Saturday, August 15, 2026

Ketika Semangat Pramuka Bertemu dengan Cinta

Ketika Semangat Pramuka Bertemu dengan Cinta 

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 14 Agustus 2026. Guru Ataya: Semangat kepramukaan terasa begitu kuat di SMPN 3 Cibadak pada Jumat, 14 Agustus 2026. Halaman sekolah menjadi saksi berkumpulnya berbagai elemen Gerakan Pramuka dalam rangka Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kecamatan Cibadak.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Kecamatan Cibadak, yakni Camat Cibadak, Kapolsek Cibadak, dan Danramil Cibadak, serta Lurah Cibadak. Hadir pula para Kak Mabigus dari berbagai gugus depan di wilayah Kecamatan Cibadak, para anggota Pramuka Siaga, Penggalang, Pandega, serta para pembina Pramuka yang mendapat undangan.

Suasana semakin semarak sebelum upacara dimulai. Para peserta disuguhi penampilan seni tari dan atraksi Paskibra Cadas Try Satria SMPN 3 Cibadak yang tampil penuh semangat dan percaya diri. Kemudian, panggung kehormatan diisi oleh penampilan para juara Semaphore Dance Penggalang SD, yang sehari sebelumnya telah berkompetisi dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka.

Tepat pukul 09.30 WIB, upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 secara resmi dimulai. Dengan seragam Pramuka yang dikenakan penuh kebanggaan, seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan tertib dan khidmat.

Peringatan Hari Pramuka tahun 2026 mengusung tema:

“Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya berbicara tentang kegiatan di alam terbuka, keterampilan, kedisiplinan, dan persaudaraan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Dalam sambutannya, Camat Kecamatan Cibadak menyampaikan pesan dan arahan mengenai pentingnya menjaga semangat kebersamaan serta terus mendukung program-program Gerakan Pramuka di tingkat ranting. Pramuka diharapkan mampu menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, disiplin, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Ranting Kecamatan Cibadak tidak berhenti pada upacara. Sebagai bagian dari program kerja Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Cibadak sekaligus sebagai sarana memupuk jiwa kompetitif, kreativitas, kebersamaan, dan semangat kepramukaan, kegiatan dilanjutkan dengan lomba Pramuka tingkat Penggalang SMP/MI se-Kwartir Ranting Cibadak.

Bagi para peserta, perlombaan bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, setiap perlombaan menjadi ruang untuk belajar tentang kerja sama, keberanian, sportivitas, tanggung jawab, dan bagaimana sebuah regu mampu berjalan bersama menuju tujuan yang sama.

 


Di Balik Seragam Pramuka, Ada Sebuah Kisah Istimewa

Namun, di antara gegap gempita peringatan Hari Pramuka tahun ini, terselip sebuah kisah yang begitu personal dan menyentuh.

Bagi GuruAtaya (Iwan Sumantri)  kegiatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka kali ini memiliki makna yang jauh lebih istimewa. Di tengah kesibukan menjalankan tugas dan pengabdian sebagai bagian dari dunia pendidikan dan kepramukaan, tanggal 14 Agustus 2026 ternyata bertepatan dengan ulang tahun perkawinan atau anniversary pernikahan Guru Ataya yang ke-32 tahun.

 

Tiga puluh dua tahun bukanlah waktu yang singkat

Ada begitu banyak cerita yang mungkin telah dilalui, tentang kebahagiaan, perjuangan, kesabaran, pengorbanan, dan doa yang terus dipanjatkan. Ada hari-hari yang mudah dan mungkin ada pula hari-hari yang penuh tantangan. Namun, perjalanan panjang itu menjadi bukti bahwa sebuah ikatan tidak hanya dibangun oleh kata-kata, tetapi oleh kesetiaan untuk terus berjalan bersama.

Menariknya, perayaan ulang tahun pernikahan tersebut hadir bersamaan dengan peringatan Hari Pramuka, sebuah momentum yang sarat dengan nilai kesetiaan, pengabdian, disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan ketulusan.

Nilai-nilai yang selama ini diajarkan dalam kepramukaan ternyata memiliki kesamaan yang indah dengan perjalanan sebuah rumah tangga.

Pramuka mengajarkan untuk setia pada janji. Pernikahan juga mengajarkan kesetiaan.

Pramuka mengajarkan untuk saling menolong. Pernikahan mengajarkan untuk saling menguatkan.

Pramuka mengajarkan perjalanan bersama menuju tujuan. Pernikahan pun demikian, dua hati berjalan bersama, melewati waktu, menuju masa depan.

Maka, di tengah barisan para Pramuka, kibaran bendera, suara aba-aba, dan semangat menuju Indonesia Emas 2045, ada satu hati yang diam-diam juga sedang merayakan perjalanan panjangnya sendiri.

32 tahun pernikahan. 32 tahun berjalan bersama. 32 tahun belajar mencintai, memahami, dan bertahan.

Hari itu seolah menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian memiliki kisahnya masing-masing. Ada yang mengabdi untuk bangsa melalui pendidikan. Ada yang mengabdi melalui Gerakan Pramuka. Dan ada pula pengabdian yang berlangsung paling dekat dengan kehidupan: mengabdi kepada keluarga dan menjaga sebuah janji cinta.

 

Dari Cibadak, Semangat Itu Terus Menyala

Peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Kecamatan Cibadak akhirnya bukan sekadar sebuah seremoni tahunan. Ia menjadi pertemuan berbagai generasi, pertemuan semangat, kreativitas, pengabdian, dan persaudaraan.

Dari para Siaga yang sedang belajar mengenal dunia, Penggalang yang mulai berani mengambil tantangan, Pandega yang dipersiapkan menjadi generasi penerus, hingga para pembina yang dengan tulus mendampingi mereka, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang Gerakan Pramuka.

Dan bagi Guru Ataya (Iwan Sumantri)  tanggal 14 Agustus 2026 akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam ingatan.

Di satu sisi, ia memperingati 65 tahun Gerakan Pramuka yang terus mengabdi untuk bangsa.

Di sisi lain, ia merayakan 32 tahun perjalanan pernikahan yang telah mengajarkan arti kesetiaan dan kebersamaan.

Dua momentum yang berbeda, tetapi memiliki satu pesan yang sama:

Perjalanan panjang akan terasa indah ketika dijalani dengan kesetiaan, ketulusan, dan kebersamaan.

Selamat Hari Pramuka ke-65.

“Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dan untuk Guru Ataya dan keluarga, selamat menapaki 32 tahun perjalanan pernikahan. Semoga cinta yang telah tumbuh selama lebih dari tiga dekade terus menjadi sumber kekuatan, keteduhan, dan kebahagiaan untuk melangkah menuju tahun-tahun berikutnya.

Karena pada akhirnya, baik dalam pengabdian maupun kehidupan, yang paling berharga bukanlah seberapa cepat kita sampai, tetapi dengan siapa kita berjalan dan seberapa tulus kita menjaga perjalanan itu.

Salam hangat penuh cinta buat Isteriku Yani Sumanti dan anak-anakku : Krani Pratiwi,S.Ps., Hammam Pratama Putra dan Ataya Rachman Pradana Putra.




2 comments:

  1. Barokalloh pa iwan, semoga selalu menjadi keluarga yg sakinah, dunia dan akhirat

    ReplyDelete