Tuesday, September 15, 2020

ADA RENA MANDI GOTONG TAS DI PJJ DARING CERIA BERBUDI

ADA RENA MANDI GOTONG TAS DI PJJ DARING CERIA BERBUDI

Oleh: Iwan Sumantri

Hampir 7 bulan sejak berlakunya pembelajaran dari rumah, guru, siswa dan orang bisa merasakannya bagaimana pembelajaran yang tak normal dirasakan. Pandemi Covid-19 merupakan keadaan darurat yang berpengaruh pada seluruh kehidupan kita termasuk di dunia pendidikan. Kondisi pembelajaran seperti dipaksa untuk melakukan perubahan. Berbagai aktivitas yang yang biasanya bisa dilakukan sebelum pandemi Covid-19 tidak bisa lagi dilakukan demi mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19.

Memperhatikan perkembangan kondisi terkini penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) para guru terlena dan berkreasi dengan bagaimana upaya dalam proses pembelajaran dengan PJJ daringnya, mulai dari persiapan  membuat RPP daring, membuat media yang sesuai untuk penyampaian materi agar tersampaikan kesiswa. Guru berlomba-lomba berkreasi dalam media pembelajaran sesuai dengan kemampuannya. Tanpa disadari guru melupakan untuk memberikan dan menyampaikan nilai karakter dalam proses pembelajaran daringnya. Guru sebagian besar terfokus pada bagaimana penyampaian materi bisa sampai ke siswa. Untuk penguatan nilai-nilai karakter kadang guru mengesampingkannya. Padahal dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja nilai karakter itu harus selalu dimunculkan karena penguatan pendidikan karakter sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan.

Setelah saya melihat dan menyaksikan video pelaksanaan webinar series Agustus dan melakukan PJJ daring di SMP Negeri 3 Cibadak dengan visi sekolah terwujudnya insan CERIA BERBUDI (Cerdas,Edukatif,Religius,Integritas, Akuntabel dan Berbudaya Lingkungan ) ada nilai utama karakter yang tersampaikan dalam PJJ daring yang saya sebut dengan RENA MANDI GOTONG TAS. RE = Religius, NA = Nasionalis, MANDI = Mandiri, GOTONG = Gotongroyong, TAS = Integritas.

REligius 

Sikap religius mencerminkan keberiman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di PJJ daring S3 Ceria berbudi bisa dilihat dari guru memberikan materi di awali dengan berdoa untuk memulai dan mengakhiri pembelajaran daring 

Jadwal PJJ Daring Diawali dengan Penanaman Nilai Religius



Sholat Dhuha sebelum PJJ Daring Dimulai ( Foto Dok.Pribadi)

Membaca A-'Quran (Foto Dok.Pribadi)

NAsionalis 

Nasionalis berarti menempatkan kepentingan bagsa dan negera di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Bisa dilihat dari para siswa mematuhi peraturan sekolah atau peraturan dalam mengikuti PJJ daring dari setiap guru mata pelajaran.

Siswa patuh pada tugas PJJ daring yang disampaikan guru (Foto Dok.Pribadi)

MANDIri 

Mandiri artinya tidak tergantung pada orang lain dan menggunakan tenaga, pikiran, dan waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita. Mandiri erat hubungannya dengan kesuksesan seseorang. Bisa dilihat di PJJ daring banyak siswa yang sukses menyelesaikan tugasnya dari beberapa guru mata pelajaran.

Ketika siswa menyelesaikan tugas PJJ daringnya ( Foto Dok Pribadi)

GOTONG royong 

Gotong royong mencerminkan tindakan menghargai kerjasama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama. Di PJJ daring bisa tercipta pada diri guru misalnya guru saling berbagi dan kerja sama dalam membuat media PJJ daring seperti google classroom, google form dan media lainnya. Kita bisa berbagi kepada guru lain, apa yang kita bisa, begitu juga menerima sesuatu yang semula kita tidak bisa. Pada siswa, akan terjadi komunikasi dalam memusyawarahkan atau saling diskusi di grup untuk menyelesaikan tugas, dan saling menghargai pendapat antar teman. 

Siswa dan orang tua belajar bersama (Foto Dok Pribadi)

Saat Berbagi Membuat Media Pembelajaran dengan guru lain (Foto Dok Pribadi)

Berbagi dengan guru lain dalm membuat media dengan HP (Foto Dok Pribadi)

integriTAS 

Integritas artinya selalu berupaya menjadikan dirinya sebagai orang yang bisa dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Nilai Integritas bisa terlihat dari guru ketika bertanggungjawab harus melaksanakan tugas PBMnya di suasana darurat sekarang ini, Untuk siswa bisa terlihat salah satunya ketika siswa aktif dalam diskusi di PJJ daring 


Salah satu tanggungjawab guru akan tugasnya di PJJ daring (Foto Dok Pribadi)





Respon siswa atas tugas (Foto Dok Pribadi)





Terakhir saya kutip pernyataan dari Ki Hajar Dewantara "Pendidikan itu hanya bisa menuntun, namun faedahnya bagi hidup tumbuhnya anak sangat besar".

---------


#CerdasBerkarakter

#BlogBerkarakter

#BahagiaBelajardiRumah

#SeruKebiasaanBelajarBaru

#VlogBerkarakter


Referensi Tulisan :

1) https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/?page_id=2896

2) https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/



54 comments:

  1. tolong dikupas juga pa, sisi negatifnya, karena tidak semuanya positif..,πŸ˜ŠπŸ™πŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Bu Ozone.Fhz: Setuju , Insya Allah kita kupas sisi negetifnya dari PJJ daring tsb!

      Delete
  2. Betul pak positifnya guru yang gaptek seperti saya dipaksa untuk belajar minimal bisa gcr, dan googleform...tetap semangat BDR walau tak jarang daring pun membuat darting..😊

    ReplyDelete
  3. MasyaAllah tabarrakallah, guru Attaya emang keren Rena mandi gotong tas, perlu

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Bu Ika : Makasih atas apresiasinya ! Setuju Rena Mandi Gotong Tas perlu dan harus selalu di gaungkan serta di aktualisasikan pada siswa2 kita !

      Delete
  4. Betul pak positifnya guru yang gaptek seperti saya dipaksa untuk belajar minimal bisa gcr, dan googleform...tetap semangat BDR walau tak jarang daring pun membuat darting..😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Bu Sri Wahyu K : Lama- lama ketika kita merasakan dan belajar BDR nya dengan hati, Darting akan hilang menjadi Saling berbagi !

      Delete
  5. Mantap pa... tetap berkarya di masa pandemi,inilah salah satu indikator guru profesioanal plus memesona. Setelah membaca artikelnya, setidaknya dapat memotivasi guru untuk tetap melakukan pembelajaran dan implementasi pendidikan penguatan karakter bagi peserta didik ditengah keterbatasan waktu PTM dan keterbatasan keterampilam TIK bagi sebagian guru. Terima kasih Guru Ataya, sangat menginspirasi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @NM : Terimakasih atas apresiasinya ! Setuju dengan pernyataan : setidaknya dapat memotivasi guru untuk tetap melakukan pembelajaran dan implementasi pendidikan penguatan karakter bagi peserta didik ditengah keterbatasan waktu PTM dan keterbatasan keterampilam TIK bagi sebagian guru. Ayo kita mencoba saling menginspirasi !

      Delete
  6. Berkarya terus pak, dan ttp semangat
    πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

    ReplyDelete
    Replies
    1. @anton: Terimakasih atas motivasinya utk tetap mencoba berbuat sesuatu dgn tulisan !

      Delete
  7. Hikmah covid : Guru lebih melek IT walau terseok-seok belajarnya.
    Ditunggu tulisan berikutnya tentang negatifnya PJJ dari sudut pandang guru, siswa, orangtua siswa dan kita bahas solusinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ Bu Hepi Hapipah: Terimakasih bu sudah bisa berbagi ! Ayo kita coba menulis tentang negatifnya PJJ dari sudut pandang kita selaku guru, siswa dan tentunya orang tua siswa. Insya Allah akan saya coba menulisnya di kesempatan lain !

      Delete
  8. MasyaAllah... barakallah pak... jazakallah parantos sharing ilmunya... inshaaAllah manfaat pisan pak... mudah2n bisa mengikuti jejak guruataya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Pak Abdul Rasyid Fahmai: Alhamdulilah ngersakeun berkunbjung ke blog guru ataya. Aamiin YRA jika tulisan ini bermanfaat !

      Delete
  9. Keren pak, πŸ‘πŸ‘ semoga saya bisa mengikuti jejak bapak.. Aamiin😊😊

    ReplyDelete
  10. ada sesuatu yang bisa diambil hikmahnya dgn covid tersebut, selain melek akan ICT guru dan siswa, tanpa sadar kita juga sedang menerapkan dan berlatih nilai2 karakter seperti diatas !

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ananda Krani Pratiwi : Setuju sekali tanpa sadar kita selaku guru sebetulnya ketika PJJ daring sedang membelajarkan siswa dan kita utk mengaktualisasikan nilai2 karakter. Terimaksih sudah berbagi !

      Delete
  11. MasyaaAllah.. Guru ataya selalu kreatif, inovatif dan menginspirasi.. barokalloh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Bu Yani Kusmardana: Terimaksih bu atas apresiasinya, ini hanya sekedar sharing dan mensyukuri apa yang terjadi di PJJ daring dilihat dari kacamata seorang guru matematika yang bisa dirasakan dan tersampaikan ke siswa !

      Delete
  12. Mantap pa iwan,selalu menjadi pemberi inspirasi untuk kemajuan kita, semangat terus untuk berkarya

    ReplyDelete
  13. Mantap pa iwan,selalu menjadi pemberi inspirasi untuk kemajuan kita, semangat terus untuk berkarya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas apresiasinya ! Guru harus selalu jadi inspirator minimal buat diri sendiri !

      Delete
  14. Setujuu, siswa bukan hanya harus pandai dan berilmj, tapi yg terpenting harus memiliki akhlak dan karakter yg baikπŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sekali, harus berkolaborasi kepandaian, ilmu, ahklak dan karakter pada diri seseorang ! Terimakasih sudah bisa berbagi !

      Delete
  15. Sangat menginspirasi pak iwan.. semoga di sekolah kami di purwakartan bisa menyerap dan menerapkan penanaman karakter yang terlupakan sebagian besar guru dalam pembelajaran daring ini..

    ReplyDelete
  16. Sangat menginspirasi pak iwan.. semoga di sekolah kami di purwakartan bisa menyerap dan menerapkan penanaman karakter yang terlupakan sebagian besar guru dalam pembelajaran daring ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Bu Ade Emay: Terimakasih bu atas apresiasinya. Kita saling mengingatkan di PJJ daring ini, Esensi Nilai karakter harus selalu tertanam pada diri siswa kita !

      Delete
  17. Rena mandi gotong tas.. .πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa pandemi ini membuat orang cerdas dan kreatif seperti pa iwan terus menerus berkreasi memberikan inspirasi.
      Paduan antara Iptek dan Imtak harus sejalan.
      Jadi... setuju banget dengan tulisan di atas.

      Delete
    2. @Pena Guru : Terimkasih Bu Eti atas aprsiasinya. Kita harus saling berbagi tentang sesuatu yang kita punya dalam rangka mencerdaskan anak bangsa ini, dengna apa saja yang kita punya, salah satunya dengan menulis hal yang bisa kita bagikan !

      Delete
  19. Keren abis.............mantap........lanjutkan !

    ReplyDelete
  20. Mantap pa, tulisannya semakin mengingat saya terutama,
    Betul sekali yg saya rasakan dengan PJJ yg dilaksanakan saat ini,menuntaskan materi pembelajaran seakan jd tujuan saya. Sementara dengan belajar dirumah yg saya perhatikan dlm keseharian dilingkungan sekitar, terkadang anak anak lebih banyak bermain, HP menjadi sarana untuk game, belajar hanya "asal gugur kewajiban" Tak lg jd kebutuhan, kadang saya berpikir, saat mereka kembali sekolah, mungkin kita sebagai tenaga pendidik harus berjuang banyak untuk menanamkan kembali pendidikan karakter.
    "Rena Mandi Gotong Tas"
    Tulisan bapa Insya Allah menjadi "pengingat bagi saya khususnya jg bagi semua pembaca umumnya, bahwa kita adalah
    " Garda terdepan" Dalam membentuk generasi yg berakhlak mulia, dalam kondisi pembelajaran apapun kita berada selalu ingatkan anak didik kita,
    Hatur nuhun,, tetap semangat dalam berkarya pa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas apresiasinya ! Setuju dengan apa yang disampaikan, kita adalah
      " Garda terdepan" Dalam membentuk generasi yg berakhlak mulia, dalam kondisi pembelajaran apapun kita berada selalu ingatkan anak didik kita. Ayo kita tetap semangat untuk selalu menanamkan nilai2 karakter pada anak2 kita sejak dini !

      Delete
  21. Luar biasa pak iwan.

    https://www.gurupenggerakindonesia.com/dahsyatnya-kekuatan-kata/ Kekuatan kata memang dahsyat. Namun banyak orang tak mau bersusah payah mempelajarinya. Saya perlu waktu 13 tahun bercumbu mesra dengannya. Tidak ada yang instan dalam terampil merangkai kata. Perlu banyak keliling dunia dengan membaca buku dan menggali berita. Sampai saat ini saya masih belajar dan karena itu saya membuka kelas belajar menulis di aplikasi WA. Anda bisa mendaftarkan diri ke 08159155515.

    ReplyDelete
  22. @Om Jay (Wijaya Kusumah): Alhamdulilah Guru Besar Blogger bisa berkunjung di blog Guru Ataya. Terimakasih atas apresiasinya ! Pengalaman yang luar biasa dan wajib di tiru, ternyata belajar itu tak ada batas waktunya ! terutama untuk membaca dan membaca terus ! Inilah penerapan nilai karakter disiplin dalam belajar, terus dan terus belajar sepanjang hayat !

    ReplyDelete
  23. Bagus materinya luar biasa, sebagai guru saat ini kita pun harus belajar dan belajar lagi. Semangat Pak....semangat belajar ayo kita pasti BISA

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ Jendela Ayu DW: Terimakasih atas apresiasinya ! Setuju sekali kita sebagai guru harus tetap belajar dan belajar ! Kita Pasti BISA !

      Delete
  24. Mantav, Pak Iwan.. guru panutan banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ Bu Linda Satibi: Makasih bu atas apresiasinya ! Wah....terlalu berlebihan bu..guru panutan banget...saya masih belajar dan belajar bu untuk menuju guru panutan !

      Delete
  25. Rena Mandi Gotong Tas Akronim yang menarik dan perlu di lakukan oleh semua elemen masyarakat terutama Siswa,Guru dan stekholder yang ada di dunia pendidikan . Kren abis artikelnya Pak !

    ReplyDelete
  26. Nilai karakter yang harus selalu tertanam di siswa kita disetiap pembelejaran baik PJJ atau Lurinh ! Sukses Pak !

    ReplyDelete