Saturday, August 1, 2020

WIT 2020: Pembelajaran Jarak Jauh Merdeka Belajar

WIT 2020: Pembelajaran Jarak Jauh Merdeka Belajar
Oleh: Iwan Sumantri (Peserta WIT 2020)

Cibadak, 1 Agustus 2020. Setelah melewati tantangan dalam pembelajaran online dengan Program Guru Merdeka Belajar, guru Ataya berikut akan memberikan catatan penting tentang program berikutnya dari Wardah Inspiring Teacher 2020 (WIT) melalui websitenya Sekolahmu yang bekerjasama dengan WIT 2020. 

Dalam Program online Pembelajaran Jarak Jauh Sekolah Lawan Korona, para peserta yang jumlahnya kurang lebih 791 guru se Indonesia diajak dan belajar bersama tentang apa dan bagaimana Pembelajaran Jarak Jauh Sekolah Lawan Korona, apa saja miskonsepsi dalam Pembelajaran jarak jauh dan bagaimana membuta strategi pembelajaran jarak jauh dengan 5M.

Dalam mengawali programnya, peserta di ajak dulu memahami bagaimana mengikuti program dengan petunjuk yang cukup jelas. Sebagai assesmen komptensi dalam memahamai konsep PJJ para peserta harus melewati assesmen pra program berupa kuis dengan 5 pertanyaan yang disajikan dan cukup menguji sejauhmana para peserta memahami dan mengetahui konsep PJJ tersebut.

Dalam program pelatihan daring PJJ MB tersebut, ada 13 (tiga belas) tantangan yang harus dilewati para peserta untuk menyelesaikan program tersebut.
Alhamdulilah guru Ataya bisa melewati program tersebut dengan lancar dan bisa terlewati.

Berikut tantangan dan program yang harus dijalani oleh para peserta:

1) Infografis Kondisi Pembelajaran Jarak jauh saat Pandemi Korona berlangsung
2) Kuis Refleksi Kondisi Pembelajaran Jarak Jauh
3) Menyaksikan tayangan video pentingnya pembelajaran jarak jauh ditengah kondisi darurat
4) Kuis Refleksi Pembelajaran Jarak Jauh
5) Kuis Miskonsepsi Pembelajaran Jarak Jauh
6) Infigrafis Membandingkan Pembelajaran Jarak jauh dengan Pembelajaran biasa masa sebelum Pandemi
7) Mempelajari ebook Strategi 5M dan Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Merdeka Belajar
8) Menyaksikan dan Mengamati Video Pemaparan Strategi Pembelajaran 5M
9) Kuis Strategi 5M Pedoman Pembelajaran Jarak Jauh
10) Praktik Mandiri membuat Kanvas Refleksi Pembelajaran Jarak Jauh Merdeka belajar
11) Kuis Menggugah Kanvas Refleksi Pembelajaran Jarak Jauh
12) Tugas Mandiri Membuat dan mengunggahnya Kanvas Rancangan Strategi Pembelajaran Jarak Jauh
13) Dan Mengerjakan Kuis Assesmen Pasca Program  







Panduan Pembelajaran Jarak Jauh Merdeka Belajar dan Strategi 5M Yang Bisa Jadi Referensi buat Para Guru dalam menerapkan PJJ di satuan pendidikan:



















Video Refleksi Pembelajaran Jarak Jauh di Kondisi Darurat



Video Konsep Strategi Pembelajaran Jarak jauh 



Kanvas Refleksi Pembelajaran Jarak Jauh Ala Guru Ataya :



Tugas Mandiri Kanvas Strategi Pembelajaran Jarak Jauh Ala Guru Ataya :



#GuruMerdekaBelajar
@kampusGuruCikal
#guruatayamerdekabelajar

Thursday, July 30, 2020

Refleksi Program Guru Merdeka Belajar

Refleksi Program Guru Merdeka Belajar
Oleh: Iwan Sumantri (Peserta WIT 2020)

Cibadak, 30 Juli 2020. Terpilih dan ikut program Wardah Inspiring Teachers 2020 adalah  sesuatu yang membanggakan buat guru Ataya. Hampir lebih dari 700 guru yang ada dinegeri ini terpilih dan ikut dalam program WIT 2020 dan salah satu programnya adalah Diklat Daring melalui zoom meeting dan program induksi Wardah Inspiring Teachers 2020 melalui website sekolahmu.


Salah satu materi dan program yang harus di ikuti oleh peserta adalah Program Guru Merdeka. Setiap peserta wajib membuat refleksi ketika telah usai mengikuti program/materi merdeka belajar.

Berikut Refleksi Program Guru Merdeka Belajar ala guru Ataya (Iwan Sumantri) seorang guru Matematika di SMP Negeri 3 Cibadak Kabupaten Sukabumi.

Hampir 33 tahun menjadi guru sejak tahun 1987 baru kali ini mendapatkan konsep apa itu merdeka belajar. Selama ini apa yang di jalankan dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar masih jauh dari konsep merdeka belajar. 

Merdeka Belajar adalah belajar yang diatur sendiri oleh pelajar. Pelajar yang menentukan tujuan, cara dan penilaian belajarnya. Dari sudut pandang pengajar, merdeka belajar berarti belajar yang melibatkan murid dalam penentuan tujuan, memberi pilihan cara, dan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar

Belajar bukan untuk ujian, tapi untuk mencapai tujuan belajar yang bermakna Belajar bukan dikendalikan pengajar, tapi disepakati bersama antara pengajar dan pelajar Belajar bukan dengan cara yang seragam, tapi ada diferensiasi cara belajar. Belajar bukan hanya menghafal rumus, tapi menalar dan menyelesaikan persoalan Belajar bukan untuk dinilai pengajar, tapi dinilai bersama untuk membangun kesadaran Belajar bukan dinilai oleh besarnya angka, tapi oleh karya yang bermakna

Merdeka belajar di mulai dari tahap perkembangan sekolah, satuan pendidikan harus menerapkan sekolah yang merdeka belajar, sekolah yang merdeka berkolaborasi dan sekolah yang merdeka berkarya







Untuk menjadi guru yang merdeka belajar, setidaknya guru harus memiliki 4 kunci pengembangan guru . Pencapain cita-cita dan asa oleh dirinya sendiri dengan mendapat dukungan dari pemangku kepentingan lain dalam ekosistem pendidikan, hanya akan tercapai apabila guru memiliki empat kunci yang merupakan cita-cita semua guru yaitu 1) kemerdekaan; 2) Kompetensi; 3) Kolaborasi; 4) Karier 



Ketika seorang guru merdeka belajar, maka guru akan mandiri mengembangkan komptensinya sesuai dengan kebutuhannya, aktif berkolaborasi dan mampu mengembagkan karier sesuai dengan potensi aspirasi, sehingga guru tersebut akan menjadi guru masa depan, yang bisa mennyiapkan anak-anak didiknya menjadi generasi emas di masa yang akan datang.





Jadilah guru masa depan yang bisa berkontribusi untuk negeri ini dengan memahami dan memaknai Guru Merdeka Belajar dengan banyak menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif.

@kampusgurucikal
#GuruMerdekaBelajar

Puisi Buat Siswaku

RINDUKU UNTUKMU


Ki Hajar Mengatakan :
Setiap orang adalah guru, setiap rumah adalah sekolah

Kulaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh  bersamamu

Kugunakan  Media Google Classroom untuk kelas online kita

Kupakai grup whatsapp dan telegram untuk membantu komunikasiku denganmu dan orang tuamu

Kumanfaatkan Chanel Guru Ataya di youtube untuk menitip bahan ajarkuKubuka Zoom meet untuk pertemuan online kitaKali ini kehadiranmu terekam dalam zoom meeting dan Google Form yang kusiapkan untukmu

Kali lain, kusediakan daftar hadir di kelas online kita 

Dan esok...Mungkin akan banyak lagi menu lain yang selalu bervariasi, pun kadang penuh kejutanDemi kamu, agar mudah menerima pembelajaran

Inginku, kamu ‘kan tetap sehat dan bersemangat mencari tahu Bagaimana matematikamu dan matematikaku atau matematika kita

Hidup ini terlalu indah untuk tidak dikenang , anak-anakkuBersamaku, Pak gurumu yang siap menemanimu belajar mengalahkan virus yang harus berlalu segera

Karena belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa sajaSalam sayang penuh rindu untukmu dari gurumu yang selalu merindukan akan hadirnya anak-anakku yang hebat, calon-calon generasi emas di masa mendatang


Cibadak, 30 Juli 2020

Iwan Sumantri Guru Matematika





Tuesday, July 28, 2020

Guru Ataya di Diklat Penggerak GLN Gareulis Jabar 2020

Guru Ataya di Diklat Penggerak GLN Gareulis Jabar 2020
Oleh: Iwan Sumantri (Guru Matematika SMPN 3 Cibadak)

Cibadak, Senin 27 Juli 2020. Selepas dari dua kegiatan Diklat Online yang menguras tenaga, waktu dan pikiran, berikut guru Ataya mencoba berbagi sesuatu yang bermanfaat dan bisa menambah wawasan dalam literasi bagi seorang guru khususnya, umumnya untuk semua yang peduli akan dunia pendidikan yang berhubungan dengan literasi.

Gerakan Literasi Nasional (GLN) Gareulis Jabar adalah sebuah Program Gerakan Literasi Nasional yang mengkolaborasikan implementasi Gerakan literasi di sekolah (GLS), masyarakat (GLM), dan keluarga (GLK). Diprakarsai oleh Instruktur dan Fasilitator GLN Literasi Baca –Tulis Tingkat Regional Jawa Barat dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa Jawa Barat.

Diklat GLN Gareulis Jabar 2020 dilaksanakan secara daring selama dua hari , Sabtu s,d, Minggu/ 25 s.d.26 Juli 2020, dengan memanfaatkan Aplikasi Zoom, guru Ataya menjadi salah satu peserta dalam diklat tersebut Diklat tersebut diikuti sekitar 400 peserta dari 27 kota kabupaten yang mewakili pengurus penggerak literasi kota kbupaten yang ada di Jawa Barat. Jumlah pembelajaran pada diklat tersebut 32 JP. Selain kehadiran secara virtual pada diklat itu juga ditambah tugas-tugas yang harus dilaporkan kepada panitia melalui link yang telah ditentukan.

Berikut para pemateri Diklat Penggerak GLN Gareulis Jabar 2020 yang hebat dan luar biasa dalam memaparkan dan menyampaikan materinya, sehingga para peserta tak mau beranjak dari zoom meetingnya, sejak pukul 07.30 s.d. 16.00.

Sunday, July 26, 2020

Belajar dan Merdeka Belajar

Belajar dan Merdeka Belajar
Oleh: Iwan Sumantri

Minggu, 26 Juli 2020. Disela-sela waktu libur dari kegiatan BDR (Belajar dari Rumah) dengan PJJ Online (daring) Guru Ataya mengikuti dua kegiatan Daring. Pertama di Program Wardah Inspiring Teachers 2020 salah satu rangkaian Program Pelatihan untuk Guru-guru yang telah terpilih dan tergabung dalam Wardah Inspiring Teachers 2020. Pada program WIT 2020 ini, guru Ataya bersama 1800 peserta guru se-Indonesia harus melaksanakan program pelatihan secara online melalui web SekolahMu. Kedua guru aAtaya sebagai calon pengurus Gerakan Literasi Nasional (GRL) koordinatar Kabupaten Sukabumi juga harus melaksanakan dan mengikuti Diklat Penggerak Literasi yang di selenggarakan oleh GLN - Gareulis Jabar selama 2 hari sejak tanggal 25 s.d. 26 Juli 2020, dari pukul 07.30 s.d. pukul 16.00 setiap harinya.

Dengan mengatur waktu dan tenaga dua aktifitas daring tersebut alhamdulilah, guru Ataya bisa mengikutinya.

Berikut guru Ataya akan mencoba berbagai dari aktifitas kegiatan di program pelatihan Wardah Inspiring Teachers 2020, yaitu tentang Belajar dan Merdeka Belajar dengan Zoom Meeting dengan nara sumber ibu Najelaa Shihab:

Apa itu Belajar?
Bila pertanyaan tersebut dilontarkan, pasti menghasilkan banyak variasi jawaban. Sebagian akan menjawab belajar sebagai perilaku membaca buku pelajaran, mengerjakan soal, berdiskusi atau bahkan ada juga yang menjawab belajar sebagai berangkat sekolah. Bila tidak di sekolah, maka anak tidak belajar. Jadi mari kita refleksikan kembali makna belajar dengan mengenali miskonsepsi tentang belajar

Part 2 : Ada Sesuatu di Workshop Media Pembelajaran di Curugkembar 1

Part 2 : Ada Sesuatu di Workshop Media Pembelajaran di Curugkembar 1
Oleh: Iwan Sumantri

Cibadak, 26 Juli 2020. Guru Ataya berikut akan melanjutkan reportase kegiatan di Workshop Media Pembelajaran di SMP Negeri 1 Curugkembar yang telah dilaksanakan Rabu, 22 Juli 2020 yang lalu. Hasil dari kegiatan workshop tersebut yang diikuti oleh para guru dari SMPN 1 Curugkembar,SMPN 4 Curugkembar dan SMPN 2 Cidadap  akan di posting di blog guru ataya ini.

Luar biasa aktifitas dan semangat para guru dalam mengikuti worshop tersebut, terbukti dengan semangat dan kerja keras untuk menyelesaikan tagihan tugas yang harus di tuntaskan oleh para peserta, mulai dari pembuatan blog media pembelajaran, membuat media zoom meeting, kuis di quizzis.com, membuat video pembelajaran dengan SOM, Fastone Capture, Greenshoot, Membuat Kelas di Google Classroom, Membuat soal di google form dan media lainnya yang berhubungan dengan media online untuk pembelajaran di kelas.

Berikut sebagian hasil tugas dari para peserta workshop tersebut:

1) Blog sebagai Media pembelajaran :