Semapore Dance Semarakkan HUT ke-65 Pramuka, 45 Regu Penggalang SD Cibadak Tampil Penuh Kreativitas
Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)
Kegiatan
yang diikuti oleh 45 regu Penggalang dari SD/MI se-Kecamatan Cibadak ini
menjadi salah satu ajang menarik untuk memadukan keterampilan kepramukaan
dengan seni, kreativitas, musik, gerak, dan ekspresi. Para peserta menunjukkan
kemampuan terbaiknya melalui perpaduan gerakan semaphore dengan koreografi yang
dinamis dan penuh makna.
Lomba
ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi para
anggota Pramuka Penggalang untuk belajar tentang kerja sama, disiplin, tanggung
jawab, keberanian tampil, kreativitas, serta sportivitas.
15
Penggalang dalam Satu Regu, Bersatu dalam Gerak
Setiap
tim/regu terdiri atas 15 peserta secara campuran. Seluruh peserta merupakan
anggota Pramuka aktif yang berpangkalan di SD/MI wilayah Kecamatan Cibadak dan
didampingi oleh seorang pembina sebagai penanggung jawab.
Peserta
diwajibkan mengenakan seragam Pramuka lengkap, menjaga ketertiban dan
kesopanan, serta menaati seluruh peraturan yang telah ditetapkan panitia.
Ketentuan tersebut menjadi bagian penting untuk menanamkan nilai kedisiplinan
dan tanggung jawab kepada peserta sejak dini.
Yang
membuat lomba ini semakin unik adalah setiap regu tidak hanya dituntut mampu
melakukan gerakan semaphore dengan tepat, tetapi juga harus mampu mengemasnya
menjadi sebuah pertunjukan yang menarik. Gerakan semaphore harus mengandung
makna, sementara peserta diperbolehkan menggunakan properti pendukung serta
menampilkan ciri khas sekolah masing-masing.
“PRAMUKA RANTING CIBADAK SEMERBAK” Menggema dalam Gerakan Semaphore
Salah
satu ketentuan khusus yang menjadi identitas lomba adalah kewajiban setiap
peserta memperagakan kode semaphore dengan kata:
“PRAMUKA
RANTING CIBADAK SEMERBAK.”
Ketentuan
tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi setiap regu. Ketepatan kode
semaphore harus dipadukan dengan koreografi, ekspresi, musik, dan kekompakan
seluruh anggota sehingga menghasilkan penampilan yang tidak hanya benar secara
teknik, tetapi juga menarik untuk disaksikan.
Dengan
arena berukuran 10 x 20 meter dan durasi penampilan maksimal 10 menit, setiap
regu berusaha menyuguhkan penampilan terbaiknya. Musik yang digunakan telah
dipersiapkan oleh masing-masing peserta dan diserahkan kepada panitia melalui
pembina sebagai penanggung jawab sebelum pelaksanaan lomba.
Bukan
Sekadar Menari, tetapi Belajar dari Semaphore
Semaphore
Dance menjadi gambaran bahwa kegiatan kepramukaan dapat dikemas secara kreatif
dan menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.
Melalui
kegiatan ini, para peserta belajar bahwa sebuah penampilan yang baik
membutuhkan kekompakan, latihan, komunikasi, konsentrasi, kedisiplinan, dan
kepercayaan terhadap anggota regu. Kesalahan satu orang dapat memengaruhi
keseluruhan gerakan, sehingga setiap peserta dituntut untuk saling mendukung
dan bertanggung jawab.
Dari
sinilah nilai pendidikan karakter dalam Pramuka terlihat nyata. Anak-anak tidak
hanya belajar menggunakan bendera semaphore, tetapi juga belajar bagaimana
bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
Penilaian
Menguji Kreativitas dan Ketepatan
Untuk
menentukan regu terbaik, panitia menghadirkan tim juri yang terdiri atas pelatih,
pembina, serta pihak-pihak yang kompeten di bidangnya berdasarkan mandat
Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Cibadak.
Beberapa
aspek yang menjadi dasar penilaian meliputi:
1. Koreografi;
2. Ekspresi;
3. Kelengkapan
anggota;
4. Kostum;
5. Kesesuaian
musik dengan gerakan; dan
6. Ketepatan
gerakan semaphore.
Dari
seluruh peserta kemudian dipilih sembilan regu terbaik yang memperoleh predikat
Juara Utama, Juara Madya, dan Juara Purwa, masing-masing peringkat 1, 2, dan 3.
Meriah,
Tertib, dan Sarat Nilai Pendidikan
Sejak
awal hingga berakhirnya kegiatan, seluruh rangkaian lomba berlangsung lancar
dan tertib. Antusiasme peserta, pembina, panitia, dan para pendukung menjadikan
suasana kegiatan semakin semarak.
Kegiatan
ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat Gerakan Pramuka di Kecamatan Cibadak
terus tumbuh. Kehadiran 45 regu Penggalang dari berbagai SD/MI menjadi bukti
bahwa Pramuka masih menjadi wadah yang efektif untuk membangun generasi muda
yang aktif, kreatif, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki
semangat kebersamaan.
Lomba
Semaphore Dance dalam rangka HUT ke-65 Gerakan Pramuka akhirnya bukan hanya
tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung
bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, berani tampil, dan menunjukkan bahwa
semaphore dapat dikemas menjadi seni yang atraktif dan penuh makna.
Dari
bendera semaphore lahir kreativitas, dari gerakan tumbuh kekompakan, dan dari
Pramuka lahir generasi yang siap berkarya untuk Indonesia.
Salam
Pramuka!
Satyaku
Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.
Rekapan Hasil Lomba:

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
No comments:
Post a Comment