Wednesday, December 24, 2025

Konfercab PGRI Cibadak 2025: Meneguhkan Soliditas Guru Menuju Kepengurusan 2025–2030

Konfercab PGRI Cibadak 2025: Meneguhkan Soliditas Guru Menuju Kepengurusan 2025–2030

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak- 24 Desember 2025. Guru Ataya – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Cibadak menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) pada Rabu, 24 Desember 2025 di Bumi Atikan- BK3D Cibadak. Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi serta menetapkan kepengurusan PGRI Cabang Cibadak periode 2025–2030.

Konfercab merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang menjadi wujud kedaulatan anggota PGRI. Dalam forum ini, para perwakilan ranting ( ada 12 Ranting ) dari seluruh satuan pendidikan se-Kecamatan Cibadak secara demokratis menyampaikan aspirasi serta menentukan kepemimpinan organisasi untuk lima tahun ke depan.

Salah satu agenda utama Konfercab adalah pemilihan dan penetapan pengurus PGRI Cabang Cibadak. Melalui mekanisme musyawarah mufakat, Aceng Mustafa, S.Pd., M.Si. kembali dipercaya menjadi F1 (Ketua) untuk memimpin sebagai Ketua PGRI Cabang Cibadak masa bakti 2025–2030. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi sebagai bentuk kepercayaan dan dukungan penuh dari seluruh peserta Konfercab.

Sunday, December 7, 2025

Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Siswa SMP

Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Siswa SMP

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak- 7 Desember 2025. Selamat bagi siswa kelas 7,8 dan 9 yang sudah menyelesaikan Ujian Akhir Semester Ganjil (UAS) nya. Tinggal menunggu waktu pengolhan nilai yang akan di masukkan dalam daftar nilai rapor semester ganjil. Untuk siswa kelas 9 setelah selesai UAS ada pembelajaran yang tak kalah pentingnya yaitu persiapan/Simulasi Tes Kemampuan Akademik yang akan dilaksanakan Senin-Selasa, 8-9 Desember 2025 sesuai jadwal. Untuk pelaksanaan TKA nya kita masih menunggu jadwal resminya dari dinas Pendidikan.

1. Apa Itu Tes Kemampuan Akademik (TKA)?

Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan dasar siswa dalam bidang-bidang yang menjadi fondasi proses belajar, seperti penalaran logis, pemahaman bacaan, kemampuan numerik, serta pemecahan masalah.
Pada level SMP, TKA biasanya digunakan untuk melihat kesiapan akademik siswa dalam melanjutkan pembelajaran ke jenjang berikutnya dan sebagai alat pemetaan kemampuan belajar.

TKA tidak hanya menilai hafalan, tetapi lebih menekankan pada higher order thinking skills (HOTS), yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mencakup analisis, evaluasi, dan penerapan konsep.

 

Wednesday, November 26, 2025

Merayakan Inspirasi: Semarak Upacara HUT PGRI, HGN 2025, dan Senin Juara di SMP Negeri 3 Cibadak

Merayakan Inspirasi: Semarak Upacara HUT PGRI, HGN 2025, dan Senin Juara di SMP Negeri 3 Cibadak

Oleh : Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak - Senin, 24 November 2025, lapangan SMP Negeri 3 Cibadak dipenuhi suasana haru, bangga, dan kebersamaan. Seluruh guru dan siswa mengikuti kegiatan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun PGRI dan Hari Guru Nasional 2025, yang tahun ini dikemas lebih istimewa dengan kolaborasi antara guru, OSIS, dan seluruh warga sekolah.

Upacara Khidmat dengan Petugas dari Bapak/Ibu Guru

Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Yang membuatnya berbeda adalah bahwa seluruh petugas upacara—mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca doa, hingga pembaca UUD 1945—adalah para guru.

Pemandangan ini tidak hanya mengundang rasa bangga, tetapi juga menghadirkan kedekatan emosional antara guru dan siswa. Seluruh siswa mengikuti jalannya upacara dengan sangat tertib dan penuh penghormatan.

Dalam amanatnya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa Hari Guru adalah momentum untuk:

  • merefleksikan peran pendidik,
  • memperkuat kolaborasi guru dan siswa,
  • serta menumbuhkan budaya apresiasi di lingkungan sekolah.

 

Kegiatan Kreativitas Siswa: OSIS Tampil Total

Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan ajang kreativitas siswa yang dikoordinasikan oleh OSIS, dibimbing langsung oleh Wakasek Kesiswaan dan Pembina OSIS.

Beberapa kegiatan yang ditampilkan di antaranya:

  • Pentas Seni (musik akustik, tari kreasi, puisi, dan yang lainnya)
  • ucapan Hari Guru dari siswa
  • Pojok Ungkapan Terima Kasih (Wall of Appreciation)
  • Fun Games kebersamaan guru dan siswa

Suasana sekolah menjadi sangat meriah. Tawa, tepuk tangan, dan sorakan semangat memenuhi area kegiatan sepanjang pagi.

 

Apresiasi Unik dari OSIS: Sertifikat Penghargaan untuk Guru

Inilah bagian yang paling ditunggu-tunggu.

OSIS memberikan sertifikat apresiasi khusus kepada para guru dengan kategori yang ditentukan berdasarkan karakter sehari-hari yang dirasakan siswa. Beberapa kategori yang diumumkan:

  • Guru Paling Kreatif
  • Guru Paling Terkalem
  • Guru Termodis
  • Guru Paling Humoris
  • Guru Paling Tegas
  • Guru Favorit Siswa
  • Guru Terinspiratif

Tuesday, November 25, 2025

Semarak HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 di Kecamatan Cibadak

Semarak HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 di Kecamatan Cibadak

Oleh : Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak – 25 November 2025. Peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 menjadi momentum penuh makna bagi para pendidik di Kecamatan Cibadak. Tidak hanya sebagai ajang refleksi peran guru dalam memajukan pendidikan, rangkaian kegiatan tahun ini juga dirancang untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta mengekspresikan bakat dan kreativitas para guru.

Suasana kebersamaan dan antusiasme yang tinggi terlihat dalam seluruh rangkaian acara yang dimulai sejak 20 November 2025 hingga puncak peringatan pada 25 November 2025.

 

Adu Semangat dalam Lomba Bola Voli Antar Ranting

Kegiatan pertama digelar pada Kamis, 20 November 2025, yaitu lomba bola voli antar ranting PGRI se-Kecamatan Cibadak. Pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari para guru yang tergabung dalam 11 ranting yang hadir sebagai peserta maupun suporter. Lapangan dipenuhi sorak semangat dan tawa, menunjukkan kuatnya kebersamaan antarguru. Kegiatan di mulai dengan devile masing-masing ranting dengan membawa spanduk dan slogan masing-masing ranting.

Setiap ranting menurunkan tim terbaiknya, dan seluruh pertandingan berjalan dengan sportif, kondusif, serta penuh kekeluargaan. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar anggota PGRI di tingkat kecamatan Cibadak.

 


Harmoni Suara dalam Lomba Solo Vokal

Suara Hati Seorang Guru di HUT Guru Nasional 2025

Suara Hati Seorang Guru di HUT Guru Nasional 2025

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)


Cibadak-25 November 2025. Disela-sela menjelang Upacara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Kecamatan Cibadak, guru Ataya mencoba buka-buka beberapa grup WA walau sedang sakit dan tak bisa jalan. Ada salah satu Grup WA yang membuat hati dan perasaan terenyah dan menggugah untuk menyampaikan isi Grup WA tersebut di blog Guru Ataya ini yang isi tulisannya berkaitan dengan hari HUT PGRI dan Hari Guru Nasional.

Apa itu isinya, yuk kita simak guru-guru se tanah air:

KACAU BALAU KEBIJAKAN ORGANISASI PROFESI: Guru Merasa Dikhianati, PGRI Disepelekan, dan Menteri yang Kurang Literasi

Oleh: Wijaya Kusumah (Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd) – Om Jay, Guru Blogger Indonesia

Gelombang keresahan guru kembali meninggi. Setelah munculnya sejumlah kebijakan yang melemahkan posisi guru, kini muncul lagi persoalan yang jauh lebih mendasar: pemerintah — melalui Kementerian Dikdasmen — mengirim undangan resmi kepada 77 organisasi untuk kegiatan yang disebut “Organisasi Profesi Guru”. Namun setelah dicermati, daftar itu tidak hanya janggal, tetapi benar-benar kacau balau. Di dalamnya tercampur antara organisasi profesi, komunitas belajar, MGMP/KKG, bahkan kelompok diskusi materi ajar.

Di sinilah letak masalah paling fatal: pemerintah tidak mampu membedakan apa itu organisasi profesi guru dan apa itu komunitas belajar biasa.

Saya harus tegas mengatakan:

Menurut saya, menteri kita ini kurang literasi. Tidak bisa membedakan mana organisasi profesi, mana komunitas MGMP/KKG, mana kelompok belajar bareng yang sekadar membahas bahan ajar. Kacauuuu, Om Jay!

Guru-guru di berbagai daerah pun terkejut, kecewa, dan merasa dikhianati. Pemerintah seolah ingin memecah guru ke dalam kotak-kotak kecil yang tidak jelas legitimasi dan kapasitasnya. Dan di balik semua itu, tampak jelas satu pola: PGRI dipinggirkan.

Padahal, PGRI adalah organisasi profesi terbesar, tertua, paling lengkap struktur kepengurusannya, dan paling konsisten membela guru sejak masa kolonial. Lantas, mengapa kini justru PGRI seperti disingkirkan dan digantikan oleh komunitas-komunitas tanpa kejelasan?

Guru Merasa Dikhianati

Kekecewaan ini bukan muncul tanpa sebab. Guru selama ini sudah terlalu sering menghadapi regulasi yang berubah-ubah, penempatan yang tidak adil, status PPPK yang belum stabil, dan penurunan penghargaan terhadap profesi guru.

Ketika pemerintah mengundang organisasi profesi, guru berharap forum tersebut benar-benar mempertemukan pemerintah dengan lembaga resmi yang memang memiliki kapasitas untuk berbicara tentang profesionalisme, etika, dan masa depan guru.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Undangan itu memuat organisasi yang bahkan pengurusnya sendiri tidak tahu bahwa organisasinya diundang. Ada komunitas yang hanya koordinator WA group, ada MGMP yang tugasnya pengembangan pembelajaran, bukan organisasi profesi.

Wednesday, October 8, 2025

Ujian Sejarah di Jeddah: Duel 'Hidup Mati' Indonesia vs Arab Saudi, Garuda Siap Ukir Angka Sempurna!

Ujian Sejarah di Jeddah: Duel 'Hidup Mati' Indonesia vs Arab Saudi, Garuda Siap Ukir Angka Sempurna!

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi – 8 Oktober 2025 .Kurang lebih 10 Jam kedepan menjelang Kick Off, Guru Ataya mencoba berbagi sesuatu tentang Timnas Indonesia. Sebagai seorang guru matematika, kita tahu bahwa peluang selalu ada, dan dalam sepak bola, hasil akhir seringkali melampaui segala perhitungan di atas kertas. Malam ini, atau tepatnya Kamis dini hari, 9 Oktober 2025, pukul 00.15 WIB (sebagai koreksi jadwal yang lebih akurat, bukan 01.15 WIB), Timnas Indonesia akan menghadapi momen historis pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup B melawan tuan rumah Arab Saudi di King Abdullah Sports City, Jeddah. Ini adalah duel yang layak disebut 'hidup mati' di bawah komando pelatih Patrick Kluivert.

Berikut adalah analisis dan prediksi yang didasarkan pada komposisi tim dan rekor pertemuan terakhir.

 

Analisis Komposisi Pemain: Garuda yang Semakin Solid

Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert memasuki fase ini dengan skuad yang jauh lebih solid dan kompetitif berkat kehadiran para pemain keturunan yang berlaga di Eropa. Meskipun kemungkinan kehilangan Emil Audero karena cedera, kekuatan inti Tim Garuda tampak menjanjikan.

Indonesia: Formasi Taktis dan Kedalaman Skuad

Prediksi susunan pemain Indonesia diperkirakan akan mengandalkan kombinasi pemain naturalisasi dan lokal.

  • Lini Belakang: Kekuatan utama ada pada trio bek tengah. Jay Idzes (US Sassuolo Calcio) dan Kevin Diks (Borussia Monchengladbach) yang kembali dari cedera diharapkan membentuk tembok kokoh bersama salah satu dari Rizky Ridho atau Justin Hubner. Di sisi fullback, Calvin Verdonk (LOSC Lille) dan Yakob Sayuri siap menyuplai serangan dari sayap. Kehadiran Maarten Paes di bawah mistar memberikan rasa aman yang tinggi.
  • Lini Tengah: Lapangan tengah akan menjadi kunci. Duet gelandang box-to-box seperti Thom Haye dan Joey Pelupessy (Lommel SK) akan menjadi poros dalam mengatur tempo dan mengalirkan bola. Ditambah dengan agresivitas Ricky Kambuaya atau Marc Klok, lapangan tengah Garuda memiliki keseimbangan antara kreativitas dan daya jelajah.

Saturday, September 13, 2025

"Dari Geogebra Hingga Batik Fraktal: Transformasi Pembelajaran Matematika Ala Guru SMP"

"Dari Geogebra Hingga Batik Fraktal: Transformasi Pembelajaran Matematika Ala Guru SMP"

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi – 13 Desember 2025. Kali ini Guru Ataya akan berbagi tentang Pelatihan yang sudah dilakukan Guru Ataya di Kegiatan Pengandian Kepada Masyarakat Rumpun Mataematika FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bersama 69 Guru Matematika SMP yang tergabung di MGMP Matematika Kabupaten Sukabumi dan 59 Guru SD  yang tergabung di KKG Gegerbitung.

Reportase ini dibuat untuk mendokumentasikan dan melaporkan partisipasi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Rumpun Matematika FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam inovasi pembelajaran matematika, baik melalui pendekatan teknologi maupun budaya. Pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama, yaitu secara daring dan luring.

Pelaksanaan Kegiatan

Pelatihan Daring (21 Agustus 2025)

Pelatihan daring dilaksanakan melalui platform Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, khususnya dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan pelatihan daring terbagi menjadi  2 Rombel untuk SD dan 3 rombel untuk guru SMP. Guru Ataya tergabung di Rombel 2 (SMP Kelas B). Pada Kelas B, sesi ini mencakup tiga materi utama:

  1. Pengembangan Instrumen Penilaian Kinerja dan Projek: Materi ini memberikan wawasan mendalam tentang cara merancang instrumen penilaian yang efektif dan autentik untuk mengukur kinerja dan projek siswa. Ini sangat penting untuk memastikan penilaian tidak hanya berbasis tes tertulis, tetapi juga mencakup aspek keterampilan dan kreativitas.
  2. Pengembangan Media Pembelajaran Geogebra: Pelatihan ini fokus pada penggunaan Geogebra sebagai alat bantu visualisasi dalam pembelajaran geometri. Peserta diajarkan cara membuat media interaktif yang dapat membantu siswa memahami konsep-konsep geometri yang abstrak menjadi lebih nyata dan mudah dipahami.
  3. Penerapan Napkin AI dan Magic School: Sesi ini mengenalkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Napkin AI dan Magic School disajikan sebagai alat bantu bagi guru untuk merancang RPP, membuat materi ajar, dan mengelola kelas secara lebih efisien dan personal.

Wednesday, September 10, 2025

Memahami Tes Kemampuan Akademik (TKA): Mengapa Penting untuk Siswa SD/SMP/SMA/SMK?

Memahami Tes Kemampuan Akademik (TKA): Mengapa Penting untuk Siswa SD/SMP/SMA/SMK?

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak- 10 September 2025. Kali ini Guru Ataya akan berbagi tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA). Bagi sebagian besar siswa, istilah Tes Kemampuan Akademik (TKA) mungkin terdengar asing. Namun, tes ini sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan mereka, terutama saat berada di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lalu, apa sebenarnya TKA itu, dan mengapa tes ini begitu penting?

Apa Itu TKA dan Apa Tujuannya?

TKA bukanlah ujian biasa seperti Penilaian Akhir Semester. TKA adalah sebuah alat ukur standar yang dirancang untuk mengukur kemampuan dasar intelektual dan kognitif seseorang. Secara khusus, TKA mengukur tiga aspek utama:

  • Kemampuan Verbal: Mengukur pemahaman terhadap bahasa, sinonim, antonim, analogi, dan logika berbahasa. Ini membantu mengidentifikasi seberapa baik siswa memahami informasi yang disajikan dalam bentuk kata-kata.
  • Kemampuan Numerik: Mengukur kemampuan dalam berhitung, memahami konsep matematika dasar, logika aritmatika, dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan angka. Aspek ini sangat penting karena matematika adalah fondasi untuk banyak disiplin ilmu.
  • Kemampuan Penalaran: Mengukur kemampuan berpikir logis, analitis, dan kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan dari suatu informasi. Aspek ini tidak hanya tentang menghafal, tapi juga tentang bagaimana siswa bisa memecahkan masalah baru dengan logika yang dimiliki.

Tujuan utama TKA adalah untuk mendapatkan gambaran yang objektif dan komprehensif tentang potensi akademis seorang siswa. Hasil TKA bisa menjadi dasar yang kuat untuk berbagai keperluan, mulai dari rekomendasi penjurusan, seleksi masuk ke sekolah atau program tertentu, hingga identifikasi area di mana siswa membutuhkan dukungan lebih.

Manfaat dan Kegunaan TKA untuk Siswa