Wednesday, December 24, 2025

Konfercab PGRI Cibadak 2025: Meneguhkan Soliditas Guru Menuju Kepengurusan 2025–2030

Konfercab PGRI Cibadak 2025: Meneguhkan Soliditas Guru Menuju Kepengurusan 2025–2030

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak- 24 Desember 2025. Guru Ataya – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Cibadak menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) pada Rabu, 24 Desember 2025 di Bumi Atikan- BK3D Cibadak. Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi serta menetapkan kepengurusan PGRI Cabang Cibadak periode 2025–2030.

Konfercab merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang menjadi wujud kedaulatan anggota PGRI. Dalam forum ini, para perwakilan ranting ( ada 12 Ranting ) dari seluruh satuan pendidikan se-Kecamatan Cibadak secara demokratis menyampaikan aspirasi serta menentukan kepemimpinan organisasi untuk lima tahun ke depan.

Salah satu agenda utama Konfercab adalah pemilihan dan penetapan pengurus PGRI Cabang Cibadak. Melalui mekanisme musyawarah mufakat, Aceng Mustafa, S.Pd., M.Si. kembali dipercaya menjadi F1 (Ketua) untuk memimpin sebagai Ketua PGRI Cabang Cibadak masa bakti 2025–2030. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi sebagai bentuk kepercayaan dan dukungan penuh dari seluruh peserta Konfercab.

Sunday, December 7, 2025

Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Siswa SMP

Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Siswa SMP

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak- 7 Desember 2025. Selamat bagi siswa kelas 7,8 dan 9 yang sudah menyelesaikan Ujian Akhir Semester Ganjil (UAS) nya. Tinggal menunggu waktu pengolhan nilai yang akan di masukkan dalam daftar nilai rapor semester ganjil. Untuk siswa kelas 9 setelah selesai UAS ada pembelajaran yang tak kalah pentingnya yaitu persiapan/Simulasi Tes Kemampuan Akademik yang akan dilaksanakan Senin-Selasa, 8-9 Desember 2025 sesuai jadwal. Untuk pelaksanaan TKA nya kita masih menunggu jadwal resminya dari dinas Pendidikan.

1. Apa Itu Tes Kemampuan Akademik (TKA)?

Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan dasar siswa dalam bidang-bidang yang menjadi fondasi proses belajar, seperti penalaran logis, pemahaman bacaan, kemampuan numerik, serta pemecahan masalah.
Pada level SMP, TKA biasanya digunakan untuk melihat kesiapan akademik siswa dalam melanjutkan pembelajaran ke jenjang berikutnya dan sebagai alat pemetaan kemampuan belajar.

TKA tidak hanya menilai hafalan, tetapi lebih menekankan pada higher order thinking skills (HOTS), yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mencakup analisis, evaluasi, dan penerapan konsep.

 

Wednesday, November 26, 2025

Merayakan Inspirasi: Semarak Upacara HUT PGRI, HGN 2025, dan Senin Juara di SMP Negeri 3 Cibadak

Merayakan Inspirasi: Semarak Upacara HUT PGRI, HGN 2025, dan Senin Juara di SMP Negeri 3 Cibadak

Oleh : Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak - Senin, 24 November 2025, lapangan SMP Negeri 3 Cibadak dipenuhi suasana haru, bangga, dan kebersamaan. Seluruh guru dan siswa mengikuti kegiatan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun PGRI dan Hari Guru Nasional 2025, yang tahun ini dikemas lebih istimewa dengan kolaborasi antara guru, OSIS, dan seluruh warga sekolah.

Upacara Khidmat dengan Petugas dari Bapak/Ibu Guru

Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Yang membuatnya berbeda adalah bahwa seluruh petugas upacara—mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca doa, hingga pembaca UUD 1945—adalah para guru.

Pemandangan ini tidak hanya mengundang rasa bangga, tetapi juga menghadirkan kedekatan emosional antara guru dan siswa. Seluruh siswa mengikuti jalannya upacara dengan sangat tertib dan penuh penghormatan.

Dalam amanatnya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa Hari Guru adalah momentum untuk:

  • merefleksikan peran pendidik,
  • memperkuat kolaborasi guru dan siswa,
  • serta menumbuhkan budaya apresiasi di lingkungan sekolah.

 

Kegiatan Kreativitas Siswa: OSIS Tampil Total

Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan ajang kreativitas siswa yang dikoordinasikan oleh OSIS, dibimbing langsung oleh Wakasek Kesiswaan dan Pembina OSIS.

Beberapa kegiatan yang ditampilkan di antaranya:

  • Pentas Seni (musik akustik, tari kreasi, puisi, dan yang lainnya)
  • ucapan Hari Guru dari siswa
  • Pojok Ungkapan Terima Kasih (Wall of Appreciation)
  • Fun Games kebersamaan guru dan siswa

Suasana sekolah menjadi sangat meriah. Tawa, tepuk tangan, dan sorakan semangat memenuhi area kegiatan sepanjang pagi.

 

Apresiasi Unik dari OSIS: Sertifikat Penghargaan untuk Guru

Inilah bagian yang paling ditunggu-tunggu.

OSIS memberikan sertifikat apresiasi khusus kepada para guru dengan kategori yang ditentukan berdasarkan karakter sehari-hari yang dirasakan siswa. Beberapa kategori yang diumumkan:

  • Guru Paling Kreatif
  • Guru Paling Terkalem
  • Guru Termodis
  • Guru Paling Humoris
  • Guru Paling Tegas
  • Guru Favorit Siswa
  • Guru Terinspiratif

Tuesday, November 25, 2025

Semarak HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 di Kecamatan Cibadak

Semarak HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 di Kecamatan Cibadak

Oleh : Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak – 25 November 2025. Peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 menjadi momentum penuh makna bagi para pendidik di Kecamatan Cibadak. Tidak hanya sebagai ajang refleksi peran guru dalam memajukan pendidikan, rangkaian kegiatan tahun ini juga dirancang untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta mengekspresikan bakat dan kreativitas para guru.

Suasana kebersamaan dan antusiasme yang tinggi terlihat dalam seluruh rangkaian acara yang dimulai sejak 20 November 2025 hingga puncak peringatan pada 25 November 2025.

 

Adu Semangat dalam Lomba Bola Voli Antar Ranting

Kegiatan pertama digelar pada Kamis, 20 November 2025, yaitu lomba bola voli antar ranting PGRI se-Kecamatan Cibadak. Pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari para guru yang tergabung dalam 11 ranting yang hadir sebagai peserta maupun suporter. Lapangan dipenuhi sorak semangat dan tawa, menunjukkan kuatnya kebersamaan antarguru. Kegiatan di mulai dengan devile masing-masing ranting dengan membawa spanduk dan slogan masing-masing ranting.

Setiap ranting menurunkan tim terbaiknya, dan seluruh pertandingan berjalan dengan sportif, kondusif, serta penuh kekeluargaan. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar anggota PGRI di tingkat kecamatan Cibadak.

 


Harmoni Suara dalam Lomba Solo Vokal

Suara Hati Seorang Guru di HUT Guru Nasional 2025

Suara Hati Seorang Guru di HUT Guru Nasional 2025

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)


Cibadak-25 November 2025. Disela-sela menjelang Upacara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Kecamatan Cibadak, guru Ataya mencoba buka-buka beberapa grup WA walau sedang sakit dan tak bisa jalan. Ada salah satu Grup WA yang membuat hati dan perasaan terenyah dan menggugah untuk menyampaikan isi Grup WA tersebut di blog Guru Ataya ini yang isi tulisannya berkaitan dengan hari HUT PGRI dan Hari Guru Nasional.

Apa itu isinya, yuk kita simak guru-guru se tanah air:

KACAU BALAU KEBIJAKAN ORGANISASI PROFESI: Guru Merasa Dikhianati, PGRI Disepelekan, dan Menteri yang Kurang Literasi

Oleh: Wijaya Kusumah (Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd) – Om Jay, Guru Blogger Indonesia

Gelombang keresahan guru kembali meninggi. Setelah munculnya sejumlah kebijakan yang melemahkan posisi guru, kini muncul lagi persoalan yang jauh lebih mendasar: pemerintah — melalui Kementerian Dikdasmen — mengirim undangan resmi kepada 77 organisasi untuk kegiatan yang disebut “Organisasi Profesi Guru”. Namun setelah dicermati, daftar itu tidak hanya janggal, tetapi benar-benar kacau balau. Di dalamnya tercampur antara organisasi profesi, komunitas belajar, MGMP/KKG, bahkan kelompok diskusi materi ajar.

Di sinilah letak masalah paling fatal: pemerintah tidak mampu membedakan apa itu organisasi profesi guru dan apa itu komunitas belajar biasa.

Saya harus tegas mengatakan:

Menurut saya, menteri kita ini kurang literasi. Tidak bisa membedakan mana organisasi profesi, mana komunitas MGMP/KKG, mana kelompok belajar bareng yang sekadar membahas bahan ajar. Kacauuuu, Om Jay!

Guru-guru di berbagai daerah pun terkejut, kecewa, dan merasa dikhianati. Pemerintah seolah ingin memecah guru ke dalam kotak-kotak kecil yang tidak jelas legitimasi dan kapasitasnya. Dan di balik semua itu, tampak jelas satu pola: PGRI dipinggirkan.

Padahal, PGRI adalah organisasi profesi terbesar, tertua, paling lengkap struktur kepengurusannya, dan paling konsisten membela guru sejak masa kolonial. Lantas, mengapa kini justru PGRI seperti disingkirkan dan digantikan oleh komunitas-komunitas tanpa kejelasan?

Guru Merasa Dikhianati

Kekecewaan ini bukan muncul tanpa sebab. Guru selama ini sudah terlalu sering menghadapi regulasi yang berubah-ubah, penempatan yang tidak adil, status PPPK yang belum stabil, dan penurunan penghargaan terhadap profesi guru.

Ketika pemerintah mengundang organisasi profesi, guru berharap forum tersebut benar-benar mempertemukan pemerintah dengan lembaga resmi yang memang memiliki kapasitas untuk berbicara tentang profesionalisme, etika, dan masa depan guru.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Undangan itu memuat organisasi yang bahkan pengurusnya sendiri tidak tahu bahwa organisasinya diundang. Ada komunitas yang hanya koordinator WA group, ada MGMP yang tugasnya pengembangan pembelajaran, bukan organisasi profesi.

Wednesday, October 8, 2025

Ujian Sejarah di Jeddah: Duel 'Hidup Mati' Indonesia vs Arab Saudi, Garuda Siap Ukir Angka Sempurna!

Ujian Sejarah di Jeddah: Duel 'Hidup Mati' Indonesia vs Arab Saudi, Garuda Siap Ukir Angka Sempurna!

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi – 8 Oktober 2025 .Kurang lebih 10 Jam kedepan menjelang Kick Off, Guru Ataya mencoba berbagi sesuatu tentang Timnas Indonesia. Sebagai seorang guru matematika, kita tahu bahwa peluang selalu ada, dan dalam sepak bola, hasil akhir seringkali melampaui segala perhitungan di atas kertas. Malam ini, atau tepatnya Kamis dini hari, 9 Oktober 2025, pukul 00.15 WIB (sebagai koreksi jadwal yang lebih akurat, bukan 01.15 WIB), Timnas Indonesia akan menghadapi momen historis pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup B melawan tuan rumah Arab Saudi di King Abdullah Sports City, Jeddah. Ini adalah duel yang layak disebut 'hidup mati' di bawah komando pelatih Patrick Kluivert.

Berikut adalah analisis dan prediksi yang didasarkan pada komposisi tim dan rekor pertemuan terakhir.

 

Analisis Komposisi Pemain: Garuda yang Semakin Solid

Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert memasuki fase ini dengan skuad yang jauh lebih solid dan kompetitif berkat kehadiran para pemain keturunan yang berlaga di Eropa. Meskipun kemungkinan kehilangan Emil Audero karena cedera, kekuatan inti Tim Garuda tampak menjanjikan.

Indonesia: Formasi Taktis dan Kedalaman Skuad

Prediksi susunan pemain Indonesia diperkirakan akan mengandalkan kombinasi pemain naturalisasi dan lokal.

  • Lini Belakang: Kekuatan utama ada pada trio bek tengah. Jay Idzes (US Sassuolo Calcio) dan Kevin Diks (Borussia Monchengladbach) yang kembali dari cedera diharapkan membentuk tembok kokoh bersama salah satu dari Rizky Ridho atau Justin Hubner. Di sisi fullback, Calvin Verdonk (LOSC Lille) dan Yakob Sayuri siap menyuplai serangan dari sayap. Kehadiran Maarten Paes di bawah mistar memberikan rasa aman yang tinggi.
  • Lini Tengah: Lapangan tengah akan menjadi kunci. Duet gelandang box-to-box seperti Thom Haye dan Joey Pelupessy (Lommel SK) akan menjadi poros dalam mengatur tempo dan mengalirkan bola. Ditambah dengan agresivitas Ricky Kambuaya atau Marc Klok, lapangan tengah Garuda memiliki keseimbangan antara kreativitas dan daya jelajah.

Saturday, September 13, 2025

"Dari Geogebra Hingga Batik Fraktal: Transformasi Pembelajaran Matematika Ala Guru SMP"

"Dari Geogebra Hingga Batik Fraktal: Transformasi Pembelajaran Matematika Ala Guru SMP"

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi – 13 Desember 2025. Kali ini Guru Ataya akan berbagi tentang Pelatihan yang sudah dilakukan Guru Ataya di Kegiatan Pengandian Kepada Masyarakat Rumpun Mataematika FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bersama 69 Guru Matematika SMP yang tergabung di MGMP Matematika Kabupaten Sukabumi dan 59 Guru SD  yang tergabung di KKG Gegerbitung.

Reportase ini dibuat untuk mendokumentasikan dan melaporkan partisipasi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Rumpun Matematika FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam inovasi pembelajaran matematika, baik melalui pendekatan teknologi maupun budaya. Pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama, yaitu secara daring dan luring.

Pelaksanaan Kegiatan

Pelatihan Daring (21 Agustus 2025)

Pelatihan daring dilaksanakan melalui platform Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, khususnya dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan pelatihan daring terbagi menjadi  2 Rombel untuk SD dan 3 rombel untuk guru SMP. Guru Ataya tergabung di Rombel 2 (SMP Kelas B). Pada Kelas B, sesi ini mencakup tiga materi utama:

  1. Pengembangan Instrumen Penilaian Kinerja dan Projek: Materi ini memberikan wawasan mendalam tentang cara merancang instrumen penilaian yang efektif dan autentik untuk mengukur kinerja dan projek siswa. Ini sangat penting untuk memastikan penilaian tidak hanya berbasis tes tertulis, tetapi juga mencakup aspek keterampilan dan kreativitas.
  2. Pengembangan Media Pembelajaran Geogebra: Pelatihan ini fokus pada penggunaan Geogebra sebagai alat bantu visualisasi dalam pembelajaran geometri. Peserta diajarkan cara membuat media interaktif yang dapat membantu siswa memahami konsep-konsep geometri yang abstrak menjadi lebih nyata dan mudah dipahami.
  3. Penerapan Napkin AI dan Magic School: Sesi ini mengenalkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Napkin AI dan Magic School disajikan sebagai alat bantu bagi guru untuk merancang RPP, membuat materi ajar, dan mengelola kelas secara lebih efisien dan personal.

Wednesday, September 10, 2025

Memahami Tes Kemampuan Akademik (TKA): Mengapa Penting untuk Siswa SD/SMP/SMA/SMK?

Memahami Tes Kemampuan Akademik (TKA): Mengapa Penting untuk Siswa SD/SMP/SMA/SMK?

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak- 10 September 2025. Kali ini Guru Ataya akan berbagi tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA). Bagi sebagian besar siswa, istilah Tes Kemampuan Akademik (TKA) mungkin terdengar asing. Namun, tes ini sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan mereka, terutama saat berada di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lalu, apa sebenarnya TKA itu, dan mengapa tes ini begitu penting?

Apa Itu TKA dan Apa Tujuannya?

TKA bukanlah ujian biasa seperti Penilaian Akhir Semester. TKA adalah sebuah alat ukur standar yang dirancang untuk mengukur kemampuan dasar intelektual dan kognitif seseorang. Secara khusus, TKA mengukur tiga aspek utama:

  • Kemampuan Verbal: Mengukur pemahaman terhadap bahasa, sinonim, antonim, analogi, dan logika berbahasa. Ini membantu mengidentifikasi seberapa baik siswa memahami informasi yang disajikan dalam bentuk kata-kata.
  • Kemampuan Numerik: Mengukur kemampuan dalam berhitung, memahami konsep matematika dasar, logika aritmatika, dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan angka. Aspek ini sangat penting karena matematika adalah fondasi untuk banyak disiplin ilmu.
  • Kemampuan Penalaran: Mengukur kemampuan berpikir logis, analitis, dan kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan dari suatu informasi. Aspek ini tidak hanya tentang menghafal, tapi juga tentang bagaimana siswa bisa memecahkan masalah baru dengan logika yang dimiliki.

Tujuan utama TKA adalah untuk mendapatkan gambaran yang objektif dan komprehensif tentang potensi akademis seorang siswa. Hasil TKA bisa menjadi dasar yang kuat untuk berbagai keperluan, mulai dari rekomendasi penjurusan, seleksi masuk ke sekolah atau program tertentu, hingga identifikasi area di mana siswa membutuhkan dukungan lebih.

Manfaat dan Kegunaan TKA untuk Siswa

Monday, September 1, 2025

TUGAS "Proyek Mini: Merancang Dapur Impian"

TUGAS  "Proyek Mini: Merancang Dapur Impian"

Oleh : Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak- 1 September 2025. Salam dan Bahagia, buat anak-anakku siswa Kelas 9ABCDE SMPN 3 Cibadak, berikut ada Tugas Proyek yang harus dikerjakan siswa selama belajar jarak jauh/daring mulai hari ini, Senin 1 September 2025.

Deskripsi Tugas untuk Siswa:

Bayangkan kalian adalah seorang desainer interior. Tugas kalian adalah merancang sebuah denah dapur impian dengan ukuran 3 meter x 4 meter. Dalam rancangan ini, kalian harus menentukan lokasi untuk beberapa peralatan utama (kompor, wastafel, kulkas) dan lemari penyimpanan. Kalian juga harus menghitung luas area yang terpakai oleh setiap peralatan dan lemari, serta luas sisa area kosong.

Dapur Impian Guru Ataya

Tujuan Pembelajaran:

Melalui tugas ini, Siswa akan menerapkan konsep-konsep matematika seperti:

  • Menghitung luas dan keliling bangun datar (persegi dan persegi panjang).
  • Menggunakan skala untuk menggambar denah.
  • Mengaplikasikan operasi hitung bilangan (penjumlahan, pengurangan, perkalian).
  • Menganalisis dan menyajikan data dalam bentuk yang terstruktur.

Produk yang Dihasilkan:

Setiap siswa harus menyerahkan:

1.    Gambar denah dapur pada kertas milimeter blok (Kertas HVS F4 ) lengkap dengan ukuran dan skala yang digunakan.

2.    Tabel perhitungan luas untuk setiap peralatan dan luas total yang terpakai.

3.    Peertanyaan reflektif

Pertanyaan Reflektif untuk Tugas Proyek: "Merancang Dapur Impian"

1. Pertanyaan terkait Proses Belajar (Matematika dan Keterampilan)

  • Apakah ada bagian dari materi matematika (misalnya, menghitung luas, menggunakan skala) yang menurut kalian sulit diterapkan dalam proyek ini? Mengapa?
  • Bagaimana kalian memastikan bahwa perhitungan luas yang kalian lakukan sudah akurat? Adakah cara lain untuk mengeceknya?
  • Selain konsep matematika, keterampilan apa lagi yang kalian pelajari atau gunakan saat mengerjakan proyek ini? (Contoh: membuat sketsa, kerjasama tim, manajemen waktu).

4.    Waktu

Waktu Pengerjaan Tugas Proyek ini 1 Minggu ( 1  sd 5 September 2025) Dikumpulkan Senin, 8 September 2025.

 

Contoh Denah Dapur Impian

Selamat Belajar dan Mengerjakan TUGAS PROYEK !

Monday, August 18, 2025

Garuda Muda di Laga Puncak: Misi Sulit Melawan Raksasa Afrika

Garuda Muda di Laga Puncak: Misi Sulit Melawan Raksasa Afrika

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

 

Medan, Sumatra Utara - Puncak dari gelaran Piala Kemerdekaan akhirnya tiba. Senin, 18 Agustus 2025, menjadi hari penentuan bagi Timnas U-17 Indonesia asuhan pelatih Nova Arianto yang akan berhadapan dengan lawan tangguh dari Benua Afrika, Timnas U-17 Mali. Laga final yang disiarkan langsung dari Stadion Utama Sumatra Utara, Medan ini, bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga ajang pembuktian mental juara bagi para pemain muda Garuda.

Perjalanan Kedua Tim Menuju Puncak

Perjalanan Timnas U-17 Indonesia menuju final patut diacungi jempol. Di bawah arahan pelatih Nova Arianto, yang dikenal tegas dan disiplin, skuad Garuda Muda menunjukkan perkembangan pesat. Kemenangan meyakinkan 2-0 atas Uzbekistan di pertandingan kedua menjadi bukti kekuatan lini serang dan pertahanan mereka. Meskipun sempat ditahan imbang 2-2 oleh Tajikistan di laga awal turnamen, hasil tersebut sudah cukup mengantar mereka ke babak final, menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan.

Di sisi lain, Timnas U-17 Mali datang dengan reputasi yang luar biasa. Mereka dikenal dengan postur fisik yang kuat, kecepatan individu, dan permainan tim yang sangat terorganisasi. Mereka diperkirakan akan menjadi ujian terberat bagi Timnas U-17 Indonesia, menguji seberapa jauh perkembangan taktik dan mental yang telah diajarkan oleh pelatih Nova Arianto.

Analisis Kekuatan dan Strategi

Timnas U-17 Indonesia memiliki beberapa keunggulan yang bisa menjadi kunci. Pertama, semangat juang dan dukungan suporter. Bermain di kandang sendiri, dukungan penuh dari ribuan penonton di Medan akan menjadi motivasi ekstra yang bisa membuat para pemain tampil di luar batas kemampuan mereka. Kedua, kemampuan taktik pelatih Nova Arianto. Beliau dikenal piawai dalam meramu strategi bertahan yang solid, yang akan sangat dibutuhkan untuk meredam serangan-serangan cepat Mali.

Namun, menghadapi Mali, Timnas U-17 harus bermain sangat hati-hati. Kunci utama mereka adalah disiplin dalam bertahan dan memanfaatkan setiap peluang serangan balik. Kecepatan pemain sayap Indonesia bisa menjadi senjata mematikan untuk mengejutkan pertahanan lawan. Para pemain juga harus lebih berani dalam melakukan tembakan dari luar kotak penalti, mengingat sulitnya menembus pertahanan Mali dari jarak dekat.

Sunday, August 17, 2025

Merdeka Belajar: Refleksi Guru Matematika di Hari Kemerdekaan ke-80

Merdeka Belajar: Refleksi Guru Matematika di Hari Kemerdekaan ke-80

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak – 17 Agustus 2025. Saya, seorang guru matematika di SMP Negeri 3 Cibadak, telah mengabdi selama 38 tahun. Hari ini, 17 Agustus 2025, menjadi hari yang istimewa. Tepat 80 tahun sudah Indonesia merdeka, sebuah usia yang matang, penuh makna, dan menjadi momentum penting untuk kita semua, khususnya para pendidik, untuk merefleksikan kembali arti kemerdekaan.

Bagi saya, kemerdekaan bukan hanya tentang lepas dari penjajahan fisik, tetapi juga tentang kebebasan berpikir dan belajar. Selama puluhan tahun mengajar, saya melihat bagaimana ruang kelas menjadi medan perjuangan yang lain. Bukan melawan penjajah bersenjata, melainkan melawan ketakutan siswa pada pelajaran matematika, melawan metode pengajaran yang kaku, dan melawan kurikulum yang sering kali terasa memberatkan.

Saturday, August 16, 2025

Mengapa AKM Tidak Sama dengan Ujian Nasional?

Mengapa AKM Tidak Sama dengan Ujian Nasional?

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak – 16 Agustus 2025. Siswa-siswi SMP yang hebat, para orang tua, dan rekan-rekan pendidik yang saya hormati,

Tidak terasa, AKM akan kembali hadir di sekolah kita Gladi Bersih pelaksanaan AKM akan dimulai 18 Agustus 2025. Sebagian dari kita mungkin masih bertanya-tanya, apa itu AKM dan mengapa ini berbeda dari Ujian Nasional (UN) yang dulu ada?

Mari kita luruskan dulu. AKM bukan ujian untuk mengukur kelulusan atau perbandingan peringkat sekolah. Sebaliknya, AKM adalah alat diagnostik yang dirancang untuk mengukur dua kompetensi dasar yang sangat penting: literasi membaca dan numerasi.

Apa itu Literasi dan Numerasi?

Literasi dan numerasi adalah dua fondasi utama yang kita butuhkan untuk berhasil dalam pelajaran apa pun dan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Literasi Membaca: Ini bukan sekadar bisa membaca. Literasi adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan, dan berinteraksi dengan teks untuk mencapai tujuan, mengembangkan pengetahuan, dan berpartisipasi dalam masyarakat. Sederhananya, seberapa baik kita memahami informasi dari sebuah teks dan menggunakannya.

Friday, August 15, 2025

Manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 3 Cibadak

Manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 3 Cibadak

Oleh: Guru Ataya

 

Cibadak – 15 Agustus 2025. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di SMPN 3 Cibadak sejak 14 Juli 2025 merupakan inisiatif yang sangat positif. Setelah lima minggu berjalan, program ini menunjukkan dampak yang signifikan, terutama bagi para siswa.

Manfaat MBG bagi Siswa dan Sekolah

Program MBG membawa banyak manfaat, baik bagi siswa maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan:

  • Peningkatan Konsentrasi Belajar: Dengan asupan gizi yang cukup, siswa tidak lagi merasa lapar saat jam pelajaran berlangsung. Hal ini membuat mereka lebih fokus, energik, dan siap menerima materi pelajaran.
  • Peningkatan Kesehatan Siswa: Menu yang disajikan telah memenuhi komposisi 4 sehat 5 sempurna. Ini berkontribusi pada pemenuhan nutrisi harian siswa, yang esensial untuk tumbuh kembang mereka.
  • Meningkatkan Kedisiplinan Siswa: Jadwal pembagian makanan yang rutin setiap pukul 10.00 melatih siswa untuk disiplin dan menghargai waktu.
  • Mempererat Ikatan Sosial: Momen makan bersama menjadi sarana interaksi sosial antar siswa, menciptakan suasana kekeluargaan, dan mempererat tali persaudaraan.
  • Meringankan Beban Orang Tua: Program ini membantu meringankan beban biaya makan harian siswa, sehingga orang tua dapat mengalokasikan dana untuk keperluan lain.

 




Baca Juga :

Hening tapi Bergemuruh

Refleksi Diri Pasca Gemuruh Takbir: Kembali ke Kelas dengan Semangat Baru

Video Pembelajaran Matematika di Blog Guru Ataya


Kelebihan dan Kekurangan Program MBG

Setiap program pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah analisis singkat tentang program MBG di SMPN 3 Cibadak:

Kelebihan

  • Jadwal Teratur: Makanan selalu datang tepat waktu, yaitu pukul 09.00, dan dibagikan sekitar pukul 10.00. Ini menunjukkan manajemen program yang baik.
  • Komposisi Gizi Terpenuhi: Menu yang disajikan selama ini sudah sesuai dengan standar 4 sehat 5 sempurna, menjamin siswa mendapatkan nutrisi yang seimbang.
  • Dampak Positif yang Nyata: Manfaat program, seperti peningkatan konsentrasi dan kesehatan siswa, sudah mulai terlihat dan dirasakan.

Kekurangan

  • Waktu Pembagian: Pembagian makanan di tengah jam pelajaran (pukul 10.00) mungkin bisa sedikit mengganggu alur belajar. Guru perlu menyesuaikan diri agar proses belajar-mengajar tetap efektif.
  • Potensi Makanan Tidak Habis: Mungkin ada sebagian siswa yang tidak menyukai menu tertentu, sehingga makanan tidak habis atau terbuang.



Solusi dan Harapan ke Depan

Untuk mengatasi kekurangan dan mengoptimalkan program MBG, ada beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan:

  • Penyesuaian Jadwal: Pihak sekolah bisa berdiskusi untuk mencari waktu pembagian yang paling ideal, misalnya saat jam istirahat, agar tidak mengganggu jam pelajaran.
  • Variasi Menu: Mengadakan survei sederhana kepada siswa tentang menu favorit mereka dapat membantu tim penyedia makanan untuk membuat variasi menu yang lebih disukai, sehingga makanan tidak terbuang.
  • Edukasi Gizi: Guru bisa menyelipkan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang kepada siswa, mengajarkan mereka untuk menghabiskan makanan dan memahami manfaatnya.

Dengan kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan penyedia program, kami yakin program Makan Bergizi Gratis ini dapat berjalan lebih sukses dan memberikan dampak yang lebih besar bagi seluruh siswa SMPN 3 Cibadak.

Monday, July 28, 2025

Analisis Matematika dan Passion Bola: Prediksi Final AFF U-23 Indonesia vs Vietnam 2025

Analisis Matematika dan Passion Bola: Prediksi Final AFF U-23 Indonesia vs Vietnam 2025

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi - 28 Juli 2025. Para penggemar sepak bola Tanah Air, khususnya pendukung setia Timnas Indonesia U-23, tentu sudah tak sabar menantikan hari esok! Selasa, 29 Juli 2025 Pukul 20.00 WIB akan menjadi saksi bisu pertarungan epik di babak Final Piala AFF U-23 antara Garuda Muda kita melawan rival bebuyutan, Timnas Vietnam U-23. Sebagai seorang guru Matematika yang juga sangat menggilai sepak bola, saya merasa terpanggil untuk mencoba "membaca" pertandingan ini tidak hanya dengan hati, tapi juga dengan data dan sedikit sentuhan logis.

Mari kita bongkar satu per satu kekuatan kedua tim, dan mencoba memprediksi siapa yang akan mengangkat trofi juara.

Data Statistik (Angka Tak Pernah Bohong!)

Dalam dunia sepak bola modern, data adalah raja. Mari kita lihat performa kedua tim sepanjang turnamen ini.

  • Timnas Indonesia U-23:
    • Perjalanan Menuju Final: Sejauh ini, Timnas U-23 Indonesia menunjukkan performa yang solid dan progresif. Di fase grup, mereka mungkin tidak selalu mendominasi, namun selalu menemukan cara untuk meraih kemenangan krusial. Kemenangan di semifinal melawan Thailand melalui adu Finalti dengan skor 7-6, yang sebelumnya skor 1-1, menunjukkan kematangan tim dalam mengatasi tekanan.
    • Kekuatan Utama:
      • Pertahanan Kokoh: Data menunjukkan bahwa gawang Timnas U-23 Indonesia relatif sulit ditembus. Ini adalah hasil kerja sama lini belakang yang disiplin dan penampilan apik dari Muhammad Ardiansyah sang penjaga gawang.
      • Transisi Cepat: Permainan transisi dari bertahan ke menyerang menjadi salah satu senjata mematikan. Para gelandang seperti Robby Darwis, Arkan Fikri, Reyhan, Toni akan mampu mengalirkan bola dengan cepat ke lini depan.
      • Semangat Juang: Ini adalah faktor non-teknis yang sangat penting. Semangat pantang menyerah para pemain muda ini seringkali menjadi penentu di saat-saat kritis.
    • Pencetak Gol Kunci: Jean Reven, Hoki Caraka  nama-nama pencetak gol terbanyak Timnas U-23 Indonesia di turnamen ini, dan 7 gol sudah Jean Reven cetak, kehadiran mereka di kotak penalti lawan akan sangat vital.

Sunday, July 20, 2025

Hening tapi Bergemuruh (Refleksi mingguan)

Hening tapi Bergemuruh

(Refleksi mingguan)

Oleh : Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak- 20 Juli 2025

Sudah ratusan kali saya berdiri di depan guru-guru.

Kadang pakai batik, kadang pakai kemeja, bahkan pernah pakai kaos oblong karena panitia bilang, “Santai aja, Mas, ini cuma forum komunitas.” Kadang di aula mewah hotel bintang empat, kadang di ruang kelas yang kipas anginnya bersuara lebih keras dari saya. Tapi isinya sama: menyampaikan nilai-nilai. Tentang pentinhnya karakter, akhlak, adab, gotong royong, tanggung jawab, keadilan, kejujuran. Nilai-nilai yang saya peluk erat dari Gerakan Sekolah Menyenangkan, dan saya taburkan ke mana² seperti petani menabur benih, meski tak tahu nanti tumbuhnya di mana dan kapan. Saya hanya percaya aja pasti ada benih yg akan tumbuh.

Lalu beberapa hari lalu, dalam satu sesi, ada seorang guru mengangkat tangan, suaranya pelan, tapi pertanyaannya menghantam keras.

“Pak, bagaimana caranya kita terus ngajarin adab dan akhlak ke anak-anak, padahal mereka hidup di dunia yang menunjukkan sebaliknya?”

Saya terdiam. Mikrofon masih di tangan. Tapi mulut saya terkunci. Seperti tubuh saya tahu: ini bukan saatnya menjawab, tapi saatnya merenung. Bahkan saat mau menuliskan refleksi ini tak sadar bulir bening merayap perlahan di ujung mata.

Karena iya, ini bukan zaman ketika anak belajar cuma dari guru & buku. Ini zaman ketika layar 6 inci di genggaman mereka adalah jendela ke semesta, yg tak semuanya indah. Berita korupsi, kong kalikong, pemufakatan jahat, kekerasan, kebohongan, fitnah yg laris manis, ditonton berjuta-juta kali, dikomentari dengan tawa, dijadikan hiburan sampai dianggap biasa. Dan semua itu... ada di depan mata anak² kita.


Lalu anak kita, yg polos dan tulus, bertanya pada gurunya:

“Pak, kalau berlaku adil itu baik, kenapa orang yang meminta keadilan malah dikucilkan? Kenapa yang bohong malah jadi terkenal?”

Dan sepintar-pintarnya kita sebagai guru menjawab, tetap ada ruang sunyi dalam hati kita yg tak bisa menjawab apa² karena kita tahu, anak itu... benar.

Saya teringat buku “Educating for Character” karya Thomas Lickona, seorang tokoh pendidikan karakter dunia. Ia bilang: