Thursday, September 12, 2024

SMP Negeri 3 Cibadak Raih Prestasi Gemilang, Sabet Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2024

 

SMP Negeri 3 Cibadak Raih Prestasi Gemilang, Sabet Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2024

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, 9 September 2024. Guru Ataya kali ini akan berbagi tentang sesuatu yang menggembirakan tentang sekolah dimana Guru Ataya bertugas. Bertempat di Aula Setda Kabupaten Sukabumi Pelabuhanratu. PLT Kepala Sekolah SMPN 3 Cibadak Bapak Yana Rudiana,S.Pd.,M.M.Pd yang baru saja melaksanakan tugas sebagai PLT di undang dan hadir di Aula Setda tersebut dalam acara Sukabumi Awards 2024 sebagai Penerima Penghargaaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten 2024

Kabar gembira datang dari SMP Negeri 3 Cibadak. Sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Karangtengah Nomor 691 ini berhasil meraih penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2024. Prestasi membanggakan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh warga sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Apa Itu Sekolah Adiwiyata?

Tuesday, September 10, 2024

Supervisi Pembelajaran Kelas di SMP Negeri 3 Cibadak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Ala Guru Ataya

Supervisi Pembelajaran Kelas di SMP Negeri 3 Cibadak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Ala Guru Ataya

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, 9 September 2024. Sesuai dengan program supervisi Kepala Sekolah, Guru Ataya berkesempatan dan diberi kepercayaan untuk melaksanakan observasi kelas bersama rekan guru ibu Annisa Jayanti Gusman,S.Pd rekan guru yang mengampu mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 8F. Sesuai dengan jadwal kegiatan supervisi yang telah di susun oleh kepala Sekolah.

Guru Ataya bermodalkan pengalaman sebelumnya di kegaiatan program guru penggerak menjadi PP (Pengajar Praktik).

Pentingnya Supervisi Pembelajaran

Supervisi pembelajaran adalah proses pengawasan dan pembimbingan terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Kegiatan ini sangat penting karena:

  • Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Supervisi membantu guru untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran sehingga dapat dilakukan perbaikan.
  • Menjamin Implementasi Kurikulum: Supervisi memastikan bahwa guru telah menerapkan kurikulum dengan benar, terutama dalam konteks kurikulum merdeka yang menekankan pada pembelajaran aktif, proyek berbasis masalah, dan penilaian autentik.
  • Mengembangkan Kompetensi Guru: Melalui supervisi, guru dapat mengembangkan kompetensinya dalam merancang pembelajaran yang inovatif, mengelola kelas, dan menilai siswa.
  • Memberikan Umpan Balik: Supervisi memberikan kesempatan bagi guru untuk mendapatkan umpan balik yang konstruktif sehingga dapat meningkatkan kinerja mereka.
  • Menjamin Kualitas Pendidikan: Dengan meningkatkan kualitas pembelajaran, secara tidak langsung juga meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Supervisi dalam Konteks Kurikulum Merdeka

Dalam konteks kurikulum merdeka, supervisi memiliki peran yang sangat penting. Kurikulum merdeka memberikan fleksibilitas yang tinggi kepada guru dalam merancang pembelajaran. Namun, fleksibilitas ini juga membutuhkan pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan dari tujuan pembelajaran.


Sunday, September 1, 2024

Sekolahku Aman, Sekolahku Bahagia: Mari Stop Kekerasan!

Sekolahku Aman, Sekolahku Bahagia: Mari Stop Kekerasan!

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sukabumi, 31 Agustus 2024. Bertempat di SMA Negeri 1 Cisaat, Guru Ataya mengikuti kegiatan “Stop Kekerasan: Pelatihan Menciptakan Sekolah Aman,Nyaman,Menyenangkan dan Inklusif Kabupaten Sukabumi. Guru Ataya sebagai peserta dari Unsur Komunitas Penggerak Pendidikan Daerah (KPPD) kabupaten Sukabumi. Berbagai unsur mulai dari Dinas Pendidikan, Satgas Tim Pencegahan dan Penangangan Kekerasan,Komite Sekolah, Guru dan unsur lainnya hadir di kegiatan tersebut.

Kegiatan di awali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjukan dengan Mars Sukabumi, sambutan dari Kepala BBGP (diwakili), sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Bapak Eka Nandang Nugraha,S.IP.,MM yang sekaligus membuka kegiatan tersebut. Sebelum ke materi Talk show: Stop Kekerasan:Pelatihan Menciptakan Sekolah Aman,Nyaman,Menyenagkan dan Inklusif kegiatan diisi dengan beberapa penampilan siswa SMAN 1 Cisaat yang tergabung dalam komunitas Teather Ekstarkurikuler SMANCIs.

Hadir sebagai narasumber di sesi pertama Dr. Dede Suryaman, dari Pusat Penguatan Karakter, Kemendikbudristek. Tim TPPK BBGP Jabar pun  memfasilitasi peserta di sembilan kelas dari setiap jenjang pendidikan.

Sebagai pendidik, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan inklusif bagi seluruh siswa. Sekolah seharusnya menjadi rumah kedua bagi mereka, tempat di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Namun, masih banyak tantangan yang harus kita hadapi, salah satunya adalah kekerasan di lingkungan sekolah. Kekerasan dalam bentuk apapun, baik fisik, verbal, maupun psikologis, tidak boleh ada tempatnya di sekolah.

Mengapa Kita Harus Stop Kekerasan?

Kekerasan di sekolah dapat menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan. Korban kekerasan dapat mengalami trauma psikologis yang berkepanjangan, kesulitan dalam belajar, dan bahkan menarik diri dari lingkungan sosial. Pelaku kekerasan juga berisiko mengalami masalah perilaku di kemudian hari. Sementara itu, lingkungan sekolah yang penuh kekerasan akan menghambat proses pembelajaran dan menciptakan suasana yang tidak kondusif.

Friday, August 30, 2024

Komunitas Belajar: Jantung Pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka

Komunitas Belajar: Jantung Pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri Ketua Kombel GURAME B ERAKSI)

Cibadak, 30 Agustus 2024. Guru Ataya kali ini akan berbagi praktik baik tentang Komunitas Belajar di SMP Negeri 1 Cidahu. Berbekal sebagai Nara Sumber  Berbagi Praktik Baik  (NS BPB) Guru Ataya mencoba berbagi apa yang sudah, pernah dan sedang dilakukan tentang Komunitas Belajar. Dihadapan kurang lebih 35 guru dan staf SMPN 1 Cidahu beserta kepala sekolah, guru Ataya berbagi praktik baik tentang kombel “GURAME BERAKSI” yang sudah berjalan di SMPN 3 Cibadak dan juga implementasi Blog sebagai media pembelajaran dengan BEL ME Log YOUnya.

Kurikulum Merdeka, sebagai sebuah inovasi dalam dunia pendidikan di Indonesia, menuntut para guru untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Dalam konteks ini, komunitas belajar menjadi wadah yang sangat penting bagi para pendidik untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi dalam menghadapi tantangan implementasi kurikulum baru.

Apa itu Komunitas Belajar?

Komunitas belajar adalah sekelompok pendidik yang secara sukarela berkumpul untuk mendiskusikan, berbagi ide, dan memecahkan masalah terkait pembelajaran. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, komunitas belajar menjadi ruang kolaborasi yang dinamis bagi guru untuk saling mendukung dan menginspirasi.

Mengapa Komunitas Belajar Penting?

1. Memfasilitasi Pembelajaran Berkelanjutan: Komunitas belajar mendorong guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya, baik secara individu maupun kolektif.

2. Menciptakan Jaringan Dukungan: Melalui komunitas, guru dapat saling berbagi pengalaman dan menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

3.  Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Dengan berdiskusi dan berkolaborasi, guru dapat mengembangkan praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran yang berpusat pada murid.

4.  Membangun Budaya Kolaborasi: Komunitas belajar menumbuhkan semangat kolaborasi dan gotong royong di kalangan pendidik.

Saturday, August 24, 2024

Kombel “GURAME BERAKSI” Beraksi Nyata Kembali

Kombel “GURAME BERAKSI” Beraksi Nyata Kembali

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, 24 Agustus 2024. Pemberdayaan Komunitas Belajar dalam konteks Kurikulum Merdeka adalah upaya untuk menciptakan wadah di mana para guru dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi dalam menghadapi tantangan pembelajaran yang dinamis. Komunitas Belajar ini berperan penting dalam mendukung guru untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Setelah beristirahat selama dua bulan karena liburan sekolah, Kombel  GURAME BERAKSI (Guru eRA Merdeka BERAKSInyata) yang dimiliki oleh Komunitas Belajar para Guru SMP Negeri 3 Cibadak kembali menggelar kegiatannya sesuai dengan Siklus inkuiri yang kami lakukan Dimana siklus inkuri kombel ini merupakan pendekatan yang efektif dalam komunitas belajar. Siklus ini melibatkan beberapa tahap, yaitu: 1) Merumuskan Pertanyaan: Dimulai dengan mengidentifikasi masalah atau pertanyaan yang ingin dipecahkan terkait implementasi Kurikulum Merdeka. 2) Mengumpulkan Informasi: Melakukan kajian literatur, berbagi pengalaman, dan mencari informasi relevan untuk menjawab pertanyaan tersebut. 3) Menganalisis Informasi: Menginterpretasikan data dan informasi yang telah dikumpulkan untuk menemukan pola, hubungan, dan kesimpulan. 4) Mengembangkan Solusi: Merancang strategi atau solusi inovatif untuk mengatasi masalah atau menjawab pertanyaan yang diajukan. 5) Menerapkan Solusi: Menguji coba solusi yang telah dikembangkan dalam konteks pembelajaran di kelas. 6) Merefleksi: Mengevaluasi efektivitas solusi yang diterapkan dan melakukan perbaikan jika diperlukan.


Berdasarkan data inkuiri diatas maka kami para pengurus Kombel sesuai dengan arahan kepala sekolah menggelar kembali kegiatan kombel di sela-sela rapat dinas bulanan sekolah dengan tema “ Mempersiapkan Pembelajaran Inovatif Berbasis AI dengan GEMINI” dengan nara sumber Ibu Ade Sumarni,S.Pd (Guru Penggerak Angkatan 9 ) dibantu Ibu Aulya Haryawati Adha,S.Pd.Si selaku moderator dan juga Guru Penggerak Angkatan 9.


Thursday, July 18, 2024

Ada Sesuatu di MPLS S3 Cerdik Berbudi Tahun 2024

Ada Sesuatu di MPLS S3 Cerdik Berbudi Tahun 2024

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, 18 Juli 2024. Tiga hari sudah pelaksanaan Masa Perkenalan Lingkungan sekolah(MPLS)  telah dilaksanakan oleh beberapa sekolah terutama sekolah negeri baik di jenjang SD, SMP ataupun SMK. Berikut Guru Ataya mencoba menuliskan sesuatu tetang MPLS yang telah dilaksanakan di sekolah SMPN 3 Cibadak.

Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah kegiatan yang dilaksanakan di awal tahun ajaran baru di sekolah-sekolah di Indonesia. MPLS bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru pada lingkungan sekolah, baik fisik maupun non-fisik, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan baik dan merasa nyaman dalam lingkungan sekolah yang baru. Berikut adalah beberapa tujuan dan kegiatan yang biasanya dilakukan dalam MPLS:

Tujuan MPLS:

  1. Pengenalan Lingkungan Fisik Sekolah:
    • Siswa baru diperkenalkan dengan berbagai fasilitas sekolah seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga, dan lain-lain.
  2. Pengenalan Tata Tertib Sekolah:
    • Siswa baru diberi pemahaman tentang aturan-aturan yang berlaku di sekolah, termasuk disiplin, waktu masuk dan keluar, serta aturan berpakaian.
  3. Pengenalan Guru dan Staf:
    • Siswa baru bertemu dengan para guru dan staf sekolah, mengenal peran dan tanggung jawab mereka.
  4. Pengenalan Program dan Kegiatan Sekolah:
    • Siswa baru diberi informasi tentang berbagai program dan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mereka ikuti.
  5. Membangun Interaksi Sosial:
    • Melalui berbagai kegiatan, siswa baru dapat berkenalan dan berinteraksi dengan teman-teman seangkatan, sehingga terbentuklah hubungan sosial yang baik di antara mereka.

Saturday, June 1, 2024

Gelar Panen Karya P5 Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Cerdik Berbudi 2024

Gelar Panen Karya P5 Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Cerdik Berbudi 2024

Oleh: Guru Ataya

Cibadak, 29 Mei 2024. Selasa, 28 Mei 2028 di satuan pendidikan SMP Negeri 3 Cibadak dimana Guru Ataya bertugas, telah di gelar Panen Karya P5 Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Cerdik Berbudi 2024. Berikut hasil reportase guru Ataya di kegiatan tersebut.

Profil pelajar Pancasila merupakan gambaran pelajar Indonesia yang merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai- nilai Pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pada awalnya, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran yang baru dimunculkan pada sekolah penggerak namun pada tahun pelajaran 2023/2024 mulai berlaku Kurikulum Merdeka yang juga menerapkan P5.

Pelaksanaan P5 di SMP Negeri 3 Cibadak menggunakan sistem blok yaitu 1 minggu penuh sesuai dengan alokasi waktu yang telah direncanakan. Terdapat 3 Proyek dalam 1 tahun, yaitu: proyek 1 dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutanl, proyek 2 dengan tema Rekayasa Teknologi, proyek 3 dengan tema kewirausahaan. Sebagai puncak kegiatan pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang diterapkan di sekolah, maka kami bermaksud mengadakan agenda Gelar Panen Karya P5 Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.