Bukan Sekadar Menghabiskan Dana BOSKIN, Saatnya Sekolah Naik Kelas Lewat Digitalisasi Pembelajaran!
Oleh:
Guru Ataya (Iwan Sumantri)
Kamis,
5 November 2026, menjadi hari yang penuh makna bagi Guru Ataya. Pada kesempatan
tersebut, Guru Ataya mendapat amanah mewakili Kepala SMPN 3 Cibadak untuk mengikuti
kegiatan Pendampingan Penguatan SPMI, Penguatan Literasi dan Numerasi
(Litnum), serta Penguatan Digitalisasi Pembelajaran melalui Pemanfaatan Dana
BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026.
Kegiatan
ini bukan sekadar pertemuan formal atau rutinitas menghadiri undangan. Lebih
dari itu, ada banyak hal penting yang bisa dipelajari, didiskusikan, dan dibawa
pulang untuk diterapkan di sekolah.
Digitalisasi
Pembelajaran: Bukan Tentang Canggihnya Alat, tetapi Hebatnya Pemanfaatan!
Salah
satu agenda pendampingan yang menarik perhatian Guru Ataya adalah penguatan
digitalisasi pembelajaran.
Dalam
sesi ini, kegiatan didampingi oleh narasumber, Bapak U. Saefudin Suryadi,
S.T., M.T. dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat.
Kegiatan
pendampingan digitalisasi ini diikuti oleh tiga sekolah penerima BOSP Kinerja
Terbaik Tahun 2026, yaitu:
1. SMPN 1
Caringin.
2. SMPN 3
Cibadak.
3. SMP Khalifah Boarding School.
Sejak
awal kegiatan, suasana terasa menarik karena setiap sekolah memiliki kesempatan
untuk belajar, berbagi pengalaman, sekaligus menunjukkan hasil dari kegiatan
Bimbingan Teknis (Bimtek) yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Setelah
pemaparan materi pembuka dari narasumber, masing-masing sekolah diberikan
kesempatan untuk mempresentasikan hasil Bimtek sebelumnya yaitu bagaimana pengimbasan dilaksanakan oleh masing-masing sekolah.
Di
sinilah menariknya kegiatan tersebut.
Setiap
sekolah tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga dituntut untuk menunjukkan
sejauh mana pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama Bimtek dapat
diterjemahkan menjadi program nyata di lingkungan sekolah.
Sebab,
ilmu yang hanya disimpan dalam catatan tidak akan memberikan perubahan. Ilmu
baru akan bermakna ketika mulai dipraktikkan.
Tiga
Sekolah, Satu Semangat: Berbagi untuk Kemajuan Pendidikan
Kehadiran
tiga sekolah dalam kegiatan pendampingan ini menjadi kesempatan berharga untuk
saling belajar.
Setiap
sekolah tentu memiliki pengalaman, tantangan, dan strategi yang berbeda dalam
mengembangkan digitalisasi pembelajaran.
Melalui
presentasi hasil Bimtek, kami dapat melihat bagaimana pemanfaatan teknologi
mulai diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif,
kreatif, dan menarik bagi peserta didik.
Bagi Guru Ataya, kegiatan seperti ini memberikan sudut pandang baru bahwa digitalisasi
pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat teknologi.
Yang
jauh lebih penting adalah bagaimana guru mampu memanfaatkan teknologi tersebut
untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.
Teknologi
hanyalah alat. Guru tetap menjadi penggerak utama dalam menghadirkan
pembelajaran yang berkualitas.
Dana
BOSKIN Harus Berbuah Inovasi, Bukan Sekadar Administrasi!
Sebagai
seorang guru matematika di SMPN 3 Cibadak, Guru Ataya memandang kegiatan ini sebagai
pengingat bahwa pemanfaatan Dana BOSP Kinerja Terbaik harus benar-benar
memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Penguatan
SPMI, literasi dan numerasi, serta digitalisasi pembelajaran merupakan bagian
penting yang saling berkaitan.
Sekolah
perlu terus melakukan evaluasi dan perbaikan mutu secara berkelanjutan.
Kemampuan literasi dan numerasi peserta didik harus terus ditingkatkan.
Sementara itu, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk membantu guru
menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Dalam
pembelajaran matematika, misalnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk
menghadirkan visualisasi konsep, simulasi, media interaktif, hingga asesmen
digital.
Dengan
demikian, matematika tidak lagi hanya dipandang sebagai kumpulan rumus dan
angka yang sulit dipahami, tetapi menjadi pembelajaran yang lebih dekat dengan
kehidupan sehari-hari peserta didik.
Tentu
saja, semua itu membutuhkan kemauan untuk belajar, mencoba, dan berinovasi.
Pulang
Membawa Ilmu, Kembali dengan Semangat Baru
Mengikuti
kegiatan pendampingan ini memberikan pengalaman yang berharga bagi saya.
Mewakili kepala sekolah bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga membawa
tanggung jawab untuk menyampaikan kembali informasi dan pengalaman yang
diperoleh kepada rekan-rekan guru di SMPN 3 Cibadak.
Sebab,
perubahan pendidikan tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua orang saja.
Dibutuhkan kerja sama, komitmen, dan semangat seluruh warga sekolah.
Guru Ataya percaya, sekolah yang hebat bukanlah sekolah yang hanya memiliki fasilitas
lengkap, tetapi sekolah yang mampu memanfaatkan setiap sumber daya untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran.
Akhirnya,
ada satu kalimat yang ingin saya bawa pulang dari kegiatan hari ini:
"Jangan
bangga hanya karena sekolah menerima dana kinerja terbaik. Banggalah ketika
dana tersebut mampu melahirkan pembelajaran terbaik, guru yang semakin
inovatif, dan peserta didik yang semakin berprestasi."
Karena
pada akhirnya, keberhasilan sebuah program pendidikan bukan diukur dari berapa
banyak anggaran yang terserap, melainkan dari seberapa besar manfaat yang
dirasakan oleh peserta didik.
Salam
pendidikan!
Guru
Ataya – Menebar Kebaikan, Menginspirasi Negeri.



No comments:
Post a Comment