Friday, October 16, 2020

Praktik Baik PJJ Guru Merdeka Belajar

Praktik Baik PJJ Guru Merdeka Belajar

Oleh: Iwan Sumantri

Selama masa darurat pandemi Covid-19, Pembelajaran jarak jauh seringkali disalah artikan sebagai pembelajaran daring atau online. Padahal Pembelajaran jarak jauh pada dasarnya tetap dapat dilaksanakan baik secara daring maupun luring (luar jaringan). Sementara berbagai keragaman kondisi termasuk sosial ekonomi dan kondisi geografis di Indonesia, terkadang tidak memungkinkan dilaksanakannya metode pembelajaran jarak jauh secara daring sehingga pembelajaran jarak jauh tidak dapat berjalan dengan efektif. 

Melihat perbedaan peta sebaran Covid-19 yang berbeda di berbagai wilayah di Indonesia, pembelajaran jarak jauh juga tidak memungkinkan pelaksanaan PJJ dengan model yang sama.

Pada dasarnya berbagai model pembelajaran jarak jauh yang dapat diadaptasi selama masa pandemi, digolongkan ke dalam tiga kategori. Pembelajaran jarak jauh secara luring, pembelajaran jarak jauh secara daring, dan pembelajaran jarak jauh secara terpadu.

Berikut Praktik Baik PJJ dari Guru Ataya setelah mengikuti Diklat Guru Belajar Kemdikbud.go.id yang bisa di bagikan setelah mengikuti kegiatan Bimtek dan Diklat Guru Belajar tersebut:



Evaluasi dari hasil Praktik Baik PJJ Guru Ataya :

  • Saya bisa menunjukkan bukti adanya penerapan 6 prinsip Pembelajaran Jarak Jauh pada rancangan pembelajaran saya
  • Saya memberi pilihan peran dan kesempatan kepada orangtua terlibat dalam pembelajaran jarak jauh yang saya rancang
  • Saya merancang dan menerapkan pembelajaran jarak yang melalui pemberian tugas yang bervariasi
  • Saya mempelajari KI/KD di dokumen kurikulum pada kondisi khusus untuk merancang pembelajaran jarak jauh. 
  • Saya menggunakan sebuah aktivitas pembelajaran yang bisa mencapai penguasaan lebih dari 1 kompetensi
  • Saya bisa menunjukkan adanya penyesuaian terhadap kondisi khusus pada praktik baik pembelajaran jarak jauh yang saya lakukan
  • Saya melakukan asesmen diagnosis sebelum merancang pembelajaran jarak jauh
  • Saya menggali data dari siswa dan orangtua/wali dalam melakukan asesmen diagnosis
  • Saya mendiskusikan hasil asesmen diagnosis dengan murid atau rekan guru yang lain untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih akurat
  • Saya menggunakan hasil asesmen diagnosis aspek kognitif untuk menyesuaikan tujuan dan konten pembelajaran jarak jauh
  • Saya menggunakan hasil asesmen diagnosis aspek non kognitif untuk menentukan strategi dan teknologi pembelajaran jarak jauh
  • Saya melakukan asesmen diagnosis pada pertengahan pembelajaran untuk memberi umpan balik pada siswa
  • Saya mempertimbangkan kondisi siswa dalam memilih teknologi dan media pembelajaran jarak jauh
  • Saya menggunakan pelajaran dan inspirasi yang dapatkan dari program ini dalam merancang pembelajaran jarak jauh.
  • Saya merancang dan menerapkan pembelajaran jarak jauh yang berbeda dengan yang saya lakukan sebelum mengikuti program

#GuruMerdekaBelajar
#GuruBelajar

2 comments:

  1. Mantap pak, ternyata ilmu dari guru pembelajar juga sangat bermanfaat (RR)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Bu Riony : Makasih atas apresiasinya, kita sama2 belajar dan belajar ! Sukses buat kita semua belajar di guru belajar !

      Delete