Belajar Membatik Bersama Ataya: Merangkai Cerita, Mengenal Budaya, dan Menikmati Setiap Goresan Warna
Oleh:
Guru Ataya (Iwan Sumantri)
Tepat
pukul 08.45 WIB, Guru Ataya mengantar Ataya menuju Coffee Public. Ada
pengalaman menarik yang sudah menanti. Bukan bermain gawai, bukan pula sekadar
jalan-jalan, melainkan sebuah kegiatan mengenal budaya Indonesia melalui seni
membatik.
Kegiatan
ini diperuntukkan bagi anak-anak usia 5 sampai 9 tahun dengan menggandeng
kakak-kakak dari Batik Lokatmala. Sebuah kesempatan menyenangkan bagi anak-anak
untuk mengenal salah satu warisan budaya bangsa dengan cara yang kreatif,
menyenangkan, dan penuh pengalaman.
Membatik,
Bukan Sekadar Menggoreskan Warna
Bagi
sebagian orang, membatik mungkin hanya dipandang sebagai kegiatan membuat motif
pada kain. Namun, di balik setiap goresan canting dan perpaduan warna, ada
banyak pelajaran kehidupan yang bisa dikenalkan kepada anak-anak.
Hari
itu, teman-teman Ruang Jelajah_Smi diajak belajar merangkai cerita melalui
canting dan warna bersama Batik Lokatmala.
Melalui
kisah Lengli, anak-anak diajak memahami bahwa setiap goresan memiliki cerita.
Mereka tidak hanya mengenal batik sebagai produk budaya, tetapi juga belajar
mengungkapkan imajinasi dan kreativitas melalui karya.
Ada
beberapa tahapan yang mereka lalui. Mulai dari mengenal dan mencoba menggunakan
canting, mencanting pola, mewarnai kain, hingga menjemur hasil karya batik.
Tentu
saja, bagi anak-anak seusia Ataya, setiap tahapan merupakan pengalaman baru
yang seru. Ada rasa penasaran ketika memegang canting, ada kegembiraan saat
memilih warna, dan ada kebanggaan ketika melihat hasil karya sendiri mulai
terbentuk.
Di
sinilah proses belajar yang sesungguhnya berlangsung.
![]() |
| Ataya dengan Kain Batik Hasil Belajarnya (Foto Dok.Pribadi) |

