Thursday, August 13, 2026

Semapore Dance Semarakkan HUT ke-65 Pramuka, 45 Regu Penggalang SD Cibadak Tampil Penuh Kreativitas

Semapore Dance Semarakkan HUT ke-65 Pramuka, 45 Regu Penggalang SD Cibadak Tampil Penuh Kreativitas

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 13 Agustus 2026. Guru Ataya kali ini melaporkan kegiatan kwartir ranting kecamatan Cibadak dalam menyambut HUT ke-65 Pramuka. Semangat, kreativitas, kekompakan, dan jiwa kepramukaan mewarnai peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Kecamatan Cibadak. Dalam rangka memeriahkan momentum tersebut, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Cibadak menyelenggarakan Lomba Semaphore Dance yang berlangsung meriah, lancar, dan tertib.

Kegiatan yang diikuti oleh 45 regu Penggalang dari SD/MI se-Kecamatan Cibadak ini menjadi salah satu ajang menarik untuk memadukan keterampilan kepramukaan dengan seni, kreativitas, musik, gerak, dan ekspresi. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui perpaduan gerakan semaphore dengan koreografi yang dinamis dan penuh makna.

Lomba ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi para anggota Pramuka Penggalang untuk belajar tentang kerja sama, disiplin, tanggung jawab, keberanian tampil, kreativitas, serta sportivitas.

15 Penggalang dalam Satu Regu, Bersatu dalam Gerak

Setiap tim/regu terdiri atas 15 peserta secara campuran. Seluruh peserta merupakan anggota Pramuka aktif yang berpangkalan di SD/MI wilayah Kecamatan Cibadak dan didampingi oleh seorang pembina sebagai penanggung jawab.

Peserta diwajibkan mengenakan seragam Pramuka lengkap, menjaga ketertiban dan kesopanan, serta menaati seluruh peraturan yang telah ditetapkan panitia. Ketentuan tersebut menjadi bagian penting untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab kepada peserta sejak dini.

Yang membuat lomba ini semakin unik adalah setiap regu tidak hanya dituntut mampu melakukan gerakan semaphore dengan tepat, tetapi juga harus mampu mengemasnya menjadi sebuah pertunjukan yang menarik. Gerakan semaphore harus mengandung makna, sementara peserta diperbolehkan menggunakan properti pendukung serta menampilkan ciri khas sekolah masing-masing.

“PRAMUKA RANTING CIBADAK SEMERBAK” Menggema dalam Gerakan Semaphore

Salah satu ketentuan khusus yang menjadi identitas lomba adalah kewajiban setiap peserta memperagakan kode semaphore dengan kata:

“PRAMUKA RANTING CIBADAK SEMERBAK.”

Ketentuan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi setiap regu. Ketepatan kode semaphore harus dipadukan dengan koreografi, ekspresi, musik, dan kekompakan seluruh anggota sehingga menghasilkan penampilan yang tidak hanya benar secara teknik, tetapi juga menarik untuk disaksikan.

Dengan arena berukuran 10 x 20 meter dan durasi penampilan maksimal 10 menit, setiap regu berusaha menyuguhkan penampilan terbaiknya. Musik yang digunakan telah dipersiapkan oleh masing-masing peserta dan diserahkan kepada panitia melalui pembina sebagai penanggung jawab sebelum pelaksanaan lomba.

Bukan Sekadar Menari, tetapi Belajar dari Semaphore

Semaphore Dance menjadi gambaran bahwa kegiatan kepramukaan dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.

Melalui kegiatan ini, para peserta belajar bahwa sebuah penampilan yang baik membutuhkan kekompakan, latihan, komunikasi, konsentrasi, kedisiplinan, dan kepercayaan terhadap anggota regu. Kesalahan satu orang dapat memengaruhi keseluruhan gerakan, sehingga setiap peserta dituntut untuk saling mendukung dan bertanggung jawab.



Dari sinilah nilai pendidikan karakter dalam Pramuka terlihat nyata. Anak-anak tidak hanya belajar menggunakan bendera semaphore, tetapi juga belajar bagaimana bekerja bersama untuk mencapai tujuan.

Penilaian Menguji Kreativitas dan Ketepatan

Untuk menentukan regu terbaik, panitia menghadirkan tim juri yang terdiri atas pelatih, pembina, serta pihak-pihak yang kompeten di bidangnya berdasarkan mandat Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Cibadak.

Beberapa aspek yang menjadi dasar penilaian meliputi:

1.   Koreografi;

2.   Ekspresi;

3.   Kelengkapan anggota;

4.   Kostum;

5.   Kesesuaian musik dengan gerakan; dan

6.   Ketepatan gerakan semaphore.

Dari seluruh peserta kemudian dipilih sembilan regu terbaik yang memperoleh predikat Juara Utama, Juara Madya, dan Juara Purwa, masing-masing peringkat 1, 2, dan 3.

Meriah, Tertib, dan Sarat Nilai Pendidikan

Sejak awal hingga berakhirnya kegiatan, seluruh rangkaian lomba berlangsung lancar dan tertib. Antusiasme peserta, pembina, panitia, dan para pendukung menjadikan suasana kegiatan semakin semarak.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat Gerakan Pramuka di Kecamatan Cibadak terus tumbuh. Kehadiran 45 regu Penggalang dari berbagai SD/MI menjadi bukti bahwa Pramuka masih menjadi wadah yang efektif untuk membangun generasi muda yang aktif, kreatif, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan.






Lomba Semaphore Dance dalam rangka HUT ke-65 Gerakan Pramuka akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, berani tampil, dan menunjukkan bahwa semaphore dapat dikemas menjadi seni yang atraktif dan penuh makna.

Dari bendera semaphore lahir kreativitas, dari gerakan tumbuh kekompakan, dan dari Pramuka lahir generasi yang siap berkarya untuk Indonesia.

Salam Pramuka!

Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.

Rekapan Hasil Lomba:



No comments:

Post a Comment