Catatan Perpisahan untuk Seorang Pemimpin yang Pernah Menjaga Rumah Besar SMPN 3 Cibadak
Oleh:
Guru Ataya (Iwan Sumantri)
Kami
datang sebagai rekan kerja.
Namun
kami pulang membawa rasa kehilangan.
Di
hadapan seluruh PTK, Bapak H. Samirin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan sebuah kabar: mulai
Kamis, 17 September 2026, SMPN 3 Cibadak akan memiliki kepala sekolah definitif
yang baru.
Artinya,
hari ini adalah hari terakhir beliau berpamitan sebagai pemimpin yang selama
ini bersama-sama kami menjalani perjalanan di sekolah ini.
Kurang
lebih 1 tahun, 1 bulan, dan 15 hari bukanlah waktu yang sebentar.
Dalam
rentang waktu itu, banyak cerita telah ditorehkan. Ada rapat yang panjang,
evaluasi yang melelahkan, program yang harus diselesaikan, persoalan yang harus
dicarikan jalan keluar, serta berbagai kegiatan sekolah yang menuntut
kebersamaan.
Ada
hari-hari yang mudah.
Ada
pula hari-hari yang tidak sederhana.
Namun
seorang pemimpin tidak selalu dikenang karena berapa banyak keputusan yang
dibuatnya. Ia lebih sering dikenang karena bagaimana ia hadir ketika
orang-orang di sekelilingnya membutuhkan arah.
Dan
mungkin, itulah yang akan kami ingat dari sosok Pak Haji Samirin.
Satu
Tahun Lebih, Banyak Jejak Tertinggal
Menjadi
PLT kepala sekolah tentu bukan sekadar mengisi sebuah kursi kepemimpinan.
Di
balik jabatan itu ada tanggung jawab.
Ada
amanah.
Ada
harapan dari guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, dan seluruh warga
sekolah.
Selama
menjalankan tugas di SMPN 3 Cibadak, berbagai dinamika pendidikan telah dilalui
bersama. Program sekolah berjalan, kegiatan pembelajaran terus bergerak,
berbagai agenda kesiswaan dilaksanakan, dan berbagai persoalan sekolah
diselesaikan dengan segala keterbatasan yang ada.
Mungkin
tidak semua hal berjalan sempurna.
Tetapi
bukankah kepemimpinan memang bukan tentang menciptakan perjalanan tanpa
masalah?
Kepemimpinan
adalah tentang berjalan bersama ketika masalah datang.
Dan di
situlah arti seorang pemimpin menjadi terasa.
![]() |
| Dokumentasi Pamitan Sang Pemimipi (Dok.Foto Pribadi) |
Ketika
Jabatan Berakhir, Keteladanan Tidak Ikut Pergi
Besok,
Pak Haji Samirin kembali ke sekolah induknya, SMPN 4 Cibadak.
Jabatan
sebagai PLT Kepala SMPN 3 Cibadak berakhir.
Ruangan
kepala sekolah mungkin akan ditempati oleh sosok yang berbeda. Cara memimpin
mungkin akan berubah. Kebijakan mungkin akan menemukan warna baru.
Namun
ada sesuatu yang tidak serta-merta hilang: kenangan. Sebab sekolah bukan
hanya bangunan.
Sekolah
adalah kumpulan manusia yang pernah tertawa bersama, bekerja bersama,
berdiskusi, berbeda pendapat, menyelesaikan masalah, dan kemudian menemukan
jalan keluar bersama.
Di
sanalah seorang pemimpin meninggalkan jejak.
Jejak
itu tidak selalu berupa tulisan dalam dokumen.
Kadang
ia hadir dalam sebuah nasihat sederhana.
Dalam
keputusan yang pernah diambil.
Dalam
perhatian kepada guru.
Dalam
kepedulian kepada siswa.
Dalam
rapat-rapat yang mungkin dahulu terasa melelahkan, tetapi kelak justru menjadi
cerita yang dirindukan.
Pergantian
Pemimpin Adalah Bagian dari Perjalanan
Hari
ini kami belajar kembali bahwa tidak ada jabatan yang abadi.
Tidak
ada pertemuan yang selamanya.
Dan
tidak ada kebersamaan yang dapat dijanjikan akan berlangsung tanpa akhir.
Pergantian
kepala sekolah bukanlah akhir dari perjalanan SMPN 3 Cibadak.
Justru
ini adalah awal dari babak baru.
Pemimpin
boleh berganti.
Tetapi
semangat untuk memajukan sekolah harus tetap tinggal.
Guru-guru
akan tetap berdiri di depan kelas.
Siswa-siswa
akan tetap datang membawa mimpi.
Tenaga
kependidikan akan tetap bekerja di balik layar.
Dan
sekolah akan terus bergerak mengikuti zaman.
Karena
sesungguhnya sebuah sekolah tidak boleh bergantung pada satu sosok. Sekolah
harus tumbuh dari kebersamaan seluruh warganya.
Terima
Kasih, Pak Haji Samirin
Pak
Haji Samirin,
Hari
ini kami tidak ingin menghitung berapa banyak hari yang telah kita lalui
bersama.
Kami
hanya ingin mengingat bahwa selama kurang lebih satu tahun satu bulan lima
belas hari, Bapak pernah menjadi bagian penting dari perjalanan SMPN 3 Cibadak.
Terima
kasih atas waktu yang telah diberikan.
Terima
kasih atas pikiran, tenaga, perhatian, arahan, dan kebersamaan selama
menjalankan amanah.
Jika
dalam perjalanan ada kata yang kurang berkenan, keputusan yang belum sempurna,
atau langkah yang mungkin tidak selalu sesuai dengan harapan semua pihak,
biarlah semuanya menjadi bagian dari proses belajar kita sebagai manusia.
Sebab
tidak ada perjalanan kepemimpinan yang sempurna.
Yang
ada adalah niat untuk terus berbuat baik dan meninggalkan sesuatu yang
berarti.
Besok
Bapak kembali ke SMPN 4 Cibadak sebagai sekolah induk.
Sementara
kami akan melanjutkan perjalanan di rumah besar ini dengan pemimpin yang baru.
Tetapi
percayalah...
nama
boleh berganti dalam daftar jabatan, tetapi kebaikan yang pernah diberikan
tidak mudah dihapus dari ingatan.
Selamat
Jalan, Bukan Selamat Tinggal

Pak Haji Samirin dalam Lensa SMPN 3 Cibadak (Dok.Foto Pribadi)
Rabu,
16 September 2026 akan menjadi salah satu tanggal yang mungkin sederhana dalam
kalender.
Tetapi
bagi kami, tanggal itu menyimpan cerita.
Cerita
tentang sebuah perpisahan.
Tentang
seorang pemimpin yang menyelesaikan satu amanah.
Tentang
sebuah sekolah yang bersiap membuka lembaran baru.
Dan
tentang kami yang belajar bahwa setiap perjumpaan pada akhirnya akan menemukan
kata pamit.
Selamat
kembali ke SMPN 4 Cibadak, Pak Haji Samirin.
Semoga
langkah berikutnya membawa keberkahan.
Semoga
pengabdian berikutnya menghadirkan lebih banyak manfaat.
Dan
semoga apa yang pernah Bapak tanam di SMPN 3 Cibadak tumbuh menjadi kebaikan
yang terus hidup.
Hari ini kita berpamitan.
Besok Bapak kembali ke sekolah induk.
Namun jejak pengabdian itu akan tetap tinggal di ruang-ruang sekolah, dalam
cerita para guru, dan di hati orang-orang yang pernah berjalan Bersama, karena
seorang pemimpin mungkin meninggalkan jabatan, tetapi pemimpin yang
meninggalkan keteladanan tidak pernah benar-benar pergi.

Makasih pa H. Samirin atas bimbingan nya selama ini semoga bapa sehat selalu dan di panjangkan umurnya Amiin
ReplyDelete