Sunday, November 1, 2026

Belajar Membatik Bersama Ataya: Merangkai Cerita, Mengenal Budaya, dan Menikmati Setiap Goresan Warna

Belajar Membatik Bersama Ataya: Merangkai Cerita, Mengenal Budaya, dan Menikmati Setiap Goresan Warna

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sabtu, 31 Oktober 2026, menjadi hari yang sedikit berbeda bagi Guru Ataya. Jika biasanya akhir pekan menjadi waktu untuk beristirahat setelah rutinitas mengajar sebagai Guru Matematika di SMPN 3 Cibadak, kali ini Guru Ataya memiliki agenda istimewa: menemani si bungsu, Ataya, mengikuti kegiatan edukatif yang diselenggarakan oleh Ruang Jelajah_Smi.

Tepat pukul 08.45 WIB, Guru Ataya mengantar Ataya menuju Coffee Public. Ada pengalaman menarik yang sudah menanti. Bukan bermain gawai, bukan pula sekadar jalan-jalan, melainkan sebuah kegiatan mengenal budaya Indonesia melalui seni membatik.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi anak-anak usia 5 sampai 9 tahun dengan menggandeng kakak-kakak dari Batik Lokatmala. Sebuah kesempatan menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal salah satu warisan budaya bangsa dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan penuh pengalaman.

Membatik, Bukan Sekadar Menggoreskan Warna

Bagi sebagian orang, membatik mungkin hanya dipandang sebagai kegiatan membuat motif pada kain. Namun, di balik setiap goresan canting dan perpaduan warna, ada banyak pelajaran kehidupan yang bisa dikenalkan kepada anak-anak.

Hari itu, teman-teman Ruang Jelajah_Smi diajak belajar merangkai cerita melalui canting dan warna bersama Batik Lokatmala.

Melalui kisah Lengli, anak-anak diajak memahami bahwa setiap goresan memiliki cerita. Mereka tidak hanya mengenal batik sebagai produk budaya, tetapi juga belajar mengungkapkan imajinasi dan kreativitas melalui karya.

Ada beberapa tahapan yang mereka lalui. Mulai dari mengenal dan mencoba menggunakan canting, mencanting pola, mewarnai kain, hingga menjemur hasil karya batik.

Tentu saja, bagi anak-anak seusia Ataya, setiap tahapan merupakan pengalaman baru yang seru. Ada rasa penasaran ketika memegang canting, ada kegembiraan saat memilih warna, dan ada kebanggaan ketika melihat hasil karya sendiri mulai terbentuk.

Di sinilah proses belajar yang sesungguhnya berlangsung.

Ataya dengan Kain Batik Hasil Belajarnya (Foto Dok.Pribadi)