Tuesday, August 18, 2026

12 Semester Menanti, 18 Agustus Menjadi Hari yang Tak Terlupakan Ketika Perjuangan Hammam Berbuah Bahagia di UPI Bandung

12 Semester Menanti, 18 Agustus Menjadi Hari yang Tak Terlupakan Ketika Perjuangan Hammam Berbuah Bahagia di UPI Bandung

Oleh : Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Bandung- 18 Agustus. Guru Ataya kali akan berbagi tentang sesuatu,  ada hari-hari yang datang seperti biasa. Namun, ada pula hari yang sejak jauh-jauh hari telah dinantikan, dihitung, dan disimpan dalam doa. Selasa,18 Agustus 2026 adalah salah satunya.

Bagi kami sekeluarga, hari itu bukan sekadar tanggal dalam kalender. Hari itu adalah sebuah penanda perjalanan panjang, sebuah momentum yang menyatukan rasa haru, bangga, bahagia, dan syukur. Setelah menempuh perjalanan akademik selama 12 semester, anak kedua kami, Hammam Pratama Putra, akhirnya sampai pada salah satu tahapan penting dalam hidupnya: ujian sidang kelulusan Sarjana S-1 pada Program Studi Kepelatihan Olahraga (KFO) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Hari itu terasa begitu istimewa karena kami dapat berkumpul lengkap. Saya bersama istri dan tiga anak hadir di UPI Bandung untuk memberikan support dan motivasi. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ayah selain melihat anaknya berdiri di titik yang selama ini diperjuangkannya, terlebih ketika perjalanan menuju titik tersebut tidaklah singkat.

12 semester bukan waktu yang sebentar

Ada banyak cerita di balik angka tersebut. Ada hari-hari penuh semangat, ada rasa lelah, ada tugas dan kewajiban akademik, ada proses belajar yang panjang, ada kegagalan yang mungkin pernah datang, dan tentu ada doa yang tidak pernah berhenti mengiringi setiap langkah.

Bagi seorang mahasiswa, menyelesaikan pendidikan S-1 bukan hanya tentang mendapatkan gelar. Di baliknya ada proses menempa kedewasaan, belajar bertanggung jawab, belajar bertahan ketika keadaan tidak selalu mudah, serta belajar untuk terus melangkah meskipun perjalanan terasa panjang.

Dan hari itu, semua perjuangan tersebut seolah menemukan satu titik temu.

Di lingkungan UPI Bandung, khususnya di Program Studi Kepelatihan Olahraga, Hammam menjalani salah satu ujian terpenting dalam perjalanan akademiknya. Sebagai orang tua, kami mungkin tidak selalu berada di setiap langkahnya. Namun, kami tahu bahwa setiap langkah itu memiliki cerita dan perjuangannya sendiri.


"Ayah dan ibu mungkin serta kakak dan adikmu tidak bisa menggantikan perjuanganmu, Nak. Tetapi doa kami selalu menyertai setiap langkahmu"


Ketika seorang anak berhasil mencapai sesuatu yang telah lama diperjuangkan, sesungguhnya yang merasakan kebahagiaan bukan hanya anak tersebut. Orang tua pun merasakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Foto Dokumen Pribadi

Ada rasa bangga ketika melihat anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu bertanggung jawab atas pilihannya.

Ada rasa haru ketika mengingat kembali masa-masa ketika ia masih kecil.

Dan ada rasa syukur yang begitu dalam karena Allah SWT telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyaksikan salah satu pencapaian penting dalam kehidupannya.

Bagi kami, sidang sarjana Hammam bukanlah sekadar ujian akademik. Lebih dari itu, sidang tersebut menjadi simbol bahwa sebuah perjalanan panjang telah berhasil dilewati.

Dua belas semester telah mengajarkan satu hal penting: setiap perjalanan memiliki waktunya sendiri.

Tidak semua orang harus sampai pada tujuan dengan waktu yang sama. Yang terpenting bukan seberapa cepat seseorang tiba, tetapi seberapa kuat ia bertahan dan seberapa besar ia belajar sepanjang perjalanan.

Karena itu, kami tidak melihat angka 12 semester sebagai sebuah keterlambatan. Kami melihatnya sebagai 12 semester penuh pengalaman, perjuangan, pembelajaran, dan pendewasaan.

Kini, ketika satu tahapan telah dilalui, tentu masih ada perjalanan berikutnya yang menanti.

Gelar sarjana bukanlah akhir dari perjuangan. Justru ia merupakan pintu menuju perjalanan yang lebih luas. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di KFO semoga dapat menjadi bekal untuk berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi banyak orang, khususnya dalam dunia olahraga dan kepelatihan.

Hammam, hari ini ayah dan ibu tidak hanya melihat seorang anak yang telah menyelesaikan kuliahnya. Kami melihat seorang anak yang telah belajar menjadi lebih dewasa.

Kami bangga kepadamu.

Bukan semata-mata karena kelak namamu akan disertai gelar sarjana, tetapi karena engkau telah berusaha menyelesaikan apa yang telah engkau mulai.

Terima kasih telah memberikan kesempatan kepada ayah dan ibu untuk menjadi saksi perjalanan panjangmu.

Terima kasih telah mengajarkan kepada kami bahwa kesabaran, ketekunan, dan doa akan selalu menemukan jalannya.

Semoga setelah sidang ini, langkahmu semakin mantap. Semoga ilmu yang engkau peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat. Semoga perjalanan hidupmu dipenuhi keberkahan. Dan semoga kelak engkau menjadi pribadi yang bukan hanya sukses untuk dirimu sendiri, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

Foto Dokumen Pribadi


18 Agustus 2026 akan selalu kami kenang

Hari ketika kami berkumpul bersama di UPI Bandung.

Hari ketika seorang anak menyelesaikan salah satu bab penting dalam hidupnya.

Hari ketika rasa lelah selama 12 semester berubah menjadi kebahagiaan.

Dan hari ketika seorang ayah dan ibu kembali menyadari bahwa melihat anak berhasil adalah salah satu hadiah terindah dalam perjalanan kehidupan orang tua.

Selamat menempuh babak baru, Hammam Pratama Putra.

12 semester telah berlalu. Satu perjuangan telah selesai. Namun, perjalanan besar dalam kehidupanmu baru saja dimulai.

Dengan cinta, doa, dan kebanggaan yang tak akan pernah selesai, Ayah dan Ibu serta kakak dan adik.

 Salam Blogger

Tantangan Menulis Hari #2




No comments:

Post a Comment