Showing posts with label #BlogBerkarakter. Show all posts
Showing posts with label #BlogBerkarakter. Show all posts

Saturday, August 29, 2026

Guru Unggul di Zaman Berubah, Bukan Lagi yang Paling Banyak Bicara, tetapi yang Mampu Menyalakan Cahaya

Guru Unggul di Zaman Berubah, Bukan Lagi yang Paling Banyak Bicara, tetapi yang Mampu Menyalakan Cahaya

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak-29 Agustus 2026. Guru Ataya, siapa sih yang tak mengenal guru yang tugas mengajar,mendidik pokoknya dan melatih adalah serta membimbing murid atau peserta didik. Ya..guru merupakan profesi yang mulia dan tertua yang ada di dunia ini. Ribuan bahkan jutaan guru sekarang ini menghias dan bertugas di negeri ini untuk mencerdaskan anak-anak bangsa agar mereka menjadi generasi emas Indonesia kelak nanti.

Banyak katagori guru yang kita kenal sekarang ini dilihat dari keseharian guru melaksanakan tugasnya atau karakteristik kenerjanya. 

Berikut Guru Ataya mencoba mengkalsifikasikan macam guru berdasarkan penglihatan dan realita kenyataan dilapangan selama kurang lebih 39 tahun menjadi guru :

1. Guru Wajib

Guru yang keberadaannya sangat di butuhkan dan ketidak hadirannya membuat orang orang kehilangan Karakteristik: Bekerja dengan tulus, adminstrasi lengkap, kemampuan mengajarnya bagus, selain mengajar juga aktif dalam berbagai kegiatan, memandang bekerja itu sebagai belajar

2. Guru Sunnah

Guru yang keberadaannya dibutuhkan tetapi ketidakhadirannya tidak membuat orang lain kehilangan. Karakteristik: Bekerja pamrih, kemampuan bagus, memandang bekerja untuk mendapatkan sesuatu

3. Guru Mubah

Guru yang kehadiran dan ketidakhadirannya sama saja tidak berpengaruh. Karakteristik: Bekerja asal tidak menggugurkan kewajiban, tidak mempunyai keinginan untuk meningkatkan kemampuan dan karier, administrasi guru asal ada ( dapat foto copy), selesai mengajar terus pulang

4. Guru Makruh

Guru yang kehadirannya tidak diharapkan (bermasalah) dan ketidakhadirannya membuat orang lain, merasa tenang bekerja. Karakteristik: Selalu usil terhadap pekerjaan orang lain, selalu mengkritik orang lain/atasan tetapi bila disuruh kerja tidak mampu, pekerjaannya tidak baik.

5. Guru Haram

Guru yang kehadirannya dan ketidakhadirannya membuat masalah. Karakteristik: Berperilaku tidak baik dimana-mana sehingga biala dia tidak ada di sekolahpun banyak orang yang datang ke sekolah karena ada masalah dengannya, kalau ada di sekolah membuat masalah dengan sesama temannya. Itulah macam guru yang sekarang ada di dunia pendidikan di negeri ini.

Guru dan Staf Kepegawaian SMPN 3 Cibadak Tahun 2026 (Dok.Foto Pribadi)

Rasa rasanya tidak pas kita memilih macam guru diatas di era yang serba digital dan kemajuan teknologi ini. Guru Ataya mencoba mengutip salah seorang sosok putra terbaik di negeri ini yaitu Bapak Dino Patti Djalal, beliau mengatakan :

“Di abad 21, merdeka saja tidak cukup. Berdaulat saja tidak cukup. Kita harus Unggul. Unggul Didalam, Unggul di Luar. Nasionalisme Unggul  adalah suatu semangat, etos hidup, karakter bangsa, sekaligus resep sukses yang dapat membuat bangsa Indonesia melesat menjadi raksasa Asia” .

Thursday, August 20, 2026

Lima Belas Pulpen, Satu Strategi Belajar Matematika melalui Game yang Mengasah Logika

Lima Belas Pulpen, Satu Strategi Belajar Matematika melalui Game yang Mengasah Logika

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak – 20 Agustus 2026. Guru Ataya, pembelajaran matematika tidak selalu harus berlangsung dengan buku, papan tulis, dan deretan angka. Di SMPN 3 Cibadak, pembelajaran mendalam (deep learning) dapat dikemas menjadi pengalaman yang menyenangkan, menantang, sekaligus mengasah kemampuan berpikir siswa. Salah satunya melalui sebuah permainan sederhana yang ternyata mampu menghidupkan suasana kelas.

Di tengah kegiatan pembelajaran matematika, siswa diajak mengikuti sebuah permainan strategi menggunakan 15 buah pulpen. Aturannya sederhana. Pulpen disusun menjadi satu kelompok, kemudian 2 siswa bermain secara bergantian. Setiap pemain diperbolehkan mengambil 1, 2, atau paling banyak 3 pulpen dalam satu giliran.

Namun, ada satu aturan yang membuat permainan ini semakin menegangkan: siswa yang mengambil pulpen terakhir dinyatakan kalah.

Awalnya, permainan terlihat sangat sederhana. Siswa mungkin berpikir bahwa mereka hanya perlu mengambil pulpen sebanyak-banyaknya. Tetapi setelah beberapa putaran, mereka mulai menyadari bahwa permainan ini bukan sekadar tentang keberuntungan. Setiap pilihan harus dipikirkan karena keputusan yang diambil sekarang akan menentukan posisi permainan berikutnya.

Suasana kelas pun berubah. Siswa mulai berdiskusi, mengamati langkah lawan, memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi, bahkan mencoba menemukan pola agar tidak menjadi pemain yang mengambil pulpen terakhir.

Sunday, August 2, 2026

Dari Ruang LDKS Lahir Pemimpin Masa Depan: 60 Kader OSIS dan MPK SMPN 3 Cibadak Ditempa Menjadi Generasi Tangguh, Berkarakter, dan Berprestasi

Dari Ruang LDKS Lahir Pemimpin Masa Depan: 60 Kader OSIS dan MPK SMPN 3 Cibadak Ditempa Menjadi Generasi Tangguh, Berkarakter, dan Berprestasi

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 1 Agustus 2026 – Semangat kepemimpinan dan jiwa pengabdian tampak memenuhi setiap sudut lingkungan SMPN 3 Cibadak pada Sabtu (1/8/2026). Sebanyak 60 peserta yang merupakan anggota OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang mengusung tema "Pemimpin Muda, Generasi Tangguh, Berkarakter dan Berprestasi."

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 3 Cibadak, H. Samirin, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan memimpin organisasi, melainkan juga kemampuan memberi teladan, mengambil keputusan dengan bijaksana, serta memiliki integritas dan kepedulian terhadap sesama.

Beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan LDKS sebagai momentum membangun karakter dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, pemimpin yang hebat tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui proses belajar, pengalaman, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkembang.

Rangkaian materi yang disajikan selama kegiatan dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi kepemimpinan yang utuh. Materi Kepemimpinan disampaikan langsung oleh H. Samirin, S.Pd., M.Pd., yang mengupas pentingnya visi, tanggung jawab, komunikasi, dan keteladanan dalam memimpin sebuah organisasi.

Tuesday, December 31, 2024

Asa dan Harapan serta Resolusi Guru Matematika di Tahun 2025: Menginspirasi Generasi Melalui Transformasi dan Dedikasi

Asa dan Harapan serta Resolusi Guru Matematika di Tahun 2025: Menginspirasi Generasi Melalui Transformasi dan Dedikasi

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi – 31  Desember 2024. Guru-Ataya,  dipenghujung tahun 2024 ini guru Ataya merefleksi diri. Tahun 2024 telah menjadi lembaran berharga bagi Guru Ataya, seorang guru matematika di SMP Negeri 3 Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Berbagai kesempatan telah hadir, mulai dari menjadi Pengajar Praktik (PP) di Program Guru Penggerak Angkatan 9, berpartisipasi dalam seleksi Jambore GTK 2024 kategori GTP Dedikatif, terpilih sebagai Agen Transformasi Digital BBGP Provinsi Jawa Barat, mengikuti lomba penghargaan GTP di PGRI, hingga akhirnya dipercaya menjadi Fasilitator Angkatan 21 Program Guru Penggerak yang akan bertugas di tahun 2025. Pengalaman-pengalaman ini memberikan pelajaran berharga dan memotivasi Guru Ataya untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Refleksi 2024: Pondasi untuk Melangkah di 2025

Keikutsertaan dalam Program Guru Penggerak sebagai PP dan Fasilitator telah memperdalam pemahaman Guru Ataya tentang pembelajaran yang berpusat pada murid. Guru Ataya belajar bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, kolaboratif, dan menyenangkan, di mana setiap murid merasa termotivasi untuk mengembangkan potensi dirinya. Peran sebagai Agen Transformasi Digital BBGP Jabar membuka wawasan Guru Ataya tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, bagaimana mengintegrasikan perangkat digital dan platform edukasi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika. Partisipasi dalam Jambore GTK dan lomba penghargaan GTP di PGRI juga menjadi ajang untuk berbagi praktik baik dan memperluas jaringan dengan guru-guru inspiratif lainnya.

Asa dan Harapan di Tahun 2025

Menyambut tahun 2025, Guru Ataya memiliki beberapa asa dan harapan yang ingin diwujudkan:

  • Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika: Guru Ataya berharap dapat terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan murid, memanfaatkan teknologi secara optimal, dan menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Guru Ataya ingin matematika tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan, tetapi justru sebagai pelajaran yang menarik dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mencetak Generasi yang Berpikir Kritis dan Kreatif: Guru Ataya ingin membantu murid-murid Guru Ataya mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif melalui pembelajaran matematika. Guru Ataya percaya bahwa matematika bukan hanya tentang angka dan rumus, tetapi juga tentang logika, penalaran, dan pemecahan masalah.
  • Berkontribusi dalam Pengembangan Keprofesian Guru: Sebagai Fasilitator Program Guru Penggerak, Guru Ataya berkomitmen untuk mendampingi dan memfasilitasi rekan-rekan guru dalam mengembangkan kompetensi dan profesionalisme mereka. Guru Ataya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan yang Guru Ataya miliki, serta belajar dari pengalaman rekan-rekan guru lainnya.
  • Memperluas Jaringan dan Kolaborasi: Guru Ataya berharap dapat terus memperluas jaringan dengan guru-guru, praktisi pendidikan, dan pihak-pihak terkait lainnya, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Kolaborasi ini penting untuk saling berbagi ide, inovasi, dan praktik baik dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Saturday, December 14, 2024

Transformasi Guru Penggerak: Catatan Perjalanan dari Pembekalan Calon Fasilitator Angkatan 21

Transformasi Guru Penggerak: Catatan Perjalanan dari Pembekalan Calon Fasilitator Angkatan 21

Oleh; Guru Ataya (Iwan Sumantri_CF Kelas 6)

Sukabumi, 13 Desember 2024 – Guru Ataya sebagai seorang guru di SMP Negeri 3 Cibadak Kabupaten Sukabumi, salah satu guru yang berkesempatan untuk mengikuti pembekalan calon fasilitator Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 21 merupakan pengalaman yang sangat berharga. Selama dua minggu penuh, mulai tanggal 29 November hingga 12 Desember 2024, Guru Ataya bersama ratusan calon fasilitator lainnya mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan secara daring.

Pembekalan secara daring yang intensif ini telah membuka wawasan Guru Ataya tentang peran seorang fasilitator dalam mendorong transformasi pendidikan. Materi yang disampaikan sangat komprehensif, mulai dari pengenalan konsep PGP, filosofi pembelajaran, hingga praktik-praktik terbaik dalam memfasilitasi rekan guru. Modul-modul yang dipelajari, mulai dari Modul 1.1 hingga Modul 3.3, telah memberikan pemahaman yang mendalam tentang kerangka kerja PGP dan tugas-tugas seorang fasilitator.



Salah satu hal yang paling berkesan adalah kesempatan untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan calon fasilitator dari berbagai daerah serta praktik riil menjadi Fasilitator dalam kegiatan simulasi Fasilitator. Pertukaran pengalaman dan perspektif yang beragam telah memperkaya pengetahuan Guru Ataya dan memberikan inspirasi untuk terus belajar dan berkembang.

Sunday, December 8, 2024

Menggali Potensi Diri: Refleksi Mendalam dan Simulasi Fasilitasi di Pembekalan Calon Fasilitator PGP Angkatan 21

Menggali Potensi Diri: Refleksi Mendalam dan Simulasi Fasilitasi di Pembekalan Calon Fasilitator PGP Angkatan 21

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi- 8 Desember 2024. Cibadak, Guru Ataya– Sebagai seorang guru di SMP Negeri 3 Cibadak mengampu mata pelajaran matematika.  Guru Ataya tengah mengikuti pembekalan calon fasilitator Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan 21. Hari kedelapan dari rangkaian pembekalan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Materi yang dibahas kali ini mengacu pada modul 1.4 tentang budaya positif dan modul 2.1 mengenai pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid.

Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah simulasi fasilitasi yang harus direkam melalui Google Meet. Dalam simulasi ini, kami diajak untuk mempraktikkan langsung bagaimana memfasilitasi diskusi dan refleksi terkait materi yang telah dipelajari. Kegiatan ini menjadi ajang bagi kami untuk mengasah kemampuan dalam mengelola kelas, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.

Melalui refleksi pembelajaran, saya semakin memahami pentingnya menciptakan budaya positif di kelas. Dengan menerapkan nilai-nilai seperti saling menghormati, menghargai perbedaan, dan bekerja sama, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang kondusif bagi semua siswa. Selain itu, pembelajaran yang berpusat pada murid juga menjadi fokus utama. Kami diajak untuk merancang kegiatan pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan belajar yang beragam dari setiap siswa.

Simulasi fasilitasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Namun, dengan dukungan dari para fasilitator dan rekan-rekan sesama calon fasilitator, saya merasa semakin percaya diri untuk menjalankan peran sebagai fasilitator di masa depan. Melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan ini, saya berharap dapat menjadi guru penggerak yang mampu menginspirasi dan membimbing siswa untuk mencapai potensi terbaiknya.

Dalam kegiatan simulasi fasilitasi Guru Ataya tergabung di kelompok 5 kelas 6, yang terdiri dari 1) Pak Yosep Rizal Susanto; 2) Pak Lili Karliha; 3) Pak Jeje Jainal Arifin; 4) Iwan Sumantri (Guru Ataya); 5) Ibu Omih Rochimi; dan 6) Ibu Iies Gustiyana.Kami ber-enam harus melakukan fasilitasi di ruang Virtual GMeet dengan waktu yang singkat 20 menit tiap pesertanya. Kami membagi tugas untuk materi fasiltasi. Di Modul 1.1. Eksplorasi Konsep Oleh : Iwan Sumantri (Guru Ataya); Modul 1.2 Eksplorasi konsep oleh Pak Yosep Rizal Susanto, Modul 1.3 Eksplorasi Konsep oleh Pak Lili Karliha, Modul 1.1. Ruang Kolaborasi sesi 2 oleh Ibu Omih Rochimi, Modul 1.2. Ruang Kolaborasi sesi 2 oleh Ibu Iies Gustiyana, dan Modul 1.3 Ruang kolaborasi sesi 2 oleh Pak Jeje Jainal Arifin.




Friday, December 6, 2024

Mengukir Visi, Mengubah Pendidikan: Refleksi Hari Keenam Pembekalan PGP Angkatan 21

Mengukir Visi, Mengubah Pendidikan: Refleksi Hari Keenam Pembekalan PGP Angkatan 21

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi, 5 Desember 2024. Sebagai seorang pendidik yang tengah menempuh perjalanan menjadi Calon Fasilitator dan Guru Penggerak regognisi, setiap hari dalam pembekalan ini terasa begitu berharga. Hari keenam, kami semakin memperdalam pemahaman tentang peran kami sebagai agen perubahan melalui modul 1.3 yang membahas Visi Guru Penggerak.

Modul ini mengajak kami untuk merenung lebih dalam tentang tujuan akhir dari perjalanan menjadi Guru Penggerak. Apa sebenarnya yang ingin kami capai? Bagaimana visi kami dapat berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya di lingkungan sekolah kami?

Visi Guru Penggerak: Lebih dari Sekadar Mimpi

Visi Guru Penggerak bukanlah sekadar angan-angan, melainkan sebuah komitmen kuat untuk menciptakan perubahan nyata dalam dunia pendidikan. Melalui diskusi mendalam dan berbagai contoh inspiratif, saya semakin yakin bahwa setiap Guru Penggerak memiliki visi yang unik, namun memiliki satu tujuan yang sama: memberikan yang terbaik bagi peserta didik.

Visi saya sebagai Guru Penggerak adalah menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Saya ingin siswa-siswa saya tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kemampuan untuk berpikir kritis.  

Monday, April 1, 2024

Lokakarya 6 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi “Keberlanjutan Pengembangan Diri dan Sekolah”

Lokakarya 6 PPGP Angkatan 9 Kabupaten Sukabumi “Keberlanjutan Pengembangan Diri dan Sekolah”

Oleh: Guru Ataya (PP_430_Iwan Sumantri) 

Sukabumi, 30 Maret 2024. Keberlanjutan pengembangan diri dan sekolah sangat penting untuk memastikan bahwa siswa dan pendidik terus berkembang dan mengikuti perkembangan zaman. Ada beberapa Langkah yang dapat diambil untuk memastikan keberlanjutan tersebut, diantaranya : 1) Menerapkan kurikulum yang relevan dan terus di perbaharui: Sekolah harus memastikan bahwa kurikulum satuan Pendidikan selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Kurikulum harus terus diperbaharui untuk memastikan siswa mendapatkan pendidikan yang terbaik dan dapat mengikuti perkembangan zaman; 2) Mengadakan pelatihan dan workshop untuk pendidik. Sekolah dapat mengadakan pelatihan dan workshop untuk membantu para pendidik terus berkembang dalam bidang mereka. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan siswa pengalaman belajar yang lebih baik.

Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan suatu langkah stategis dari pemerintah Republik Indonesia dengan mewujudkan guru yang berdaya dan memberdayakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik. Dalam pelaksanaannya program PGP adalah program pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar guru adapat menggerakkan komunitas belajar disekitarnya yang dapat mewujudkan merdeka belajar peserta didik.

Program PGP diselenggarakan dalam rangka memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin Pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Sunday, November 26, 2023

Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju

Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, 25 November 2023. Seperti kita ketahui, setiap tanggal 25 November tiap tahunnya di peringatai sebagai Hari Guru Nasional sekaligus diperingati sebagai hari ulang tahun  PGRI. Hari Guru Nasional biasanya dirayakan untuk menghormati peran guru dalam pembentukan karakter dan pendidikan masyarakat. Perayaan ini sering melibatkan berbagai kegiatan seperti upacara, seminar, pelatihan, dan penghargaan bagi para guru yang telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam dunia pendidikan.

Diperingatan HUT PGRI yang ke 78 tahun 2023 Cabang PGRI Kecamatan Cibadak, mengusung tema: “Transformasi Guru, Wujudkan Indonesia Maju.

Transformasi guru memiliki peran kunci dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, termasuk cita-cita "Indonesia Maju". Guru tidak hanya sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang dapat membentuk karakter, kreativitas, dan kompetensi siswa. Berikut adalah beberapa aspek transformasi guru yang dapat membantu mewujudkan visi Indonesia Maju.

Peningkatan Kualitas Pendidikan:

Guru perlu terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran mereka.

Pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan dapat membantu guru mengikuti perkembangan terkini dalam pendidikan dan teknologi.

Pengintegrasian Teknologi Pendidikan:

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.

Guru perlu terampil dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan interaksi dan kualitas pengajaran.

Pendidikan Karakter:

Transformasi guru juga melibatkan pembentukan karakter siswa, termasuk nilai-nilai moral, etika, dan kepemimpinan.

Guru dapat menjadi contoh dan teladan bagi siswa dalam mengembangkan sikap positif dan kepribadian yang baik.

Pemberdayaan Guru:

Memberdayakan guru untuk mengambil peran aktif dalam pengambilan keputusan pendidikan di tingkat sekolah.

Mendorong partisipasi guru dalam merancang kurikulum dan program pembelajaran.

Wednesday, November 22, 2023

Guru Ataya Di Semarak Karya HGN 2023 BBGP Jabar

Guru Ataya Di Semarak Karya HGN 2023 BBGP Jabar

Oleh : Guru Ataya

Bekasi, 22 November 2023. Hallo Sahabat BBGP Jabar, kali ini Guru Ataya akan berbagi salah satu kegiatan gebyar karya  bagi para guru, tenaga kependidikan dan pendidik lainnya di Jawa Barat. Kegiatan apresiasi bagi GTKPL (Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidik Lainnya) terbesar di Jawa Barat kembali digelar di Bekasi dengan dua tempat Hotel Holliday Inn dan Nuanza Hotel.

Pada kegiatan tersebut BBGP Jabar menghadirkan “Semarak Karya Hari Guru Nasional Tahun 2023”, yang di undang sekitar 550 orang GTKPL wilayah Jawa Barat. Kegiatan tersebut mengusung tema "Transformasi Pendidikan Melalui Merdeka Belajar, Wujudkan Insan Berkarakter & Berwawasan Global". Dari 550 GTKPL tersebar di 6 katagori lomba: 1) 100 orang peserta FISIBEL; 2) 100 orang peserta FILTRASI; 3) 100 orang peserta Festival BERBUDAYA; 4) 100 peserta ATRAKSI; 5) 100 orang peserta BERKARYA; 6) 50 orang peserta VIRALKAN. Guru Ataya menjadi bagian dari peserta Festival BERBUDAYA.


Hari Pertama

Senin, 20 November 2023

Seperti umumnya kegiatan lain, hari pertama semarak karya guru diawali dengan check in dan registrasi peserta pada pukul 13.00 sd 15. 00.  Serunya di check in dan registrasi peserta terbagi di dua tempat/hotel. Guru Ataya Alhamdulilah check in di Hotel Holiday Inn Cikarang, Jl. Babeka Raya No Kav A,RW 2 Pasirsari,Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, sementara peserta Atraksi,Berkarya dan Viralkan bertempat di Nuanza Hotel And Convention Jl Raya Cikarang Cibarusah No 17 Pasirsari Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi.

Setelah istirahat kurang lebih 2 jam, tepat pukul 16.00 ,kami peserta yang ada di hotel Holiday Inn Cikrang harus menuju ke Hotel Nuanza yang berjarak kurang lebih 2 Km untuk mengikuti kegiatan/acara orientasi dan pembukaan. Pengalaman tersendiri, seru dan pertama kali buat Guru Ataya dalam kegiatan hotel to hotel.

Tuesday, May 9, 2023

Keseruan Coaching Clinic NS BPB Kota dan Kabupaten Sukabumi

Keseruan Coaching Clinic NS BPB Kota dan Kabupaten Sukabumi

Oleh: Guru Ataya

Sukabumi, 6 Mei 2023. Bertempat di SDN Dewi Sartika CBM Jl. Dewi Sartika Nomor 1 Kota Sukabumi dilaksanakan Coaching Clinic Nara Sumber Berbagi Praktik Baik  Tahun 2023 untuk Guru dan Kepala Sekolah kota dan kabupaten Sukabumi. Ada 25 orang guru dan kepala sekolah dari Kabupaten Sukabumi serta 7 Guru dan kepala sekolah dari Kota Sukabumi mengikuti kegiatan Coaching Clinic tersebut. Agenda CC NS BPB diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka membekali para Calon Narasumber Berbagi Praktik Baik dari provinsi Jawa Barat yang telah lolos dari pembekalan NS BPB secara daring di gelombang 3. Ada 424 peserta yang terdiri dari Guru dan Kepala Sekolah yang telah lolos dari seleksi pembekalan yang tersebar di 27 kota kabupaten se- Provinsi Jawa Barat.

Coaching Clinic NS BPB Sukabumi selain peserta sebanyak 32 guru dan kepala sekolah yang terjaring, kegiatan CC juga di hadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi Bapak Mohammad Hasan Asari dan dua nara sumber dari BBGP Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan NS BPB dipandu oleh Kepala SDN Dewi Sartika CBM Bapak Nana Mulyana dan dibuka secara resmi oleh Kadisdik Kota Sukabumi. Dalam sambutan Pak Kasdik setidaknya menyampaikan tiga hal penting bagi para peserta: 1) Tugas utama guru di era kurikulum merdeka sekarang ini adalah pembentukan karaketr siswa dengan profil pelajar Pancasilanya; 2) Memberikan kata-kata yang bijak pada siswa saat pembelajaran berlangsung, misal ketika siswa di tanya kehadiran,  siswa bernama Iwan....jawabanya tidak hadir tapi....Iwan...Semangat atau Iwan Disiplin; 3) Aksi Nyata Para peserta di Platform Merdeka Mengajar benar-benar mencerminkan Narasumber Praktik Baik yang harus menjadi motivasi dan inspirator guru-guru lainnya.

Tuesday, September 22, 2020

BAHAGIANYA MERDEKA BELAJAR DI JARINGAN TERLANCAR

BAHAGIANYA MERDEKA BELAJAR DI JARINGAN TERLANCAR

Oleh: Guru Ataya

Bahagianya dapat Kuota Internet Gratis
Cibadak-  Hari ini, 22 September 2020 bantuan kuota internet gratis dari pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) sudah masuk kuotanya. Masuknya kuota internet gratis di sekolah kami SMP Negeri 3 Cibadak, bersamaan dengan penyerahan langsung ke siswa melalui orang tua siswa yang kami undang kesekolah. Sebanyak 785 siswa yang terdaftar di S3 Ceria Berbudi (SMPN 3 Cibadak) secara bertahap mendapatkan kartu perdana Internet Merdeka Belajar Telkomsel 10 GB. Selain mendapatkan kartu perdana siswa juga mendapatkan Face Shield untuk persiapan Pembelajaran tatap Muka yang diberikan dari pihak sekolah. Selain siswa, sebagian guru yang menggunakan kartu telkomsel juga sudah terkirim kuota datanya.

Penyaluran kuota internet gratis pemerintah ini dilakukan selama empat bulan, terhitung dari bulan September sampai dengan Desember 2020. Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama para siswa, mahasiswa, pendidik dan tenaga kependidikan dan dosen guna menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR) secara online  selama pandemi COVID-19.

Bantuan kuota internet gratis rencananya dimulai sejak tanggal 22 September 2020 sampai dengan 30 November 2020 secara bertahap.

Ini Kuota Internet Gratisku


Kemendikbud juga menerbitkan petunjuk teknis (juknis) sebagai pedoman dalam penyaluran bantuan kuota internet gratis pemerintah bagi PAUD, siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Dalam juknis tersebut diungkapkan bentuk bantuan yang diberikan Kemendikbud berupa kuota internet dengan rincian yang dibagi atas kuota umum dan kuota belajar. Adapun, kuota umum ini untuk kebutuhan mengakses seluruh laman dan aplikasi, sedangkan kuota belajar adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Besar kuota internet gratis untuk PAUD sebesar 20 GB per bulan, di mana bila dirinci 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Untuk pelajar dari jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan kuota internet gratis 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.


Sementara untuk kuota internet gratis bagi pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 42 GB per bulannya. Secara detail, 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar.

Sedangkan, kuota internet gratis mahasiswa dan dosen sama-sama mendapatkan 50 GB per bulan yang mana rinciannya 5 GB untuk umum dan 45 GB kuota belajar.

Kuota internet pada bulan pertama dan kedua berlaku 30 hari sejak diterima oleh pemilik HP. Sedangkan, kuota bulan ketiga dan keempat berlaku selama 75 hari secara bersamaan mulai November 2020.


SMP Negeri 3 Cibadak kebagian kuota internet gratisnya dari Telkomsel. Merdeka Belajar! Nikmati Kuota Belajar 45GB dari Kemendikbud dan Telkomsel, biar belajar online di rumah makin lancar.

Keterangan:
* Kuota Internet Pendidikan merupakan gabungan kuota umum (semua jaringan) dan kuota belajar
* Kuota Umum : Kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh halaman dan aplikasi
* Kuota Belajar : Kuota yang terdiri dari kuota pendidikan, kuota confrence dan kuota chat

Monday, September 21, 2020

SEKILAS INFO TANTANGAN LITERASI GAREULIS


Cibadak, 21 September 2020. Semakin hari semakin menjamur geliat mengikuti Tantangan Literasi Gareulis di masing-masing kota/kokab yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Berikut guru Ataya berbagi sekitar informasi bagi yang akan mencoba dan tertantang untuk ikut Tantangan Literasi Gareulis 2020. Mudah-mudahan dengan informasi ini Tantangan Literasi Gareulis Jawa Barat 2020 lebih tersosialisasi lagi di berbagai elemen masyarakat khususnya yang ada di Provinsi Jawa Barat.



Mari bergabung menyukseskan Program Pokja Literasi binaan Balai Bahasa Jawa Barat Tantangan Literasi GLN GAREULIS JABAR (Guru, Siswa, Masyarakat dan Keluarga, Menulis dan Berliterasi Wujudkan Jawa Barat Juara Literat).

>> PESERTA TANTANGAN

1. Siswa

2. Guru

3. Komite

4. Kepala Sekolah

5. Pengawas

6. Orang tua

7. Komunitas/pokja/TBM

8. Masyarakat/Pemimpin Daerah


>> JENIS TANTANGAN

1. Mengikuti 9 paket pelatihan literasi daring.

2. Membaca dan membuat resume dari 10 buku.

3. Membuat 1 diorama dunia baca.

4. Membuat 1 video mendongeng/bercerita dan 1 video kegiatan literasiku.

5. Membuat tulisan hasil karya literasi*.

6. Membuat 1 buku antologi (bebas).

7. Membuat perencanaan dan linimasa program tantangan literasi.

8. Mengisi instrumen literasi.

9. Memanfaatkan media cetak Majalah Geliat Gemilang (MGG) dan media sosial (IG, FB, website, dan YouTube) MGG, BBJB, Disdik Provinsi,  Dispusipda, Jabar Bergerak, dan GLN GAREULIS JABAR sebagai sarana publikasi dan apresiasi hasil karya literasi.

10. Mengikuti Festival dan Penganugerahan Literasi Jawa Barat.


>> KATEGORI PESERTA TANTANGAN

*A. Lembaga Sekolah (GLS SD, SMP, SMA/SMK & sederajat)*

*B. Lembaga Keluarga (GLK)*

*C. Lembaga TBM/Komunitas/Masyarakat (GLM)*

*D. Lembaga Sekolah PAUD*

*E. Peserta Perseorangan*


*1. KONTRIBUSI PESERTA TANTANGAN (GLS) SD, SMP, SMA,SMK, SLB dan sederajat*

*KATEGORI A (9 Peserta) = Rp. 220.000,-*

Terdiri dari :

1 Kepala Sekolah/Wakasek/Tim Literasi

1 Komite/anggota

1 Orang Tua Peserta didik

1 Guru

5 Peserta didk (1 kelompok)


*KATEGORI B (16 Peserta) = Rp. 325.000,-*

Terdiri dari :

1 Kepala Sekolah/Wakasek/Tim Literasi

1 Komite/anggota

2 Orang Tua Peserta didik

2 Guru

10 Peserta didk (2 kelompok)


*KATEGORI C (23 Peserta) = Rp. 430.000,-*

Terdiri dari :

1 Kepala Sekolah/Wakasek/Tim Literasi

1 Komite/anggota

3 Orang Tua Peserta didik

3 Guru

15 Peserta didk (3 kelompok)


*KATEGORI D (30 Peserta) = Rp. 535.000,-*

Terdiri dari :

1 Kepala Sekolah/Wakasek/Tim Literasi

1 Komite/anggota

4 Orang Tua Peserta didik

4 Guru

20 Peserta didk (4 kelompok)


*2. KONTRIBUSI PESERTA TANTANGAN KATEGORI GLS PAUD/TK/TB*


*KATEGORI A (3 Peserta) = Rp. 140.000,-*

Terdiri dari :

1. KS/Wakasek/Tim literasi.

1. Orang tua.

1. Guru


*KATEGORI B (5 Peserta) = Rp. 170.000,-*

Terdiri dari:

1. KS/Walasek/Tim Literasi

1. Orang tua

3. Guru


*3. KONTRIBUSI PESERTA TANTANGAN KATEGORI (GLK)*

*KATEGORI A (2 peserta) = Rp. 100.000,-*

Terdiri dari :

1. Ayah/Ibu/Wali.

1. Anak (Siswa)


*KATEGORI B (4 Peserta) = Rp. 145.000,-)*

Terdiri dari :

1. Ayah/wali

1. Ibu/wali

2. Anak (Siswa)


*4. KONTRIBUSI PESERTA TANTANGAN KATEGORI (GLK)*

*KATEGORI A (2 Peserta) = Rp. 100.000,-*

Terdiri dari :

1. Pengurus

1. Anggota


*KATEGORI B (5 Peserta) = Rp. 150.000,-*

Terdiri dari :

1. Pengurus

4. Anggota


*5. KONTRIBUSI PESERTA KATEGORI PERORANGAN (1 peserta) bebas = Rp. 100.000,-*

*FASILITAS YANG DIPEROLEH :*

1)  1 Majalah MGG

2)   Kartu Tantangan Pelopor sebanyak peserta

3)  9 Paket Pelatihan Literasi Daring

4)  9 Paket Sertifikat Digital

5)  Ongkir Majalah dan KTA

6)  Hasil karya diikutsertakan dalam Pameran Literasi Jabar

7)  Menjadi Nominasi Pelopor Penerima Anugerah Literasi 2021


*Transfer kontribusi ke No. Rekening :  0108891076101 an. Ani Maryani (BJB)*

Jangan lupa klik Grup Telegram untuk bergabung sesuai dengan kategori yang tertera diakhir tautan untuk mendapatkan informasi seputar tantangan literasi.

Masuk ke grup telegram tantangan sesuai status peserta, yaitu sebagai :

1. Tel. Siswa

2. Tel. Guru

3. Tel. Kepala Sekolah dan Pengawas

4. Tel. Komite & Orang tua

5. Tel. Masyarakat, komunitas, pokja dan Pemimpin.


*CP :*

1. Diana 0813-2328-0820

2. Dewi  0852-8209-4816

3. Tanti  0852-2031-4209

*Hatur Nuhun*

*Salam Literasi.*

Tautan Pendaftaran PESERTA TANTANGAN LITERASI GLN GAREULIS JAWA BARAT (batas pendaftaran 1 Oktober 2020)*

http://gg.gg/PESERTA-PELOPOR-GLNJAWABARAT

Sunday, September 20, 2020

Energi Yang Ada Pada Diri Kita

Energi Yang Ada Pada Diri Kita
Oleh: Iwan Sumantri


Cibadak, 20 September 2020. Iseng-iseng buka WA ada banyak grup WA yang guru Ataya ikuti, biasa rutinintas kita selain menjadi guru so pasti buka WA kita, jangan-jangan ada hal yang penting untuk kita secara pribadi atau sesuatu yang harus disikapi oleh kita. Jika kita cermati banyak hal sebenarnya dari postingan-postingan di WA tersebut untuk jadi bahan renungan, motivasi,meningkatkan kualitas diri dan hal lainnya yang positif, tapi sayang kadang kita hanya melihat dan menyimaknya sepintas, setelah itu diabaikan bahkan di hapus dari WA kita.

Berikut guru Ataya mencoba berbagi tentang energi yang ada pada diri kita, semoga bisa membantu dan merubah serta membuang energi yang tak pantas ada pada diri kita. Tugas kita membuang energi negatif dan menyimpan sebaik mungkin energi positif.


#dirumahsaja
#merdekabelajar

Tuesday, September 15, 2020

ADA RENA MANDI GOTONG TAS DI PJJ DARING CERIA BERBUDI

ADA RENA MANDI GOTONG TAS DI PJJ DARING CERIA BERBUDI

Oleh: Iwan Sumantri

Hampir 7 bulan sejak berlakunya pembelajaran dari rumah, guru, siswa dan orang bisa merasakannya bagaimana pembelajaran yang tak normal dirasakan. Pandemi Covid-19 merupakan keadaan darurat yang berpengaruh pada seluruh kehidupan kita termasuk di dunia pendidikan. Kondisi pembelajaran seperti dipaksa untuk melakukan perubahan. Berbagai aktivitas yang yang biasanya bisa dilakukan sebelum pandemi Covid-19 tidak bisa lagi dilakukan demi mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19.

Memperhatikan perkembangan kondisi terkini penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) para guru terlena dan berkreasi dengan bagaimana upaya dalam proses pembelajaran dengan PJJ daringnya, mulai dari persiapan  membuat RPP daring, membuat media yang sesuai untuk penyampaian materi agar tersampaikan kesiswa. Guru berlomba-lomba berkreasi dalam media pembelajaran sesuai dengan kemampuannya. Tanpa disadari guru melupakan untuk memberikan dan menyampaikan nilai karakter dalam proses pembelajaran daringnya. Guru sebagian besar terfokus pada bagaimana penyampaian materi bisa sampai ke siswa. Untuk penguatan nilai-nilai karakter kadang guru mengesampingkannya. Padahal dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja nilai karakter itu harus selalu dimunculkan karena penguatan pendidikan karakter sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan.

Setelah saya melihat dan menyaksikan video pelaksanaan webinar series Agustus dan melakukan PJJ daring di SMP Negeri 3 Cibadak dengan visi sekolah terwujudnya insan CERIA BERBUDI (Cerdas,Edukatif,Religius,Integritas, Akuntabel dan Berbudaya Lingkungan ) ada nilai utama karakter yang tersampaikan dalam PJJ daring yang saya sebut dengan RENA MANDI GOTONG TAS. RE = Religius, NA = Nasionalis, MANDI = Mandiri, GOTONG = Gotongroyong, TAS = Integritas.

REligius 

Sikap religius mencerminkan keberiman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di PJJ daring S3 Ceria berbudi bisa dilihat dari guru memberikan materi di awali dengan berdoa untuk memulai dan mengakhiri pembelajaran daring 

Jadwal PJJ Daring Diawali dengan Penanaman Nilai Religius



Sholat Dhuha sebelum PJJ Daring Dimulai ( Foto Dok.Pribadi)

Membaca A-'Quran (Foto Dok.Pribadi)

NAsionalis 

Nasionalis berarti menempatkan kepentingan bagsa dan negera di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Bisa dilihat dari para siswa mematuhi peraturan sekolah atau peraturan dalam mengikuti PJJ daring dari setiap guru mata pelajaran.

Siswa patuh pada tugas PJJ daring yang disampaikan guru (Foto Dok.Pribadi)

MANDIri 

Mandiri artinya tidak tergantung pada orang lain dan menggunakan tenaga, pikiran, dan waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita. Mandiri erat hubungannya dengan kesuksesan seseorang. Bisa dilihat di PJJ daring banyak siswa yang sukses menyelesaikan tugasnya dari beberapa guru mata pelajaran.

Ketika siswa menyelesaikan tugas PJJ daringnya ( Foto Dok Pribadi)

GOTONG royong 

Gotong royong mencerminkan tindakan menghargai kerjasama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama. Di PJJ daring bisa tercipta pada diri guru misalnya guru saling berbagi dan kerja sama dalam membuat media PJJ daring seperti google classroom, google form dan media lainnya. Kita bisa berbagi kepada guru lain, apa yang kita bisa, begitu juga menerima sesuatu yang semula kita tidak bisa. Pada siswa, akan terjadi komunikasi dalam memusyawarahkan atau saling diskusi di grup untuk menyelesaikan tugas, dan saling menghargai pendapat antar teman. 

Siswa dan orang tua belajar bersama (Foto Dok Pribadi)

Saat Berbagi Membuat Media Pembelajaran dengan guru lain (Foto Dok Pribadi)

Berbagi dengan guru lain dalm membuat media dengan HP (Foto Dok Pribadi)

integriTAS 

Integritas artinya selalu berupaya menjadikan dirinya sebagai orang yang bisa dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Nilai Integritas bisa terlihat dari guru ketika bertanggungjawab harus melaksanakan tugas PBMnya di suasana darurat sekarang ini, Untuk siswa bisa terlihat salah satunya ketika siswa aktif dalam diskusi di PJJ daring 


Salah satu tanggungjawab guru akan tugasnya di PJJ daring (Foto Dok Pribadi)





Respon siswa atas tugas (Foto Dok Pribadi)





Terakhir saya kutip pernyataan dari Ki Hajar Dewantara "Pendidikan itu hanya bisa menuntun, namun faedahnya bagi hidup tumbuhnya anak sangat besar".

---------


#CerdasBerkarakter

#BlogBerkarakter

#BahagiaBelajardiRumah

#SeruKebiasaanBelajarBaru

#VlogBerkarakter


Referensi Tulisan :

1) https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/?page_id=2896

2) https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/