Sunday, September 6, 2026

Menguatkan Literasi dan Numerasi, Menguatkan Masa Depan Siswa

Bimtek Hari Ketiga di SMPN 3 Cibadak Berlangsung Komunikatif, Ceria, dan Penuh Inspirasi

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 6 September 2026. Guru Ataya, semangat untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran kembali terasa di SMPN 3 Cibadak pada Sabtu, 5 September 2026. Sejak pukul 07.30 hingga 17.00 WIB, para peserta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan SPMI, Penguatan Literasi dan Numerasi (Litnum), serta Penguatan Digitalisasi Pembelajaran Pemanfaatan Dana BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026.

Memasuki hari ketiga kegiatan, materi yang menjadi fokus utama adalah Penguatan Literasi dan Numerasi. Kegiatan menghadirkan narasumber dari BBPMP Jawa Barat, Ibu Indrayani, yang membawakan materi secara komunikatif, interaktif, dan dekat dengan praktik pembelajaran di satuan pendidikan.

Suasana kegiatan tidak hanya serius dan penuh materi, tetapi juga berlangsung ceria, aktif, dan menyenangkan. Peserta diberikan ruang untuk berdiskusi, mengemukakan pendapat, melakukan analisis, serta menyusun rencana yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.

Memulai dari Capaian, Bergerak Menuju Perbaikan

Kegiatan diawali dengan asesmen awal capaian literasi dan numerasi satuan pendidikan. Tahapan ini menjadi penting karena upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan asumsi. Sekolah perlu melihat kondisi nyata berdasarkan data capaian peserta didik.

Dari data tersebut, guru dan satuan pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta aspek yang masih membutuhkan perhatian. Dengan demikian, program peningkatan mutu pembelajaran dapat disusun secara lebih tepat sasaran.

Pesan penting yang terasa dalam kegiatan ini adalah bahwa data bukan sekadar angka, melainkan pijakan untuk menentukan langkah perbaikan pembelajaran.

Meluruskan Konsep dan Membongkar Miskonsepsi

Sesi berikutnya membahas konsep dan dekonstruksi miskonsepsi literasi dan numerasi. Materi ini membuka pemahaman bahwa literasi dan numerasi bukanlah tanggung jawab satu atau dua mata pelajaran saja.

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, begitu pula numerasi bukan hanya kemampuan berhitung. Keduanya merupakan kemampuan fundamental yang diperlukan peserta didik untuk memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi guru Matematika, penguatan numerasi menjadi sebuah kesempatan untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan rumus, tetapi juga mendorong siswa untuk bernalar, memahami konteks, menafsirkan informasi, serta menggunakan matematika untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Literasi dan Numerasi Menjadi Bagian dari Pembelajaran

Pada sesi strategi integrasi literasi dan numerasi, peserta diajak melihat bagaimana kedua kemampuan tersebut dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran yang baik tidak berhenti pada pertanyaan, “Apakah siswa sudah memahami materi?”, tetapi juga berkembang menjadi pertanyaan, “Apakah siswa mampu menggunakan pengetahuannya untuk memahami dan menyelesaikan masalah?”

Di sinilah guru memiliki peran penting sebagai perancang pengalaman belajar. Aktivitas membaca informasi, menginterpretasikan tabel dan grafik, menganalisis data, memberikan alasan, menyampaikan argumentasi, hingga memecahkan masalah kontekstual dapat menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari.

Dengan pendekatan tersebut, literasi dan numerasi tidak lagi dipandang sebagai program tambahan, melainkan menjadi napas dalam proses pembelajaran di kelas.

Kebersamaan di Bimtek LitNum SMPN 3 Cibadak (Dok.Foto Pribadi)

Baca Juga:


Dari Hasil Capaian Menuju Desain Pembelajaran

Materi kemudian berlanjut pada desain perencanaan pembelajaran berbasis hasil capaian literasi dan numerasi di satuan pendidikan.

Peserta diajak memahami bahwa perencanaan pembelajaran seharusnya memiliki hubungan yang jelas antara data capaian, kebutuhan peserta didik, tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan asesmen.

Artinya, hasil capaian peserta didik menjadi bahan refleksi bagi guru untuk menentukan strategi pembelajaran berikutnya. Guru tidak hanya mengajar berdasarkan kebiasaan, tetapi berusaha menjadikan data sebagai dasar dalam mengambil keputusan.

Bagi seorang guru, proses ini merupakan langkah penting menuju pembelajaran yang semakin berpusat pada kebutuhan peserta didik.

Saatnya Berpraktik dan Menyusun Perencanaan

Tidak berhenti pada pemahaman konsep, peserta juga mengikuti sesi penyusunan perencanaan pembelajaran berbasis hasil capaian literasi dan numerasi.

Pada tahap ini, peserta mulai menerjemahkan materi yang diperoleh ke dalam rancangan yang lebih konkret. Diskusi, tukar pengalaman, dan kerja bersama membuat suasana Bimtek semakin hidup.

Berbagai gagasan muncul dari pengalaman masing-masing guru. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang berkualitas dapat tumbuh melalui kolaborasi dan kemauan untuk terus belajar.

RTL Tidak Berhenti Setelah Bimtek

Salah satu bagian penting dalam kegiatan adalah Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Bimtek bukanlah tujuan akhir. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan harus dibawa kembali ke sekolah dan diterapkan dalam proses pembelajaran.

RTL menjadi jembatan antara apa yang dipelajari hari ini dengan perubahan yang diharapkan terjadi di satuan pendidikan. Melalui RTL, peserta memiliki arah yang lebih jelas mengenai langkah yang akan dilakukan setelah kegiatan berakhir.

Dengan demikian, keberhasilan Bimtek tidak hanya diukur dari selesainya seluruh materi, tetapi juga dari sejauh mana hasil Bimtek mampu memberikan dampak nyata bagi pembelajaran dan perkembangan peserta didik.

Post Test dan Refleksi Mengukur dan Memaknai Perjalanan

Menjelang akhir kegiatan, peserta mengikuti post test untuk melihat pemahaman setelah mengikuti rangkaian materi. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan sesi refleksi.

Refleksi menjadi ruang untuk melihat kembali apa yang telah dipelajari, pengalaman yang paling bermakna, serta hal-hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan ke depan.

Suasana refleksi berlangsung hangat. Setelah seharian mengikuti kegiatan sejak pagi hingga sore, semangat peserta tetap terjaga. Canda, diskusi, dan interaksi positif membuat hari ketiga Bimtek terasa tidak melelahkan, tetapi justru memberikan energi baru.

Belajar Bersama, Bergerak Bersama

Hari ketiga Bimtek di SMPN 3 Cibadak memberikan satu pesan penting yaitu penguatan literasi dan numerasi membutuhkan gerakan bersama.

Guru perlu terus belajar. Sekolah perlu menggunakan data untuk melakukan perbaikan. Pembelajaran perlu dirancang berdasarkan kebutuhan peserta didik. Dan yang paling penting, setiap langkah perbaikan harus bermuara pada peningkatan kualitas belajar siswa.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB tersebut berjalan dengan baik, komunikatif, dan penuh keceriaan. Kehadiran Ibu Indrayani dari BBPMP Jawa Barat turut memberikan warna tersendiri melalui penyampaian materi yang mendorong peserta untuk berpikir, berdiskusi, dan merefleksikan praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan.

Sorotan Lensa Kegiatan Bimtek di SMPN 3 Cibadak (Dok.Foto SMPN 3 )

Pada akhirnya, literasi dan numerasi bukan sekadar istilah dalam kebijakan pendidikan. Keduanya adalah bekal penting bagi generasi muda untuk membaca dunia, memahami persoalan, berpikir kritis, mengambil keputusan, dan menemukan solusi.

Dari SMPN 3 Cibadak, semangat itu terus dinyalakan:

“Berawal dari data, diperkuat dengan kolaborasi, diwujudkan melalui pembelajaran, dan bermuara pada kemajuan peserta didik. 

Bimtek hari ketiga selesai, tetapi perjalanan untuk menguatkan literasi dan numerasi baru saja dimulai.

Salam Blogger!




10 comments:

  1. Semangat selalu meng-upgrade diri, demi kemajuan anak anak negeri. (RR)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat terus bu Riony kita meng-upgrade diri, salah satunya dengan menulis sesuatu setiap hari !

      Delete
  2. Terimakasih artikelnya pak dan semangat terus mengupgrade diri pak karena ilmu pengetahuan semakin lama semakin berkembang pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Pak Wahyu : semangat terus mengupgrade diri pak karena ilmu pengetahuan semakin lama semakin berkembang pak

      Delete
  3. kegiatan yang sangat bermanfaat menelaah hasil rapor pendidikan untuk peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi

    ReplyDelete
  4. Sangat meng inspirasi, sukses p iwan dan selalu semangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas apresiasinya ! Sukses juga buat kita semua!

      Delete
  5. Semangat terus Bapak hebat, selalu produktif menghasilkan karya. Tularkan semangat menulisnya pada kmai, Pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih bu yenyen atas apresiasinya. Selamat buat ibu yg sudah menyelesaikan S2, barokah ilmunya

      Delete