Ketika Semangat Pramuka Bertemu dengan Cinta
Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)
Kegiatan
tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Kecamatan Cibadak, yakni Camat
Cibadak, Kapolsek Cibadak, dan Danramil Cibadak, serta Lurah Cibadak. Hadir
pula para Kak Mabigus dari berbagai gugus depan di wilayah Kecamatan Cibadak,
para anggota Pramuka Siaga, Penggalang, Pandega, serta para pembina Pramuka
yang mendapat undangan.
Suasana
semakin semarak sebelum upacara dimulai. Para peserta disuguhi penampilan seni
tari dan atraksi Paskibra Cadas Try Satria SMPN 3 Cibadak yang tampil penuh
semangat dan percaya diri. Kemudian, panggung kehormatan diisi oleh penampilan
para juara Semaphore Dance Penggalang SD, yang sehari sebelumnya telah
berkompetisi dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka.
Tepat
pukul 09.30 WIB, upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 secara resmi dimulai.
Dengan seragam Pramuka yang dikenakan penuh kebanggaan, seluruh peserta
mengikuti setiap rangkaian upacara dengan tertib dan khidmat.
Peringatan
Hari Pramuka tahun 2026 mengusung tema:
“Memantapkan
Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema
tersebut menjadi pengingat bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya berbicara tentang
kegiatan di alam terbuka, keterampilan, kedisiplinan, dan persaudaraan, tetapi
juga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki
kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Dalam
sambutannya, Camat Kecamatan Cibadak menyampaikan pesan dan arahan mengenai
pentingnya menjaga semangat kebersamaan serta terus mendukung program-program
Gerakan Pramuka di tingkat ranting. Pramuka diharapkan mampu menjadi wadah
pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, disiplin, peduli, dan
siap berkontribusi bagi masyarakat.
Rangkaian
kegiatan peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Ranting Kecamatan
Cibadak tidak berhenti pada upacara. Sebagai bagian dari program kerja Gerakan
Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Cibadak sekaligus sebagai sarana memupuk jiwa
kompetitif, kreativitas, kebersamaan, dan semangat kepramukaan, kegiatan
dilanjutkan dengan lomba Pramuka tingkat Penggalang SMP/MI se-Kwartir Ranting
Cibadak.
Bagi
para peserta, perlombaan bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Lebih
dari itu, setiap perlombaan menjadi ruang untuk belajar tentang kerja sama,
keberanian, sportivitas, tanggung jawab, dan bagaimana sebuah regu mampu
berjalan bersama menuju tujuan yang sama.
Di
Balik Seragam Pramuka, Ada Sebuah Kisah Istimewa
Namun,
di antara gegap gempita peringatan Hari Pramuka tahun ini, terselip sebuah
kisah yang begitu personal dan menyentuh.
Bagi GuruAtaya (Iwan Sumantri) kegiatan HUT ke-65
Gerakan Pramuka kali ini memiliki makna yang jauh lebih istimewa. Di tengah
kesibukan menjalankan tugas dan pengabdian sebagai bagian dari dunia pendidikan
dan kepramukaan, tanggal 14 Agustus 2026 ternyata bertepatan dengan ulang tahun
perkawinan atau anniversary pernikahan Guru Ataya yang ke-32 tahun.
Tiga
puluh dua tahun bukanlah waktu yang singkat
Ada
begitu banyak cerita yang mungkin telah dilalui, tentang kebahagiaan,
perjuangan, kesabaran, pengorbanan, dan doa yang terus dipanjatkan. Ada
hari-hari yang mudah dan mungkin ada pula hari-hari yang penuh tantangan.
Namun, perjalanan panjang itu menjadi bukti bahwa sebuah ikatan tidak hanya
dibangun oleh kata-kata, tetapi oleh kesetiaan untuk terus berjalan bersama.
Menariknya,
perayaan ulang tahun pernikahan tersebut hadir bersamaan dengan peringatan Hari
Pramuka, sebuah momentum yang sarat dengan nilai kesetiaan, pengabdian,
disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan ketulusan.
Nilai-nilai
yang selama ini diajarkan dalam kepramukaan ternyata memiliki kesamaan yang
indah dengan perjalanan sebuah rumah tangga.
Pramuka
mengajarkan untuk setia pada janji. Pernikahan juga mengajarkan kesetiaan.
Pramuka
mengajarkan untuk saling menolong. Pernikahan mengajarkan untuk saling
menguatkan.
Pramuka
mengajarkan perjalanan bersama menuju tujuan. Pernikahan pun demikian, dua hati
berjalan bersama, melewati waktu, menuju masa depan.
Maka,
di tengah barisan para Pramuka, kibaran bendera, suara aba-aba, dan semangat
menuju Indonesia Emas 2045, ada satu hati yang diam-diam juga sedang merayakan
perjalanan panjangnya sendiri.
32
tahun pernikahan. 32 tahun berjalan bersama. 32 tahun belajar mencintai,
memahami, dan bertahan.
Hari
itu seolah menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian memiliki kisahnya
masing-masing. Ada yang mengabdi untuk bangsa melalui pendidikan. Ada yang
mengabdi melalui Gerakan Pramuka. Dan ada pula pengabdian yang berlangsung
paling dekat dengan kehidupan: mengabdi kepada keluarga dan menjaga sebuah
janji cinta.
Dari
Cibadak, Semangat Itu Terus Menyala
Peringatan
HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Kecamatan Cibadak akhirnya bukan sekadar sebuah
seremoni tahunan. Ia menjadi pertemuan berbagai generasi, pertemuan semangat,
kreativitas, pengabdian, dan persaudaraan.
Dari
para Siaga yang sedang belajar mengenal dunia, Penggalang yang mulai berani
mengambil tantangan, Pandega yang dipersiapkan menjadi generasi penerus, hingga
para pembina yang dengan tulus mendampingi mereka, semuanya menjadi bagian dari
perjalanan panjang Gerakan Pramuka.
Dan
bagi Guru Ataya (Iwan Sumantri) tanggal 14
Agustus 2026 akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam ingatan.
Di
satu sisi, ia memperingati 65 tahun Gerakan Pramuka yang terus mengabdi untuk
bangsa.
Di
sisi lain, ia merayakan 32 tahun perjalanan pernikahan yang telah mengajarkan
arti kesetiaan dan kebersamaan.
Dua
momentum yang berbeda, tetapi memiliki satu pesan yang sama:
Perjalanan
panjang akan terasa indah ketika dijalani dengan kesetiaan, ketulusan, dan
kebersamaan.
Selamat
Hari Pramuka ke-65.
“Memantapkan
Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dan
untuk Guru Ataya dan keluarga, selamat menapaki 32 tahun perjalanan pernikahan.
Semoga cinta yang telah tumbuh selama lebih dari tiga dekade terus menjadi
sumber kekuatan, keteduhan, dan kebahagiaan untuk melangkah menuju tahun-tahun
berikutnya.
Karena
pada akhirnya, baik dalam pengabdian maupun kehidupan, yang paling berharga
bukanlah seberapa cepat kita sampai, tetapi dengan siapa kita berjalan dan
seberapa tulus kita menjaga perjalanan itu.
Salam
hangat penuh cinta buat Isteriku Yani Sumanti dan anak-anakku : Krani Pratiwi,S.Ps., Hammam Pratama Putra
dan Ataya Rachman Pradana Putra.

.jpeg)


Mantap
ReplyDeleteBarokalloh pa iwan, semoga selalu menjadi keluarga yg sakinah, dunia dan akhirat
ReplyDelete