Monday, November 25, 2024

Sejarah dan Makna Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Di Mata Seorang Guru Matematika

Sejarah dan Makna Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Di Mata Seorang Guru Matematika

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi-25 November 2024. Guru Ataya akan menulis sesuatu tentang HGN dan HUT PGRI memaknai dari sisi dan pandangan seorang guru Matematika yang sudah 37 Tahun menjadi seorang guru dengan segala liku-liku dan fenomena yang dirasakan.

Setiap tanggal 25 November, seluruh guru di Indonesia merayakan hari yang istimewa, yakni Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2024 ini HUT PGRI yang ke-79. Peringatan ini bukan hanya sekadar seremonial, namun merupakan momentum untuk menghormati jasa para pendidik serta merefleksikan peran guru dalam membangun generasi bangsa.

Sejarah Hari Guru Nasional

Hari Guru Nasional ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Tanggal 25 November dipilih sebagai hari peringatan karena bertepatan dengan hari lahir PGRI. PGRI sendiri berdiri pada 24-25 November 1945 di Surakarta melalui Kongres Guru Indonesia I.

Sebelum menjadi PGRI, organisasi guru di Indonesia bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). PGHB didirikan pada tahun 1912 dengan tujuan menyatukan para guru di Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka, PGHB bertransformasi menjadi PGRI dengan semangat yang lebih nasionalis dan inklusif.

Makna HUT PGRI

HUT PGRI memiliki makna yang sangat mendalam bagi dunia pendidikan di Indonesia. Peringatan ini menjadi simbol persatuan dan kesolidan para guru dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, HUT PGRI juga menjadi ajang untuk evaluasi diri, refleksi, dan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Peran Guru dalam Pembangunan Bangsa

Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa. Mereka tidak hanya sebagai pengajar mata pelajaran, tetapi juga sebagai pembentuk karakter, motivator, dan inspirator bagi peserta didik. Guru berperan penting dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global.

Tantangan Guru di Era Modern

Di era modern, profesi guru menghadapi berbagai tantangan. Perkembangan teknologi informasi, tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, serta dinamika sosial budaya menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para guru. Namun, dengan semangat profesionalisme dan inovasi, guru-guru di Indonesia mampu mengatasi berbagai tantangan tersebut.

Sunday, November 24, 2024

Pengumuman HasilJambore GTK Hebat 2024

Pengumuman HasilJambore GTK Hebat 2024

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi, 24 November 2024. Berikut Pengumuman Hasil Jambore GTK Hebat 2024 masing-masing Provinsi bisa di akses di halaman https://gtk.kemdikbud.go.id/jamboregtk/home/pengumuman, Ada tiga katagori Jambore GTK Hebat Tahun 2024. 1 Katagori GTK Inovatif, 2 Katagori Dedikatif dan 3 Katagori Komunitas Belajar Inspiratif.

Yuk simak siapa saja jawara di masing-masing Provinsinya dibawah ini, siapa tahu ada Ibu/Bpak Guru Hebat yang di pengumuman tersebut, dan siap bertarung di tingkat Nasional untuk menjadi Jawara Terbaik dan terhebat dari masing-masing Provinsi.



Saturday, November 23, 2024

Opini: Mengapa Menjadi Fasilitator Guru Penggerak?

Opini: Mengapa Menjadi Fasilitator Guru Penggerak?

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi- 23 November 2024. Sebagai seorang guru matematika di SMP Negeri 3 Cibadak yang tengah berproses menjadi fasilitator Guru Penggerak, Guru Ataya melihat peran ini sebagai sebuah panggilan untuk berkontribusi lebih besar dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Menjadi fasilitator bukan sekadar soal mendapatkan imbalan materi, melainkan sebuah kesempatan untuk:

  • Memiliki dampak yang lebih luas: Sebagai fasilitator, Guru Ataya akan memiliki kesempatan untuk mendampingi dan membimbing lebih banyak guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang inovatif. Ini berarti Guru Ataya dapat menginspirasi perubahan positif tidak hanya di kelas Guru Ataya sendiri, tetapi juga di sekolah-sekolah lain.
  • Menumbuhkan komunitas pembelajaran: Fasilitator berperan penting dalam membangun jaringan kolaborasi antar guru. Dengan memfasilitasi diskusi, berbagi praktik baik, dan menciptakan ruang yang aman untuk belajar bersama, kita dapat menciptakan komunitas pembelajaran yang dinamis dan berkelanjutan.
  • Meningkatkan kompetensi diri: Proses menjadi fasilitator itu sendiri merupakan sebuah perjalanan pembelajaran yang berkelanjutan. Guru Ataya akan terus belajar dan mengembangkan diri untuk menjadi fasilitator yang efektif dan profesional.
  • Menjadi agen perubahan: Sebagai fasilitator, Guru Ataya memiliki kesempatan untuk menjadi agen perubahan dalam ekosistem pendidikan. Guru Ataya dapat mendorong penerapan Kurikulum Merdeka, mendorong inovasi dalam pembelajaran, dan berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pendidikan.

Apakah Cuma Ingin Dapat Duit atau Mencari Pengalaman?

Friday, November 22, 2024

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 2 Calon Fasilitator PGP Angkatan 21

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 2 Calon Fasilitator PGP Angkatan 21

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi, 22 November  2024. Akhirnya setelah lewat linimasa 5 hari dari agenda yang di jadwalkan, akhirnya kelulusan seleksi tahap 2 Calon Fasilitator Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 21 yang secara kebetulan Guru Ataya ikut berpartisipasi pada seleksi tersebut, terbit dan bisa dilihat ( Guru Ataya ada di nomor urut 194).

Menindaklanjuti surat kami Nomor: 3327/B3/GT.03.00/2024 tanggal 30 Oktober 2024, tentang Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1 Calon Fasilitator Angkatan 21, dengan hormat kami sampaikan bahwa Tim Seleksi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah melakukan proses seleksi Tahap 2.

Sehubungan dengan proses seleksi Tahap 2 dimaksud, dengan hormat kami sampaikan beberapa hal

sebagai berikut.

1. Sebanyak 875 calon fasilitator telah mengikutiseleksi tahap 2 yang diselenggarakan pada tanggal

     4 s.d. 7 November 2024.

2. Sebanyak 792 calon fasilitator dinyatakan lulus seleksi tahap 2 (daftar terlampir).

3. Calon fasilitator yang dinyatakan lulus seleksi tahap 2, berhak mengikuti pembekalan yang akan dilaksanakan pada rentangan bulan november sampai dengan desember 2024. Informasi tentang

    pembekalan akan disampaikan kemudian.

4. Tim Seleksi tidak melayani komunikasi dengan calon fasiltator dalam bentuk apapun. Calon  fasilitator diharapkan selalu memantau perkembangan informasi yang diumumkan melalui SIM[1] PKB atau kanal lainnya yang relevan. Segala kerugian akibat kelalaian tidak memanta perkembangan informasi yang diumumkan menjadi tanggung jawab calon fasilitator.

Wednesday, November 20, 2024

Kemenangan Garuda Menggila: Matematika Sepak Bola Bawa Indonesia ke Peringkat 3 Klasemen Grup C!

Kemenangan Garuda Menggila: Matematika Sepak Bola Bawa Indonesia ke Peringkat 3 Klasemen Grup C!

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi – 20 November 2024. Lewat layar kaca Guru Ataya mencoba membuat catatan kecil hasil duel maut dua tim yang tak akan terlupakan dalam Sejarah sepak bola Indonesia.

Pada tanggal 19 November 2024, sejarah baru terukir dalam sepak bola Indonesia. Timnas Garuda berhasil menumbangkan tim kuat Arab Saudi dengan skor telak 2-0 dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C. Kemenangan ini tidak hanya membangkitkan semangat juang seluruh rakyat Indonesia, tetapi juga menyajikan sebuah cerita menarik dari sudut pandang matematika.

Laporan Pertandingan:

  • Babak Pertama:
    • Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan. Namun, soliditas pertahanan Indonesia mampu menahan gempuran Arab Saudi.
    • Menit ke-35, sebuah serangan balik cepat Indonesia membuahkan hasil. Marselino Ferdinand nomor punggung 7 dari Tim Garuda berhasil menjebol gawang Arab Saudi dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Skor 1-0 untuk Indonesia.
  • Babak Kedua:
    • Di babak kedua, Arab Saudi berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Namun, pertahanan Indonesia tetap kokoh.
    • Menit ke-70, Kembali si nomor punggung 7 Marsellino Ferdinand kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Arab Saudi. Ia mencetak gol keduanya dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor akhir 2-0 untuk Indonesia.












Tuesday, November 19, 2024

Garuda vs Elang Hijau: Tantangan Berat di Jalur Kualifikasi Piala Dunia 2026

Garuda vs Elang Hijau: Tantangan Berat di Jalur Kualifikasi Piala Dunia 2026

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi- 19 November 2024. Laga krusial akan tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno saat Timnas Indonesia berhadapan dengan Timnas Arab Saudi dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C. Pertandingan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Garuda dengan sang Kapten Jey Idzes CS untuk mengukur sejauh mana perkembangan mereka di bawah arahan Shin Tae-yong.

Pertemuan kedua tim ini selalu menyajikan laga yang menarik dan penuh gengsi. Arab Saudi, dengan pengalaman dan kualitas pemain yang mumpuni, tentu diunggulkan. Namun, Timnas Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Dengan dukungan penuh dari suporter, Garuda bertekad untuk memberikan kejutan.

Berikut analisis dari seorang guru matematika SMP yang menggilai bola dan mencintai TimNas Garuda sejak kecil.

Analisis Kekuatan dan Kelemahan

  • Timnas Indonesia:
    • Kekuatan: Perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, semangat juang tinggi, dan dukungan penuh dari suporter. Pemain naturalisasi juga memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas permainan tim.
    • Kelemahan: Pengalaman di level internasional yang masih kurang, serta konsistensi permainan yang belum stabil.
  • Timnas Arab Saudi:
    • Kekuatan: Pengalaman bermain di Piala Dunia, kualitas individu pemain yang tinggi, terutama di lini tengah dan depan.
    • Kelemahan: Pertahanan yang kadang kurang solid, terutama saat menghadapi serangan cepat.

Kombel GURAME BERAKSI: Inspirasi Baru untuk Transformasi Pendidikan

Kombel GURAME BERAKSI: Inspirasi Baru untuk Transformasi Pendidikan

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi - 19 November 2024. Komunitas Belajar GURAME BERAKSI terus bergerak maju dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Pada pertemuan terbaru yang diadakan pada Senin, 18 November 2024, para anggota Kombel kembali menunjukkan semangat belajar dan berkolaborasi.

Kegiatan kali ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu Pak Risnandar Kurnia Ilahi, S.Pd., Ibu Ade Sumarni, S.Pd., dan Ibu Widuri Restu, S.Pd.

Ketiga narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam bidangnya masing-masing. Pak Risnadar dengan materi “SEGAR” (Selasa Bugar), Bu Ade Sumarni dengan Materinya Pembelajaran Berdiferensiasi, dan Bu Widuri dengan Materi nya Surat Menyurat. Peserta Kombel GURAME BERAKSI sangat antusias mengikuti sesi paparan dan tanya jawab yang berlangsung selama dua jam.

Selain mendengarkan paparan dari narasumber yang berasal dari rekan sejawat, peserta juga dibekali dengan uji kompetensi terkait kebugaran dan Kesehatan, pembelajaran berdiferensiasi dan pentingnya surat menyurat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan keterampilan dalam membuat surat dinas.

Sunday, November 17, 2024

Garuda Tertunduk, Samurai Biru Berpesta di GBK

Garuda Tertunduk, Samurai Biru Berpesta di GBK

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Minggu- 17 November 2024. Dua hari sudah pertandingan timnas Garuda vs timnas Jepang di babak kualifikasi piala dunia zona Asia grup C berlalu, tapi masih ada sisa-sisa duka yang guru Ataya rasakan setelah menyaksikan pertandingan tersebut di layar kaca.

Berikut catatan kecil yang bisa Guru Ataya bagikan untuk semua sahabat dan rekan guru pencinta timnas Garudaku yang bisa dijadikan pembelajaran buat pertandingan berikutnya menghadapi timnas Arab Saudi (19/11/2024) nanti.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) menyaksikan sebuah malam yang penuh euforia bagi para pendukung Timnas Jepang dan duka mendalam bagi para pendukung Timnas Indonesia. Pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C, Jumat (15/11/2024), Samurai Biru berhasil menundukkan Garuda dengan skor telak 4-0.

Sejak peluit pertama ditiup, dominasi Jepang sudah terlihat jelas. Permainan cepat dan umpan-umpan pendek mereka membuat pertahanan Indonesia kerepotan. Gol bunuh diri Justin Hubner pada menit ke-35 menjadi pelecut semangat bagi para pemain Jepang. Babak kedua semakin menjadi milik tim tamu. Gol-gol tambahan dari Takumi Minamino, Hidemasa Morita, dan Yukinari Sugawara memastikan kemenangan telak bagi Jepang.

Kekalahan ini bukan lagi sekadar cerita pilu. Ini elegi. Di bawah guyuran hujan deras, Stadion Gelora Bung Karno menjadi saksi bisu, seperti patung perunggu yang tak bisa bicara. Timnas dengan semangat, kurang lebih 75 ribu suporter, justru terlihat seperti perahu kertas yang dihantam ombak ganas. Samurai Biru, dengan ketajaman samurainya, memotong harapan Garuda tanpa ampun.

Babak pertama, gol datang seperti tamu tak diundang. Minamino? Oh, dia lebih mirip tukang pos yang rajin mengirim paket ke gawang lawan. Lalu, Justin Hubner dengan sumbangan gol bunuh dirinya, mungkin sedang latihan "cara menghadang bola yang salah."

Sunday, November 10, 2024

Lomba GTK, Dosen Inovatif dan Berdedikasi serta Daerah Juara 2024

Lomba GTK, Dosen Inovatif dan Berdedikasi serta Daerah Juara 2024

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi- 10 November 2024. Guru Ataya kali ini akan berbagi tentang Lomba yang harus diikuti oleh para GTK dan Dosen di tahun 2024 di sela-sela maraknya para guru ikut Jambore GTK Hebat 2024. Ini lomba tak kalah serunya dengan Jambore GTK, lomba ini penyelenggaranya adalah pengurus PGRI Pusat. Yuk Simak informasi lengkapnya dibawah ini:

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa. Peran guru, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) sangat vital dalam menciptakan generasi yang berkualitas, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global. Dalam era perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, tantangan di dunia pendidikan semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya inovatif dari para guru, dosen, dan tendik untuk menjawab tantangan tersebut serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Inovasi dalam pembelajaran tidak hanya berfokus pada metode pengajaran, tetapi juga pada pengembangan kurikulum, penggunaan teknologi, serta pendekatan yang lebih kreatif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa dan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan kompetensi guru, dosen, dan tendik dalam menerapkan metode pembelajaran yang inovatif, sehingga mampu menghasilkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa dan mahasiswa.

Selain itu, dedikasi guru, dosen, dan tendik dalam memberikan pendidikan yang berkualitas sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik dan tendik dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta strategi yang berhasil diterapkan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, akan tercipta sinergi yang kuat dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan profesionalisme guru, dosen, dan tendik melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi para pendidik dan tendik, dan berdampak positif bagi siswa, mahaiswa, dan masyarakat luas.

 


KRITERIA LOMBA