Perjalanan 15 Hari Seorang CPP di Dunia Maya yang "Mengasyikan"Oleh: Iwan Sumantri (CPP Angkatan 6 Kabupaten Sukabumi)

Cibadak, Sabtu, 4 Juni 2022 diisela-sela istirahat rutinitas kegiatan seorang guru ada kabar dari sim PKB yang berisi : " ....untuk segera mengupload surat tugas dari kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan Pembekalan Calon Pengajar Praktik Guru Penggerak Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 Gelombang 1 yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 s.d. 22 Juni 2022 dengan metode daring sebagaimana tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbudristek Nomor 1367/B3/GT.03.152022 tertanggal 3 Juni 2022..." sontak saja guru Ataya kaget bercampur deg-degan dengan informasi tersebut, sedang santai menikmati libur dari segala aktifitas rutinitas seorang guru pada umumnya, bagaimana mensikapinya? dengan teliti dan sikap yang tenang, akhirnya perintah tersebut bisa dikerjakan tepat di hari Senin, 6 Juni 2022, karena administrasi seoerti itu tidak bisa dibuat secara asal-asalan, tanda tangan kepala sekolah harus benar ditandatangani kepala sekolah dan stempel basa. Satu kegiatan sudah bisa diatasi.
Setelah mempelajari jadwal dan aktifitas yang diberikan serta info dari WA grup yang dimulai Senin, 6 Juni 2022 dengan aktifitas pertama Zoom Meeting untuk pembekalan para CPP semua angkatan 6 gelombang 1.
Semua aktifitas para peserta dalam pembekalan ini dilaksanakan secara daring sinkron dan asinkron melalui SIM PKB dan LMS masing-masing.
Hari Ke-1
Aktivitas dimulai dengan pembukaan dan penjelasan secara umum program pembekalan CPP angkatan 6 gelombang 1 dan sesi terakhir tes awal melalui LMS peserta masing-masing.
Hari Ke-2
Belajar tentang Alur Belajar Merdeka
Dimulai dari pemahaman diri tentang pemikiran filosofi pendidikan dari
KHD, menyimak video tentang pendidikan di Indonesia dari mulai jaman kolonial,
kemudian menghubungkannya dengan pendidikan Indonesia saat ini dan pendidikan
pada konteks lokal sosial budaya di daerah dimana kita tinggal. Dari
pembelajaran ini kita bisa mengambil suatu pemikiran bahwa ternyata nilai-nilai
luhur pemikiran-pemikiran luhur yang sudah diwariskan oleh para pejuang kita
dahulu semestinya tidak terkikis oleh nilai-nilai yang tidak berpijak pada
budaya kita sehingga akan lebih menguatkan dan menebalkan konteks diri murid
sebagai manusia dan anggota masyarakat yang bermartabat. Di sini kita
ditekankan bahwa pendidikan harus berpihak pada murid, sehingga anak dapat
bergerak, berfikir dengan kemampuan sendiri tidak bergantung pada orang lain,
akhirnya menjadi manusia seutuhnya yang bermartabat, berbudi pekerti luhur,
mandiri, berguna bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungannya.
Guru Penggerak itu menjalankan filosofi among
Ki Hadjar Dewantara: Ing Ngarso Sung Tulada (menjadi teladan, memimpin, contoh
kebajikan, patut ditiru atau baik untuk dicontoh oleh orang lain
perbuatan-kelakuansifat dan lain-lainnya), Ing Madya Mangun Karsa
(memberdayakan, menyemangati, membuat orang lain memiliki kekuatan, kemampuan,
tenaga, akal, cara, dan sebagainya demi memperbaiki kualitas diri mereka),
serta Tut Wuri Handayani (mempengaruhi, memelihara, dan memprovokasi kebajikan
serta kualitas positif lain agar orang lain
bertumbuh dan maju).