan pembelajaran menyenangkan dengan menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran berbasis internet sehingga siswa juga semakin melek terkait teknologi. SMPN 3 Cibadak sendiri sebelum adanya virus ini sudah menerapkan teknologi pembelajaran disekolah, misalkan pembelajaran melalui infokus, internet serta beberapa kegiatan pembelajaran menggunakan aplikasi digital. Bahkan rata-rata ulangan harian pun menggunakan aplikasi seperti quizizz, google form dan lainnya. Hal ini menyebabkan siswa tebiasa dengan menggunakan teknologi selama pembelajaran di rumah.

Berikut Guru Ataya akan memposting Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Be;ajar dari Rumah Dalam Masa Darurat Covid-19. Para Guru dan Stekholder yang ada di dunia pendidikan, wajib mempelajari dan mengaktualisasikan dalam kegiatannya.




Wednesday, May 20, 2020

Surat Buat Bunda di Masa Covid 19

Cita-cita Seorang Anak Buat Malaikat Tercinta
Buat Malaikatku Ibunda Tercinta
Di Karawang
Assalamualaikum wr.wb
Ibunda tercinta, bagaimana kabarnya semoga dalam keadaan sehat dan selalu di rahmati oleh Allah SWT. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang memberikan taufik, rahmat, hidayah, serta karunia-Nya untuk Ibunda. Semoga Ibunda senantiasa dilimpahkan kesehatan dan nur Illahi dalam lindungan-Nya di suasana Covid 19 ini.

Betapa baiknya Allah SWT, 53 tahun yang lalu menakdirkan aku lahir melalui rahim seorang wanita yang penuh kasih dan cintanya seperti malaikat. Ibunda aku sekarang sudah menjadi seorang guru sesuai dengan cita-citaku sejak kecil. Keseharianku sekarang selain mengajar adalah berkumpul dengan keluarga. Setiap hari kami selalu bersama suka dan duka. Tapi disela-sela kebersamaan tersebut terasa ada yang kurang di hati dan mataku.
Aku menginginkan kehadiran sosok malaikat yang telah melahirkanku. Aku menginginkan kebahagianku selalu bersama orang-orang tercinta. Tapi sayang kebersamaan itu belum bisa terwujud sampai sekarang.

Di setiap keinginan itu muncul selalu saja ada halangan dan kendala, entah itu kegiatan sekolah atau aktifitas ku yang selalu saja untuk bekerja dan bekerja.
Ibunda, lewat surat ini aku berharap dan mohon doanya, Insya Allah kelak nanti aku menginginkan Ibunda bisa bersama kami dalam satu rumah. Jujur dalam hati kecil aku selalu mengharapkan itu, yang 53 tahun itu belum bisa dirasakan kehangatannya. Sosok malaikat yang selalu hadir dikelopak mataku, di setiap denyut nadi dan darahku.